Janji M

Janji M
Dia siapa?


__ADS_3

.


.


.


.


"Bisa kita mulai sekarang?" Tanya penghulu dengan mengulurkan tangannya ke depan Adam.


Adam tersenyum dan meraih tangan penghulu bertanda siap memulai ijab kabul, penghulu mengucapkan kalimat ijab. Hingga saat Adam ingin mengulang ucapan penghulu, tiba-tiba...


"Berhenti!"


Semua orang yang akan menjadi saksi pernikahan Adam dan Keysa menoleh ke arah Aditya yang berdiri.


Dion dan Rosa tercengang saat melihat Aditya menggenggam tangan seorang wanita yang memaksa ingin lepas dari cengkeramannya dan hendak berlari menuju arah tempat ijab kabul.


Pak Gunawan dan Keysa yang melihat itu langsung bangkit dari duduknya, Adam terkejut ketika melihat wanita itu dihadapannya.


"Anda siapa? Sedang apa anda kemari?" Tanya Aditya pada wanita berparas cantik namun terlihat pucat dan lemas didepannya.


Seketika air mata wanita itu mengalir dari mata indahnya, serta menatap ke arah Aditya dengan tatapan tak berdaya.


"Anda tahu siapa laki-laki didepan sana?" Tanyanya dengan menunjuk ke arah Adam yang tercengang.


Belum sampai Aditya menjawab pertanyaan wanita itu, Adam sudah menghampiri mereka dan hendak meraih tangan wanita itu dari Aditya. Aditya yang merasa aneh dengan keberadaan wanita didepannya menghalangi Adam untuk menyentuhnya, wanita itu sekarang tepat dibelakang badan kekar Aditya. Sedangkan Aditya menatap ke arah Adam dengan tatapan yang sulit Adam pahami.


"Siapa wanita ini?" Tanya Aditya, membuat Adam diam seribu bahasa.


Aditya mendekatkan dirinya pada Adam, diikuti dengan langkah mundur menjaga jarak dari Aditya.


"Saya tanya siapa dia?!" Tanya Aditya kembali dengan penuh penekanan pada kata dia.


Adam masih diam tidak berniat menjawab pertanyaan Aditya.


Keysa dan pak Gunawan menghampiri ketiga orang yang sedang berdiri ditengah-tengah tempat acara. Pak Gunawan mengajak Adam beserta Aditya dan wanita tadi untuk berbicara di dalam resort, mata tajam Aditya masih terus menatap ke arah Adam.


*Kacau, kenapa dia bisa tahu aku disini* batin Adam


-Di dalam kamar resort-


Pak Gunawan duduk diam dengan tatapan mengintimidasi Adam dan Aditya, Aditya hanya memalingkan wajahnya melihat ke arah wanita tadi yang masih menangis.

__ADS_1


Merasakan jika Aditya melihatnya terus, wanita itu mengusap air matanya pelan dan berjalan mendekat ke arah pak Gunawan dan Keysa.


"Siapa kamu? Kenapa membuat masalah di hari pernikahan putri saya?"


Wanita itu melirik ke arah Adam, memperlihatkan wajah tegang yang tidak dapat dia atur.


"Saya hanya ingin suami saya kembali ke rumah, saya tidak mau jika cintanya dibagi dengan wanita lain"


Ucapan wanita itu membuat seisi ruangan tercengang termasuk Aditya, pak Gunawan menanyakan pada wanita itu kebenaran ucapannya. Dan beberapa bukti dikeluarkan dari tas wanita itu, buku nikah serta foto pernikahan Adam dan wanita itu beserta foto anak mereka.


Pak Gunawan berdiri dari duduknya dan memukul pipi kanan Adam, Keysa terduduk lemas di lantai air matanya mengalir dengan sendirinya.


Bruk...


"Papa!"


Keysa berteriak ketika melihat papanya terjatuh ke sofa dengan tangan memegang erat bagian jantung.


Aditya terkejut melihat pak Gunawan yang menahan sakit, Aditya memintanya untuk lebih tenang. Aditya melihat ke arah Adam yang ingin keluar dari ruangan itu dengan menarik tangan istrinya kasar.


Aditya beranjak mengikuti Adam, saat di luar ruangan dari jauh mata Aditya melihat Rosa dan Dion yang berjalan ke arah mereka.


"Bantu Keysa didalam biar saya urus laki-laki itu"


Dion dan Rosa hanya mengangguk mengiyakan ucapan Aditya yang dikuasai amarah.


Tangan Aditya sibuk memberikan beberapa kali pukulan pada Adam, hingga dia tidak mampu melawan Aditya.


Istri Adam berusaha menghalangi Aditya memukul Adam, hanya saja badannya yang lemas membuatnya terlempar hingga terjatuh.


Aditya menoleh ke arah istri Adam yang terjatuh, betapa terkejutnya melihat istri Adam tersungkur ke lantai dengan hidung yang sudah dipenuhi darah.


"Anda tidak apa-apa? Maafkan saya" Tanya Aditya dengan membantu istri Adam berdiri.


"Saya tidak apa-apa"


Istri Adam berlari mendekati Adam yang meringis kesakitan akibat pukulan dari Aditya. Aditya melihat perlakuan istri Adam pada suaminya itu dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang, bahkan darah yang terus mengalir dari hidungnya tidak dia hiraukan hingga mengotori kerudungnya.


"Kita pulang ya mas, nanti aku obati luka mas"


Aditya mendekat ke arah Adam dan istrinya, Aditya duduk jongkok disebelah kanan Adam. Istri Adam sibuk meminta ampun pada Aditya untuk tidak memukuli suaminya lagi.


Aditya menatap tajam Adam, dan menepuk pundak Adam pelan.

__ADS_1


"Harusnya anda bersyukur, betapa istri anda menyayangi anda. Kenapa anda melakukan ini dan melukai dua wanita yang tidak salah apapun?"


"Apa yang kamu tahu? Dia wanita yang penyakitan, selama bertahun-tahu aku lelah mengurusnya"


Raut wajah Aditya berubah seketika, matanya melirik kearah istri Adam yang terus meneteskan air mata dengan tangan yang sibuk membersihkan darah di pipi Adam.


"Apa anda buta?" Tanya Aditya sambil menatap kembali Adam


"Wanita seperti istri anda tidak akan anda temui di tempat lain, kalau anda benar seorang suami yang tahu kewajiban. Anda tidak akan seperti ini hanya karena dia sakit, disaat dia sakit dia mengkhawatirkan anda. Tapi mengapa anda tidak memiliki perasaan dan malah mencari kebahagiaan lain?" Sambung Aditya


Adam hanya diam mendengar ucapan Aditya, tangan Aditya merogoh sakunya dan mengeluarkan sapu tangan berwarna abu-abu. Diberikannya sapu tangan itu pada istri Adam, istri Adam hanya diam menatap ke arah tangan Aditya.


"Bersihkan darah anda, jangan sampai terus mengotori kerudung anda" Ucap Aditya


Istri Adam menerima sapu tangan Aditya dan membersihkan darah yang mengalir dari hidungnya. Adam hanya menatap istrinya, tangannya meraih wajah istrinya dengan halus.


"Maafkan aku, aku telah melukaimu selama ini. Aku benar-benar minta maaf, kamu selalu berusaha untukku tapi aku malah sibuk melukai hatimu"


Adam dan istrinya saling berpelukan dengan erat, Aditya tersenyum lega melihat hal itu. Dia berdiri dari duduknya diikuti dengan Adam dan istrinya.


Mereka bertiga kembali ke ruangan tadi untuk menemui pak Gunawan, terlihat pak Gunawan sedang terbaring lemah di atas ranjang disisi lain ruangan Keysa menangis dalam pelukan Rosa.


Mata Keysa melihat ke arah Adam dengan tatapan kecewa, Adam menghampiri Keysa untuk meminta maaf. Namun, niat baik Adam dibalas tamparan dari Keysa.


Adam meminta maaf pada pak Gunawan dan menjelaskan semuanya, pak Gunawan dapat menerima dengan baik penjelasan Adam. Rasa kecewa masih menyelimuti dirinya dan putri semata wayangnya.


Adam dan istrinya meninggalkan ruangan itu, Aditya menghampiri pak Gunawan yang masih terbaring lemah.


"Saya malu Dit, bagaimana bisa ini semua terjadi disaat hari pernikahan Keysa" Ucap pak Gunawan dengan lemah.


"Saya bisa bantu bapak apa? Saya akan membantu semampu saya"


Pak Gunawan mendongakkan kepalanya melihat wajah Aditya yang dipenuhi rasa khawatir.


"Dari awal saya percaya denganmu, kamu laki-laki yang baik. Saya ingin meminta tolong padamu untuk..."


.


.


.


.

__ADS_1


Terus support author ya, semoga apa yang author sajikan dapat menghibur kalian🤗❤


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤


__ADS_2