Janji M

Janji M
Dia Terlihat Berbeda


__ADS_3

.


.


.


.


Sekitar pukul 17.28, Aditya telah sampai di kota S. Saat keluar dari bandara dia sedikit terkejut saat melihat Keysa bersama dengan Felix yang sudah menunggunya dari tadi.


"Kenapa kamu bisa disini?" Tanya Aditya sambil menghampiri istrinya.


"Iya aku tadi ke kantor bersama papa, dan tidak sengaja tau asisten mu menjawab panggilan telepon darimu. Dan dia bilang kalau kamu akan pulang hari ini, jadi aku ikut dia untuk jemput kamu." Jelas Keysa dengan pandangan yang masih terus saling bertatapan dengan Aditya.


"Apa kamu sudah makan?"


Keysa hanya menjawab pertanyaan Aditya dengan anggukan, yang dibalas dengan sentuhan lembut di kepala Keysa oleh Aditya.


"Felix?" Panggil Aditya


Felix yang mendengar namanya dipanggil, langsung menghampiri Aditya.


"Iya pak, ada yang bisa saya lakukan?"


"Antar kan istri saya pulang, ada hal yang harus saya selesaikan."


"Aditya?! Aku baru saja ketemu dan menghampiri kamu. Mau kemana lagi?"


Aditya tersenyum tipis dan menatap Keysa sambil mengelus kepala Keysa.


"Terima kasih sudah menunggu saya, tapi kamu harus istirahat. Saya tidak mau kamu kenapa-kenapa, tolong jangan membantah."


Keysa hanya memanyunkan bibirnya dan berjalan meninggalkan Aditya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, lalu masuk kedalam mobil milik Felix.


Aditya langsung memberi isyarat pada Felix untuk menjaga Keysa.


"Saya permisi dulu pak."


Setelah mobil Felix berjalan menjauh dari tempat Aditya berdiri, tanpa menunggu lama Aditya langsung menghentikan taksi yang akan melintas didepannya.


"Ke butik Parveen's pak" Kata Aditya sambil masuk ke dalam taksi.


"Baik mas"


Dalam perjalanan Aditya hanya melamun, dan memantapkan tujuannya untuk bilang terus terang pada saudaranya.


Drt...Drt...Drt...


Lamunan Aditya buyar saat mendengar ponselnya berdering, saat melihat layar ponselnya hanya nomer yang tidak dikenal. Namun, Aditya pernah mengetahui nomer itu dan tidak menjawab panggilan masuk dari nomer misterius itu.


"Siapa sebenarnya orang ini?" Gumam Aditya.

__ADS_1


Belum sampai menjawab panggilan telepon itu, supir taksi sudah memberitahu Aditya jika sudah sampai ditempat tujuan yang dia mau.


Aditya menyimpan kembali ponselnya, dan lagi-lagi mengabaikan panggilan telepon dari nomer itu. Dan memberikan selembar uang berwarna merah pada supir taksi, lalu berjalan mendekati pintu masuk butik.


*Aku harap dia akan percaya denganku* batin Aditya.


Tring...


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang karyawan yang bertugas dekat pintu masuk.


"Saya ingin bertemu dengan nona Laura." Jawab Aditya.


"Maaf tuan, apa sebelumnya anda sudah membuat janji pada nyonya?"


"Belum, tapi saya harus bertemu dengan beliau."


"Maaf tuan sesuai perintah nyonya, kami tidak bisa membantu tamu yang ingin bertemu nyonya tanpa mendapat izin ataupun sebelumnya sudah membuat janji dengan beliau."


"Tolong, ada hal yang harus saya bicarakan dengan nona Laura."


"Maaf tuan tidak bisa."


Aditya hanya menghela nafas, dan membalikkan badannya untuk keluar dari butik.


Aditya duduk di kursi depan butik, sambil terus melihat ke arah pintu butik berharap Laura akan segera keluar.


Hampir 2 jam Aditya menunggu Laura untuk keluar dari butik namun tidak juga terlihat sosok wanita cantik yang dia cari.


"Sebentar lagi jam tutup butik, semoga saja aku bisa bertemu dengannya." Gumam Aditya yang sedang melirik ke arah jam tangannya.


"Kenapa dia terlihat sangat berbeda dari beberapa tahun yang lalu?" Gumam Aditya yang menahan air matanya saat melihat Laura yang semakin tidak terawat dan lebih kurus dari beberapa tahun yang lalu.


Dengan langkah ragu dan menahan sesak di dadanya, Aditya mendekati Laura.


"Nona?" Panggil Aditya.


Laura yang mendengar ada seseorang didepannya tengah memanggilnya, menghentikan aktivitasnya yang sibuk mencari kunci mobil dan mendongakkan kepalanya melihat siapa yang sedang ada dihadapannya.


Laura sedikit terkejut saat melihat Aditya yang berdiri dihadapannya setelah beberapa tahun tidak bertemu, hatinya senang entah bagaimana dia tidak tau persis alasannya, hal yang pernah hilang kini kembali dia rasakan.


"Aditya?" Panggil Laura dengan nada sedikit lemas.


"Bagaimana kabar anda? Sudah lama kita tidak bertemu kakak." Kata Aditya dengan sedikit senyum.


Laura sedikit terkejut saat Aditya memanggilnya dengan sebutan kakak, hatinya terasa sangat hangat dan nyaman mendengar panggilan itu.


Belum sampai Laura menjawab pertanyaan Aditya, Aditya lebih dulu melanjutkan ucapannya.


"Sudah lama saya mencari keberadaan anda, bahkan sudah lama saya ingin tahu siapa keluarga saya. Tuhan sudah memberikan jalannya pada saya untuk mengetahui siapa kakak saya." Sambung Aditya.


Air mata Laura membasahi pipinya, dia tidak tahu harus menjawab ucapan Aditya bagaimana. Antara percaya dan tidak percaya, namun dia yakin kalau Aditya tidak berbohong.

__ADS_1


Melihat reaksi Laura yang sedikit terkejut, Aditya meraih ponselnya didalam saku dan memperlihatkan foto papanya, beserta Laura dan mamanya. Kemudian Aditya menggeser foto itu dan memperlihatkan foto dirinya yang berada di pelukan ibunya dengan disebelahnya ada neneknya.


"Mama? Nenek?" Kata Laura sambil meraih ponsel Aditya dan melihat lebih dekat foto itu.


*Dia benar saudaraku, saudara yang tidak pernah aku ketahui keberadaannya. Dan baru beberapa hari kemarin aku mengetahui jika aku memiliki ayah dan kakak.* batin Aditya.


"Apa kamu anak yang di pelukan mamaku?" Tanya Laura pada Aditya.


Aditya mengangguk dan mendekati Laura, tangannya mengusap dengan pelan air mata yang terus menetes membasahi pipi Laura.


"Jangan menangis kakak, saya sekarang disini anda tidak perlu takut akan apapun. Saya akan melindungi anda." Kata Aditya yang kemudian mendapat pelukan erat dari Laura.


Tangisan Laura semakin menjadi-jadi saat Aditya membalas pelukannya, air mata Aditya tidak dapat tertahan lagi. Betapa lega dan bahagianya dia dapat menemukan keluarganya setelah sekian lama hidup sendirian.


*Mama, ternyata benar dia adalah adikku. Pantas saja selama ini aku selalu nyaman dan tenang saat berada didekatnya, aku bersyukur dapat menemukannya.* batin Laura


"Aku sangat bersyukur bisa menemukanmu dik" Kata Laura sambil melepas pelukannya dari Aditya.


"Kita pulang sekarang ya? Kita bertemu papa sekarang? Dimana mama dan nenek?" Tanya Laura sambil menggenggam tangan adiknya itu.


"Maaf kak, saya tidak bisa ikut kakak pulang sekarang. Ayah tidak akan percaya pada saya, mengenai ibu dan nenek..." Ucapan Aditya terpotong, dia bingung harus mengucapkan apa pada kakaknya.


"Biar aku yang bicara dengan papa, kamu ikut denganku ya?"


"Kak, beri saya waktu untuk memberikan bukti yang dapat membuat ayah percaya jika saya bagian keluarga kakak." Sahut Aditya sambil membalas genggaman tangan Laura.


Laura hanya menatap Aditya dengan bahagia, dia sangat lega dapat menemukan keberadaan adiknya yang selama ini tidak pernah dia ketahui dan hanya dapat dia rasakan saat masih berada di perut mamanya.


*Bahkan kamu sudah sebesar ini, kakak tidak bisa melihatmu tumbuh dan mengajakmu main saat kamu kecil.* batin Laura.


"Kenapa anda terlihat lebih kurus, apa yang membuat anda seperti ini? Ceritakan semua pada saya." Kata Aditya yang kembali memeluk kakaknya.


"Ada banyak hal yang membuat saya hampir putus asa, jika bukan karena putraku dan papa. Aku tidak bisa bertahan disini." Kata Laura.


Hati Aditya teriris-iris mendengar ucapan kakaknya.


"Putra kakak sudah berumur berapa? Hampir 3 tahun kita tidak bertemu sejak dia masih di kandungan kakak, pasti dia sudah besar" Kata Aditya sengaja untuk mengalihkan pembicaraan agar Laura tidak menangis lagi.


"Dia laki-laki yang tampan dan baik, namanya Ervin sekarang umurnya 2 tahun. Hanya dia semangatku, tapi sekarang aku sudah menemukan dimana adikku. Aku tidak perlu khawatir akan apapun lagi." Jawab Laura sambil mengelus pundak Aditya.


*Bagaimana aku memberitahunya, jika ibu dan nenek sudah tidak lagi di dunia ini?* batin Aditya.


.


.


.


.


Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian. Satu dukungan dari kalian sangat berarti untuk author🤗❤

__ADS_1


Dan author ingin meminta maaf karena keterlambatan update chapter baru dikarenakan beberapa sebab yang tidak bisa author katakan🙏🏻🙏🏻


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤


__ADS_2