Janji M

Janji M
Hari Pertunangan dan Masalah Baru


__ADS_3

.


.


.


.


Setelah kejadian pilu yang dialami Reyna, menyisakan luka dan trauma pada diri Reyna. Mama, nenek, dan Ketiga temannya hanya bisa memantau kesehatan dan berusaha membuatnya tersenyum kembali.


"Reyn, kamu tahu. Besok hari bahagianya Keysa dan Aditya, kita berangkat bareng ya?" Kata Rosa sambil membelai rambut Reyna


Reyna tidak menjawab ucapan Rosa dan hanya diam dengan tatapan kosong


Aditya dari jauh menatap Reyna yang melamun dan diam tanpa menghiraukan ucapan Rosa


"Kamu tidak ingin mengucapkan sesuatu pada Adi?" Tanya Dion yang duduk dibawah ranjang Reyna


Reyna yang mendengar ucapan Dion dan mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Aditya yang sedang berdiri didepan pintu


Rosa dan Dion tersenyum melihat respon Reyna yang tetap mendengarkan perkataan mereka walaupun tidak mau berbicara


Aditya yang melihat Reyna menatapnya berjalan mendekati ranjang Reyna dan duduk disebelah Dion


"Doakan saya Reyn" Ucap Aditya


Dion merangkul pundak Aditya dan menepuknya pelan, dia mengerti bagaimana perasaan Aditya saat ini


"Dit..."


Aditya menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya


"Kita berangkat sekarang ya?" Kata Melati


"Iya bu"


Aditya bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu


"Tante nitip Reyna sebentar ya"


"Iya tante hati-hati"


Mama Reyna dan Aditya menaiki mobil dan menuju ke tempat pemakaman umum


"Kamu yakin Dit?"


"Iya bu, saya yakin"


Aditya menjawab tanpa memalingkan wajahnya yang fokus ke jalan


Sesampainya di lapangan parkir TPU Aditya dan mama Reyna keluar dari mobil dan berjalan menyusuri area makam


Kaki mereka berhenti pada salah satu makam dengan batu nisan yang bertuliskan Inara Rahdian Anindira


Aditya duduk jongkok di samping makam itu dan membersihkan rumput kering di atas tanah makam, mama Reyna mengelus halus batu nisan yang ada di depannya itu


*Aku datang bersama putramu Inara, apa kamu senang?* batin Melati


*Bu, Aditya menjenguk ibu. Aditya harap ibu selalu bahagia di sana* batin Aditya


Aditya dan mama Reyna membacakan doa untuk beberapa menit, dan menaburkan bunga di atas makam itu


"Inara, besok hari bahagia putramu. Saya harap kamu bahagia di sana"


*Maaf Ra, aku tidak bisa menepati janji kita waktu itu. Takdir tidak berpihak dengan janji kita, aku harap kamu bahagia mendengar kabar baik dari putramu.* batin Melati


"Bu, Aditya minta doa restu ibu. Doakan Aditya ikhlas dan bahagia"


Mama Reyna melirik ke arah Aditya, tampak jelas kesedihan diraut wajah tampannya


***


Brak...Brak...Brak...


Dion yang bersandar dan memejamkan matanya di sofa ruang tamu Aditya, terkejut mendengar pintu rumah Aditya digedor sekeras itu dan melihat ke arah pintu


"Siapa sih? Ganggu orang istirahat saja" Gumam Dion sambil berdiri dari duduknya


Cklek...


"Apa yang mau kamu lakukan disini?" Tanya Dion ketus


"Dimana Reyna?" Tanya Ivan yang berusaha masuk ke rumah Aditya


Dion menghadang Ivan didepan pintu, supaya tidak menemui Reyna


"Pergi dari sini!" Kata Dion


"Punya hak apa kamu? Dia wanitaku, jangan ikut campur!" Bentak Ivan sambil berusaha masuk


Dion geram dengan sikap Ivan, dan mendorongnya hingga tersungkur ke lantai


"Aku bilang pergi dari sini b*ngs*t!" Dengan mengepalkan tangannya dan bersiap memukul Ivan


Ivan hanya tertawa mendengar ucapan Dion, tak menunggu lama Dion memberi bogem keras di pipi kanan Ivan


Ivan meringis menahan sakit, dan berteriak memanggil nama Reyna


Rosa yang berada di kamar Aditya menemani Reyna, mendengar teriakan Ivan


*Apa yang dia lakukan disini?* batin Rosa sambil melirik ke arah Reyna yang tertidur


Rosa berjalan keluar kamar dengan pelan agar tidak membangunkan Reyna


"Yon, cukup" Kata Rosa menghentikan tangan Dion yang terus memukuli Ivan


Dion menoleh ke arah Rosa, dan menghentikan pukulannya


Rosa dan Dion melihat Ivan yang meringis kesakitan memegangi tangan


"Hahaha, kalian tidak akan bisa apa-apa. Aku akan membawa Reyna pergi bersamaku" Kata Ivan dan berdiri hendak masuk rumah Aditya


Bersamaan dengan Ivan yang berusaha masuk ke rumah, Aditya dan mama Reyna sudah kembali dari TPU


Aditya melihat Ivan yang berusaha masuk ke rumahnya, dia bergegas turun dari mobil mama Reyna dan menarik badan Ivan


"Mau apa anda kemari?" Tanya Aditya


"Masih tanya? Aku harus menjemput wanitaku kembali" Jawab Ivan


Satu tamparan mendarat di pipi Ivan, Ivan terkejut melihat mama Reyna ada di sana


"Saya tidak akan diam melihat kamu menghancurkan hidup putri saya!" Kata Melati dengan menahan air matanya


"Tante tidak akan bisa melaporkan saya pada polisi, karena Reyna yang datang dan minta untuk bertemu saya. Tante punya bukti apa untuk melaporkan saya? Bahkan putri tante menikmatinya" Kata Ivan


Satu bogem mendarat di pipi kiri Ivan, Aditya menyeret dan mendorong tubuh Ivan sampai terjatuh ke tanah


Dion menahan Aditya untuk tidak memukuli Ivan lagi, diri Aditya dikuasai amarah mendengar ucapan Ivan


"Aku akan menikahi Reyna, kamu tenang saja ADITYA!" Kata Ivan sambil berusaha berdiri dan meninggalkan rumah Aditya


Aditya memandang tajam ke arah Ivan yang berjalan sempoyongan menjauhi rumahnya


Drt...Drt...Drt...


"Dit, ponselmu berbunyi" Kata Dion

__ADS_1


Aditya merogoh sakunya dan mengambil ponselnya, terlihat nama pak Gunawan di layar ponselnya


Aditya mengambil nafas dalam-dalam, dan menghembuskan dengan kasar


(Dalam Panggilan)


________


^^^"Halo pak"^^^


"Kamu dimana? Bisa ke kantor saya?"


^^^"Baik pak, saya akan ke sana"^^^


"Ok saya tunggu"


_______


(Panggilan terputus)


"Yon, tolong temani ibu Melati dan Reyna ke Psikiater"


"Kamu mau kemana Dit?"


"Aku ada urusan"


Aditya berjalan melewati Dion dan masuk ke rumah menghampiri mama Reyna yang sedang duduk disebelah putrinya


"Bu, saya ada urusan sebentar. Ibu ke Psikiater ditemani Dion dan Rosa ya"


"Ada apa? Kamu mau kemana?"


"Pak Gunawan memanggil saya ke kantornya bu"


Mama Reyna mengangguk pelan, Aditya keluar dari kamar dan meraih berkas di atas meja yang sudah dia siapkan semalam


***


Sesampainya di kantor, Aditya sudah disambut hangat oleh sekretaris pribadi pak Gunawan


"Silahkan ikuti saya, pak Gunawan sudah menunggu anda"


Aditya mengikuti sekretaris pak Gunawan, hingga berhenti didepan ruang kerja pak Gunawan


"Permisi pak, ini saya Aditya"


"Masuk"


Aditya membuka pintu ruangan itu dan berjalan mendekati pak Gunawan yang sedang sibuk dengan beberapa berkasnya


"Duduk Dit, kamu sudah menyiapkan berkas yang saya mau?"


"Sudah pak" Jawab Aditya dengan meletakkan amplop coklat yang dibawanya ke atas meja


"Saya senang kamu mau bersama dengan putri saya, dengan adanya surat perjanjian di atas materai ini kamu tidak bisa mengkhianati saya dan putri saya"


Aditya hanya mengangguk pelan mendengarkan ucapan pak Gunawan


"Untuk persiapan besok sudah saya handle, besok jangan sampai telat"


"Baik pak"


"Kamu bisa kembali, saya sedang sibuk hari ini. Jangan pernah mengecewakan saya Aditya"


"Iya pak, saya permisi"


Aditya keluar dari ruangan pak Gunawan, raut wajahnya tidak bisa diartikan lagi


*Semoga apa yang aku lakukan ini benar* batin Aditya


***


Aditya hanya memandang ke arah cermin didepannya


*Aku harap semua berjalan lancar* batin Aditya


"Kamu sudah menghubungi Rosa?" Tanya Aditya


"Sudah, tadi dia bilang akan langsung ke sana bersama Reyna dan mamanya"


Aditya mengangguk


"Kita berangkat sekarang"


Selama diperjalanan Aditya hanya diam dan tidak berniat berbicara apapun


Dion hanya melirik ke arah Aditya dan kembali fokus mengendarai mobil


-Di Kediaman Gunawan-


Mobil yang dinaiki oleh Aditya dan Dion memasuki halaman rumah pak Gunawan, terlihat banyak sekali tamu undangan


"Dit, ayo turun" Kata Dion


Aditya hanya menghela nafas dan turun dari mobil


"Mas Aditya, tuan dan nona sudah menunggu didalam" Kata bi Inah menghampiri Aditya


Aditya mengangguk dan melihat ke arah Dion


"Yon, saya pergi dulu. Kamu tunggu Rosa dan Reyna datang"


"Iya Dit, pergilah"


Aditya berjalan mengikuti bi Inah ke arah kamar Keysa, saat di depan pintu Aditya menghentikan langkahnya dan membalikkan badan


"Mas Aditya..." Panggil bi Inah


Aditya hanya diam tanpa merespon bi Inah


*Kenapa wajah mas Aditya tidak bahagia, bukankah harusnya dia bahagia* batin bi Ina


"Bi Inah bisa pergi, setelah ini saya langsung masuk"


Bi Inah mengangguk dan pergi meninggalkan Aditya yang melamun di depan kamar Keysa


Setelah sedikit tenang, Aditya membuka pintu kamar Keysa dan pak Gunawan yang sudah menunggunya


"Kamu sudah datang, masuklah" Kata Pak Gunawan


Keysa menghampiri Aditya dan memegang pipi kanan Aditya, Aditya sempat terkejut namun dia tidak bisa melepaskan tangan Keysa dari wajahnya didepan pak Gunawan


"Lo tampan sekali Dit" Kata Keysa


Aditya hanya tersenyum terpaksa ke arah Keysa


"Kalau begitu kalian bicara dulu, 15 menit lagi acara akan dimulai. Saya mau menemui para tamu" Kata Pak Gunawan meninggalkan Aditya dan Keysa


Aditya melepaskan tangan Keysa darinya dan berjalan menjauh dari Keysa


Keysa menghampiri Aditya dan memeluk erat tubuh Aditya, Aditya berusaha melepas pelukan Keysa. Namun tidak bisa, bahkan semakin erat pelukan itu padanya


"Nona saya mohon, lepaskan" Kata Aditya sambil menahan risih


"Gue gak akan melepaskan lo Dit, lo milik gue seutuhnya"


Aditya hanya memalingkan wajahnya dan menahan kesal

__ADS_1


-15 menit kemudian-


Aditya menuruni tangga bersama dengan Keysa, Keysa merangkul lengan Aditya dan tersenyum ke arah para undangan berbanding terbalik dengan Aditya yang hanya menatap pasrah dan tersenyum sedikit terpaksa


"Calon menantu anda sangat tampan, bahkan dia terlihat seperti orang yang cerdas dan baik"


"Terima kasih tuan"


Acara pertunangan Aditya dan Keysa berjalan dengan baik dan lancar hingga tiba saatnya para tamu menikmati hidangan yang sudah disediakan


Aditya melihat ke arah ketiga temannya dan mama Reyna yang duduk di pojok ruangan, Keysa melihat ke arah Aditya yang tidak fokus pada ucapannya


"Dit, lo dengerin gue kan?" Tanya Keysa


"Iya saya dengar"


Keysa kesal dengan sikap Aditya yang mengacuhkannya


Saat Keysa hendak pergi meninggalkan Aditya, tangannya dia tahan oleh Aditya. Keysa menoleh ke arah Aditya yang sudah memandangnya


"Ada apa?" Tanya Keysa


"Tetap disini dan duduklah, jangan merepotkan saya" Gumam Aditya


Keysa duduk kembali di samping Aditya, hingga kedua sahabatnya menghampirinya


"Keys, kamu beruntung bisa mendapatkan Aditya" Kata Tia


"Iya Keys, lihatlah dia sangat tampan" Kata Zahwa


"Apa sih kalian ini, jangan bikin gue malu"


Aditya tidak menghiraukan percakapan Keysa dan dua sahabatnya, mata Aditya melihat ke arah pojok tempat ketiga temannya duduk.


Dari dekat meja mereka terlihat ada seorang laki-laki yang mencurigakan, dan melihat ke arah Reyna terus menerus


*Ada yang tidak beres* batin Aditya yang terus memandangi gerak-gerik orang tersebut


Saat para tamu undangan sudah mulai berpergian meninggalkan ruangan itu, dan hanya tinggal kerabat dan teman dekat mereka. Tiba-tiba laki-laki yang mencurigakan tadi berdiri dari tempatnya dan berjalan sedikit menjauh


Mama Reyna dan Rosa menghampiri Aditya serta Keysa untuk mengucapkan selamat.


Belum ada 2 menit laki-laki misterius tadi membuat keonaran, dan membawa Reyna keluar ruangan. Dion terlihat memegangi bagian belakang kepalanya yang telah dipukul oleh laki-laki tadi


"Reyna!" Teriak Melati melihat putrinya dibawa orang yang tidak dikenal


Aditya melihat hal itu langsung lari meninggalkan Keysa, Keysa dan pak Gunawan terkejut dengan sikap Aditya. Keysa berlari menyusul kemana Aditya pergi, diikuti oleh beberapa bodyguard pak Gunawan


*Apa yang sudah kamu lakukan Aditya?!* batin pak Gunawan geram


Aditya berlari mengejar laki-laki yang telah membawa Reyna


Reyna dibawa oleh laki-laki itu menaiki mobil, Aditya hendak masuk ke dalam untuk memanggil Dion


Tangannya ditahan oleh bodyguard pak Gunawan


"Lepaskan saya!"


"Maaf mas, tuan meminta anda kembali"


"Ini bukan urusan kalian, lepaskan!" Kata Aditya menepis paksa tangan bodyguard itu


Dion berlari ke arah Aditya, dan membuka pintu mobil. Saat Aditya hendak masuk ke mobil langkahnya dihadang Keysa


"Lo mau kemana Dit?" Tanya Keysa


"Saya harus menyelamatkan Reyna, tolong jangan halangi saya"


"Tidak ada yang mengizinkanmu pergi!" Teriak pak Gunawan


Aditya menoleh ke arah suara pak Gunawan


Pak Gunawan mendekati Aditya yang berdiri mematung


"Apa kamu lupa dengan surat perjanjian kita?" Kata pak Gunawan


*Surat perjanjian?* batin Dion, Rosa, dan mama Reyna


"Saya minta maaf pak, tapi saya harus menyelamatkan teman saya." Kata Aditya dengan wajah panik


"Saya bilang tidak, masuklah jangan bikin malu saya!" Perintah pak Gunawan


Aditya terpaksa berjalan masuk dengan perasaan yang khawatir dan kesal


*Tidak ada yang bisa aku lakukan, apa Reyna akan baik-baik saja* batin Aditya sambil memejamkan mata dan tangan memijat pelan kepalanya


Aditya menghentikan langkahnya dan membalikkan badan


"Yon, kamu hubungi Ardhan minta bantuan padanya akan saya kirim nomernya padamu. Dan plat nomer mobil laki-laki itu L 23xx WX." Kata Aditya


"Iya Dit, aku akan berusaha mencari Reyna"


Aditya berjalan masuk kembali bersama Keysa dan pak Gunawan


Mama Reyna tidak bisa membendung lagi air matanya melihat putrinya dalam bahaya


"Yon, aku ikut sama kamu cari Reyna. Tante tenang dulu, sekarang tante pulang ke rumah dan tunggu kami datang (Sambil memandang dan mengelus pundak mama Reyna)" Kata Rosa


***


Aditya kembali duduk bersama Keysa, terlihat jelas jika dia khawatir dan ingin lari dari acara pertunangannya


*Reyn, kamu tenang Dion dan Ardhan akan menyelamatkanmu* batin Aditya


"Lo kenapa sih Dit? Sekali saja hargai gue, gue tunangan lo. Lihat ke arah gue jangan fokus sama teman lo terus" Kata Keysa menahan air matanya


Aditya menghela nafas dan melihat ke arah Keysa


"Reyna butuh bantuan saya, saya hanya tidak mau teman saya kenapa-kenapa"


"Terus lo mau nyakitin gue? Selama ini gue sudah sabar dan nunggu lo buka hati untuk gue, namun apa yang gue terima? Lo egois"


"Nona? Apa saya pernah meminta nona menerima saya? Apa pernah nona saya minta untuk mencintai saya?"


Mendengar ucapan Aditya, Keysa langsung menyembunyikan wajahnya dan menangis


Aditya memalingkan padanya dari Keysa


"Selamat datang Tuan Rai, saya sudah menantikan kedatangan anda. Terima kasih sudah meluangkan waktu anda untuk menghadiri acara pertunangan putri saya" Kata pak Gunawan


"Saya hanya bisa disini sebentar, karena jadwal saya padat"


Tuan Rai melihat ke arah Aditya dan Keysa


*Kenapa calon menantu Gunawan tidak asing bagiku?* batin tuan Rai


"Calon menantu anda, terlihat sangat sempurna untuk putri anda"


"Tuan Rai bisa saja"


.


.


.


.

__ADS_1


Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤


Jangan lupa vote, like, dan komen. Komentar dari kalian sangat author tunggu xoxo❤❤❤


__ADS_2