Janji M

Janji M
Tugas Luar Kota


__ADS_3

.


.


.


.


Tangan Aditya sibuk merapikan kemejanya didepan cermin, matanya melirik ke arah jam tangan yang melekat ditangan kanannya.


"Sudah jam 4.19, aku haru segera berangkat" Gumam Aditya dengan mengenakan jas berwarna abu-abunya


Aditya keluar dari kamarnya dengan membawa koper di tangan kanannya dan tas ransel di punggungnya.


"Yon?" Panggil Aditya, tangannya menggoyang-goyangkan tubuh Dion yang masih meringkuk di Sofa


"Yon!" Teriak Aditya


"Hmm?"


"Bangun!!"


Mendengar bentak kan Aditya, mata Dion seketika membuka dan tubuhnya langsung reflek terduduk.


"Dengarkan saya, tolong jaga rumah saya. Saya ada tugas ke kota B pagi ini, sekitar seminggu saya baru kembali" Kata Aditya memandang tajam Dion


"Apa... (Menguap) ada proyek?" Tanya Dion


"Iya, sekaligus ada meeting yang harus saya hadiri menggantikan pak Gunawan"


Dion hanya mengangguk, dan kembali merebahkan badannya sambil melihat ke arah Aditya yang berjalan membelakanginya.


"Saya berangkat dulu"


"Iya hati-hati, jangan lupa oleh-olehnya"


Saat Aditya menutup pintu rumahnya, kesadaran Dion baru kembali.


"Dia bilang apa tadi? Kota B?" Gumam Dion sambil mengingat kembali ucapan Aditya.


"Kalau benar, kenapa tidak sekalian menjenguk Reyna" Sambung Dion memejamkan matanya.


***


Aditya terlihat fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kota B, dia tidak perlu ke kantor mengingat semua berkas yang dibutuhkan sudah dia siapkan beberapa hari kemarin.


-1 setengah jam kemudian-


Drt...Drt...Drt...


Ponsel Aditya berdering, di layarnya terdapat nama Keysa. Aditya melirik ke arah ponselnya, membiarkannya tetap berdering.


Aditya terus melajukan mobilnya tanpa menghiraukan panggilan dari Keysa.


***


"Aditya ini kenapa sih? Susah banget buat dihubungi" Gumam Keysa


Keysa melemparkan ponselnya dan berdiri dari duduknya keluar kamar.


"Selamat pagi nona"


"Pagi, papa masih di kamarnya bi?"


"Masih nona, tuan belum juga keluar dari kamar"


Keysa mengangguk dan berjalan ke luar rumah untuk melakukan sedikit olahraga, sebelum bersiap untuk ke rumah sakit.


"Non, sarapan dulu" Panggil Bi Inah


"Iya bi" Sahut Keysa menyudahi olahraganya


-Di ruang makan-


"Pagi pa" Sapa Keysa sambil mencium pipi papanya


"Pagi, selesai olahraga?"


Keysa menjawab pertanyaan papanya dengan anggukan dan duduk di kuris depan papanya.


"Papa jadi keluar kota besok?"


"Tidak, Aditya yang menggantikan papa"


"Apa?! Aditya menggantikan papa?" Keysa tersedak mendengar ucapan papanya, mengenai Aditya yang menggantikan tugas papanya.


*Bagaimana bisa dia tidak memberitahuku jika menggantikan papa? Kalau dihitung dari hari dia berangkat sampai selesai menggantikan papa, sekitar seminggu dia di kota B* batin Keysa


"Iya, apa dia tidak memberitahumu?"


"Dia kemarin bilang hanya akan ke kota B"


Keysa menghentikan makannya, lalu berlari menuju kamarnya untuk bersiap berangkat ke rumah sakit tempatnya bekerja.


*Kenapa dia masih belum juga menghubungiku?* batin Keysa melihat ponselnya


Keysa mematikan ponselnya ke dalam tas, dia berjalan keluar kamar lalu berpamitan dengan papanya yang sedang duduk di ruang tamu.


Keysa melajukan mobilnya menuju rumah sakit, selama perjalan dia selalu melirik ke arah ponselnya yang sepi tanpa notifikasi.


*Dia benar-benar tidak ingin menghubungiku?* batin Keysa


***


-Pukul 10.45 di kota B-


Aditya keluar dari mobilnya dan memberikan kunci mobilnya kepada petugas parkir di hotel.


"Menguras tenaga juga perjalanan kemari" Gumam Aditya yang memasuki lobi hotel untuk check-in.


Setelah check-in, Aditya masuk ke kamar yang akan dibuatnya istirahat beberapa hari kedepannya.


Aditya meletakkan tas dan kopernya, Aditya melirik ke arah ponselnya di atas meja.


Beberapa detik pandangannya masih ke arah ponsel, lalu dia melihat ke arah tas ranselnya dan mengecek beberapa berkas untuk dibawanya ke tempat proyek.


Setelah selesai mengecek beberapa berkas, Aditya membawa tas ranselnya dan meraih ponselnya di atas meja yang langsung dia masukkan ke dalam saku.


"Masih ada waktu 1 jam, aku cari makan dulu sebelum ke proyek" Sambil melirik ke arah jam tangannya dan berjalan keluar dari kamar.


***


Mobil Aditya berhenti di sebuah rumah makan padang dekat dengan tempat proyek yang akan dia kunjungi.


"Bu, 1 porsi nasi padang dan teh hangat"


"Baik mas"


Aditya duduk di meja dekat jendela yang mengarah ke jalan raya depan rumah makan.


Drt...Drt...Drt...


Ponsel Aditya berbunyi lagi, Aditya meraih ponselnya dari dalam saku dan melihat siapa yang meneleponnya.


Dalam layar ponsel Aditya terlihat nama Keysa, Aditya menghela nafas pelan. Dan menghentikan makannya.


(Panggilan terhubung)


_______


"Aditya?"


^^^"Apa apa?"^^^


"Kenapa kamu tidak menjawab teleponku


tadi? Papa bilang kamu menggantikan


tugasnya di kota B, tapi kenapa kamu

__ADS_1


tidak bilang padaku? Bahkan dari tadi


aku menghubungimu, tidak kamu angkat"


^^^"Tadi saya masih di jalan, waktu saya ^^^


^^^cuma sedikit. Hubungi lagi nanti"^^^


Tut...Tut...Tut...


________


(Panggilan terputus)


Aditya hanya menggelengkan kepala, dan mematikan lagi layar ponselnya.


***


"Begitu tidak pentingnya gue di hidupmu, Dit" Gumam Keysa


Keysa mengaduk-aduk makanannya dan hanya melamun ke arah lain tanpa menghiraukan keadaan di sekitarnya.


Drt...Drt...Drt...


Saat ponselnya berbunyi, lamunan Keysa membuyar dan melihat dengan cepat ke arah ponselnya.


"Papa..."


(Panggilan terhubung)


_______


^^^"Ada apa, pa?"^^^


"Jadwal di rumah sakit padat?"


^^^"Tidak, nanti pukul 15.00 aku sudah bisa pulang. Ada apa pa?"^^^


"Papa mau kamu menyusul Aditya ke kota B


nanti malam, biar pak Iwan yang mengantarmu"


^^^"Mana bisa pa? Aku tidak bisa meninggalkan kerjaan ku"^^^


"Nanti papa yang akan minta izin ke


Dr. Herman, kepala rumah sakit mu"


"Papa mau kamu mengawasi calon


suamimu, jangan sampai dia


macam-macam. mengingat sampai detik ini


dia juga tidak segera menikahi mu"


^^^"Baiklah pa"^^^


"Setelah selesai segeralah pulang"


______


(Panggilan terputus)


Keysa mematikan layar ponselnya, dan berdiri dari duduknya. Saat langkahnya hendak menjauhi meja, ada sepasang kaki yang berdiri dihadapannya.


Keysa mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang ada dihadapannya.


"Keysa?"


"Adam?"


"Aku kira salah orang ternyata benar kamu, apa kabar?"


"Kapan baik, kabarmu?"


"Seperti yang kamu lihat"


"Boleh aku minta nomer mu?"


"Boleh"


Keysa memberikan nomer teleponnya pada Adam (Adam merupakan mantan terindah Keysa, saat sebelum dia menyukai Aditya).


"Yasudah, aku kembali dulu ya. Lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi"


Adam melihat ke arah Keysa tanpa memalingkan wajahnya.


*Semakin lama, dia semakin cantik. Beruntung laki-laki yang memilikimu sekarang, Keys.* batin Adam


***


Aditya tengah sibuk melihat proyek kantornya, bahkan ponselnya beberapa kali berdering tidak dia hiraukan.


"Kalau begitu saya permisi, terima kasih atas kunjungan anda pak manager"


"Sama-sama"


Mata Aditya tertuju pada seorang anak kecil yang sedang sibuk membongkar-bongkar tempat sampah didekat pintu masuk proyek, Aditya mendekati anak itu dan meraih tangannya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Aditya dengan menarik anak itu menjauh dari tempah sampah.


"Maaf pak, maafin saya. Saya hanya mencari barang bekas"


"Kemari lah"


Aditya mengajak anak itu duduk di kursi dibawah pohon, mata Aditya memperhatikan anak itu dengan seksama.


*Melihatnya seperti ini, aku teringat waktu dulu masih bekerja keras demi bisa makan* batin Aditya


"Kamu sudah makan?" Tanya Aditya


"Belum pak"


"Tunggulah disini dan saya segera kembali"


Aditya berjalan meninggalkan anak itu, lalu terlihat menyebrangi jalan depan tempat proyek.


Langkah Aditya menuju ke mini market sebrang jalan, dan masuk ke mini market tersebut. Tidak lama Aditya keluar dengan membawa sekantong plastik hitam ditangannya.


Aditya sedikit berlari ke arah anak kecil yang menunggunya, dan duduk disebelah anak itu.


"Makan dulu" Kata Aditya sambil memberikan sekantong plastik hitam ditangannya


"Te..terima kasih pak, bapak sangat baik. Saya belum makan 2 hari ini"


Aditya tersenyum dan mengelus pelan kepala anak itu, Aditya melihat anak itu makan roti dengan lahap.


Hati Aditya menjadi senang dan lega, bisa membuat anak itu tidak merasakan lapar di perutnya.


"Saya harus kembali bekerja, makanlah terlebih dahulu disini" Kata Aditya berdiri dari duduknya


"Iya pak, makasih banyak atas makannya" Sahut anak itu sambil mulut penuh makanan.


Aditya tersenyum dan meninggalkan anak itu.


-3 jam kemudian-


Aditya ingin kembali ke hotel, saat tangannya meraih pegangan pintu mobil. Mata Aditya melihat ke arah anak kecil tadi yang masih duduk di kursi bawah pohon.


"Kenapa dia masih disitu?" Gumam Aditya yang mendekati anak itu


"Pak..." Panggil seseorang dari arah belakang Aditya


Aditya membalikkan badannya dan melihat ke arah rekan kerjanya.


"Iya, ada apa?"


"Beberapa material besok akan dikirimkan sesuai pesanan dan untuk biaya pembeliannya sudah kami diskusikan dengan sekertaris bapak, saya hanya ingin mengkonfirmasikan masalah itu pak."

__ADS_1


"Oke, saya harap semua berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan sampai proyek kantor cabang ini selesai. Terima kasih atas kerja keras anda" Jawab Aditya sambil berjabat tangan dengan rekan kerjanya


Saat Aditya hendak membalikkan badan dan menghampiri anak itu, tiba-tiba anak itu sudah ada dibelakang Aditya dengan mengangkat kantong plastik yang dia pegang.


Aditya bingung tidak mengerti maksud anak itu, dan hanya memiringkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Aditya


"Uang bapak ada didalam kantong plastik ini, saya mau mengembalikkan nya"


Aditya tersenyum dan duduk jongkok didepan anak itu dengan tangan memegangi bahunya.


"Itu uang kamu, saya memberikan padamu berharap kamu tidak menahan lapar lagi kedepannya. Gunakan uang itu sebaik mungkin, bisa?"


"Bisa pak, makasih banyak ya pak" Jawab anak itu dengan gembira dan senyum lebar diwajahnya.


Aditya mengelus kepala anak itu, dan dia berlalu pergi meninggalkan Aditya yang terus menatap ke arahnya.


"Sebelum kembali ke hotel, sekalian cari makan dulu" Gumam Aditya


Aditya melajukan mobilnya dan berhenti di warung lesehan pinggir jalan.


Setelah memesan makanan, Aditya mencari tempat duduk. Melihat begitu banyak sekali pelanggan dan hampir semua tempat duduk terisi, ada salah kursi kosong didepan wanita berbaju coklat muda.


Aditya menghampiri meja itu, saat hendak meminta izin duduk di kursi kosong depan wanita itu. Wanita itu sudah menoleh ke arah Aditya terlebih dahulu.


"Adi?"


"Reyna?"


"Kamu ngapain disini? Sama siapa? Keysa mana?"


"Saya sendirian, ada pekerjaan disini"


Aditya duduk di kursi kosong depan Reyna dan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku.


"Apa kabar Di? Lama aku tidak melihatmu, bagaimana kabar Dion dan Rosa?"


"Seperti yang kamu lihat, mereka baik"


Reyna mengeluarkan ponselnya dan terlihat mengetikkan sesuatu pada layar ponselnya. Reyna mengarahkan layar ponselnya yang sudah terhubung videocall dengan Rosa dan Dion ke arah Aditya.


Aditya sempat terkejut karena Reyna menyodorkan ponselnya ke depan wajahnya.


(Videocall)


_____


D: "Hai Aditya, aku rindu padamu"


^^^A: "Jangan menjijikan" ^^^


R: "Kenapa kalian bisa bertemu? Aku ingin menyusul kalian"


^^^R: "Kami bertemu secara tidak sengaja"^^^


.......


.......


.......


.......


...(Obrolan mereka berlangsung hingga lama, hingga Aditya dan Reyna sudah menyelesaikan makannya)...


_______


(Panggilan terputus)


"Mau langsung balik hotel?" Tanya Reyna pada Aditya yang sudah berdiri dari duduknya


"Iya"


"Kita jalan-jalan dulu, mumpung kamu disini"


Aditya mengangguk pelan dan berjalan mendahului Reyna yang masih duduk.


Aditya menunggu Reyna yang masih ada di dalam warung, di samping mobilnya.


Aditya tidak sadar jika sudah banyak notifikasi di ponselnya termasuk dari Keysa.


Aditya menyuruh Reyna masuk ke dalam mobilnya dan berkeliling kota B beberapa waktu hingga menunjukan pukul 22.12.


Setelah melihat jam tangannya menunjukan hari semakin malam, Aditya mengantarkan Reyna sampai di apartemennya. Mengingat besok dia masih ada beberapa jadwal pekerjaan yang menunggunya.


"Makasih ya Di, aku harap kamu tidak bosan mentraktirku makan" Kata Reyna sambil melambaikan tangan ke arah Aditya dan melepas sabuk pengamannya.


"Sama-sama, cepat turun. Sudah malam"


Reyna memanyunkan bibirnya dan bergumam kesal melihat tingkah dingin Aditya.


"Hati-hati di jalan, sekali lagi makasih Adi" Teriak Reyna sembari keluar dari mobil Aditya


Reyna berdiri didepan pintu mobil Aditya yang sudah tertutup, Aditya melihatnya dengan tatapan bingung.


"Kenapa tidak masuk?" Tanya Aditya setelah membuka kaca pintu mobilnya sambil melihat ke arah Reyna.


"Aku menunggumu pergi, kenapa kamu malah diam?" Reyna bertanya balik pada Aditya yang diam melihat ke arahnya.


"Mana mungkin saya membiarkanmu di luar sendiri, cepatlah masuk!"


Reyna yang mendengar nada tinggi dari Aditya langsung berbalik badan dan lari masuk ke gedung apartemennya tanpa melihat ke arah Aditya lagi.


Aditya hanya menggelengkan kepala dan menjalankan mobilnya.


***


Saat sampai di hotel, dan memasuki lobi hotel. Aditya dikejutkan dengan kehadiran Keysa yang sedang menunggunya di sofa lobi hotel.


Keysa sadar akan kedatangan Aditya, dia langsung berdiri dan menghampiri Aditya yang berdiri mematung.


"Dit, kenapa kamu tidak menjawab teleponku? Aku sudah menghubungimu dari tadi, kamu habis dari mana?"


"Kenapa anda disini? Sudah dari tadi?"


"Kenapa kamu malah kembali tanya padaku, aku kesini karena ingin bertemu denganmu. Kenapa kamu tidak menjawab teleponku?"


Aditya tidak menghiraukan ucapan Keysa, matanya melirik ke arah koper Keysa.


"Anda belum memesan kamar?"


"Belum, semua kamar disini sudah penuh. Aku menunggumu, dan menghubungimu untuk membantuku mencarikan kamar hotel tapi kamu tidak menjawab panggilanku"


Aditya tampak berpikir, di daerah tempatnya menginap hanya ada hotel yang dia tempati. Aditya tidak bisa meninggalkan Keysa tengah malam sendirian di luar kota seperti ini.


Aditya meraih koper Keysa, dan membawanya memasuki lift. Keysa terkejut, dan sontak mengikuti Aditya.


"Mau membawa koperku kemana?"


"Sementara anda bisa tidur di kamar saya, nanti saya bisa cari penginapan lain. Maaf sudah bikin anda menunggu"


"Lagian ponselmu kenapa? Seharian ini aku menghubungimu Dit"


Aditya hanya diam tidak menjawab, lift menunjukan lantai 12. Aditya berjalan keluar diikuti dengan Keysa, Aditya meraih sakunya dan mencari kunci masuk kamarnya.


Clek...


"Masuklah" Kata Aditya sambil menyalakan lampu dekat pintu masuk


.


.


.


.


Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤


__ADS_2