
.
.
.
.
*Sudah hampir jam 15.00, aku harus bersiap sebelum Keysa datang* batin Aditya
Aditya merapikan kemejanya di depan cermin
*Aku tidak yakin apa aku harus terus memaksa diriku terus seperti ini* batin Aditya
Aditya hanya melamun didepan kaca dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Selang beberapa menit terdengar suara ketukan pintu.
Tok...Tok...Tok...
Aditya berjalan kearah pintu dan membuka pintu rumahnya.
"Yon?"
"Aku mampir mau istirahat Dit, wih... mau kemana kamu sudah rapi banget"
"Kamu kira rumah saya penginapan?"
Dion tidak menjawab ucapan Aditya dan langsung masuk ke rumah Aditya.
Dion merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu Aditya, Aditya hanya memandang temannya itu dan duduk sambil mengecek ponselnya.
Dion menatap ke arah Aditya yang terlihat cemas dan hanya menggeser-geser layar ponselnya.
"Berhentilah memainkan ponselmu, jika kamu tidak yakin dengan apa yang kamu jalani berhentilah. Setiap tindakan pasti ada konsekuensinya, tinggal bagaimana kamu menghadapinya." Kata Dion
Aditya menatap ke arah Dion dan mematikan layar ponselnya.
Aditya paham maksud Dion, namun tidak ada pilihan lain selain berusaha untuk menerima keadaan.
Tring...
Ponsel Aditya berbunyi tanda pesan masuk
(Chatting)
_ _ _ _ _ _
"Gue sudah di depan"
_ _ _ _ _ _
Aditya hanya menatap layar ponselnya dengan diam tanpa bereaksi apapun.
Aditya nampak berpikir dan bangun dari duduknya
"Saya pergi dulu"
Ucapan Aditya dijawab dengan anggukan oleh Dion
Aditya berjalan menemui Keysa dengan memikirkan ucapan Dion, hati Aditya mulai bimbang.
Saat dirinya sudah mendekati mobil Keysa, Aditya langsung membalikan badan dan diam. Hatinya begitu ragu, namun dia tidak bisa kabur dari keadaan ini.
*Apa yang aku lakukan aku harus bagaimana? Aku tidak bisa mempermalukan pak Gunawan* batin Aditya
Keysa yang melihat Aditya berbalik badan dan tidak masuk mobilnya, keluar dari mobil dan menghampiri Aditya
"Ada apa? Lo berubah pikiran?"
Aditya terkejut mendengar ucapan Keysa yang seakan bisa membaca isi pikirannya.
"Tidak, saya kira ponsel saya tertinggal."
Aditya membalikkan badan, berjalan mengikuti langkah Keysa yang memasuki mobil.
Dalam perjalanan mereka hanya diam tanpa ada yang mau membuka obrolan.
-Butik Parveen's-
Aditya dan Keysa memasuki butik rekomendasi papanya, raut wajah Aditya datar tanpa ekspresi berbanding terbalik dengan Keysa yang sangat menantikan hari ini.
"Selamat sore, atas nama tuan Gunawan?" Kata seorang pelayan butik
"Iya benar, saya Putrinya" Jawab Keysa
"Mari saya antar"
Keysa dan Aditya mengikuti langkah pelayan butik itu ke ruang VVIP dimana mereka akan memilih desain gaun dan jas untuk hari pertunangan mereka.
"Sambil menunggu pemilik butik ini datang, anda bisa melihat terlebih dahulu desain gaunnya." (Memberikan buku berisi gambar desain)
Keysa melihat beberapa desain baju yang cocok untuk tubuhnya. Aditya hanya diam dan mengarahkan pandangannya pada kaca yang mengarah ke luar butik.
"Apa ini cocok untuk gue?"
Aditya mengalihkan pandangannya ke buku yang dipegang Keysa.
"Iya cocok"
Keysa senang dengan apa yang diucapkan Aditya
Pintu ruangan terbuka, seorang wanita masuk dengan membawa beberapa berkas ditangannya, pandangan Keysa dan Aditya terarah pada wanita itu
*Bukankah dia wanita yang bersama Ivan waktu itu? Jadi dia pemilik butik ini* batin Keysa
*Wanita ini? Apa ini suatu kebetulan* batin Aditya
Wanita itu melihat ke arah Aditya dan Keysa secara bergantian
*Bukankah mereka teman Ivan? Dan laki-laki itu?* batin Laura
Laura tersadar dari lamunannya, dan duduk di sofa sebrang Aditya.
"Selamat sore, nona Gunawan. Saya senang anda datang kemari." Kata Wanita itu
"Sore, saya juga senang bisa bertemu dengan anda." Sahut Keysa
"Ada desain yang cocok dengan nona? Atau ada yang ingin nona request?"
"Saya ambil desain yang ini, kekasih saya menyukainya. Tapi, saya minta bagian yang ini (Sambil menunjuk ke arah bagian pinggang) lebih diberi sentuhan yang elegan"
"Untuk warna apa anda ingin tetap menggunakan warna ini atau merubahnya?"
"Saya tidak ingin mengubah warnanya"
"Baik, setelah ini kita lakukan pengukuran. Untuk pasangan anda?"
Keysa memandang Aditya yang hanya diam tanpa tertarik sedikitpun dengan obrolan mengenai gaunnya.
*Kelihatannya laki-laki ini tidak begitu menyukai momen ini, tapi kenapa? Hatiku juga terasa perih melihatnya seperti ini* batin Laura
"Saya juga yang akan memilih desain untuknya"
"Saya mau desain jas yang simple namun mewah, dan lebih diserasikan dengan gaun milik saya" Sambung Keysa
"Baik, silahkan ke sebelah sana untuk memulai pengukuran" Kata Laura sambil mengarahkan tangannya ke asistennya
Hampir 1 jam lamanya mereka berada dalam butik
"Saya pulang sendiri, nona pulanglah dengan pak Iwan" Kata Aditya (Membuka pintu untuk Reyna)
"Lo mau kemana?"
"Ada yang harus saya beli"
__ADS_1
Keysa mengiyakan perkataan Aditya dan masuk ke dalam mobil, Aditya menatap ke arah mobil Keysa yang berjalan menjauh darinya.
*Apa aku harus memastikan semua sekarang?*
Aditya membalikkan badannya dan hendak berjalan masuk ke arah butik, namun langkahnya terhenti melihat Laura yang menatapnya dan berjalan menghampirinya.
"Apakah anda ada waktu? bolehkah kita berbicara sebentar?" Tanya Laura
"Silahkan"
Aditya mengikuti langkah Laura ke ruangan pribadinya, banyak pegawai termasuk asisten pribadi Laura yang memandang ke arah Laura dan Aditya
"Bukankah bu Laura dan laki-laki itu sangat mirip" Kata salah satu pelayan
"Iya seperti kakak dan adik"
"Tapi bukankah bu Laura anak satu-satunya keluarga Candra? Bahkan setelah tuan besar menikah lagi kabarnya tidak dikaruniai keturunan"
"Hutss, sudah-sudah"
Aditya melihat jika para pelayan butik sedang menatap ke arahnya.
Aditya memasuki ruang pribadi Laura, Laura mempersilahkan Aditya untuk duduk dan memandang Aditya dengan dalam.
*Siapa sebenarnya laki-laki di depanku ini, mengapa aku merasa sangat nyaman dan tenang saat melihatnya* batin Laura
"Apa yang mau anda katakan pada saya?"
Laura memalingkan wajahnya dan tersenyum tipis, Aditya sadar dengan tatapan Laura sehingga dia bertanya.
"Apa kamu teman kekasih Ivan?" Tanya Laura
"Iya"
"Apakah saya boleh meminta tolong padamu untuk mempertemukan saya dengan kekasihnya? Ada yang ingin saya katakan, tapi saya mohon jangan pernah katakan maksud saya ini pada Ivan"
*Kenapa raut wajah wanita ini sedikit ketakutan, sebenarnya apa yang terjadi* batin Aditya
"Saya akan bantu anda, tapi saya ingin bertanya. Sebenarnya apa hubungan anda dengan Ivan?"
Laura terkejut mendengar pertanyaan Aditya, dia ragu untuk mengatakannya pada Aditya.
Aditya menunggu jawaban dari Laura, matanya melihat kearah mata Laura yang terlihat gelisah dan ragu
"Anda tidak perlu khawatir, saya akan menjaga rahasia anda"
Ucapan dan senyum hangat Aditya membuat Laura tenang dan yakin padanya.
*Kenapa aku bisa berbicara ramah dan tersenyum hangat padanya, ada apa denganku?* batin Aditya
Laura menceritakan tentang hubungannya dengan Ivan pada Aditya, sekilas raut wajah Aditya berubah menjadi kecewa dan sedih.
*Ada apa ini? Kenapa hatiku sakit mendengar apa yang dia ucapkan* batin Aditya
"Saya harap kamu mau menjaga rahasia saya" Kata Laura (Menggenggam tangan Aditya dengan penuh harap)
Aditya terkejut dengan sikap Laura, namun tubuhnya tidak bisa menolak. Aditya yang biasanya menepis saat tangannya dipegang namun sekarang hanya diam.
"Saya akan menjaga rahasia anda" Jawab Aditya (Tersenyum hangat)
Aditya mengeluarkan ponselnya dan mencari nomer telepon Reyna.
(Panggilan terhubung)
_________
^^^"Dimana?"^^^
"Di rumah, ada apa Di?"
^^^"Bisa ke butik Parveen's, sekarang?^^^
" Ha? Buat apa? Mau ngapain?
^^^"Jangan banyak tanya"^^^
"Ok aku ke sana sekarang, tunggu"
^^^"Jangan ada yang tahu"^^^
"Kamu lagi bikin rahasia atau
bagaimana?"
_________
(Panggilan terputus)
Aditya mematikan panggilannya dan meletakkan ponselnya di atas meja
*Dengan temannya sendiri dia ketus dan kaku, tapi terlihat jelas dari respon dia tadi tidak begitu kepadaku* batin Laura
"Sebentar lagi dia akan kemari"
Laura menekan telfon dimeja depannya dan menyuruh asistennya menunggu kedatangan Reyna dan membawanya ke ruang pribadi Laura.
"Makasih ya, o iya namamu siapa?"
"Saya Aditya, nama anda?"
"Saya Laura, kamu sudah lama mengenal Ivan dan kekasihnya?"
"Lumayan"
Laura tersenyum senang melihat Aditya yang mau membantunya dan menyimpan rahasianya.
-15 menit kemudian-
"Permisi"
"Masuk" Sahut Laura
"Adi, kamu ingin aku ngapain disi..."
Ucapan Reyna terputus saat melihat ke arah depan Aditya ada Laura.
Reyna terkejut dan membalikkan badannya berniat ingin pulang, namun tangannya ditarik oleh Aditya.
"Jangan pergi, dan duduklah" Kata Aditya
"Di, aku kira kamu paham perasaanku selama ini. Tapi mengapa kamu malah mempertemukan aku dengannya."
"Duduk!"
Aditya menyuruh Reyna dengan nada sedikit meninggi membuat Reyna terkejut dan reflek langsung duduk disebelah Aditya.
"Nona ini ingin menjelaskan padamu tentang hubungannya dengan Ivan, diam dan dengarkan." Kata Aditya
Reyna hanya diam dan menundukkan kepalanya, Laura tersenyum melihat sikap lucu Reyna.
"Hai Reyna, nama saya Laura. Senang bisa bertemu denganmu, saya hanya ingin menjelaskan terkait hubungan saya dengan Ivan. Saya tidak memiliki hubungan spesial dengan Ivan, bahkan dia hanya teman bagi saya. Dia yang mengantarkan saya saat check up kehamilan waktu itu, dan saat hari pertama kita bertemu kamu salah paham. Kekasih saya meninggalkan saya, saya menghampiri Ivan hanya untuk meminta bantuannya tidak lebih. Saya harap kamu mengerti keadaan saya" Jelas Laura
*Dia sangat tegar menyembunyikan kebenarannya, aku harap masalah ini cepat selesai tanpa merugikan siapapun* batin Aditya
"Maaf saya sudah berprasangka buruk pada anda" Sahut Reyna
"Saya yang minta maaf membuat hubungan anda dengan Ivan jadi seperti ini"
Reyna tersenyum ke arah Laura, dia lega mendengar penjelasan Laura mengenai Ivan
"Kelihatannya anda lebih tua dari pada saya, boleh saya memanggil anda kakak?" Tanya Reyna
"Boleh sekali" Sahut Laura
__ADS_1
"O iya Aditya, saya boleh minta nomer telepon mu?
Aditya menganggukkan kepala dan memberikan nomernya pada Laura.
Reyna memperhatikan wajah Aditya dan Laura secara bergantian, tidak hanya pelayan dan asisten Laura yang menganggap mereka sangat mirip namun Reyna juga merasakannya.
*Wajah Aditya dan kak Laura terlihat sangat mirip, aku baru menyadarinya sekarang. Apa mereka saudara?* batin Reyna
Setelah cukup lama mengobrol Aditya dan Reyna pamit untuk undur diri.
Laura melihat Aditya dan Reyna berjalan keluar dari ruangannya, hatinya tentram setelah menceritakan semua pada Aditya.
*Mungkin sekarang adikku akan seumuran dengan Aditya, aku harus menemukan dimana mama dan nenek* batin Laura
-Di depan butik-
"Di, kamu kenapa bisa kenal dengan kak Laura?" Tanya Reyna
"Dia desainer yang membantu Keysa menyiapkan gaun pertunangan"
Ucapan Aditya membuat Reyna terkejut, bahkan dia tidak tahu jika Aditya akan bertunangan dalam waktu dekat ini.
"Apa kamu serius?"
Pertanyaan Reyna dijawab anggukan oleh Aditya.
Reyna mengajak Aditya membeli makanan terlebih dahulu sebelum pulang, berkat Aditya dia jadi tahu siapa wanita bersama Ivan dan menjadi awal yang baik untuk hubungannya.
***
Keysa berjalan menuju ruang kerja papanya dan menghampiri pak Gunawan yang sibuk mengerjakan berkas kantor.
"Pa, makasih ya sudah mau bantuin aku buat dapetin Aditya" Kata Keysa(Sambil memeluk papanya)
"Sama-sama sayang, aku yakin Aditya anak yang baik untukmu"
***
Aditya masuk kedalam rumah dan melihat Dion yang masih tertidur di sofa.
Aditya meletakkan dua bungkus makanan dan ponselnya di meja, kemudian masuk ke dalam untuk membersihkan diri.
Saat kembali ke ruang tamu, Aditya sudah melihat Dion yang sibuk makan dengan lahap.
"Kamu sudah pulang Di?" Tanya Dion
Dion hanya memandang sebentar ke arah Aditya dan melanjutkan makannya.
Aditya tidak menjawab pertanyaan Dion dan mengambil sebungkus makanan.
Belum lama Aditya menyantap makanannya, ponselnya berbunyi. Terlihat di layar yang menyala nama pak Gunawan
Aditya tersedak saat membaca nama di layar ponselnya, Dion menatap Aditya yang kebingungan.
"Siapa?" Tanya Dion
Aditya tidak menjawab pertanyaan Dion, diambil ponsel yang berdering itu dan berjalan keluar rumah.
(Panggilan terhubung)
_________
"Halo Aditya, apa kamu sibuk?"
^^^"Tidak pak, ada perlu apa anda^^^
^^^menelepon saya?^^^
"Besok pak Iwan akan ke rumahmu
untuk mengantarkan mobil milikmu"
^^^"Maksud bapak?"^^^
"Saya memberikan hadiah untukmu,
sebenarnya ini hadiah pertunangan mu.
Tapi akan lebih baik jika kamu
menggunakannya sekarang"
^^^"Tidak perlu pak, saya mohon jangan^^^
^^^seperti ini. Semua yang bapak berikan^^^
^^^pada saya sudah sangat membantu saya"^^^
"Sudahlah, kamu seperti anakku"
"Jangan berdebat dengan saya dan
terima saja"
^^^"Saya mohon pak"^^^
"Sudah malam, istirahatlah. Jangan
merasa terbebani dan terima saja
hadiah dari saya"
^^^"Iya pak"^^^
____________
(Panggilan terputus)
*Aku harus bagaimana lagi, aku tidak bisa seperti ini terus?* batin Aditya
Aditya masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke kamar tanpa memperhatikan Dion.
Dion yang melihat sikap Aditya yang seperti itu, tidak mau mengganggunya terlebih dahulu. Dan melanjutkan makannya
Setelah selesai makan, Dion menatap ke arah makanan Aditya yang dibiarkan terbuka
"Bahkan dia baru makan sedikit" Kata Dion
Dion membereskan sisa makanannya dan menyimpan makanan milik Aditya
Saat hendak ke dapur dan melewati kamar Aditya, Dion mendengar teriakan Aditya, dengan spontan Dion membuka pintu kamar Aditya dan melihat Aditya meringkuk di lantai.
"Dit, kamu tidak apa-apa?"
Aditya tidak menjawab pertanyaan Dion, Dion mengerti posisi Aditya yang tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kamu yakin gak? Kalau semua hal yang terjadi pasti memberikan sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya?" Kata Dion (Duduk di disebelah Aditya dengan bersandar di ranjang kasur)
Aditya masih diam dan tidak menjawab ucapan Dion, Dion hanya membuang nafas pelan.
"Awal kita bertemu sampai dengan sekarang adalah sesuatu yang tidak pernah aku duga sebelumnya, dan itu berlaku juga dengan apa yang kamu hadapi sekarang. Aku yakin kamu paham maksudku Dit, pikirkanlah baik-baik." Sambung Dion
Aditya hanya diam dan mencerna semua ucapan Dion
*Dion benar, tanpa pak Gunawan aku tidak akan bisa bertemu dan berteman dengannya sekarang begitu juga dengan apa yang akan aku alami kedepannya* batin Aditya
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen. Dukungan kalian sangat penting untuk Author xoxo :) ❤