
.
.
.
.
"Selamat malam tuan" Sapa pak Asep (Satpam rumah pak Gunawan)
"Malam" Sahut Aditya sambil menjalankan mobilnya kembali ketika gerbang sudah terbuka lebar.
Aditya keluar dari mobilnya dan berjalan sedikit berlari menuju pintu utama rumah pak Gunawan, suasana rumah pak Gunawan sangat sepi bahkan hampir seluruh ruangan gelap dan hanya diterangi sedikit cahaya.
"Apa semua sudah tidur?" Gumam Aditya sambil melihat layar ponselnya untuk melihat jam.
Langkah Aditya terhenti, saat dia merasa jika ada seseorang dibelakangnya. Dengan spontan Aditya membalikkan badan, dan menyipitkan matanya untuk melihat siapa seseorang yang tengah berdiri didepannya.
"Bi Inah?" Tanya Aditya
"Ini tuan Aditya? Saya kira anda siapa tuan." Jawab bi Inah
"Kenapa anda tidak memanggil saya tuan?" Tanya bi Inah sambil menyalakan saklar lampu.
"Saya tidak ingin menggangu waktu tidur bibi, Keysa sudah tidur bi?"
"Sepertinya sudah tuan, tadi nona mondar-mandir menunggu tuan datang di depan pintu hingga tuan besar menyuruh nona untuk masuk."
"Yasudah kalau gitu bi, saya ke atas dulu."
"Tuan mau saya siapkan makan malam?"
"Tidak perlu bi, saya sudah makan tadi di luar" Jawab Aditya dengan langkah kaki menaiki tangga menuju kamar Keysa.
Kriet...
Aditya melihat istrinya tengah tidur pulas, bahkan dia tidak tega untuk membangunkannya dan mengajaknya untuk pulang.
"Apa besok pagi saja aku membawanya pulang?" Kata Aditya pada dirinya sendiri.
Aditya melepas jasnya dan meletakkannya di atas sofa dekat tempat tidur, tangannya sibuk mencari baju ganti di dalam almari. Setelah membersihkan diri, Aditya merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
"Maafkan aku sudah membuatmu menunggu" Kata Aditya sambil membelai rambut sang istri.
-Keesokan harinya-
Aditya membuka matanya pelan-pelan, terdengar suara kicauan burung di luar jendela kamarnya.
Saat menoleh ke arah istrinya, mata Aditya tidak menangkap keberadaan istrinya.
"Keysa?" Kata Aditya sambil bangun dari posisi tidurnya.
Aditya turun dari ranjangnya dan mencari dimana istrinya berada, saat hendak membuka pintu kamar dan bermaksud ingin keluar mencari Keysa.
Secara tidak sengaja mata Aditya melihat ke arah meja dekat dengan almari, di atas meja itu terdapat benda yang membuat Aditya penasaran.
"Positif?" Gumam Aditya sambil memegang alat tes kehamilan ditangannya.
Tertegun melihat hal itu, Aditya hanya diam tidak mampu berkata apapun. Di dalam hatinya rasa syukur berulang kali terucap bahkan kebahagiaan menyelimuti dirinya.
"Aditya?" Panggil Keysa yang kini berdiri di depan pintu sambil membawa nampan berisi sepiring roti dan segelas susu.
__ADS_1
Aditya yang mendengar suara istrinya langsung membalikkan badan, dan berjalan dengan cepat ke arah Keysa. Keysa yang melihat respon Aditya sempat sangat terkejut, dan menaruh nampan yang dipegangnya di atas meja sebelah pintu.
Tanpa mengucapkan apapun, Aditya langsung mendekap tubuh istrinya dengan erat. Kebahagiaan terlihat jelas pada diri Aditya, Keysa yang terkejut masih diam membeku tidak merespon pelukan Aditya.
"Terima kasih, berkatmu saya akan menjadi ayah" Kata Aditya sambil melepaskan pelukannya.
"Mm? Kenapa Dit?" Tanya Keysa yang tegang dan bingung.
Tanpa menjawab Aditya memberikan alat tes kehamilan itu pada Keysa, Keysa tersenyum lega dan tersenyum sedikit kaku.
"Kenapa?" Tanya Aditya.
"Tidak ada apa-apa, ayo makan dulu. Kamu harus kerja kan?"
"Setelah ini kita pulang ke rumah dulu, saya akan berangkat kerja dari rumah"
Keysa hanya mengangguk mengiyakan ucapan Aditya, setelah mandi dan mengganti baju Aditya menyantap sarapan yang disiapkan Keysa untuknya. Setelah selesai sarapan, Aditya mengajak Keysa untuk berpamitan pada pak Gunawan.
Tidak lupa, Aditya juga menyampaikan kabar gembira tentang Keysa pada pak Gunawan. Hal itu membuat pak Gunawan sangat senang dan tidak sanggup berkata-kata selain meneteskan air mata kebahagiaan, setelah hampir setengah jam berada di kamar pak Gunawan, Aditya mengajak Keysa untuk kembali ke rumah.
"Kalau kamu merasakan apapun, dan menginginkan sesuatu bilang pada saya" Kata Aditya sambil tetap fokus mengendarai mobilnya.
"Aku ingin istirahat saja, lagi malas ngelakuin kegiatan" Jawab Keysa
Mendengar jawaban istrinya Aditya hanya melirik sebentar ke arah Keysa, dia mengerti jika Keysa pasti merasa kurang enak badan dan lelah.
Sampai di rumah Keysa terkejut melihat rumah Aditya tampak berbeda.
"Rumahmu? Kenapa?" Tanya Keysa
"Ayo masuk"
Aditya membuka pintu rumahnya dan mengajak Keysa masuk, Keysa merasa seneng melihat perubahan rumah Aditya.
"Aku suka, ini warna favoritku dan barang-barang ini sangat cocok dengan interior ruangan" Jawab Keysa
Aditya tersenyum melihat Keysa yang suka dengan perubahan rumahnya.
"Masuklah ke kamar" Pinta Aditya
Keysa langsung menuruti permintaan Aditya, betapa terkejutnya dia saat melihat perubahan pada kamarnya.
"Istirahat saja di rumah, kalau mau apa-apa hubungi saya" Kata Aditya sambil mengganti pakaiannya.
Keysa meraih dasi yang melingkar di leher Aditya, membuat Aditya terkejut.
"Biar aku bantu pakaikan"
Aditya hanya diam melihat istrinya dengan telaten memakaikan dasinya.
"Saya berangkat dulu, diam saja di rumah kalau butuh apa-apa tinggal hubungi saya"
"Iya"
Aditya menghampiri Keysa dan mengelus rambut Keysa dengan pelan. Lalu keluar dari kamar dan meraih beberapa berkas di atas meja yang berisi data keluarganya.
"Saya harus segera menemukan kalian" Gumam Aditya.
Mobil Aditya terlihat sudah meninggalkan halaman rumah, Keysa duduk lemas di depan jendela kamar.
"Kenapa jadi seperti ini? Aku harus bagaimana? Aku benar-benar ceroboh" Kata Keysa
__ADS_1
......................
"Selamat pagi pak" Sapa Karyawan kantor yang berpapasan dengan Aditya.
"Pagi" Jawab Aditya.
Saat hendak masuk ruangannya, Aditya melihat meja sekertaris yang selama ini kosong sudah ada Felix. Felix yang sadar akan kedatangan Aditya langsung membungkukkan badan dam menyapa Aditya.
"Selamat pagi pak" Kata Felix
"Pagi" Jawab Aditya yang langsung masuk ke ruangannya.
Aditya sibuk mengerjakan beberapa berkas, hingga jam menunjukkan pukul 11.12. Aditya meraih ponselnya dan melihat tidak ada notifikasi satupun dari Keysa.
Aditya menyandarkan punggungnya, matanya melihat ke arah berkas yang dibawanya dari rumah.
Tanpa berpikir panjang, Aditya menekan tombol pada telepon yang tersambung dengan Felix sekertaris sekaligus asisten pribadi Aditya.
___________
"Selamat siang pak"
"Ada yang bisa saya bantu?"
^^^"Tolong ke ruangan saya"^^^
"Baik pak"
____________
Dalam hitungan detik Felix langsung mengetuk pintu ruangan Aditya.
"Masuk"
"Ada yang bisa saya kerjakan pak?"
"Cari informasi mengenai keluarga Candra, apa perusahan kita pernah menjalin kerja sama dengan mereka apa tidak. Saya mau kamu mencari informasi yang sangat detail, jangan lalukan kesalahan sekecil apapun."
"Baik, akan saya kerjakan pak"
"Apa ada yang harus saya lalukan lagi pak?" Sambung Felix
"Tidak, keluarlah"
"Saya permisi pak"
Setelah Felix keluar dari ruangan Aditya, tiba-tiba ponsel Aditya berbunyi. Dengan spontan Aditya menoleh ke arah ponselnya dengan cepat.
"Ardhan?" Gumam Aditya
.
.
.
.
Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian🤗❤
Dan author ingin meminta maaf karena keterlambatan update chapter baru dikarenakan beberapa sebab yang tidak bisa author katakan🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤