Janji M

Janji M
Hal Tak Terduga 1


__ADS_3

.


.


.


.


Setelah lulus SMP mereka melanjutkan pendidikan SMA masih disekolah yang sama dengan suasana yang sama dan setelah mengikuti ujian beberapa kali, akhirnya mereka lulus sekolah menengah akhir . Dan fokus menuju ujian Universitas, Keysa yang banyak perubahan setelah kejadian 4 tahun yang lalu dengan Aditya membuat perubahan juga pada hubungannya dengan Aditya.


-Ujian masuk Universitas-


"Ayo semangat-semangat." Seru Dion


"Semoga kita bisa satu sekolah lagi ya." Sambung Reyna.


"Duh deg-deg an banget." Keluh Rosa


Aditya yang hanya mengangguk mendengarkan ucapan ketiga temannya.


-180 menit ujian dimulai-


"Soal nya susah-susah ya?" Rengek Dion


"Itu tanda kamu tidak belajar." Celetuk Rosa


"Kamu sih terlalu santai jadi orang, meremehkan ujian." Sambung Reyna


"Tenang ibu-ibu, gini-gini aku sudah berusaha sekuat tenaga." Jawab Dion yang membuat dua temannya itu ingin sekali memukul kepalanya.


Aditya yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis, belum sampai di gerbang utama gedung ujian. Langkah mereka terhenti karena Keysa melambaikan tangan ke arah mereka, mereka hanya saling menatap tidak dengan Aditya yang memandang lurus ke depan.


Kebingungan menyelimuti mereka, mereka melihat ke arah Aditya bersamaan yang terus santai berjalan ke depan dengan tatapan yang tidak menoleh kemana-mana.


"Adit, kenapa kamu lama sekali sih?" Tanya Keysa


Sontak membuat Dion, Reyna, dan Rosa terkejut. Ada apa dengan Aditya dan Keysa tidak seperti biasanya, batin mereka bertiga.


"Kenapa?" Tanya Aditya pada Keysa


"Papa mengajakmu ke rumah, ada yang ingin papa bicarakan denganmu. Kamu pulang bersamaku." Jelas Keysa dengan nada ramah ke Aditya


"Pulanglah, nanti saya ke sana sendiri." Sahut Aditya


"Ayolah Dit, kamu bisa pulang dengan gue kenapa harus menunggu nanti."


"Kamu tidak dengar ucapan saya?"


Kata-kata Aditya membuat Keysa terpaksa menurutinya, Aditya tidak sadar ketiga temannya memperhatikannya dari tadi.


"Adi... Sejak kapan Keysa lembut kepadamu?" Tanya Reyna


"Kenapa Keysa banyak berubah Dit?" Sambung Rosa


"Apa hubunganmu dengannya semakin membaik? Timpa Dion


Aditya hanya memandang Reyna dan melihat Dion dan Rosa, dia menghembuskan nafas berat. Sebenarnya Aditya enggan bercerita, melihat ketiga temannya yang super kepo itu membuatnya terpaksa bercerita.


"Aku melakukan kesalahan yang membuatku terjebak dalam hubungan ini." Jawab Aditya


Membuat ketiga temannya bertanya-tanya, dan semakin bingung dengan ucapan Aditya.


"Saya terpaksa menjalin hubungan dengannya." Sambung Aditya


Terlihat jelas ekspresi ketiga temannya terkejut dan tidak percaya, meraka tahu betul Aditya bukan orang yang mudah jatuh cinta bahkan dia tidak pernah tertarik dengan wanita. Dion, Rosa, dan Reyna hanya saling menatap, mereka tidak tau harus tertawa atau kasihan melihat Aditya.


"Dit kamu tidak bercanda kan?" Tanya Dion hati-hati


Aditya tanpa menjawab hanya menatap Dion, Dion faham arti tatapan Aditya.


"Sejak kapan kamu pacaran dengannya?" Tanya Rosa


"Kemarin." Jawab singkat Aditya


-Flashback on-


Pada hari minggu malam, Aditya dipanggil pak Gunawan ke rumahnya. Dalam hal ingin memberi selamat atas kelulusan Aditya dengan peringkat tertinggi dan ada hal yang perlu pak Gunawan katakan pada Aditya.


Setelah 30 menit perjalanan, Aditya sampai di rumah pak Gunawan. Aditya menuju ruang kerja pak Gunawan sesuai perintah pak Gunawan, Aditya dikejutkan dengan kehadiran Keysa disitu. Perasaannya mulai tidak enak dengan adanya Keysa.


Pak Gunawan menyuruhnya untuk duduk, setelah beberapa detik dia mematung.


"Duduklah Dit." Pinta pak Gunawan


"Selamat atas kelulusan mu, bapak bangga dengan hasil pencapaian mu. Kini saya semakin yakin kamu adalah orang yang tepat untuk perusahaan saya." Jelas pak Gunawan


"Terima kasih pak." Jawab singkat Aditya


"Dan saya ingin meminta suatu hal padamu, saya yakin kamu bisa meneruskan perusahaan saya nantinya. Hal ini saya katakan bukan karena paksaan dari Keysa tapi saya yakin bahwa kamu bisa menjaganya. Di umur saya yang semakin tua, saya tidak bisa lagi menjaga Keysa seperti dulu. Saya butuh kamu untuk menjaganya."


"Saya tidak faham dengan ucapan bapak."


"Kamu bisa bicarakan dengan Keysa, saya hanya berharap kamu bisa terus menjaganya."


Aditya semakin tidak faham dengan ucapan pak Gunawan, belum juga Aditya menjawab Keysa mengajaknya untuk berbicara di luar.


"Ada apa?" Tanya Aditya terlebih dahulu

__ADS_1


Keysa yang tahu bahwa mood Aditya tidak baik semenjak mengetahui ucapan papanya, Keysa berusaha menenangkannya. Dan pada akhirnya ditepis oleh Aditya, dia tidak suka bertele-tele.


"Katakan yang ingin kamu katakan."


"Begini, papa ingin kita pacaran. Papa ingin kamu menjadi suamiku di masa depan nanti." Jelas Keysa


Aditya yang mendengar ucapan Keysa terkejut, dia bingung harus bagaimana. Dia tidak bisa menolak permintaan pak Gunawan. Namun, dia juga tidak bisa memaksa dirinya menerima Keysa tidak dengan dasar suka. Lama Aditya berfikir, tapi tidak menemui titik terang, dia sudah berhutang budi dengan pak Gunawan selama ini. Jika bukan karena beliau dia tidak akan sampai saat ini, dengan terpaksa Aditya mengambil keputusan yang akan membuat dirinya semakin kesulitan kedepannya.


Aditya tidak menjawab ucapan Keysa, dia kembali ke ruang kerja pak Gunawan untuk memastikan yang dibicarakan Keysa benar. Dengan berat hati menerima kenyataan itu, yang dibenarkan oleh pak Gunawan. Aditya pulang ke rumah dengan lemah dan tidak tau harus bagaimana.


*Mengapa jadi seperti ini, bisa gila aku. Bahkan diumur ku yang masih muda dan baru lulus SMA* batin Aditya


-Flashback off-


"Adi... Maaf sebelumnya tapi kita bingung harus bagaimana, disisi lain kita ingin tertawa disisi lain kita kasihan sama kamu." Sahut Reyna


"Sudahlah, tak perlu dipikirkan." Jawab Aditya


Terlihat jelas wajah Aditya yang penuh dengan masalah, Dion memberi ide pada Rosa dan Reyna. Mereka sibuk berbisik, dibelakang Aditya yang bejalan sendiri tanpa menghiraukan teman-temannya.


"Dit, hari minggu jadwal kamu kosong kan?" Tanya Rosa


"Iya." Jawab Aditya sambil menengok ke arah belakang


"Kita main ke rumahmu ya?" Sambung Reyna


"Ada apa?" Jawab Aditya


"Teman main ke rumah masih tanya alasannya? Sebenarnya kamu ini suka berteman sama kita atau hanya pura-pura." Celetuk Dion


"Main saja." Jawab Aditya singkat dan kembali berjalan meninggalkan ketiga temannya yang sedang kegirangan.


-Di rumah Aditya-


"Ingin rasanya aku kabur." Ucap Aditya dengan nada frustasi dan mengacak-acak rambutnya.


Dia terdiam dan mengingat sesuatu ada tempat yang harus dia datangi sebelum, ke rumah pak Gunawan nanti malam.


"Aku harus segera pergi sebelum tokonya tutup." Aditya bergegas pergi dan mencari angkot.


Saat angkot datang, seseorang menahan tangan Aditya yang hendak naik angkot. Aditya yang merasa tangannya ditahan, menengok kebelakang dan dilihatnya Keysa berdiri tepat dibelakangnya.


"Ada apa? Saya buru-buru." Kata Aditya


"Boleh gue ikut lo?" Tanya Keysa


Aditya yang tidak mau berdebat, mengiyakan ucapan Keysa. Dia khawatir Keysa akan protes saat naik angkot karena panas, diluar dugaan Aditya. Keysa hanya menahan diri dan berusaha mendinginkan dirinya dengan mengipas tangannya.


"Dipojok dingin, pindah lah." Perintah Aditya sambil menunjuk ke arah jendela pojok angkot.


Keysa nurut kata Aditya dan berpindah ke bagian pojok angkot, setibanya di depan pintu pasar. Aditya mengeluarkan beberapa lembar uang dan segera turun dari angkot.


Aditya berjalan sendiri tanpa menghiraukan Keysa, Keysa berusaha mengimbangi langkah Aditya. Tiba-tiba keseleo karena sepatu heelsnya yang licin, Aditya menangkap Keysa yang hampir terjatuh.


"Benar-benar merepotkan." Gumam Aditya pada Keysa


Aditya membiarkan Keysa memegang tangannya saat berjalan menyusuri pasar, hingga tiba didepan toko sepeda. Aditya menyuruh Keysa untuk duduk dan menunggunya, dia memilih sepeda yang terpasang di toko tersebut.


"Pak ini harganya berapa?" Tanya Aditya


"2.400.000 mas, kalau mau mau saya bisa kasih potongan harga sebesar 3%." Jelas penjual sepeda


"Baik saya ambil pak." Jawab Aditya sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari tasnya.


*Aku rasa tabunganku ini cukup untuk membeli sepeda dan handphone, bahkan masih lebih banyak* batin Aditya


Setelah membayar sepeda yang dibelinya Aditya mengajak Keysa untuk naik sepeda itu, dan membawanya ke toko handphone.


"Lo membeli sepeda? Kenapa lo tidak bilang papa, biar papa memberikanmu mobil atau motor?" Tanya Keysa


"Saya tidak mau hutang budi saya semakin banyak." Jawab Aditya


"Kalau bisa diam lah." Sambung Aditya


Setelah sampai didepan toko handphone Aditya masuk dan memilih beberapa pilihan handphone pengeluaran terbaru yang ditunjukan pelayan toko. Belum sampai Aditya memilih, Keysa langsung mengambil 1 tipe handphone dan memintanya untuk dibungkus. Aditya yang melihat hal itu marah dengan apa yang dilakukan Keysa.


"Saya sudah bilang kamu diam!" Nada Aditya tinggi namun sedikit dipelankan.


"Mbak saya pilih yang ini, berapa harganya?" Tanya Aditya kepada pelayan toko dengan menunjuk 1 tipe handphone


Pelayan toko yang bingung dengan pasangan didepannya pun menanyakan, handphone mana yang sebenarnya ingin dibeli.


"Saya ambil yang ini, sekalian dengan kartu SIM nya." Jawab Aditya


"4.020.000 mas." Kata pelayanan toko


Aditya membayar barang yang dibelinya dan keluar dari toko tanpa menunggu Keysa, Aditya berjalan terus dan meninggalkan sepedanya membuat Keysa bingung.


"Mau kemana dia? Masa dia mau biarin gue naik sepeda sendiri?" Tanya Keysa pada dirinya sendiri


Aditya terlihat memanggil taksi, dan taksi itu menuju ke arah Aditya.


"Pak tolong antar teman saya ke perum Bukit Indah jalan Mawar no.34" Jelas Aditya kepada supir taksi itu.


Aditya langsung menghampiri Keysa dan narik nya kedalam taksi.


"Dit, lo apa-apaan sih? Sama pacar lo sendiri kasar kayak gini." Kata Keysa sambil berusaha melepaskan cengkraman Aditya

__ADS_1


Dibukanya pintu taksi...


"Masuk!" Bentak Aditya


Keysa yang melihat amarah Aditya, hanya diam dan menuruti keinginan Aditya. Aditya mengisyaratkan kepada supir taksi untuk jalan.


*Apa sih Aditya itu jahat banget sama gue, gue kan pacarnya. Apa salahnya gue membantunya, lagian sampai kapan kamu akan bersikap dingin padaku Dit* Batin Keysa yang menahan air matanya.


Aditya yang melihat taksi yang dinaiki Keysa menjauh hanya menghela nafas.


"Maafin saya, saya tidak mau kamu bergantung pada saya." Kata Aditya yang berjalan mengambil sepedanya.


-Di Rumah Rosa-


"Ros, kamu mau jadiin aku apa sih?" Protes Reyna


"Kamu diam saja, pasti hasilnya bagus."


Drtt...drtt...drtt...


Ponsel Reyna berbunyi dilayar nya bertulisan nama "Mama". Reyna segera mengangkat telfon dari mamanya.


-Panggilan terhubung-


" Halo ma, ada apa?"


"Kamu dimana sayang?" Tanya mama Melati


"Aku di rumah Rosa, mama kenapa? Suara mama kelihatannya panik?"


"Nenek masuk ke rumah sakit sayang, jantungnya kambuh. Dan sekarang dalam kondisi kritis." Jawab mama Melati sambil terisak


"Kok bisa ma? Mama di rumah sakit mana? Biar aku ke sana sekarang."


"Rumah sakit Harapan Indah."


"Aku jalan ke sana sekarang, mama tenang dulu."


"Hati-hati sayang."


-Sambungan telfon terputus-


Rosa yang melihat wajah Reyna yang cemas dan sedih berusaha menenangkannya.


"Biar aku antar kamu ke rumah sakit." Kata Rosa sambil mengambil tas dan kunci mobilnya


"Makasih Ros." Jawab singkat Reyna


Rosa dan Reyna menuju ke rumah sakit, ditengah perjalanan ponsel Reyna berdering lagi. Kini nama dalam layar itu "Kak Ivan", Reyna segera mengangkat panggilan itu.


-Panggilan terhubung-


"Kak, maaf ya kita sepertinya tidak bisa bertemu hari ini. Nenek masuk rumah sakit, aku harus segera ke sana, aku minta maaf banget sama kakak." Jelas Reyna tanpa menunggu Ivan bertanya padanya


"Iya tidak apa-apa, kamu di mana? Aku akan menyusul mu kita ke rumah sakit bareng." Jawab Ivan


"Aku sekarang sudah di jalan diantar sama Rosa, kakak langsung saja ke rumah sakit Harapan Indah. Kita ketemu di sana."


"Oke, sekarang kamu tenang dulu. Aku berangkat, hati-hati di jalan."


"Baik kak."


-Sambungan telfon terputus-


Reyna meminta Rosa untuk sedikit mengebut agar mereka cepat sampai di rumah sakit, Rosa khawatir dengan Reyna yang terlihat sangat cemas dan ketakutan.


-Sesampainya di Rumah sakit-


"Ma, gimana kabar nenek? Dokter bilang apa?" Tanya Reyna bertubi-tubi setelah mendapati mamanya duduk didepan ruang ICU


"Dokter masih memberi penangan pada nenek, kita sama-sama berdoa saja biar nenek bisa melewati masa kritisnya." Jelas mama Melati


"Semoga nenek Kirana cepat sembuh tante." Ucap Rosa


"Terima kasih ya Rosa, kamu juga sudah mengantarkan Reyna kemari." Jawab mama Melati


Dari kejauhan terlihat Ivan yang berjalan sedikit cepat menuju kearah mereka bertiga.


"Maaf saya baru kemari, bagaimana kabar nenek?" Tanya ivan


"Nenek masih dalam perawatan dokter, kita hanya bisa berdoa semoga nenek cepat pulih dari masa kritisnya."


Setelah sekitar 2 jam mereka menunggu, akhirnya kabar baik datang. Dokter mengatakan bahwa nenek Kirana bisa melewati masa kritisnya dan sekarang hanya menunggu sampai beliau sadarkan diri dan akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap.


Reyna dan mama Melati yang merasa lega dengan berita tersebut, menghembuskan nafas lega. Rosa dan Ivan yang mendengar hal itu juga merasa lega, Rosa sudah waktunya untuk pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 8.30 malam.


"Tante, Reyna, Rosa pamit pulang dulu ya, sudah malam. Besok Rosa mampir kesini lagi." Pamit Rosa sambil mencium pundak tangan mama Melati


"Makasih ya Ros, maaf tante dan Reyna merepotkan mu." Jawab mama Melati dengan tersenyum.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, dan komen :)


__ADS_2