Janji M

Janji M
Hari Sepi


__ADS_3

.


.


.


.


"Sudah pukul 22.13, ayo pulang"


"Ini kan malam minggu Dit, kita puas-puas main dulu mumpung bisa ngumpul gini"


"Saya mau pulang, kalau kalian tidak mau terserah"


Dion dan Rosa berdiri bersamaan dengan tangan menggebrak meja.


"Oke, kita pulang" Jawab Dion dan Rosa bersamaan.


Aditya membalikkan badannya lalu berjalan meninggalkan Dion dan Rosa yang masih sibuk membereskan barang bawaan mereka.


Bruk...


"Maaf pak saya tidak sengaja maaf banget"


"Iya tidak apa-apa" Jawab Aditya membersihkan tumpahan minuman yang dibawa pelayan dari jasnya.


"Saya benar-benar minta maaf pak"


"Tidak apa" Jawab Aditya sambil melepas jasnya dan berjalan meninggalkan pelayan yang terdiam menundukkan kepala.


"Ada apa Dit?" Tanya Dion yang menghampiri Aditya lebih dahulu


"Pelayan tadi tidak sengaja menumpahkan minuman padaku"


"Kamu tidak marah kan padanya?"


"Apa maksudmu?!" Tanya Aditya dengan nada sedikit tinggi membuat Dion menjaga jarak darinya.


"Hai, hai. Ada apa kalian ini? Tidak bisa sehari saja tidak ribut?" Sahut Rosa tiba-tiba yang berada di belakang mereka.


Aditya dan Dion menoleh sekilas ke arah Rosa dengan masih berjalan.


"Kalian kemari naik apa?" Tanya Aditya


"Taksi" Jawab Dion dan Rosa bersamaan


"Lalu?"


"Aku dan Rosa mau minta kamu anterin" Jawab Dion enteng dengan tangan yang sudah meraih pintu mobil Aditya.


Aditya hanya menggelengkan kepalanya dam masuk ke mobil diikuti oleh Rosa.


Saat diperjalanan Aditya hanya diam tanpa memperhatikan kedua temannya yang sibuk bercanda dan ngobrol.


"Jangan diam saja Dit" Tepuk Rosa pada bahu Aditya.


Mata Aditya hanya melirik tanpa tertarik menjawab ucapan Rosa.


Sesampainya didepan rumah Rosa, Rosa turun dan melambaikan tangannya pada kedua temannya.


Kini hanya tinggal Dion dan Aditya yang berada didalam mobil, hanya kesunyian yang menyelimuti mereka. Bahkan Dion tidak ingin menganggu Aditya yang fokus menyetir.


"Apa yang sudah saya lakukan salah?" Tanya Aditya pada Dion tiba-tiba.


"Tidak salah juga tidak benar, aku tau Dit niatmu seperti itu pada Keysa hanya ingin supaya dia mendapat laki-laki yang lebih baik. Tanpa kamu sadari di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, dan kamu lebih memilih menyakiti dirimu sendiri. Kamu bisa berbohong pada Keysa, pada semuanya tentang perasaanmu selama ini. Tapi kamu tidak bisa membohongi dirimu sendiri Dit."


"Saya harus bagaimana?"


"Kalau beneran sayang buktikan, jangan sampai dia berpindah hati"


*Bagaimana aku bisa membuktikannya? Bahkan hatinya saja sudah dimiliki orang lain. Aku tidak bisa mengejar anak bos ku sendiri* batin Aditya.


***


Aditya memarkirkan mobilnya didepan rumah, dia berjalan masuk ke rumah langkahnya terlihat sekali sangat lelah. Dion hanya bisa diam tanpa berniat untuk banyak bicara, karena takut kena amukan Aditya.


"Saya istirahat dulu, kalau mau makan lagi di kulkas ada makanan ringan dan buah"


"Dit?"


Aditya menoleh ke arah Dion yang memanggilnya.


"Kamu tidak apa-apa?"


Aditya mengangguk pelan lalu masuk ke kamarnya, dan menutup pintu kamarnya.


*Ternyata singa beku sepertinya bisa galau juga, kasihan* batin Dion sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju dapur.


-Di kamar Aditya-


Aditya melepas kemejanya dan memakai kaos yang dia ambil di almari.

__ADS_1


Tubuhnya dia rebahkan pada kasur, matanya melirik ke arah ponselnya yang sunyi tanpa ada notifikasi dari siapapun.


*Jam segini biasanya dia cerewet menyuruhku untuk tidur* batin Aditya


Aditya memejamkan matanya dan tertidur dengan posisi kaki masih menyentuh lantai.


-Pukul 2.17-


Mata Aditya membuka pelan, diliriknya jam dinding di atas meja kamarnya.


"Sebaiknya aku sholat sekalian" Gumam Aditya


Aditya berjalan keluar kamarnya dan mengambil air wudhu. Hampir sekitar 15 menit Aditya melaksanakan sholat.


Matanya melirik ke arah ponselnya, Aditya berjalan mendekati ranjangnya dan meraih ponselnya dari atas kasur.


Aditya memandangi nomer ponsel Keysa, namun kembali mematikan layar ponselnya dan duduk di rajang sambil memegangi kepalanya.


"Aku harus berbuat apa?" Gumam Aditya


Pikirannya kacau, dia mencoba membuka pekerjaannya untuk mengurangi beban pikirannya. Namun, bukan tenang malah semakin tidak fokus.


Aditya meraih bantal di ranjangnya dan berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga.


Terlihat Dion sedang tertidur di atas kasur lantai depan televisi Aditya.


Aditya berjalan mendekati Dion, dan merebahkan dirinya di samping Dion.


Matanya masih tidak mau terpejam, bahkan dia sudah beberapa kali mengubah posisi tidurnya namun tetap sama matanya tidak mau terpejam.


Aditya bangkit dari rebahan nya dan menyalakan televisi.


Setelah hampir setengah jam dia tertidur di samping Dion. Hingga jam menunjukan pukul 04.27, Aditya mengusap-usap matanya dan melihat ke jam dinding.


*Sudah waktunya subuh* batin Aditya


Aditya membangunkan Dion dan mengajaknya melaksanakan ibadah.


***


"Dit, ayo keluar"


"Kalau mau keluar, keluar sendiri" Jawab Aditya tanpa memalingkan wajahnya dari laptop.


Dion hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan mendekati pintu rumah Aditya.


"Mau kemana?" Tanya Aditya menatap Dion


Aditya bangkit dari duduknya lalu berjalan masuk ke kamarnya, diraihnya kunci mobil di atas meja.


Aditya melempar kunci itu pada Dion, membuat Dion terkejut dan reflek menangkapnya.


"Kamu tidak ikut?"


"Tidak, ada pekerjaan yang harus saya selesaikan" Jawab Aditya berjalan melewati Dion dan duduk kembali ditempat semulanya, matanya sibuk memperhatikan layar laptop tanpa merasa dirinya sedang diawasi Dion.


"Aku keluar dulu ya"


Aditya hanya mengangguk tanpa memalingkan wajahnya dari laptop.


Setelah hampir 2 jam Dion keluar Aditya masih saja sibuk dengan laptopnya, hingga ponselnya berbunyi.


Drt...Drt...Drt...


Aditya melirik ke arah layar ponselnya dan membaca nama Ardhan dilayar ponselnya.


(Panggilan terhubung)


_______


^^^"Ada apa?"^^^


"Dimana?"


^^^"Rumah"^^^


"Ayo keluar"


^^^"Tidak bisa, saya ada pekerjaan"^^^


"Ini hari minggu Dit, kenapa lo masih


saja bekerja?"


^^^"Kejar target"^^^


"Aditya, Aditya. Gue gak paham dengan


cara pikir lo, ayolah hidup dibuat santai


jangan terlalu tegang"

__ADS_1


^^^"Saya selesaikan pekerjaan saya dulu,^^^


^^^jangan ganggu"^^^


"Ok, gue gak akan ganggu lo


tapi setelah selesai langsung kaba.."


(Panggilan terputus)


________


Aditya mematikan panggilan telepon Ardhan sebelum dia menyelesaikan ucapannya. Disisi lain Ardhan hanya mengumpat memaki Aditya melihat sikapnya yang seperti itu.


Mata Aditya terus fokus pada laptop dan pekerjaannya. Hingga 4 jam berlalu, dia meregangkan otot-ototnya dan menutup laptop miliknya.


Dia menyandarkan badannya pada sofa dan memejamkan matanya sejenak.


*Walaupun bekerja seperti ini, kenapa aku masih sempat memikirkannya. Laki-laki macam apa aku ini, yang terus menerus memikirkan wanita yang bukan milikku* batin Aditya


Aditya melirik ke arah ponselnya, dia berharap Keysa menghubunginya.


Namun, hanya layar hitam yang selalu tampak dalam penglihatannya tanpa ada tanda-tanda notifikasi masuk.


Aditya bangun dari sandarannya, dan meraih ponselnya.


Terlihat tangannya mencari-cari nama Keysa dalam kontak ponselnya, tangannya hendak menekan tombol panggil. Tapi akal sehatnya lagi-lagi menghalanginya, Aditya kembali menutup layar ponselnya dan berjalan masuk mengambil air minum.


"Apa yang sudah aku lakukan?" Gumam Aditya lalu meneguk segelas air ditangannya.


Dia mendudukkan badannya di kursi meja makan, dan memijat pelan kepalanya. Rasa sepi dan hampa menyelimuti dirinya, bahkan Aditya baru pertama kali ini merasakan kebingungan yang tidak bisa dia atasi.


"Apa aku keluar dengan Dion atau Ardhan saja?" Kata Aditya beranjak dari duduknya.


Aditya mengganti bajunya dan meraih ponselnya yang berada di meja ruang tamu.


(Panggilan terhubung)


______


"Ada apa? Setelah lo mematikan panggilan


sepihak tanpa bilang apapun, sekarang


nelfon gue?"


^^^"Dimana? Jemput saya"^^^


"Suntuk juga kan kepala lo, setengah jam


lagi gue jemput"


^^^"Iya"^^^


______


(Panggilan terputus)


Belum sampai Aditya mematikan layar ponselnya pesan dari Dion masuk ke ponselnya.


(Chatting)


_ _ _ _ _ _ _


"Aku tunggu kamu di taman mentari


bersama dengan Rosa, kemari lah


ayo seneng-seneng. Jangan di rumah saja"


^^^"Saya akan ke sana bersama Ardhan^^^


^^^tunggu"^^^


"Oke"


_ _ _ _ _ _ _


"Aku harap, sekarang aku tidak sedang lari dari kenyataan dan masalahku" Gumam Aditya sambil mematikan layar ponselnya.


.


.


.


.


Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2