Janji M

Janji M
Kita Pulang Hari Ini


__ADS_3

.


.


.


.


Sudah selama 6 hari Aditya berada di kota B ditemani oleh Keysa.


"Terima kasih tuan atas kerja samanya"


"Sama-sama, anda orang yang teliti saya suka dengan kerja anda"


Setelah meeting di salah satu perusahaan di kota B, Aditya kembali melihat keadaan proyek yang sudah berjalan 20% dari hari pertama proyek itu dibuat.


Drt...Drt...Drt...


Ponsel Aditya berdering, karena merasa sibuk haru mengecek beberapa data. Aditya tidak mengecek siapa yang menghubunginya.


"Kenapa terus saja berdering?" Gumam Aditya mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas, merasa jika ponselnya tidak berhenti berdering.


Dari layar ponselnya terlihat nama Bi Inah, membuat Aditya bingung.


(Panggilan terhubung)


_______


^^^"Ada apa bi?"^^^


"Maaf mas saya mengganggu, dari tadi


saya mencoba menghubungi nona


Keysa tidak bisa. Tuan besar sekarang ada di rumah sakit, sudah beberapa hari lalu keadaannya terus menurun"


^^^"Di rumah sakit? Saya akan kembali sore^^^


^^^ini, tolong bibi jaga dulu pak Gunawan"^^^


"Baik mas"


________


(Panggilan terputus)


Aditya menutup berkasnya dan memasukkannya pada tas, langkahnya terburu-buru memasuki mobil.


Aditya mencoba menghubungi Keysa, namun tidak ada jawaban darinya.


"Dia sebenarnya kemana?"


Mobil Aditya melaju dengan cepat kembali ke hotel, saat didepan pintu kamar hotel Keysa. Aditya membunyikan bel beberapa kali, tapi tidak ada respon dari Keysa.


*Apa dia tidak di kamarnya? Lalu dimana dia?* batin Aditya


Aditya berlari menuju kamar hotelnya berharap Keysa ada di sana, saat pintu kamar dia buka. Keysa juga tidak ada di sana.


Pikirannya bingung, Aditya melangkahkan kakinya berjalan ke luar hotel dan menaiki mobilnya menyusuri jalan di kota B.


Aditya masih mecoba terus untuk menghubungi Keysa tapi masih belum ada respon.


Sudah hampir 4 jam Aditya mencari kemana Keysa pergi, belum ada hasil dimana sekarang Keysa. Hingga Aditya memutuskan untuk kembali ke hotel dan menunggunya di lobi.


Drt...Drt...Drt...


Aditya melihat ke arah ponselnya yang berdering, di layarnya terdapat nama Reyna.


(Panggilan terhubung)


______


"Adi?"


^^^"Kenapa?"^^^


"Kamu lagi sibuk?"


^^^"Ada apa?"^^^


"Lusa kamu sudah kembali ke kota S kan?


Aku mau menitipkan sesuatu buat Rosa,


Dion, dan kamu. Kapan aku bisa

__ADS_1


mengunjungimu?"


^^^"Saya berencana malam ini kembali,^^^


^^^saya ada di Green's hotel"^^^


"Oke aku ke sana sekarang ya"


^^^"Hati-hati"^^^


_______


(Panggilan terputus)


Aditya meletakkan ponselnya di meja depannya dan menyandarkan tubuhnya pada sofa.


*Bagaimana bisa aku pusing seperti ini mencarinya?* batin Aditya


Pesan yang dia kirim masih belum ada balasan dari Keysa, bahkan belum sampai di baca. Membuat Aditya mengacak rambutnya frustasi.


Selang beberapa menit Reyna sampai di lobi hotel dengan membawa beberapa paper bag, terlihat dia sedang celingak-celinguk sambil memainkan ponselnya.


Aditya mendongakkan kepalanya dan berdiri, agar Reyna dapat melihatnya.


Reyna melihat ke arah Aditya dan tersenyum, melihat temannya sudah ada didepannya.


"Kamu disini?" Tanya Reyna sambil duduk di sofa depan Aditya


"Iya"


"Sebenarnya aku ingin mengajakmu jalan-jalan, tapi sepertinya kamu sibuk terus. Lain kali, mainlah ke sini lagi ajak Dion dan Rosa. Aku sangat rindu dengan mereka"


"Iya saya usahakan" Ucap Aditya


"Kamu menyuruh saya membawa ini semua?" Sambil menunjuk ke arah paper bag yang dibawa Reyna


"Iya, tadi aku sudah bilang kalau mau memberikan sesuatu untukmu, Rosa, dan Dion. Kenapa masih tanya?"


Aditya mengambil majalah di meja depannya dan memukulkannya pada kepala Reyna hingga Reyna meringis.


"Kenapa kamu memukulku? Apa kamu kira tidak sakit?"


"Jangan banyak bicara"


"Banyak bicara salah, tidak bicara juga salah. Apa sih sebenarnya mau mu?"


"Mama?"


Aditya mengangguk.


"Iya semenjak aku tugas disini, mama tinggal disini bersamaku dan nenek. Kamu dicariin sama mama disuruh ke apartemen"


"Lain kali saya akan mampir"


Aditya mengobrol dengan Reyna cukup lama hingga hari sudah mulai sore.


"Aku kembali dulu Di, sudah sore juga"


"Naik apa?"


"Naik taksi, kenapa?"


Aditya berdiri dari duduknya dan meraih kunci mobilnya beserta paper bag yang diberikan Reyna.


Reyna terkejut saat Aditya memanggil namanya yang hanya bengong melihat ke arah temannya yang sudah berjalan meninggalkannya.


Aditya mengambil mobilnya dan menyuruh Reyna masuk untuk mengantarkannya.


"Sekalian saya mampir ke ibu Melati"


Reyna hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil Aditya.


Selama perjalanan Aditya selalu melirik ke arah ponselnya menunggu respon dari Keysa.


Reyna hanya tersenyum melihat Aditya yang setiap beberapa menit melihat ke arah ponselnya, bahkan ini hal langka karena sebelumnya tidak pernah.


Saat di apartemen Reyna, Aditya menemui mama dan nenek Reyna. Setelah beberapa lama berbincang Aditya pamit undur diri untuk mempersiapkan barangnya karena malam ini dia harus kembali ke kota S.


"Saya pamit bu, nek. Lain kali kalau ada waktu saya mampir kemari lagi"


"Hati-hati ya Aditya" Jawab Melati


"Bahaya balik ke kota S malam-malam, hati-hati kalau lelah dan mengantuk berhenti jangan dipaksa" Ucap nenek Reyna


"Iya bu, nek. Saya permisi" Ucap Aditya keluar dari pintu apartemen Reyna dengan tersenyum hangat.

__ADS_1


***


Di kamar hotel Aditya sibuk membereskan barangnya, bahkan sampai hari sudah menjelang malam Keysa belum juga ada kabar. Beberapa kali Aditya mengecek ke kamar hotelnya masih tidak ada respon.


Aditya menghela nafas dan berjalan menuju lobi berharap Keysa pulang sebelum hari semakin malam.


"Pukul 20.13, kenapa dia tidak juga kembali? Dimana sebenarnya dia?" Gumam Aditya dengan mata melirik ke arah jam tangannya


Mata Aditya melihat ke arah pintu masuk hotel, dan melihat Keysa yang sedang berjalan bersama laki-laki yang tidak dia kenal.


Aditya meraih ponselnya di atas meja dan berjalan menghampiri Keysa, amarahnya sudah tidak bisa tertahan karena lelah menunggu dan mencari Keysa dari tadi.


Keysa yang awalnya masih tertawa senang dan tangan bergandengan dengan laki-laki di sampingnya, mendadak terkejut saat Aditya menghampirinya dengan tatapan tajam.


"Dari mana anda?!" Tanya Aditya dengan nada tinggi


Tangan laki-laki di samping Aditya menghadang badan Aditya yang mendekat ke arah Keysa.


Aditya menepis tangan itu dan menatap tajam Keysa dan laki-laki di sampingnya secara bergantian.


"Jawab pertanyaan saya!" bentak Aditya


Membuat Keysa terkejut dan tidak berani menatap ke arahnya.


"Anda tidak bisa berbicara tidak kasar pada wanita?" Tanya laki-laki itu


Aditya tersenyum sini dan memalingkan pandangannya serta menghadapkan tubuhnya pada laki-laki itu.


"Anda yang membawanya? Harusnya anda lebih bertanggung jawab, bagaimana bisa di keluar tanpa memperdulikan ponselnya yang berbunyi berkali-kali?" Kata Aditya


"Saya mengajak dia keluar karena ingin membuatnya bahagia, apa ada yang salah?"


Aditya menggelengkan kepala, karena akan membuang-buang waktu saja berdebat dengan laki-laki itu.


Tangan Aditya meraih tangan Keysa dan hendak menariknya, namun tangan Aditya ditahan oleh laki-laki di sampingnya.


Aditya menatap tajam ke arah tangan itu lalu menatap wajah laki-laki itu.


Keysa takut jika Aditya bertengkar mengingat emosinya tidak beraturan sekarang.


"Dit, aku bisa jelasin"


"Jelaskan!" Jawab Aditya


"Aku dan Adam hanya bersenang-senang di salah satu tempat wisata di kota ini, dan aku lupa mengecek ponselku. Karena merasa terganggu dengan nada deringnya tadi pagi aku atur ke mode silent. Jangan marah pada Adam, dia tidak salah"


"Anda hanya bisa memarahi tunangan anda tanpa berusaha membuatnya bahagia? Lebih baik anda lepaskan saja dia, dia akan bahagia bersama saya" Ucap Adam tersenyum


*Benar-benar membuatku muak dan lelah* batin Aditya


Aditya geram dengan keadaan ini, dia tidak tahu harus berbuat apa mengingat apa yang diucapkan Adam tentangnya benar.


"Pak Gunawan masuk rumah sakit, dan saya ingin kita kembali ke kota S malam ini" Ucap Aditya sambil meninggalkan Keysa dan Adam


"Papa?"


Keysa terlihat sedang berbicara dengan Adam, dan berlari mengikuti Aditya dengan wajah yang panik.


Aditya mengambil koper dan tasnya di kamarnya lalu check-out dan menunggu Keysa di lobi.


Selang beberapa menit Keysa turun dengan membawa kopernya.


"Ayo" Kata Keysa


"Anda tidak check-out?"


Keysa ingat saat mendengar pertanyaan dan berlari ke meja resepsionis.


***


Saat dalam perjalanan pulang, Aditya hanya diam tanpa melihat ke arah Keysa sedikitpun.


Keysa takut untuk memulai obrolan terlebih dahulu mengingat, Aditya sudah marah seperti itu padanya.


Keysa memejamkan matanya karena merasa lelah seharian ini bersenang-senang. Aditya masih fokus ke jalan tanpa memperdulikan Keysa sama sekali.


.


.


.


.


Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤


__ADS_2