Janji M

Janji M
Aku Berharap


__ADS_3

.


.


.


.


Aditya bangun dari duduknya dan hendak keluar dari kamar neneknya, namun langkahnya terhenti saat Dion menahannya.


"Mau kemana?"


"Saya harus mencari ayah dan saudara saya Yon"


"Apa kamu bisa menemukan ayah dan saudaramu seperti ini? Pakai akal sehatmu Dit."


Seketika tatapan Aditya melemas, dia membenarkan ucapan Dion. Dan kembali tenang seperti sebelumnya.


*Kenapa aku tidak memikirkan hal itu, apa yang sudah aku lalukan?* batin Aditya


Dion menghampiri Aditya dan merangkul pundak Aditya.


"Aku akan membantumu menemukan mereka" Kata Dion tersenyum ke arah Aditya, yang diterima dengan anggukan dan senyum tipis oleh Aditya.


"Ngomong-ngomong apa kamu suka dengan desain ini?" Tanya Dion


"Kenapa tanya pada saya? Tapi lumayan untuk bikin Keysa nyaman tinggal disini"


Aditya berjalan keluar meninggalkan Dion yang diam mematung, bahkan dia tidak tahu sebenarnya Aditya memujinya atau mengejek hasil kerjanya.


Langkah Aditya terhenti didepan pintu kamar almarhumah ibunya, pandangannya melihat ke arah pintu itu.


"Apa kamu juga mengubah kamar ini?" Tanya Aditya sambil menunjuk pintu kamar ibunya.


"Tidak, aku sengaja tidak melakukannya" Jawab Dion


Aditya mengangguk dan melanjutkan langkahnya, lalu duduk di kursi kayu depan rumahnya tepat dibawah pohon mangga.


Aditya melihat rumah peninggalan ibu dan neneknya kini semakin berubah dan nampak lebih modern, namun di lubuk hatinya paling dalam bahkan bukan kebahagiaan yang dia dapatkan tapi rasa sakit yang sulit dia artikan.


"Maafkan aku bu, nek." Gumam Aditya


Dion menghampiri Aditya dengan membawa 2 kaleng minuman dingin ditangannya. Dia duduk disebelah Aditya dan memberikan sekaleng minuman itu.


"Tidak balik kerja? Kemana istrimu dia tidak ikut?" Tanya Dion pada Aditya sambil meneguk minuman kaleng yang dipegangnya.


"Setelah ini"


"Entah, saya tidak tau dia ada dimana sekarang" Sambung Aditya


"Bagaimana mungkin? Dia istrimu, kemanapun dia pergi kamu pasti tahu"


"Kenyataannya saya tidak tau, karena dia tidak menghubungi saya sama sekali." Kata Aditya sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati mobilnya.


"Mau kembali sekarang?" Tanya Dion sedikit berteriak.


"Iya" Jawab Aditya singkat.


Mobil Aditya meninggalkan halaman rumahnya, Dion hanya menghela nafas pelan sambil terus menatap mobil sahabatnya itu.


*Hidupmu lebih berat dari pada aku Dit, bahkan setelah sebesar ini kamu baru tahu jika punya ayah dan saudara* Batin Dion.


......................


"Selamat siang pak" Sapa satpam depan gedung kantor pak Gunawan pada Aditya.


"Siang" Jawab Aditya dengan senyum tipisnya.


Saat hendak masuk ke dalam lift langkahnya terhenti melihat bayangan seorang wanita yang terpantul dari pintu lift.


Aditya membalikkan badannya dan melihat seorang wanita yang tidak pernah dia temui sebelumnya, bahkan salah satu karyawan bagian resepsionis berlari ke arahnya.

__ADS_1


"Selamat siang, apa kamu Aditya?" Tanya wanita itu.


Aditya yang masih bingung siapa wanita itu tidak langsung menjawab pertanyaan wanita itu dan malah bertanya pada karyawan yang berdiri di belakang wanita itu.


"Ada apa?" Tanya Aditya dengan ketus melihat ke arah Karyawannya.


"Maaf pak, nona ini memaksa untuk menemui anda. Saya sudah memberi tahu jika anda tidak ada ditempat namun beliau masih saja bersikeras menunggu anda" Jawab Karyawan kantor.


"Ada perlu apa anda mencari saya?" Tanya Aditya pada wanita yang ada didepannya.


"Ada beberapa hal yang harus aku bicarakan denganmu" Jawab wanita itu


"Maaf, saya sedang sibuk" Kata Aditya sambil memberi isyarat pada karyawannya untuk menyuruh wanita itu pergi, lalu dia membalikkan badan dan menaiki lift.


Wanita itu berusaha mengikuti Aditya namun langkahnya terhenti saat karyawan yang tepat dibelakangnya memanggil satpam. Tidak mau dirinya dipermalukan wanita itu langsung pergi meninggalkan kantor pak Gunawan.


-Di ruangan Aditya-


Aditya melepas jas yang dikenakannya dan meletakkannya di sandaran kursi. Matanya melihat ke arah luar jendela kantor yang memiliki pemandangan gedung-gedung yang tidak kalah tinggi dari kantor tempatnya bekerja.


Tangan Aditya merogoh saku celananya, tangannya sibuk menekan nomer istrinya. Sudah beberapa kali Aditya menelepon istrinya. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari Keysa. Hingga membuatnya sedikit kesal dan melempar ponselnya ke atas kursi panjang yang ada di ruangannya.


Untuk meredakan kekesalannya Aditya membuka beberapa dokumen yang ada di meja, dan membaca isi dokumen itu untuk melihat ada kesalahan atau tidak dalam dokumen itu sebelum dia tanda tangani.


Jam menunjukkan pukul 16.43, Aditya merapikan berkas-berkas yang sudah dia tanda tangani. Dan berdiri dari duduknya, lalu berjalan mendekati kursi panjang tempatnya melempar ponselnya. Tangan Aditya meraih ponselnya dan melihat ada notifikasi dari orang yang dia khawatirkan dari tadi.


Isi pesan dari Keysa


_ _ _ _


"Ada apa Dit? Maaf baru bisa balas,


aku tadi jalan-jalan sama Zahwa dan Tia"


_ _ _ _


Tanpa menunggu lama Aditya langsung menghubungi istrinya itu, lagi-lagi Keysa tidak menjawab panggilan Aditya.


Aditya mencoba menghubunginya lagi, dan kali ini Keysa menjawab panggilannya.


_______


"Ada apa Dit?" (Suara orang bangun tidur)


^^^"Kamu baru bangun tidur? Sudah^^^


^^^di rumah?"^^^


"Iya"


Auww Hm


^^^"Kenapa? Ada apa?"^^^


"Tidak apa-apa, kepalaku


hanya masih pusing"


^^^"Perlu ke dokter?"^^^


"Tidak perlu, kamu akan


menjemput ku kapan?"


^^^"Nanti sekitar jam 22.00, setelah^^^


^^^pekerjaan saya selesai"^^^


"Oke, aku akan menunggu"


^^^"Jika mau kemana-mana hubungi^^^

__ADS_1


^^^saya, jangan membuat saya khawatir"^^^


"Iya maaf"


^^^"Yasudah istirahatlah, saya tutup^^^


^^^teleponnya"^^^


_ _ _ _


(Panggilan terputus)


Aditya meraih jasnya dan memakainya, setelah membereskan berkas dan memasukkannya pada tas. Aditya berjalan keluar ruangannya dengan langkah yang sedikit cepat, bahkan dia tidak menghiraukan beberapa karyawan yang menyapanya. Hingga membuat para karyawan merasa bingung dengan sikap atasannya itu.


-Di rumah Aditya-


"Sudah pulang?" Tanya Dion


"Iya, bagaimana apa malam ini bisa selesai?"


"Tenang saja, pegawai ku ahli dan aku sudah menambah jumlahnya agar cepat selesai. Cat di dinding dalam rumah juga sudah mulai mengering tinggal merapikan bagian luar dan menata furniture nya"


"Kerja bagus, saya percaya dengan kerjamu."


Aditya dan Dion berkeliling melihat perubahan rumah Aditya, dalam hati Aditya berharap Keysa akan merasa nyaman tinggal di rumahnya.


-Pukul 21.56-


Setelah membersihkan diri, Aditya melihat kembali akte kelahiran serta kartu keluarga yang dia temukan di kamar neneknya.


*Aku harap bisa menemukan kalian secepatnya* batin Aditya


"Dit, sudah hampir selesai. Kamu bisa menjemput Keysa sekarang, akan tepat waktu ini semua selesai kamu dan Keysa datang"


"Kamu sudah makan?" Tanya Aditya pada Dion


Dion menggelengkan kepalanya, tanpa menjawab.


"Kita cari makan dulu, hari ini kamu sudah bekerja tanpa henti" Kata Aditya sambil menyimpan kembali berkas ditangannya dan berjalan menuju mobilnya.


Dion mengikuti langkah Aditya dan masuk ke dalam mobil Aditya.


"Apa Keysa tidak marah jika menunggu lama?" Tanya Dion


"Tidak"


Setelah hampir sejam Aditya dan Dion keluar mencari makan, saat mereka kembali ke rumah semuanya sudah selesai. Bahkan para pegawai Dion sudah mulai beristirahat, Dion keluar dari mobil Aditya dan mengobrol sebentar dengan para pegawainya serta memberikan amplop coklat berisi upah mereka.


"Terima kasih pak Dion, pak Aditya. Kami permisi dulu" Ucap mereka bersamaan.


Saat para pegawai Dion meninggalkan halaman rumah Aditya, tanpa disadari Aditya memukul pelan pundak Dion hingga membuat Dion terkejut.


"Bos yang baik" Kata Aditya sambil tersenyum


"Terima kasih sudah membantu saya, sekarang kamu pulang lah dan istirahat. Saya akan menjemput Keysa" Sambung Aditya


"Santai bro, seperti dengan siapa saja kamu ini. Aku pamit dulu ya, semoga Keysa suka." Sahut Dion sambil sedikit berlari meninggalkan Aditya.


*Aku harap dia suka tinggal disini* Batin Aditya


Aditya mengendarai mobilnya menuju rumah pak Gunawan untuk menjemput istrinya.


.


.


.


.


Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian🤗❤

__ADS_1


Dan author ingin meminta maaf karena keterlambatan update chapter baru dikarenakan beberapa sebab yang tidak bisa author katakan🙏🏻🙏🏻


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤


__ADS_2