
.
.
.
.
Aditya meraih ponselnya dan menjawab panggilan masuk dari Ardhan.
(Dalam panggilan)
__________
^^^"Ada apa?"^^^
"Ada apa kata lo?!"
...(Aditya terkejut mendengar suara Ardhan yang marah)...
^^^"Kenapa?"^^^
"Nikah tidak mengundang gue?
Dan masih bertanya?"
^^^"Sebentar, saya bisa jelasin."^^^
...(Aditya menjelaskan mengenai hubungannya dengan Keysa hingga bisa menikah)...
"Kejadiannya begitu"
^^^"Kapan kembali ke kota S?"^^^
"Setelah urusan gue disini selesai"
"Dan selamat ya, sebentar lagi
lo akan jadi ayah"
^^^"Iya, kapan nikah?"^^^
"Emang penting ya? Gue lagi
banyak pikiran, belum ada niat
buat menikah"
^^^"Baiklah"^^^
"Lo sibuk?"
^^^"Lumayan"^^^
"Lanjut saja, maaf gue ganggu
kerjaan lo"
^^^"Iya"^^^
"Jangan membuat gue marah,
gue nelpon lo bukan buat maki-maki
lo!"
^^^"Iya iya, saya tutup telponnya"^^^
__________
(Panggilan terputus)
"Sudah lama, tidak bertemu dan mendengar suaranya" Kata Aditya sambil sedikit tertawa.
Aditya merasa gelisah tidak menerima pesan ataupun panggilan masuk dari Keysa, tanpa menunggu lama Aditya langsung bergegas keluar ruangannya berniat untuk kembali ke rumah melihat keadaan Keysa.
"Felix" Panggil Aditya didepan pintu ruangannya.
(Note: Ruangan kerja Aditya dan Felix sebenarnya berada dalam satu ruangan, namun didalam ruangan itu terdapat satu unit ruangan lagi yang merupakan ruangan Aditya.)
"Ada yang bisa saya bantu pak?" Jawab Felix yang berdiri dari kursi kerjanya dan menghampiri Aditya.
"Saya harus pulang menemui istri saya, tolong kamu handle dulu pekerjaan disini. Jika ada sesuatu segera hubungi saya."
"Baik pak, hati-hati di jalan."
Aditya mengangguk dan berjalan dengan langkah sedikit dia percepat. Sampai di parkiran, Aditya menghampiri mobilnya. Saat tangannya hendak membuka pintu mobil, ponselnya berbunyi.
Kali ini panggilan telpon dari Keysa, notifikasi yang dari tadi sangat dia tunggu.
(Dalam panggilan)
________
"Dit?"
^^^"Ada apa? Apa ada yang kamu butuhkan?"^^^
"Aku ingin makan steak ayam"
^^^"Akan saya belikan. Kamu baik-baik^^^
__ADS_1
^^^di rumah, sekitar 30 menit saya sampai."^^^
"Iya hati-hati"
_________
(Panggilan terputus)
-Di rumah Aditya-
"Apa aku mengganggu pekerjaannya?" Kata Keysa sambil meletakkan ponselnya di meja.
Keysa merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan pandangan mengarah ke langit-langit kamar.
*Dit, maafin aku. Aku hanya belum siap jadi ibu, sedangkan melihatmu cekatan seperti ini aku menjadi merasa bersalah. Kamu sangat mengharapkan kehadiran seorang anak* batin Keysa sambil memejamkan matanya.
......................
"Keysa" Panggil Aditya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Keysa untuk berusaha membangunkannya.
"Hmm?"
"Ayo bangun, kamu bilang ingin makan steak ayam"
"Aku ketiduran ya? Perutku lapar" Rengek Keysa yang membuat Aditya tersenyum tipis.
"Mandilah dulu, biar aku hangatkan steak nya" Kata Aditya mengelus rambut Keysa lalu berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kamar.
Keysa hanya tersenyum lalu bangkit dari posisi tidurnya, dan berjalan menuju kamar mandi.
Aditya sibuk menyiapkan steak ayam untuk Keysa, dia juga membuatkan susu khusus ibu hamil rasa mangga untuk Keysa.
Aditya melirik ke arah Keysa yang menghampirinya dan duduk di kursi meja makan.
"Makan yang banyak" Kata Aditya dengan meletakkan sepiring steak ayam dan segelas susu.
"Ini untukku?" Tanya Keysa sambil menunjuk ke arah segelas susu hangat.
"Iya, sebelum pulang aku mampir di mini market beli susu untukmu, rasa mangga kesukaanmu" Kata Aditya sambil duduk di sebelah Keysa.
"Aku mau susu dingin, aku tidak mau hangat"
"Susu hangat lebih baik untukmu, jangan keseringan makan yang dingin"
"Aku mau dingin Aditya" Rengek Keysa sambil memanyunkan bibirnya.
"Baiklah baiklah, tapi jangan keseringan ya?"
Keysa menjawab ucapan Aditya dengan sangat mantab.
Aditya mengambil kembali gelas susu itu dan memberinya beberapa balok es dari kulkas.
Keysa meraih gelas yang dipegang Aditya dan meminum susu itu, Aditya seneng melihat Keysa suka dengan susu itu.
Ponsel Aditya berdering membuat pandangannya dan Keysa terarah pada ponsel yang Aditya letakkan di atas meja dekat dengan Keysa.
"Siapa?" Tanya Aditya pada Keysa yang melihat layar ponselnya.
"Nomer tidak diketahui" Jawab Keysa
"Biarkan" Kata Aditya yang duduk
"Kalau penting bagaimana? Angkat saja, nih" Kata Keysa sambil memberikan ponsel Aditya.
Aditya menerima ponselnya dari tangan Keysa, dan mengangkat panggilan itu.
(Dalam panggilan)
_________
"Selamat siang pak, ini saya Felix.
Maaf sebelumnya saya mengganggu,
waktu istirahat anda."
^^^"Ada apa?"^^^
"Saya sudah mendapatkan informasi
mengenai perusahaan Candra pak,
dan saya sudah menemukan informasi
mengenai keluarga Candra juga. Seluruh
Informasi sudah saya kirim ke email anda,
sesuai dengan permintaan anda."
^^^"Baik, setelah ini saya kembali ke kantor."^^^
^^^"Kamu bisa istirahat terlebih dahulu"^^^
"Baik pak, terima kasih"
__________
(Panggilan terputus)
"Siapa?" Tanya Keysa
__ADS_1
"Sekertaris dan asisten pribadi yang baru"
"Apa dia wanita?"
Pertanyaan Keysa membuat Aditya terkejut, dan memalingkan pandangannya dari layar ponsel melihat ke arah istrinya yang bertanya dengan penasaran dam polos.
"Bukan, dia pria" Jawab Aditya sambil meraih garpu di piring depan Keysa dan menyuapi Keysa sesuap steak.
"Jangan banyak pikiran, dan istirahatlah. Saya kembali ke kantor dulu" Kata Aditya sambil berdiri dan mencium kepala Keysa.
"Dit?" Panggil Keysa sambil memegang kemeja Aditya.
"Kenapa?"
"Aku mau ikut ke kantor, aku bosen di rumah sendirian"
"Baiklah kalau kamu kau ikut"
Tanpa menunggu lama Keysa langsung menuju kamar untuk bersiap, Aditya menunggu Keysa di ruang tamu. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Keysa keluar dari kamar dengan menggunakan dress simple berwarna hijau army. Aditya yang melihat bagian lengan istrinya terlalu terbuka, langsung masuk ke kamar dan mengambil jas untuk Keysa.
Keysa hanya bingung melihat tingkah Aditya, bahkan dia lebih bingung dan terkejut saat Aditya menyelimuti bagian atas tubuhnya dengan jas berwarna abu-abu.
"Udara dingin, nanti kamu masuk angin" Kata Aditya untuk beralasan.
Keysa melihat ke arah luar rumah yang memang sedikit mendung, jadi dia tidak merasa curiga dengan Aditya.
-Di kantor-
Aditya memasuki kantor bersama Keysa, dan disapa dengan ramah oleh pegawai kantor.
"Selamat datang pak, bu" Kata Felix sambil berdiri dari duduknya.
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu, masuklah ke ruangan saya." Kata Aditya yang langsung masuk ke dalam ruangannya bersama Keysa.
"Baik pak"
Felix yang mendengar perintah dari atasannya langsung masuk ke ruangan Aditya, di dalam ruangan Felix disuruh Aditya untuk duduk.
"Saya sudah melihat informasi yang kamu kirim pada saya, mengenai perusahaan dan keluarga Candra. Selain itu apa ada informasi baru mengenai masa lalu keluarga Candra?"
"Maaf pak, untuk hal itu saya belum bisa mendapatkannya. Karena banyak berita tentang perusahaan Candra sudah ditutup oleh media."
"Perusahaan dan keluarga Candra?" Tanya Keysa
Aditya yang mendengar istrinya bertanya padanya langsung mengalihkan pandangannya dan melihat Keysa.
"Ada masalah apa?" Tanya Keysa kembali.
Aditya hanya diam tidak menjawab pertanyaan istrinya membuat Keysa sedikit jengkel.
"Aditya? Jawab, ada apa?" Tanya Keysa sedikit meninggikan nadanya.
"Saya sedang mencari dimana keluarga saya sebenarnya."
Jawaban Aditya membuat Keysa bertanya-tanya dan tampak tertegun.
*Apa hubungan Aditya dengan keluarga Candra?* batin Keysa.
Felix membuka laptopnya dan menunjukan potret keluarga Candra pada Aditya.
"Permisi pak, ini dokumentasi yang saya dapatkan saat pembukaan proyek baru perusahaan Candra minggu lalu."
Aditya melihat foto itu, dan melihat wajah yang sangat dia kenal. Bahkan membuatnya tidak dapat berkata apapun lagi.
"Kak Laura?" Gumam Aditya
"Wanita yang mengenakan baju berwarna maroon adalah istri kedua dari tuan Rai Candra, dan disebelahnya adalah putrinya, pak." Jelas Felix.
*Bagaimana aku bisa menerima kenyataan ini? Wanita yang dulu pernah terlibat tentang masalah Ivan adalah kakak ku, dan beliau adalah ayahku* Batin Aditya.
Aditya menundukkan kepalanya dan memeganginya dengan frustasi, Keysa yang melihat hal itu bingung harus bagaimana. Bahkan Keysa tidak tahu ada masalah apa Aditya dengan keluarga Candra.
"Siapkan tiket pesawat tujuan kota B untuk malam ini." Perintah Aditya pada Felix.
"Baik pak"
"Kamu bisa pergi"
"Saya permisi terlebih dahulu pak." Jawab Felix sambil menutup laptopnya.
Aditya menganggukkan kepalanya dan menghadap Keysa sambil memegang erat tangan Keysa.
"Saya janji akan menceritakan semuanya jika masalah ini sudah selesai, setelah ini saya akan mengantarmu ke rumah papa. Sementara kamu tinggal dengan papa dulu, selama aku di kota B"
"Aku ikut"
"Jangan, bahaya buat kandungan mu. Jangan banyak pikiran dan istirahatlah. Jaga anak kita baik-baik."
*Bu, aku akan menemukan ayah dan kakak ku. Semoga ibu senang dengan apa yang aku lakukan, maafkan aku* batin Aditya.
.
.
.
.
Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian🤗❤
Dan author ingin meminta maaf karena keterlambatan update chapter baru dikarenakan beberapa sebab yang tidak bisa author katakan🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤