Janji M

Janji M
Kakakmu???


__ADS_3

.


.


.


.


"Kenapa Keysa tidak juga menjawab panggilanku, sebenarnya dia kemana?" Gumam Aditya dengan tangan yang sibuk menekan layar ponselnya.


Tok...Tok...Tok...


Pandangan Aditya teralihkan pada pintu kantornya yang diketok seseorang dari luar.


"Masuk."


Kriet...


"Maaf pak mengganggu, ada yang ingin saya sampaikan."


"Duduklah." Jawab Aditya menyuruh Felix untuk duduk di sofa tempat didepan dia duduk.


"Laki-laki misterius yang pernah saya katakan waktu itu sudah berhasil security amankan pak, dan hingga saat ini laki-laki itu masih bungkam tidak mau mengatakan tujuannya memata-matai area kantor dalam waktu beberapa hari ini."


"Tetap tahan dia hingga mau mengakui tujuannya, jika dia masih kekeh untuk tidak berbicara baru hubungi saya."


"Baik pak, informasi mengenai putri kandung Jovita sudah saya dapatkan. Jovita dulunya seorang model sebelum menikah dengan tuan Rai, hingga saat pertemuannya dengan tuan Rai pada acara resmi perusahaan Candra. Waktu itu pak Gunawan membawa Jovita ke acara itu, hingga tuan Rai dan Jovita bertemu serta mengenal Jovita, seiring berjalannya waktu Jovita dan tuan Rai semakin dekat. Hingga sering terlihat jalan berdua, hal ini yang menjadi alasan mengapa rumah tangga tuan Rai dengan istri pertamanya pupus ditengah jalan. Dan..."


Ucapan Felix terputus saat ponsel Aditya tiba-tiba berbunyi.


Aditya melirik ke arah layar ponselnya dan terlihat nama Keysa didalam layar itu.


"Sebentar." Kata Aditya sambil bangun dari duduknya dan berjalan mendekati jendela.


(Dalam panggilan)


_________


"Ada apa Dit?"


^^^"Kamu dimana?"^^^


"Aku masih di luar sama temenku."


^^^"Pulang sekarang, kakak saya ingin^^^


^^^ke rumah sore ini."^^^


"Kakak? Kakak siapa?"


^^^"Ceritanya panjang, nanti saya akan^^^


^^^jelaskan. Saya mohon pulang sekarang,^^^


^^^kamu dimana? Biar saya suruh supir^^^


^^^kantor untuk menjemputmu."^^^


"Tidak perlu, aku bisa pulang pakai


taksi. Setelah ini aku pulang."

__ADS_1


^^^"Hati-hati di jalan, hubungi saya jika^^^


^^^sudah sampai rumah. Sejam lagi saya^^^


^^^pulang."^^^


"Iya Dit."


_________


(Panggilan terputus)


Aditya menyimpan kembali ponselnya sambil berjalan mendekati sofa, dan kembali fokus dengan ucapan Felix.


"Lanjutkan."


"Dan menurut informasi yang beredar Jovita adalah wanita (malam) yang sering kali keluar masuk club malam, hal ini dibuktikan dengan pengakuan para pejabat tinggi yang sering menjadi kliennya. Mengingat kekuatan keluarga pak Gunawan yang sangat tinggi, kenyataan akan hal itu ditutupi dan hanya menyebar sebagi rumor hingga saat ini. Kebenaran mengenai putri dari Jovita merupakan anak kandung tuan Rai masih simpang siur, tes DNA sudah dilakukan saat itu dan hasilnya anak itu adalah putri kandung tuan Rai. Namun seperti yang sebelumnya saya katakan pada anda, tuan Rai dan Jovita tidak membawa anak itu saat pindah ke negara A pak. Walaupun bukti tes DNA menunjukan hal itu, tuan Rai masih belum bisa percaya dan terpaksa mengakui anak itu sebagai putri kandungnya. Dan kini Jovita berserta anaknya tidak lagi tinggal 1 rumah dengan tuan Rai, melainkan di rumah yang berbeda."


"Putri dari Jovita adalah wanita yang..." Sambung Felix yang tiba-tiba ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Kenapa? Lanjutkan."


Felix menghela nafas pelan, dan melanjutkan ucapannya.


"Merupakan dalang dibalik, pelecehan terhadap nona Laura."


Deg!


Raut wajah serius Aditya seketika berubah terkejut, terlihat jelas amarah tengah menyelimuti dirinya.


"Daniel Nicholas merupakan sahabat dari putri Jovita, dan pada saat malam itu nona Laura dijebak tepatnya di hotel Nichol's milik keluarga Nicholas."


"Buat dia menderita dengan apa yang dia lakukan pada kakak saya, saya mau dia menerima balasan yang sama."


"Kenapa? Apa kamu tidak sanggup menerima tugas dari saya?"


"Bukan seperti itu pak, saya hanya ingin memberi tahukan jika putri dari Jovita juga mengikuti jejak ibunya."


"Bagus." Kata Aditya tersenyum dengan sinis.


"Cari tahu kelemahannya dan hancurkan dia dengan perlahan." Sambung Aditya.


"Baik pak, akan saya lakukan."


"Kerjakan dengan baik dan mulus tanpa ada yang bisa mengetahui, jika kamu yang melakukannya."


"Baik pak, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu."


"Iya."


Kriet...


Brak...


Bersamaan dengan pintu ruangannya yang tertutup setelah Felix keluar, terdengar juga suara barang yang jatuh didalam ruangan Aditya.


Felix yang mendengar hal itu ragu untuk kembali masuk ke ruangan atasannya, mengingat informasi yang dia dapatkan kali ini membuat Aditya marah besar.


"Si*l*n kamu, FREYA!" Umpat Aditya dengan tangan yang dibasahi cairan merah segar.


......................

__ADS_1


"Apa ini ya rumahnya? Menurut GPS benar disini, coba aku turun dulu siapa tahu ada orang di rumah."


Laura melirik ke arah kursi belakang, dan melihat putranya tengah tertidur pulas. Tanpa membangunkan putranya, dia turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Aditya hingga beberapa kali namun tidak mendapatkan jawaban.


"Coba aku hubungi dia dulu." Kata Laura sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.


Saat hendak menekan tombol panggilan pada nomer Aditya, sebuah taksi berhenti tepat disebelah mobilnya. Laura yang sadar akan hal itu langsung membalikkan badannya, dan melihat istri Aditya yang keluar dari taksi itu.


*Nona Laura?* batin Keysa yang sedikit terkejut.


"Selamat sore Keysa, apa kabar?" Tanya Laura yang berjalan mendekati Keysa.


"Kabar baik nona Laura, bagaimana anda bisa tahu rumah saya?" Tanya Keysa yang kebingungan.


"Pasti Aditya belum cerita apapun ya padamu?" Kata Laura sambil tersenyum


"Apa anda, merupakan kakak yang dimaksud Aditya? Bagaimana bisa? Bukankah Aditya tinggal sendirian selama ini?"


"Apa maksud anda?" Tanya Laura kembali setelah mendengar pertanyaan Keysa.


"Aditya dulu ditemukan papa saat seusiaku yang masih duduk di bangku SMP, dan papa memutuskan untuk membiayai kehidupan serta pendidikan Aditya karena dia telah menolong papa dari penjahat waktu itu."


Laura terduduk lemas, bahkan dia tidak tahu jika adiknya tengah tinggal sendirian.


*Mama dan nenek dimana? Jika Aditya tinggal sendirian, kenapa dia tidak bilang apapun padaku?* batin Laura.


"Nona masuk dulu, sepertinya Aditya masih di jalan." Kata Keysa menenangkan Laura.


......................


Aditya yang tersadar saat jam menunjukkan pukul 16.45. Bergegas meninggalkan kantor, dengan kecepatan yang sedikit tinggi hanya dalam waktu 16 menit dia sampai di rumah.


Aditya melihat mobil Laura yang sudah terparkir didepan rumahnya, dengan menarik nafas dan menenangkan dirinya yang masih emosi. Aditya merubah ekspresi wajahnya agar tidak terlihat memiliki masalah.


Saat hendak masuk ke rumah Aditya mendengar suara tangisan dari dalam ruang tamu, dan benar dia melihat kakaknya tengah menangis di pelukan Keysa.


"Kakak kenapa?" Tanya Aditya sambil duduk tepat didepan Laura.


Laura yang mendengar suara Aditya, langsung melepaskan pelukan dari Keysa.


"Kenapa? Kenapa kamu tidak bilang jika nenek dan mama sudah tidak ada?! Kenapa Aditya?!" Teriak Laura dengan penuh isakan.


"Kak, dengarkan saya."


"Apa yang perlu aku dengarkan darimu?! Kenapa kamu tidak bilang sejak awal jika mama dan nenek tidak ada di dunia ini lagi?"


"Saya hanya tidak ingin anda sedih, saya berniat mengatakannya jika waktunya tepat."


"Bagaimana bisa? Kenapa mama bisa meninggal?"


"Begini kak..."


.


.


.


.


Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian. Tetap jaga kesehatan dan semangat bagi yang menjalankan ibadah puasa🤗❤

__ADS_1


Satu dukungan dari kalian sangat berarti untuk author🙏🏻🤗


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤


__ADS_2