Janji M

Janji M
Kebenaran Yang Sulit Aku Terima


__ADS_3

.


.


.


.


-Pagi pukul 06.11 di kota B-


Terlihat Aditya sudah berpakaian rapi di sudut ruangan dengan pandangan melamun ke arah luar jendela.


Drt...Drt...Drt...


Pandangan Aditya teralihkan mendengar ponselnya berdering, terlihat di layar ponsel tertulis nama "Felix".


(Dalam panggilan)


_________


"Selamat pagi pak"


^^^"Pagi, ada apa?"^^^


"Saya ingin melaporkan mengenai


informasi istri kedua tuan Rai,


yang anda minta cari kemarin pak"


^^^"Katakan"^^^


^^^"Apa yang kamu dapatkan?"^^^


"Istri kedua tuan Rai bukan wanita


asli negara kita pak, dan menurut


informasi yang saya dapat. Mereka


berdua menikah karena dijodohkan


untuk keperluan bisnis, dan hingga


sekarang mereka tidak dikaruniai


seorang anak. Dan hanya putri dari


istri pertamanya yang kini menemaninya,


sedangkan istri keduanya sering tidak


pulang ke rumah."


^^^"Ada lagi?"^^^


"Dan tidak ada yang tahu jejak


ataupun siapa sebenarnya istri


pertama dari tuan Rai."


^^^"Cari informasi lebih jelas"^^^


"Baik pak, akan saya usahakan"


^^^"Bagus, untuk urusan kantor apa^^^


^^^ada masalah?"^^^


"Tidak pak, semua berjalan dengan


baik."


^^^"Kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu"^^^


"Baik pak"


_________


(Panggilan terputus)


Aditya langsung memutuskan panggilannya dan kini berusaha menelepon istrinya, beberapa kali dia mencoba menghubungi Keysa namun tidak ada jawaban. Mengingat ini masih pagi dan Keysa belum tentu sudah bangun.


"Hah!" Aditya mengeluarkan nafas berat sambil mengacak-acak rambutnya.


Aditya memejamkan matanya serta menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


*Kenapa susah sekali mendapatkan informasi tentang keluarga itu, bahkan informasi yang Felix dapatkan tidak sedetail yang aku harapkan.* batin Aditya.


Tidak berselang lama ponsel Aditya kembali berdering, dan kali ini panggilan masuk dari Keysa.


(Dalam panggilan)


_______

__ADS_1


"Ada apa Dit? Ini masih pagi"


^^^"Baru bangun?"^^^


"Iya, masih mengantuk"


^^^"Ayo bangun, ibu hamil tidak boleh bermalas-malasan."^^^


"Aaa Adityaaa"


^^^"Ada apa?"^^^


"Aku benci sama kamu"


^^^"Saya mau kamu bangun sekarang"^^^


"Apa harus?"


"5 menit saja ya?"


^^^"Sekarang"^^^


"Kamu suruh aku bangun jam segini


mau ngapain?"


"Aku juga akan bosen kalau sendirian,


kenapa kamu menyuruhku bangun pagi."


^^^"Olahraga baik untuk dirimu"^^^


"Okelah, aku bangun"


^^^"Pintar, setelah itu mandi lalu sarapan"^^^


^^^"Jangan lupa minum susu dan vitamin"^^^


"Baik pak bos laksanakan"


^^^"Saya tutup ya, nanti akan saya hubungi^^^


^^^lagi"^^^


"Iya, bye."


Tut...Tut...Tut...


_________


(Panggilan terputus)


Jam menunjukkan pukul 6.45, Aditya bangun dari posisi duduknya dan meraih jas yang tersandar di kursi lalu memakainya.


Pagi ini Aditya berencana mengunjungi apartemen Reyna untuk bertemu mamanya, Aditya memesan taksi online dan menuju komplek apartemen Reyna.


Setelah sampai di lobi gedung apartemen, Aditya mengeluarkan ponselnya dan melihat jam yang berada di layar ponselnya.


"Masih pukul 7.06, harusnya mereka belum ada yang pergi keluar." Gumam Aditya


Tanpa menunggu lama Aditya langsung berjalan menuju unit yang ditinggali Reyna berserta keluarganya.


Ting...Tong...


Tidak sampai menunggu lama, seorang perempuan tua renta membuka pintu tempat Reyna tinggal.


"Selamat pagi nenek" Sapa Aditya.


"Aditya ya?" Tanya nenek itu sambil membenarkan kaca mata yang dipakainya.


"Iya nek, maaf saya berkunjung kemari pagi-pagi dan tanpa bilang terlebih dahulu."


"Tidak apa-apa, nenek senang kamu kemari. Ayo masuk."


Nenek Reyna mengajak Aditya untuk masuk, saat di dalam Aditya tidak melihat Reyna ataupun mamanya.


"Nenek sendirian?"


"Iya, Reyna dan mamanya pergi berbelanja kebutuhan. Sayur dan buah sudah pada habis, kamu tunggu saja dulu ya tidak lama mereka pasti kembali."


"Iya nek"


"Ada tugas di sini lagi?"


"Tidak nek, saya kemari karena ingin bertemu dengan ibu Melati. Ada yang mau saya tanyakan."


Nenek Reyna mengangguk-angguk tanda paham dengan ucapan Aditya.


Setelah hampir sejam Aditya menunggu Reyna dan mamanya kembali dengan membawa beberapa kantong belanjaan.


"Aditya?" Sapa ibu Melati


"Adi?!" Teriak Reyna sambil berlari mendekati Aditya dan memberikan kantong belanjaan yang dia pegang pada Aditya.


"Kapan kamu kemari?" Tanya Reyna

__ADS_1


"Barusan"


"Lama tidak ketemu Aditya" Kata ibu Melati sambil membantu Aditya yang membereskan belanjaan yang diletakkan Aditya di atas meja.


"Bu, ada yang ingin saya tanyakan pada anda"


Ibu Melati seketika menghentikan kegiatannya, dan menatap Aditya.


"Ada apa?"


"Saya sudah tahu siapa ayah dan saudara saya bu, saya kemari ingin memastikan apa yang saya temukan dan ketahui memang benar atau kebetulan."


Mendengar ucapan Aditya yang serius ibu Melati menyuruhnya untuk duduk dan menghentikan kegiatannya.


Aditya mengeluarkan ponselnya, dan memperlihatkan ibu Melati foto keluarga yang ditemukan Dion serta foto kartu keluarga serta akte kelahiran saudaranya.


"Apa benar dia ayah kandung saya? Dan wanita ini adalah saudara kandung sayang?" Tanya Aditya.


*Pada akhirnya Aditya akan tahu siapa sebenarnya ayah dan saudaranya. Inara anakmu sudah besar bahkan dia sudah menikah, kini saatnya dia tahu siapa keluarganya sesungguhnya. Semoga kamu bahagia dengan bertemunya Aditya dan keluarganya* batin ibu Melati.


Ibu melati terlihat tengah menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskan pelan sebelum menjawab pertanyaan Aditya.


"Iya benar, dia ayah dan saudara kandungmu Dit."


Deg...


Aditya tidak mampu berkata apapun, yang dia bisa hanya diam dengan ekspresi yang syok. Padahal sebelumnya dia sudah menduga jika hal itu benar, tapi saat mendapat jawaban dari ibu Melati seakan membuat dirinya tidak berdaya.


"Saat mengandung mu, ibumu tidak bilang pada ayahmu bahkan saat hari mereka memutuskan untuk pisah. Ayahmu masih belum tahu jika ibumu hamil, hingga kamu ibu dan nenekmu pindah rumah dan kamu lahir."


"Tapi kakakmu, saya yakin jika dia tahu saat itu ibumu tengah mengandung kamu tapi dia tidak bisa berbicara apapun pada ayahmu." Sambung ibu Melati.


"Bu, apa saya boleh minta tolong sama ibu?" Tanya Aditya penuh harap.


"Apa yang bisa ibu bantu nak?"


"Tolong jawab 1 pertanyaan lagi dari saya bu"


Aditya mencari salah satu foto yang sempat Felix berikan padanya tadi.


"Apa ini saudara perempuan saya?" Tanya Aditya sambil memperlihatkan foto yang ada di ponselnya.


"Benar, ibu tidak sengaja bertemu dengannya beberapa tahun yang lalu di negara A."


*Tidak salah lagi kak Laura adalah kakakku.* batin Aditya.


"Terima kasih sudah membantu saya bu, saya harus pamit dan kembali ke kota S sekarang."


"Kenapa terburu-buru, makan dulu bersama kami."


"Iya Di, makan dulu bareng kami." Sahut Reyna yang berjalan dari arah ruang tengah menuju dapur tempat ibu Melati dan Aditya berbicara.


Aditya hanya diam, memandang ke arah ibu Melati dan Reyna bergantian tanpa mengucapkan apapun. Pikirannya kini kemana-mana bahkan dia tidak bisa berpikir jernih.


Akhirnya Aditya ikut makan pagi bersama Reyna dan keluarganya, hingga jam menunjukkan pukul 08.58.


"Bu, nek, Reyn. Saya harus pamit, terima kasih untuk makanannya. Dan ibu Melati, saya sangat berterima kasih pada anda." Kata Aditya sambil tersenyum tipis pada ibu Melati.


"Sudah waktunya kamu tahu juga nak, hati-hati di jalan ya. Sering-sering datang kemari, dan ajak istrimu."


Aditya menganggukkan ucapan ibu Melati, dan berjalan pergi meninggalkan unit tempat tinggal Reyna.


Aditya meraih ponsel di sakunya saat berada di lobi apartemen dan menghubungi Felix.


(Dalam panggilan)


_________


"Ada yang bisa saya bantu pak?"


^^^"Pesankan tiket menuju kota S, saya^^^


^^^akan kembali sore hari ini "^^^


"Baik pak"


_________


(Panggilan terputus)


Aditya melambaikan tangan kirinya untuk menghentikan taksi yang berjalan di depannya.


*Saya harus segera bertemu dengan mereka* batin Aditya.


.


.


.


.


Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian🤗❤


Dan author ingin meminta maaf karena keterlambatan update chapter baru dikarenakan beberapa sebab yang tidak bisa author katakan🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤


__ADS_2