Janji M

Janji M
Aku Rindu Perhatianmu


__ADS_3

.


.


.


.


"Hah, capek juga hari ini."


Perlahan mobil Aditya berjalan meninggalkan halaman kantor, matanya melirik ke arah jam tangannya.


Aditya sibuk menekan layar ponselnya untuk menghubungi Keysa.


(Dalam panggilan)


_______


^^^"Dimana?"^^^


"Aku dan papa lagi makan di Brown


resto, apa pekerjaanmu sudah selesai?"


^^^"Sudah."^^^


"Cepat kemari kita makan malam


bersama jadi kamu tidak perlu masak


nanti."


^^^"Iya tunggu, 15 menit saya akan^^^


^^^ sampai."^^^


"Hati-hati"


^^^"Iya"^^^


_________


(Panggilan terputus)


Setelah mengetahui dimana istri dan papa mertuanya, Aditya bergegas dan menaikan sedikit kecepatan mobilnya hingga akhirnya berhenti di halaman parkir resto.


"Selamat malam tuan."


Sapa karyawan yang menyambut Aditya saat memasuki pintu utama resto.


Aditya mencari dimana istrinya berada, matanya berhenti mencari saat mengetahui wanita dengan rambut berwarna coklat yang sedikit ikal dengan menggunakan dress biru tua sedang tertawa bersama papanya.


"Sudah lama?" Tanya Aditya sambil duduk disebelah Keysa.


"Baru sekitar 20 menit yang lalu."


"Apa pekerjaan kantor sangat membuatmu lelah?" Tanya pak Gunawan pada menantunya itu.


"Sedikit, tapi saya senang bisa mengerjakannya pa."


"Kamu memang bisa diandalkan."


"Anda berlebihan."


"Kamu habis dari mana saja sama papa?" Tanya Aditya sambil melihat ke arah Keysa.


"Habis jalan-jalan, dan aku beli beberapa barang yang pasti kamu juga suka."

__ADS_1


"Apa?"


"Rahasia."


Aditya hanya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sang istri.


"Maaf ya pa, karena harus mengganggu waktu istirahat anda untuk menemani Keysa."


"Tidak apa-apa Dit, papa juga seneng bisa jalan-jalan dengannya. Sudah lama papa tidak menghabiskan waktu berdua dengan putri papa."


Aditya merespon ucapan pak Gunawan dengan senyuman, mereka bertiga sibuk menyantap hidangan yang sudah disajikan. Hingga jam menunjukkan pukul 19.57, Keysa yang mulanya makan dengan lahap tiba-tiba merasa mual hingga membuat Aditya dan pak Gunawan merasa cemas.


"Kita ke dokter ya?" Tanya Aditya dengan tangan kanan merangkul pundak Keysa, sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan Keysa yang memegang perut.


"Kita ke dokter sekarang." Sahut pak Gunawan yang berdiri di samping Keysa.


"Tidak perlu pa, Aditya. Aku hanya mual ini biasa di kehamilan muda, jangan berlebihan seperti ini."


"Saya (Papa) tidak mau kamu kenapa-kenapa." Kata Aditya dan pak Gunawan bersamaan.


"Dua pria yang sangat protektif, udah ah aku mau pulang saja." Kata Keysa yang berdiri dari duduknya kemudian meraih beberapa tas belanjaan yang ada di kursi sebelah kirinya.


"Hati-hati." Kata pak Gunawan yang berusaha memegangi Keysa saat berdiri.


"Kenapa moodnya mudah sekali berubah?" Gumam Aditya.


Aditya yang melihat Keysa sudah berjalan sedikit jauh, meraih jasnya dan bergegas ingin menghampiri istrinya.


"Pa saya pulang dulu, papa hati-hati di jalan. Jika sudah sampai rumah segera hubungi saya, maaf saya tidak bisa menemani papa sampai ke depan. Saya harus menyusul Keysa, nanti biar saya beri tahu pak Iwan untuk menunggu papa." Kata Aditya sambil tangan kanan memegang lengan mertuanya.


"Iya iya segera kamu susul dia, benar-benar anak itu sangat mengkhawatirkan." Jawab pak Gunawan dengan mata sedikit melirik ke arah Keysa pergi.


Aditya berjalan sedikit berlari untuk mengejar Keysa, dari pintu utama resto terlihat Keysa sedang celingukan mencari sesuatu hingga saat Aditya ingin berlari menghampirinya. Istri kesayangannya itu sudah lebih dulu menghampiri mobilnya dengan tangan mengisyaratkan agar pintu mobil dibuka.


"Ha?" Kata Aditya tertegun melihat sikap istrinya itu lalu membuka pintu mobil dari jarak jauh.


"Pak Iwan?"


"Oh iya tuan, selamat malam" Jawab pak Iwan yang sedikit terkejut mengetahui kedatangan Aditya.


"Papa masih di dalam sebentar lagi keluar, bapak tunggu di dekat pintu utama resto ya. Setelah dari sini langsung bawa papa pulang, hati-hati tidak perlu ngebut."


"Baik tuan."


"Kalau begitu saya permisi dulu."


"Hati-hati tuan."


Setelah memberi tahu pak Iwan, Aditya langsung berjalan menuju tempat dimana mobilnya terparkir.


"Lama sekali, jalanmu seperti tuan putri." Protes Keysa dengan memanyunkan bibirnya.


"Hei, jangan marah seperti itu, saya sudah berusaha mengejar kamu. Lain kali saya tidak mau kamu seperti tadi lagi."


"Iya iya, pemarah."


Aditya menghela nafasnya, lalu sedikit menyerong kan badannya agak bisa menghadap Keysa.


"Apa?!" Tanya Keysa dengan kesal.


"Saya tidak marah, kamu ingin apa? Bilang sama saya." Kata Aditya dengan nada yang dibuat lebih lembut dari biasanya agar Keysa lebih tenang.


"Aku mau makan yang manis-manis, aku juga ingin boneka beruang besar."


"Ha?"


Aditya bingung dengan permintaan sang istri, Keysa yang menyadari kebingungan Aditya langsung menatap Aditya dengan tajam.

__ADS_1


"Iya makanan manis dan boneka beruang besar, aku mau itu. Dasar laki-laki tidak peka, harusnya kamu tahu cara menyenangkan hati pasanganmu."


Deg!


Bagai disambar petir, kata-kata Keysa menusuk dalam di hati Aditya. Bagaimana mungkin istrinya bisa to the point seperti itu, dan setelah hidup bertahun-tahun Aditya menyadari jika sifatnya memang terlalu kaku, terlebih lagi pada istrinya sendiri.


"Kita beli sekarang, kamu bisa pilih sesuai yang kamu mau." Kata Aditya sambil mengusap pelan pipi Keysa.


"Aditya! Bagaimana kamu bisa bilang seperti itu?!" Teriak Keysa yang semakin kesal.


"Apa ada yang salah?"


"Jelas salah sekali, sudah lah aku mau pulang. Aku males denganmu."


Dalam hati dan pikiran Aditya timbul pertanyaan apa yang membuat istrinya semakin marah dengan ucapannya.


*Aku tidak tahu lagi harus bagaimana? Moodnya sedang sangat jelek hari ini.*


Dengan perasaan tidak nyaman, serta pikiran yang bertanya-tanya mengenai kesalahannya. Aditya terpaksa menjalankan mobilnya, dalam perjalanan pulang Keysa hanya cemberut menatap ke luar jendela mobil. Mata Aditya sesekali melirik ke arah Keysa yang tidak juga merubah posisi duduknya yang sedikit membelakangi Aditya.


"Jangan marah, kamu ingin apa?"


Keysa tidak menjawab pertanyaan Aditya namun didalam hatinya sedang memaki-maki suami yang tidak peka itu.


"Sayang?"


Ucapan Aditya membuat jantung Keysa berdetak lebih kencang, tanpa dia sadari kini wajahnya merona seperti tomat.


*Bagaimana bisa dia memanggilku dengan sebutan "Sayang" sesantai itu?* batin Keysa.


Belum sampai tangan kiri Aditya menyentuh kepala Keysa, Keysa lebih dulu menolehkan pandangannya dan menahan tangan Aditya.


"JANGAN MERAYUKU ADITYA!" Teriak Keysa yang sempat membuat Aditya terkejut dan tertegun.


"Saya salah apa lagi?" Rengek Aditya yang mulai frustasi.


"Diam dan fokus ke jalan, aku tidak mau berbicara denganmu."


Aditya menuruti permintaan Keysa, agar istrinya itu tidak marah-marah lagi. Sesampainya di rumah, tanpa menunggu Aditya. Keysa langsung turun dari mobil dan masuk ke rumah meninggalkan Aditya yang masih pusing dibuatnya.


Dengan pasrah Aditya masuk ke rumah, lalu membuka pintu kamarnya. Terlihat Keysa yang merasa kesal tengah berbaring menghadap arah lain membelakangi pintu.


Aditya hanya bisa diam, tanpa berbicara apapun dia mengambil pakaian gantinya dan keluar kamar untuk membersihkan diri. Selang beberapa menit kemudian, saat dirinya keluar dari kamar mandi. Terlihat Keysa sibuk dengan ponselnya di meja makan sambil melahap apel yang ada ditangannya. Melihat istrinya yang sibuk sendiri tanpa memperhatikannya Aditya mendekati Keysa dan duduk disebelahnya.


"Apa kamu yakin mau mendiamkan saya?"


"Hmm"


"Jangan seperti ini, kalau ingin sesuatu katakan dengan jelas akan saya belikan. Saya tahu mood mu sedang tidak baik, tapi jangan mendiamkan saya."


Tanpa menjawab ucapan Aditya, Keysa mematikan layar ponselnya dan bangun dari duduknya untuk kembali ke kamar meninggalkan Aditya sendiri untuk kesekian kalinya.


"Entah kenapa beberapa hari ini, aku sangat merindukan perhatianmu yang dulu." Gumam Aditya melihat ke arah Keysa yang masuk ke dalam kamar.


.


.


.


.


Support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian. Tetap jaga kesehatan dan semangat bagi yang menjalankan ibadah puasa🤗❤


Satu dukungan dari kalian sangat berarti untuk author🙏🏻🤗


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2