
.
.
.
.
"Kamu mau kemana habis ini?" Tanya Keysa pada Aditya yang berdiri dari duduknya untuk membuang bungkus makanannya.
"Ke kantor"
Keysa menganggukkan kepala, Aditya menoleh ke arah Keysa yang masih duduk dengan tangan memegangi bungkus makanannya.
"Ada apa?" Tanya Aditya
Keysa mendongakkan kepalanya dan tersenyum pada Aditya.
"Tidak apa-apa, terima kasih ya sudah membawa pulang tepat waktu dan melihat keadaan papa"
"Iya"
Aditya berjalan memasuki ruang inap pak Gunawan, dan meraih ponselnya di atas meja.
"Bi, tolong jaga pak Gunawan dan nona. Saya mau pulang dan pergi ke kantor" Kata Aditya sedikit berbisik ke arah bi Inah
"Baik mas, mas Aditya tenang saja"
Aditya tersenyum tipis lalu berjalan mendekati ranjang pak Gunawan.
"Pak saya permisi dulu, ada yang harus saya kerjakan di kantor"
"Iya hati-hati, saya juga sudah mendingan jadi kamu tidak perlu khawatir"
Aditya membungkukkan badan dan melangkah keluar dari ruang rawat pak Gunawan tanpa menatap ke arah Adam.
"Om saya permisi keluar sebentar"
"Iya cepatlah kembali"
Adam berjalan keluar dari ruang inap pak Gunawan, matanya mencari kemana arah Aditya berjalan.
"Ada apa Dam?" Tanya Keysa menghampiri Adam
Adam terlihat bingung saat ingin menjawab pertanyaan Keysa, matanya mencari kemana Aditya pergi.
"Tidak apa-apa, sebentar saya akan kembali" Jawab Adam sambil berlari meninggalkan Keysa
"Kenapa dia terburu-buru seperti itu?" Gumam Keysa melihat kepergiaan Adam.
***
Tangan Aditya merogoh sakunya untuk mengambil kunci mobil, saat dia hendak membuka pintu mobilnya tangannya dihadang oleh seseorang.
Aditya menolehkan pandangannya ke arah seseorang yang tangannya menghadang pintu mobilnya.
"Bisa bicara sebentar?" Tanya Adam pada Aditya
"Ada apa?"
"Kita cari tempat untuk ngobrol dulu, saya hanya meminta waktu anda sebentar"
Aditya mengangguk dan mengikuti langkah Adam yang berjalan ke salah satu gazebo di taman depan gedung rumah sakit.
"Apa anda menyukai Keysa?"
Aditya mengerutkan dahinya dan menatap bingung ke arah Adam.
"Dia putri atasan saya, bagaimana bisa saya menyimpan perasaan padanya?"
"Anda juga terikat pertunangan dengan Keysa, tapi kenapa masih berpikir seperti itu?"
"Jika anda hanya membicarakan hal tidak penting, kita sudahi saja obrolan ini. Saya tidak punya waktu"
"Hal tidak penting? Bagi anda Keysa tidak penting?!" Tanya Adam dengan nada sedikit meninggi dan tersenyum sinis ke arah Aditya.
Aditya berjalan meninggalkan Adam, tanpa menjawab pertanyaan Adam.
Saat langkahnya sudah sedikit menjauh dari Adam, tiba-tiba langkah Aditya terhenti saat mendengar ucapan Adam.
"Jika anda tidak mau bahkan tidak menginginkan Keysa, mundur lah. Saya yakin anda pasti menyesal."
Aditya hanya menoleh ke arah Adam sebentar lalu kembali berjalan.
*Aku tidak perduli kamu punya hubungan apa dengan nona, tapi saya bukan seseorang yang tidak tahu diri* batin Aditya
Aditya menjalankan mobilnya dengan cepetan tidak normal, hingga saat sampai di depan rumahnya. Aditya hanya diam di dalam mobil dan beberapa menit baru turun dari mobil.
__ADS_1
Kriet...
Pintu rumahnya terbuka sebelum dia membukanya, terlihat jelas wajah terkejut Aditya tanpa sanggup mengucapkan apa-apa.
"Kaget ya?" Tanya Dion dengan nada menggoda Aditya
"Tidak kerja?"
"Tidak, hari sabtu begini tidak ada kerjaan apa-apa di kantor lebih baik aku di rumah istirahat"
"Harusnya kamu kan belum pulang? Kenapa sudah pulang?" Tanya Dion
"Ada hal yang mendesak, di jok belakang mobil ada beberapa bingkisan ambil satu saja. Oleh-oleh itu dari Reyna"
"Wah, darimu mana?"
"Tidak ada" Jawab Aditya yang masuk ke dalam rumah tanpa melihat ke arah Dion lagi
Aditya membersihkan dirinya dan menyiapkan jas berwarna hitam untuk dikenakan bersamaan dengan kemeja warna biru tua.
***
"Mau kemana lagi?" Tanya Dion
"Baru juga pulang sudah pergi lagi" Sambung Dion
"Ke kantor, ada beberapa hal yang harus saya kerjakan"
Aditya berjalan keluar rumah dengan terburu-buru, Dion hanya bisa melihat ke arah temannya yang super sibuk itu.
***
Saat di kantor beberapa karyawan menyapa Aditya dan hanya menerima anggukan dari Aditya dengan tatapan yang datar dan dingin.
"Dit?" Panggil Rosa dengan menepuk pundak Aditya saat sedang menunggu di depan pintu lift.
Aditya hanya menoleh ke arah Rosa sebentar, lalu kembali lagi memandangi pintu lift yang belum juga terbuka.
"Woi, ada orang manggil itu dijawab jangan diam saja. Sudah kembali? Kapan?"
"Semalam" Jawab Aditya dengan melangkahkan kakinya masuk kedalam lift diikuti oleh Rosa dibelakangnya.
"Ada oleh-oleh?"
"Ada, di mobil dari Reyna."
Wajah Rosa berubah menjadi sangat senang setelah mendengar ucapan Aditya.
Tangannya meraih ponsel yang berdering di dalam sakunya. Terlihat nama Dion dilayar ponselnya.
(Panggilan terhubung)
______
"ADITYA!!!"
^^^"Ada apa?"^^^
"Kenapa oleh-oleh dari Reyna baju cewek?"
^^^"Apa?"^^^
^^^"Mana ada? Jangan aneh-aneh"^^^
"Sumpah, apa Rosa sudah menerima bingkisan darimu?"
^^^"Belum"^^^
"Fix, ketukar"
^^^"Salah siapa kamu asal ambil, jelas-jelas^^^
^^^di paper bag itu tertulis nama kita masing-masing"^^^
"Okelah, nanti aku cari yang punyaku.
Suruh Rosa mengambil bingkisannya ke
rumah"
________
(Panggilan terputus)
"Ada apa?"
"Dion salah ambil oleh-oleh dari Reyna, dan tertukar oleh punyamu"
__ADS_1
Rosa tertawa mendengar cerita Aditya
"Saya masuk dulu" Kata Aditya memecahkan tawa Rosa
Rosa hanya mengangguk dan berjalan melewati ruangan Aditya.
Aditya membuka laptop yang ada di mejanya dan menyelesaikan beberapa tugasnya agar besok bisa bersantai saat hari libur.
-Pukul 16.17-
Aditya melirik ke arah jam tangannya dan menutup kembali laptopnya.
Tinggal Aditya sendiri yang masih di kantor, terlihat lorong kantor sudah sepi tidak ada karyawan yang lewat sepanjang perjalanan Aditya menuju tempat parkir.
Saat berada di dalam mobil, Aditya melihat ponselnya dan tidak ada notifikasi dari siapapun bahkan dari Keysa.
"Apa aku ke rumah sakit dulu sebelum pulang?" Gumam Aditya
Aditya menjalankan mobilnya menuju rumah sakit, saat sampai di area rumah sakit. Secara tidak sengaja mata Aditya melihat Ivan yang tengah berlari terburu-buru memasuki rumah sakit.
*Ivan?* batin Aditya
Berusaha tidak perduli dengan keberadaan Ivan, Aditya berjalan menuju ruang inap pak Gunawan. Di bukanya pintu ruangan itu dengan pelan-pelan.
Saat Aditya masuk matanya hanya melihat ke arah pak Gunawan yang tidur di atas ranjang dan bi Inah yang sedang duduk sambil membaca koran.
"Mas Aditya?" Sapa bi Inah
"Nona Keysa dimana bi? Kok hanya ada bibi disini?"
"Itu mas, anu.. nona pergi keluar sama tuan Adam. Bibi tidak tahu kemana"
Aditya menggelengkan kepalanya, kemudian meraih ponselnya dari dalam sakunya.
Keysa memanggil...
(Terlihat dilayar ponsel Aditya)
(Panggilan terhubung)
______
"Halo?"
^^^"Dimana?"^^^
"Aku lagi di luar sama Adam, mau cari
makan. Kenapa?"
^^^"Papa anda sedang sakit, kenapa^^^
^^^malah keluar?"^^^
"Papa mengizinkanku, dan papa
tidak masalah jika aku keluar."
^^^"Sekarang saya tanya sama anda, apa pantas orang tua sedang sakit dan anda memilih bersenang-senang diluar? Saya mengajak^^^
^^^anda pulang bukan untuk bersenang-senang. Tapi untuk menjaga papa anda yang sedang sakit."^^^
"Apa kamu tidak bisa sekali saja
jangan marah-marah?"
^^^"Terserah anda saja"^^^
______
(Panggilan terputus)
Aditya memijat kepalanya pelan, Aditya duduk di sofa depan bi Inah dan memejamkan matanya.
"Mas Aditya bersih-bersih dulu, biar saya yang menjaga tuan."
Aditya membuka matanya dan mengangguk pelan ke arah bi Inah.
*Kasihan mas Aditya, terlihat jelas dia sangat lelah dan kurang istirahat* batin bi Inah
.
.
.
.
__ADS_1
Terus support author ya, berkat dukungan kalian author jadi tetap semangat🤗❤
Jangan lupa vote, like, dan komen xoxo❤❤❤