
.
.
.
.
"Dari awal saya percaya denganmu, kamu laki-laki yang baik. Saya ingin meminta tolong padamu untuk menikahi Keysa"
Aditya melotot, bahkan suaranya tertahan dalam tenggorokannya. Dia tidak tahu harus senang atau sedih menerima kenyataan ini, bahkan dia tidak tahu Keysa akan menyukai keputusan pak Gunawan atau tidak.
"Aditya? Bagaimana?"
Dion menepuk pelan pundak Aditya dan tersenyum ke arahnya, tatapan mata Aditya mewakili pertanyaan terima atau tidak. Dion mengangguk pelan, menyakinkan Aditya.
Mata Aditya menatap ke arah pak Gunawan dengan lekat, senyum menghiasi bibirnya serta mengiyakan permintaan pak Gunawan.
Pak Gunawan berusaha berdiri dari posisinya dibantu Aditya, pak Gunawan menyuruh Aditya untuk bersiap di ruangan lain sedangkan Keysa diajak Rosa kembali ke tempat pernikahannya walaupun dia sudah beberapa kali tidak mau dan terus kekeh tidak mau.
Pak Gunawan membujuk Keysa untuk ikut bersama Rosa, dan mau mengikuti permintaan papanya dengan waktu yang cukup lama untuk berdebat dengan papanya. Bahkan Keysa tidak tahu apa yang akan mereka lakukan padanya.
"Papa keluar dulu, setelah merapikan pakaian dan riasan mu cepatlah keluar"
***
Pak Gunawan tersenyum hangat pada Aditya yang sudah siap mengucapkan ijab kabul didepan penghulu.
Pengucapan ijab kabul dimulai dengan lancar tanpa pengulangan.
"Sah?" Tanya penghulu
"Sah"
Mata Keysa melebar, betapa terkejutnya mendengar Aditya mengucapkan ijab kabul dengan menyebut namanya.
Pak Gunawan yang sadar akan kedatangan Keysa menjemputnya, tangan lembut Keysa diraih oleh pak Gunawan lalu diberikan pada Aditya.
Setelah bertukar cincin nikah serta menerima buku nikah, Aditya dan Keysa melakukan foto bersama.
"Selamat ya Dit" Kata Dion dan Rosa
Aditya hanya mengangguk pelan, matanya melihat ke arah Keysa yang menunduk sedih. Aditya mengerti jika sekarang hati wanita yang beberapa menit lalu sah menjadi istrinya bukan untuknya lagi, walau bagaimanapun statusnya sekarang adalah seorang suami yang memiliki tanggung jawab atas Keysa.
"Jangan terlihat murung, kasihan papamu"
Keysa mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Aditya, mata mereka saling bertemu hingga beberapa detik lamanya.
"Dit, dapat ucapan selamat dari Reyna. Dia marah kamu nikah tanpa mengundangnya" Kata Rosa
"Nanti saya akan menghubunginya sekalian memberitahu ibu Melati"
Acara pernikahan Keysa dan Aditya berjalan dengan baik dan lancar, hingga jam menunjukan pukul 22.52.
Keysa terduduk ditepi ranjang di salah satu kamar resort yang sengaja pak Gunawan siapkan untuknya dan Adam, namun batal dan kini dia tempati dengan Aditya.
Langkah Aditya terhenti didepan pintu melihat istrinya melamun memandangi pantai diluar jendela.
"Apa kamu sudah mandi?"
Reflek mendengar pertanyaan Aditya, Keysa langsung menoleh ke arahnya. Kepalanya hanya menggeleng menjawab pertanyaan Aditya. Langkah Aditya mendekati Keysa dan duduk disebelah Keysa, dengan mata melihat ke arah luar jendela untuk beberapa detik dia hanya diam.
"Saya tahu jika kamu merasa sangat sedih dan kecewa, tapi saya harap kedepannya kamu mau menerima kenyataan. Mandilah lalu istirahat, saya keluar dulu" Kata Aditya yang berdiri dari duduknya
"Hmm tunggu"
"Ada apa?"
__ADS_1
"Apa kamu akan kembali kemari nanti?"
"Iya, saya tidak bisa meninggalkan istri saya sendirian"
Wajah Keysa memerah mendengar ucapan Aditya, matanya hanya mampu melihat ke arah Aditya yang pergi keluar kamar.
***
Aditya menghampiri Dion dan Rosa yang tengah duduk santai di kursi dekat dengan pantai.
"Balik saja besok, sekarang sudah malam istirahatlah disini"
"Kaget aku Dit, kenapa disini?"
Aditya duduk di samping Dion dan mengeluarkan ponselnya.
Dion dan Rosa hanya menatap ke arah Aditya bingung tanpa tahu apa yang membuatnya keluar dan menemui mereka.
(Dalam panggilan)
______
"Aditya!! Tega sekali kamu nikah tanpa
mengundangku atau mama!"
^^^"Maafkan saya, semua diluar dugaan saya"^^^
"Iya aku tahu, Rosa sudah memberitahuku.
Mama ingin berbicara padamu"
^^^"Iya"^^^
"Aditya?"
"Kabar saya baik, tidak nyangka kamu
sudah menikah. Jadi suami yang baik
ya nak"
^^^"Iya bu terima kasih, maafkan saya^^^
^^^tidak memberi tahu anda kalau saya akan menikah"^^^
"Tidak apa nak, saya tahu posisimu.
Apapun posisimu sekarang jangan
lupakan tanggung jawab mu sebagai
seorang suami."
^^^"Iya bu, saya akan berusaha"^^^
"Istirahatlah, lain waktu kalau saya ada
waktu akan main ke kota S"
^^^"Baik bu, ibu jaga diri baik-baik di sana"^^^
"Kalau begitu saya tutup ya, titip salam
buat istrimu"
^^^"Nanti saya sampaikan bu"^^^
__ADS_1
"Halo halo Adi"
^^^"Ada apa? Saya haru istirahat, saya matikan teleponnya"^^^
"Wah benar-benar jahat sekali kam..."
_________
"Reyna?" Tanya Rosa dan Dion bersamaan
"Iya, kalian istirahat saja. Saya kembali ke kamar dulu"
"Semangat ya Aditya!" Teriak Dion membuatnya mendapat pukulan dari Aditya
Aditya membuka pintu kamar dan tidak melihat Keysa didalam kamar. Aditya masuk dan membuka pintu kaca yang mengarah menuju halaman dekat pantai, matanya masih tidak menemukan dimana istrinya berada.
Saat hendak ingin membalikkan badan, dirinya terkejut saat tangannya digenggam oleh seseorang dibelakangnya.
"Kamu dari mana?"
"Aku habis dari kamar papa, untuk melihat kondisi papa"
Aditya melihat kearah tangannya yang digenggam erat oleh Keysa, Keysa reflek melepaskan tangannya tersadar melihat sorot mata Aditya.
"Tidurlah dulu, saya mau mandi"
Aditya berjalan meninggalkan Keysa yang masih diam, hampir setengah jam Aditya didalam kamar mandi. Keysa hanya menatap ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat, matanya tidak bisa terpejam. Mengingat sekarang malam pertamanya dengan Aditya.
"Apa yang akan dia lakukan padaku nanti?" Gumam Keysa menarik selimutnya hingga ke atas kepala.
Kriet...
Dari balik pintu kamar mandi, Aditya keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya.
Keysa yang melihat hal itu terkejut dan berteriak, hingga membuat Aditya tersentak lalu membalikkan badan.
"Kenapa kamu tidak pakai baju?!"
"Saya kira kamu sudah tidur" Jawab Aditya santai sambil memakai kaos
Aditya masih santai memakai pakaiannya tanpa menghiraukan Keysa yang terus berteriak memintanya memakai pakaian di dalam kamar mandi.
Setelah selesai mengenakan pakaian, Aditya berjalan ke arah ranjang dan mendekatkan dirinya pada Keysa. Wajah Keysa lagi-lagi memerah melihat perilaku Aditya, tangan Aditya menarik selimut yang dikenakan Keysa dengan kasar hingga Keysa terkejut dibuatnya.
Aditya melihat badan Keysa dari ujung kaki hingga diarea leher, membuat Keysa hanya menelan ludah menahan takut.
"Kamu mau tidur dengan baju ini?"
"Maksud kamu?"
"Ganti dengan pakaian yang nyaman dipakai, jangan pakai celana jeans saat tidur." Jawab Aditya dengan merebahkan badannya dan menutupi sebagian badannya dengan selimut.
Keysa bernafas lega, dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian.
Saat keluar dari kamar mandi Keysa melihat ke arah Aditya yang tengah tertidur lelap dengan cahaya rembulan dari luar jendela kaca besar menerangi wajahnya yang tampan.
*Aku tidak menyangka jika akan menjadi istrimu Dit, dan hatiku lagi-lagi berdetak kencang saat di dekatmu. Aku kira perasaan ini sudah hilang selama ini, ternyata masih ada* batin Keysa.
.
.
.
.
Terus support author ya, apa yang author sajikan semoga dapat menghibur🤗❤
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤