Janji M

Janji M
Masalah Makan Malam


__ADS_3

.


.


.


.


Pesan masuk ke ponsel Aditya dari nomer Putri saat Aditya masih berada di dapur.


(Chatting)


_ _ _ _ _ _


"Jl. Kartini no. 206 Perum. Jaya Indah


Permata"


_ _ _ _ _ _


Aditya mengambil ponselnya lagi setelah selesai makan bersama teman-temannya, namun Aditya tidak mengecek ponselnya sama sekali. Dan duduk di ruang tamu sambil membaca buku.


"Dit" Panggil Dion


"Hmm?" Jawab Aditya


"Malam ini mau kemana?"


"Kerja"


"Pulang dari kerja maksudku, di otakmu cuman ada kerja dan belajar ya?"


"Ada apa?" Tanya Aditya sambil meletakkan bukunya.


"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan"


"Oke"


"Biar nanti ku antar, kalau sudah selesai kerja cepat hubungi aku."


"Hmm"


Rosa, Keysa, dan Reyna duduk di kursi ruang tamu Aditya. Kekhawatiran terlihat jelas di wajah Rosa dan Keysa, Dion yang sadar akan hal itu bertanya pada Rosa...


"Ros, ada apa dengan kalian?"


"Reyna Yon"


"Reyna kenapa?"


Rosa melihat ke arah Reyna yang menahan tangis diwajahnya...


Reyna tidak bisa menahan air matanya untuk keluar, tangannya terlihat gemetar bahkan hingga tubuhnya.


Dion mendekat ke arah Reyna dan melihat ke arah layar ponsel yang Reyna pegang. Ekspresi wajah Dion seketika menjadi terkejut melihat hal yang tidak terduga dari matanya sendiri.


"Dia?" Kata Dion


*Itu kan wanita kemarin, terlihat sekilas wajahnya hampir mirip dengan Aditya. Apa ini cuma perasaanku, dari kemarin aku sudah merasa jika wanita itu terlihat mirip dengan Aditya, lalu untuk apa wanita itu ke dokter kandungan dengan Ivan* batin Dion (Dengan melihat kearah Aditya)


"Jangan mikir macam-macam, mungkin saja itu kakak perempuannya." Kata Dion (Menenangkan Reyna)


"Kakak Ivan laki-laki, dan dia hanya dua bersaudara." Sahut Rosa


Dion menepuk jidatnya pelan dan duduk di bawah sofa. Aditya yang melihat empat orang yang didepannya terduduk lemas dengan Reyna yang menangis tersedu-sedu, meletakkan bukunya dan melihat ke arah Reyna.


"Ada apa ini?" Tanya Aditya


"Lihat itu..." Jawab Dion (Mengarahkan matanya ke ponsel Reyna sebagai isyarat)


Aditya mendekat ke arah Reyna dan melihat apa yang ada di layar ponsel Reyna, Aditya mengerutkan dahinya dan mengerti kenapa mereka berekspresi seperti itu.


*Saat aku melihat wanita itu, kenapa merasa tidak asing* batin Aditya


"Saya rasa dia bukan kekasih Ivan" Kata Aditya


Reyna yang mendengar ucapan Aditya langsung mendongakkan kepalanya, Reyna tidak mengerti maksud Aditya. Bagaimana mungkin dia berpikir kalau wanita itu bukan kekasih Ivan.


"Foto itu sudah jelas Di, apa maksudmu?" Tanya Reyna (Sambil terisak)


Aditya tidak menjawab ucapan Reyna dan mengambil ponsel Reyna, dia melihat nomer yang mengirimkan pesan itu.


Aditya terkejut, dia mengetahui nomer itu dan membuka ponselnya untuk memastikan.


*Ternyata ini nomer Putri, apa yang dia lakukan? Apa hubungannya dengan Ivan* batin Aditya


Aditya kemudian membaca pesan yang dikirim Putri berisi alamat rumahnya, Aditya mematikan layar ponselnya dan mengembalikan ponsel Reyna. Keempat orang didepannya bingung melihat ekspresi Aditya yang tidak bisa diartikan.


"Yon, antar aku ke restoran sekarang" Kata Aditya (Berjalan masuk untuk mandi dan mengambil jaket di kamarnya)


Dion yang masih tercengang melihat sikap Aditya hanya bingung tanpa mengatakan apapun, bahkan Rosa dan Keysa hanya saling bertatapan.


"Apa Adi mengetahui sesuatu lagi?" Tanya Reyna


Membuat Dion, Rosa, dan Keysa nampak berpikir, Dion yang paham betul sikap Aditya mengerti apa maksud sikapnya tadi setelah mendengar pertanyaan dari Reyna.


*Gue percaya sama lo Dit, bahkan banyak sekali hal misterius yang lo lakuin namun bisa membantu orang disekitar lo* batin Keysa


"Kita tunggu saja, apa yang akan Aditya lakukan. Dan menurutku ini suatu kebetulan Aditya tahu akan suatu hal." Kata Rosa


"Semoga dia bisa bantu lo, mengakhiri masalah lo Reyn" Sahut Keysa


Dion hanya mengangguk mantab dengan ucapan Rosa dan Keysa.


Tidak lama Aditya keluar dan bersiap untuk berangkat kerja.


"Kenapa lo berangkat sekarang, ini masih pukul 08.45" Tanya Keysa


"Ada hal yang harus saya urus, saya akan menukar jam kerja saya hari ini" Jawab Aditya (Dan menarik lengan Dion untuk mengantarnya kerja)


Aditya dan Dion berangkat ke restoran, saat sampai di restoran Aditya mengeluarkan ponselnya dan menunjukan sesuatu pada Dion.


"Jadi, kamu malah ini mau menemuinya?" Tanya Dion


"Iya, saya mau kamu ikut."


"Ha? Bentar aku tidak paham dengan maksudmu Dit, apa hubungannya senior itu dengan kamu melihat ponsel Reyna?"


"Putri yang sudah mengirimkan pesan itu pada Reyna, kita cari informasi dari dia nanti malam."


"Tapi sedikit aneh jika senior itu mengetahui nomer ponsel Reyna."


Aditya tersenyum tipis, melihat Dion paham maksudnya. Aditya menepuk pelan pundak Dion dan meninggalkan Dion di parkiran.


Dion menggelengkan kepalanya dan kembali ke rumah Aditya.


-Di rumah keluarga Nicholas-

__ADS_1


Ivan termenung di balkon rumahnya, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi masalah yang dia hadapi.


*Aku harap kamu segera kembali dan percaya padaku sayang, maafkan aku* batin Ivan


Ivan terkejut saat pundaknya ditepuk oleh seseorang dari belakang.


"Kamu ngapain disini?" Tanya wanita yang dibelakang Ivan


"Laura?"


"Aku ingin kembali pulang, aku tidak mau disini terus. Tolong antar kan aku pulang"


"Ok aku ambil kunci mobil dulu, kamu hati-hati jangan kecapean"


Ivan berjalan melewati Laura sambil mengelus kepala Laura pelan, Laura tersenyum tipis melihat perlakuan Ivan.


-Dalam perjalanan ke rumah Laura-


"Kamu tidak ingin makan sesuatu?" Tanya Ivan


"Mm, aku ingin makan steak salmon"


"Kita makan dulu, baru pulang ya."


Ucapan Ivan dijawab anggukan oleh Laura, setelah didepan restoran steak mereka turun dan memesan makanan. Hingga saat ingin kembali ke mobil, Laura melihat ke arah salah satu restoran yang ada disebelah restoran steak.


"Kamu ingin makan sesuatu lagi?" Tanya Ivan (Melihat kemana arah Laura melihat)


"Tidak, ayo pulang"


Ivan membuka pintu untuk Laura, dan menjalankan kembali mobilnya.


*Kenapa saat melihatnya hatiku merasa seperti ini, sebenarnya siapa dia* batin Laura


***


Aditya membersihkan meja di luar restoran, matanya mengarah ke arah lain. Dan melihat Ivan yang tengah bersama wanita yang dia temui saat bersama Ivan kemarin.


*Ivan dan wanita kemarin* batin Aditya


***


-Di rumah Aditya-


"Mama kenapa kemari? Aku disini tidak apa-apa ma." Kata Reyna


"Mama kesini hanya ingin melihat putri mama apa salah?"


"Tante..." Kata Rosa dan Keysa bersamaan (Bersalaman dengan mama Reyna)


"Makasih ya sudah mau jagain Reyna."


"Sama-sama tante." Jawab Rosa


"Masuk tante, di luar panas." Kata Keysa


Mama Melati masuk ke rumah Aditya, dia melihat sekeliling rumah Aditya dan pandangannya terarah pada foto yang ada di atas meja.


"Tante mau minum apa?" Tanya Rosa


"Apapun boleh." Jawab Mama Melati


"Ma, disini dulu ya. Aku mau bantu Rosa dan Keysa membuat makanan dulu di dapur." Kata Reyna


"Iya sayang."


*Inara, tenyata benar dia adalah putramu. Dan kini dia sudah besar dan tampan, aku tidak akan menyangka jika akan menemukan putramu saat ini. Aku harap kamu tenang selalu di sana* batin Mama Melati


"Aku lega sudah menemukanmu Aditya." Kata Mama Melati tersenyum lebar


***


Aditya mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Dion, saat Aditya ingin mengirim pesan tersebut. Namanya dipanggil seseorang yang tidak asing baginya.


Aditya tersenyum tipis bahkan tidak terlihat jika tersenyum, Aditya menghampiri temannya itu.


"Tepat waktu kan aku?" Tanya Dion


Dijawab anggukan oleh Aditya, Aditya menjalankan motor milik Dion untuk segera pulang.


Sesampainya di rumah Aditya dan Dion masuk dan melihat mama Melati ada di sana, Dion dan Aditya berjalan menghampirinya dan memberikan salam.


"Sudah pulang?" Tanya mama Melati


"Iya bu" Jawab singkat Aditya


Aditya dan Dion duduk di sofa depan mama Melati, mama Melati melihat ke arah Aditya dan tersenyum.


"Terima kasih kalian sudah mau membantu Reyna, maaf ya tante merepotkan kalian."


"Tidak masalah tante, kami senang bisa membantu Reyna." Jawab Dion


"Tidak apa-apa bu" Jawab Aditya


*Dia tidak banyak bicara seperti ibunya dulu* batin mama Melati sambil tersenyum


Mama Melati melihat ke arah jam tangannya.


"Saya pamit dulu, ada meeting sejam lagi." Kata mama Melati (Berdiri dan membawa tasnya)


Dion berjalan ke arah dapur memanggil Reyna, dan bilang jika mamanya akan kembali.


"Hati-hati di jalan bu." Kata Aditya


"Mama sudah mau balik? Padahal masakan kita sudah hampir jadi" Kata Reyna (Menghampiri mamanya dan mencium pipi mamanya)


"Iya sayang mama ada meeting habis ini, kamu baik-baik disini jangan merepotkan teman-teman mu."


Mama Melati keluar dari rumah Aditya dan mengendarai mobilnya.


"Ayo makan dulu" Ajak Rosa


Diikuti dengan Reyna, Keysa, Dion, dan Aditya menuju dapur.


-Pukul 18.30-


"Kalian di rumah saja, saya dan Dion ingin keluar sebentar. Jangan lupa kunci pintu."


"Lo mau kemana?"


"Ada hal yang harus saya urus dengan Dion"


Aditya meraih jaketnya dan keluar dari rumah diikuti Dion, Aditya membuka kembali ponselnya untuk melihat alamat yang diberikan Putri.


Setelah mencari dimana alamat Putri, Aditya dan Dion sampai di depan rumah Putri.


"Sepertinya ini rumahnya" Kata Dion

__ADS_1


Aditya berjalan ke arah pos satpam dan memberi tahu tujuannya datang kemari, satpam membuka pintu gerbang untuk Dion dan Aditya.


Saat hendak mengetuk pintu rumah Putri, Aditya dan Dion terkejut melihat Putri yang sudah duluan membuka pintu.


"Kamu datang Dit?" Kata Putri (Menatap Aditya hangat)


Pandangan Putri terarah pada Dion, dia hanya mengundang Aditya namun Aditya datang bersama temannya.


"Kenapa kamu mengajaknya?" Tanya Putri


"Ada yang ingin kami tanyakan pada anda" Jawab Aditya


Mami Putri keluar dan menyapa Aditya serta Dion, belum sampai Putri bertanya kembali pada Aditya. Maminya sudah menyuruh dua tamunya untuk masuk dan makan bersama.


"Jadi, yang bernama Aditya siapa?" Tanya mami Putri (Dengan menyuapi mulutnya sesendok makanan)


"Saya bu, dan ini teman saya namanya Dion" Jawab Aditya


"Terima kasih ya Aditya, kemarin malam kamu menolong Putri saya. Jika tidak ada kamu, saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan putri saya."


"Tidak apa-apa bu"


"Saya harap kedepannya kalian bisa semakin akrab, saya lihat kamu orang yang baik"


Ucapan mami Putri membuat Aditya dan Dion tersedak bersamaan, bagaimana mungkin maminya menyuruh Aditya semakin akrab dengan Putri.


*Tidak beres ini, apa yang akan Aditya jawab* batin Dion


"Maksud anda bagaimana bu?"


"Maksud saya, saya ingin kamu dan anak saya semakin dekat. Iya namanya cinta kan butuh waktu dan proses, saya akan dukung kalian untuk saat ini dan kedepannya demi kebahagiaan Putri."


"Mami..." Kata Putri malu


Aditya semakin tertegun mendengar perkataan mami Putri yang seperti menjodohkannya dengan putrinya.


"Maaf bu sebelumnya, saya sudah memiliki kekasih. Dan hubungan saya dengan Putri ibu hanya sebatas junior dan senior."


Jawaban Aditya seakan menjadi petir bagi Putri, terlihat dari ekspresi kesedihan yang tidak bisa dia sembunyikan.


"Saya kira kamu tidak memiliki kekasih, maaf ya tidak perlu diambil hati ucapan saya tadi."


Aditya hanya tersenyum tipis dan menghentikan makannya, nafsu makannya seketika rusak mendengar perkataan maminya Putri.


"Permisi, kami boleh mengobrol dengan putri anda" Kata Aditya


"Boleh silahkan"


"Terima kasih atas hidangan yang anda berikan pada kami, kami permisi." kata Dion


Aditya dan Dion berjalan meninggalkan ruang makan dan diikuti oleh Putri, Putri mengikuti Aditya yang berjalan menuju teras rumahnya.


"Kamu ingin berbicara apa pada saya?" Tanya Putri


Aditya memandang ke arah Dion dan untuk memberi isyarat.


"Maaf kalau kami bertanya, apa hubungan anda dengan Ivan. Bagaimana anda bisa memiliki nomer ponsel Reyna, kekasih Ivan?" Tanya Dion


"Ivan sepupu saya, dan saya mengenal Reyna."


"Apa maksud anda mengirim foto tadi pagi pada Reyna?" Tanya Dion lagi


"Saya ingin memberitahu Reyna, saat saya ke rumah sakit untuk cek kesehatan bersama mami saya. Secara tidak sengaja saya melihat Ivan bersama wanita lain dan itu bukan Reyna masuk ke dalam ruangan dokter kandungan, saya pikir Reyna perlu tahu."


"Anda tahu siapa wanita itu?" Tanya Aditya


*M*mp*s, aku termakan omonganku sendiri bagaimana aku bisa ceroboh seperti ini. Jangan sampai mereka tahu tentang Laura dan Ivan* batin Putri


"Saya tidak tahu, saya sebagai sepupunya terkejut. Urusan kalian apa disini menanyakan tentang masalah Ivan."


"Kami sahabat Reyna." Jawab Dion


Putri sempat terkejut mendengar ucapan Dion, dia tidak menyangka jika Aditya merupakan teman dekat kekasih sepupunya.


"Apa anda yakin tidak tahu siapa wanita itu?" Tanya Aditya lagi


"Tidak tahu, saya pikir wanita itu tidak memiliki hubungan apapun dengan Ivan"


Aditya hanya tersenyum sinis, lalu melihat kearah Dion.


"Terima kasih sudah mau menjawab pertanyaan kami, dan terima kasih untuk makan malamnya. Kami akan pamit, sampaikan ucapan terima kasih kami pada mami anda." Kata Dion


"Tunggu ada yang ingin saya katakan pada Aditya."


"Silahkan" Jawab Aditya


"Sebentar saya ambil jaket kamu yang kemarin kamu pinjamkan pada saya."


Putri masuk kedalam rumah dan mengambil paper bag berisi jaket Aditya.


"Ini jaket mu, terima kasih sudah mau menolongku."


"Sama-sama" Ucap Aditya (Mengambil paper bag dari tangan Putri)


"Dit, sebenarnya saya sayang sama kamu sejak hari pertama ospek saya langsung jatuh cinta pada kamu. Saya mohon hargai perasaan saya Dit."


Perkataan Putri membuat Aditya dan Dion terkejut dua kali, bahkan Aditya tidak bisa berpikir apa-apa mendengar pengakuan Putri.


"Maaf saya sudah memiliki kekasih." Jawab Aditya


"Tapi Dit saya sayang banget sama kamu, saya rela jadi selingkuhan kamu."


Dion melotot mendengar ucapan Putri.


*Dia cantik tapi kenapa membuang harga dirinya demi mengejar Aditya * batin Dion


"Saya bukan laki-laki seperti itu, kami permisi."


Aditya berjalan meninggalkan Putri dan Dion yang masih mematung tidak percaya dengan ucapan Putri.


"Sekali lagi terima kasih, kami pamit. Saya rasa senior harus menerima kenyataan, hargai diri senior jangan seperti ini." Kata Dion (Tersenyum dan berjalan mengikuti Aditya)


*Bagaimana mungkin dia bisa mencampakkan ku, awas saja kamu Aditya. Aku akan membuatmu jatuh hati padaku* batin Putri


Putri melihat kepergian Aditya dan Dion dengan geram, bahkan dia dipermalukan Aditya didepan Dion dengan menolak perasaannya.


*Terlihat jelas wajah gugup dan terkejutnya saat Dion mencoba menggali informasi darinya* batin Aditya


.


.


.


.


Jangan lupa vote, like, dan komen. Dukungan Readers sangat berarti untuk Author xoxo :)

__ADS_1


__ADS_2