Janji M

Janji M
Cemburu


__ADS_3

.


.


.


.


"Bangun, kalau kamu tidak bangun akan saya tinggal"


"Hmm? Ada apa Dit? Aku masih ngantuk"


"Saya kasih waktu kamu buat bersiap-siap setengah jam, lebih dari itu saya pergi sendiri"


Keysa langsung meloncat dari tempat tidur dan berlari masuk kedalam kamar mandi.


Aditya hanya menggelengkan kepalanya, tangannya meraih ponsel yang tergeletak di atas meja.


Terlihat Aditya tengah sibuk mengobrol dengan seseorang yang berada dalam panggilan teleponnya, Keysa yang keluar kamar mandi melihat Aditya yang tengah mengobrol dengan asyik hanya diam dan mengambil pakaiannya didalam koper lalu kembali kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Tok...Tok...Tok...


"Keysa? Kenapa kamu lama sekali?!" Teriak Aditya dari luar kamar mandi


Keysa tidak menjawab dan langsung keluar dari kamar mandi.


Keysa meraih tasnya dan belajar keluar kamar tanpa menghiraukan Aditya, Aditya yang bingung dengan sikap Keysa hanya menurunkan sebelah alisnya lalu mengikuti langkah Keysa.


Selama di perjalanan Keysa hanya melihat ke luar jendela tanpa menghiraukan Aditya yang sesekali melihat kearahnya.


"Kamu kenapa?" Tanya Aditya melihat sikap Aneh Keysa


"Tidak ada apa-apa"


Belum sampai Aditya mengeluarkan kata-katanya lagi, ponsel Keysa berdering hingga membuatnya dan Keysa terkejut.


*Kenapa dia meneleponku saat seperti ini?* Batin Keysa


Tanpa menunggu lama Keysa mematikan ponselnya, dan kembali pada pandangan awalnya.


"Siapa? Kenapa tidak kamu angkat?"


"Bukan siapa-siapa tidak penting"


Aditya tidak lagi ingin bertanya pada keysa, bahkan Aditya tidak penasaran dengan siapa orang yang menghubungi istrinya. Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan cafe dengan interior yang sangat aesthetic.


"Senyum, jangan kamu tekuk terus wajahmu" Kata Aditya sambil keluar dari mobil


Keysa hanya memanyunkan bibirnya lalu mengikuti Aditya turun dari mobil, Aditya meraih tangan Keysa dan mengajaknya masuk cafe. Mata Aditya mencari kesemua sudut cafe itu, dan melihat Reyna bersama mamanya.


Reyna melambaikan tangannya pada Aditya, Aditya tersenyum tipis dan membawa Keysa menemui mereka berdua.


"Apa kabar bu?" Sapa Aditya pada Melati

__ADS_1


"Kabar baik, silahkan duduk"


Mereka berempat sibuk berbincang dengan seru hingga secara tidak sengaja tangan Reyna menumpahkan minuman dimeja hingga mengenai jas Aditya.


"Maaf Adi, aku tidak sengaja"


"Tidak apa-apa Reyn, nanti bisa saya bersihkan"


"Biar aku bersihkan" Jawab Reyna sambil membersihkan jas Aditya menggunakan tissue.


Keysa hanya melihat kearah mereka berdua dengan tatapan datar, Keysa hanya melihat kearah Reyna dan Aditya yang sibuk membersihkan jas Aditya yang terkena tumpahan minuman.


***


Hampir sejam mereka mengobrol, hingga ada satu hal yang membuat Aditya terkejut dan terlihat jelas perubahan e ekspresinya.


"Apa ini?" Tanya Aditya dengan tatapan tajam sambil mendorong kertas undangan di atas meja ke arah Reyna


"Di, aku tau kalau kamu bakal tidak setuju. Tapi aku dan mama tidak ada pilihan lagi, dan sekarang Ivan sudah berubah. Aku harap kamu mau memaafkan kesalahannya selama ini"


Uhuk...


Keysa tersedak mendengar penjelasan Reyna, hingga Aditya menoleh ke arah istrinya itu.


"Pelan-pelan, ada apa?" Tanya Aditya


"Reyna apa kamu yakin mau menikah dengan Ivan? Kenapa?" Tanya Keysa pada Reyna


"Ibu mengerti Aditya, tapi ini sudah jalan takdir ibu dan Reyna tidak bisa berbuat apa-apa. Ibu minta tolong sama kamu, mengertilah keadaan ibu dan Reyna"


Aditya hanya diam tanpa merespon ucapan Reyna dan Melati, Keysa meminta izin ke toilet setelah memahami suasana yang benar-benar memanas. Melihat suaminya hanya diam dengan tatapan tajam dan ingin memakan seseorang.


"Saya tanya sekali lagi, kamu yakin dengan keputusanmu?"


Reyna hanya mengangguk pelan, Aditya paham arti ekspresi temannya itu. Aditya meminta izin pada bu Melati untuk berbicara dengan Reyna di luar cafe.


Aditya mengajak Reyna pergi ke taman yang dekat dengan cafe, Aditya meminta Reyna untuk duduk disebelahnya.


"Ada apa? Apa yang kamu tahan?"


"Aku tidak kenapa-kenapa Adi, kamu tenang saja"


Aditya sedikit menyerong kan tubuhnya agar bisa melihat Reyna, Reyna hanya senyum tipis dengan wajah menahan air mata.


"Reyn, saya paham kamu seperti apa. Saya hanya ingin kamu bilang pada saya apa yang terjadi"


Aditya menunggu jawaban Reyna, namun Reyna tidak berniat memberi jawaban apapun pada Aditya dan hanya menundukkan kepalanya.


Beberapa menit Aditya masih terus melihat ke arah Reyna yang menundukkan kepala, hingga pada akhirnya Reyna membuka suara.


"Di?" Kata Reyna dengan suara yang sangat terlihat menahan tangis


"Iya? Bilang saja, kamu seperti adik saya sendiri katakan apa membuatmu tertekan" Kata Aditya sambil mengelus pelan rambut Reyna

__ADS_1


Tangisan Reyna pecah, bahkan bibirnya tidak mampu lagi untuk berkata-kata. Aditya yang paham dengan isi hati Reyna berusaha untuk menenangkannya.


"Jangan menangis, kamu bisa cerita pada saya"


Reyna mengusap air matanya dan melihat kearah temannya itu.


"Aku takut Di... Aku takut jika tidak ada yang mau menerimaku dengan keadaanku yang sudah tidak suci lagi, aku terpaksa mengiyakan permintaan Ivan. Aku yakin dia akan berubah"


Hati Aditya terasa teriris, entah harus bagaimana cara dia membantu Reyna.


"Jika seseorang laki-laki tulus mencintaimu, mau bagaimanapun keadaanmu dia akan menerimamu dan tidak akan berpaling. Mengingat kamu adalah orang yang baik"


Reyna sedikit tersenyum dengan air mata masih mengalir, beberapa menit Reyna bertukar cerita dengan Aditya hingga dia merasa sedikit lega. Dan mengajak Aditya untuk kembali ke cafe, Keysa melihat ke arah Aditya dan Reyna yang datang berdua dengan mata Reyna yang masih bengkak.


"Reyna kenapa?" Tanya Keysa pada Aditya


"Dia hanya menceritakan sedikit masalahnya pada saya" Jawab Aditya sambil kembali duduk ditempatnya.


Mereka kembali melanjutkan perbincangannya dengan menyantap makan malam, hingga jam menunjukan pukul 22.21.


Melati mengakhiri pertemuannya dengan Keysa dan Aditya, lalu keluar dari cafe bersama.


"Ibu dan Reyna naik apa? Biar saya antar jika tidak membawa mobil"


"Ibu sama Reyna naik mobil, kalian istirahat saja, hati-hati kembali ke hotelnya. Terima kasih sudah mau menyempatkan waktu bertemu kami"


"Iya tante tidak apa-apa, kami senang bisa mengobrol dengan tante dan Reyna"


Aditya dan Keysa berpamitan pada Melati serta Reyna, Aditya menyuruh Keysa untuk masuk ke dalam mobil terlebih dahulu. Sedangkan Aditya masih menunggu mobil Reyna hingga pergi meninggalkan are cafe. Setelah mobil Reyna tidak terlihat lagi, Aditya kembali ke mobilnya dan melihat istrinya terlihat cemberut tanpa melihat ke arahnya.


"Kenapa lagi? Ngambek kenapa?" Tanya Aditya sambil memakai sabuk pengamannya.


Melihat Keysa tidak menjawab pertanyaannya, Aditya segera mendekatkan dirinya pada Keysa. Keysa terkejut dan menarik diri menjauh dari Aditya, wajah Keysa terlihat memerah membuat Aditya tersenyum tipis. Tangan Aditya mendekati wajah Keysa, dengan spontan Keysa memejamkan matanya. Namun beberapa detik Keysa tidak merasakan apapun.


Saat dia membuka matanya, ternyata tangan Aditya tengah meraih sabuk pengaman dan dipakaikan padanya.


Keysa menahan malunya dengan menutup wajahnya menggunakan tas, Aditya hanya terkekeh tanpa mengeluarkan suara.


*Begini rasanya jika tidak bisa marah padanya* Batin Keysa


.


.


.


.


Terus support author ya, author harap cerita ini dapat menghibur kalian🤗❤


Dan author ingin meminta maaf karena keterlambatan update chapter baru dikarenakan beberapa sebab yang tidak bisa author katakan🙏🏻🙏🏻


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2