
Alka baru saja sampai dirumah, Ia keluar dari mobilnya dan sudah disambut wajah kesal Wina.
"Kamu nggak anter Anisa sampai rumah?" tanya Wina dengan mata melotot.
"Emang nggak sampai rumah, dia sendiri yang minta." balas Alka santai berjalan melewati Wina.
"Alka, kamu ini gimana sih! Bisa bisanya kamu nggak anter Anisa sampai rumah!" protes Wina menahan lengan Alka.
"Ck, emang tuh cewek ngadu apa sama Mama?" tanya Alka terlihat kesal karena sejak kemarin semua gadis yang dibawa oleh Mamanya membuat dirinya kena.
"Dia bilang kamu nggak anter sampai rumah, malah ditinggalin gitu aja."
"Trus dia nggak bilang dimana Alka ninggalin dia?" tanya Alka yang langsung di gelengi kepala oleh Wina.
"Kamu tuh mau cari yang kayak gimana sih Alka, Anisa itu baik, soleha lagi. Kurang apa lagi?" tanya Wina terlihat stres.
"Solehot Ma bukan soleha." celetuk Alka sambil tertawa.
"Jangan bercanda!"
"Yee, Alka serius Ma. Lagian Mama itu dari kemarin ketipu terus sama anak temennya Mama,"
"Ketipu gimana maksud kamu?"
Alka membuka ponselnya lalu memperlihatkan rekaman percakapan antara dirinya dan Anisa saat dimobil.
Alka sengaja menaruh kamera kecil tersembunyi dimobil untuk merekam segala percakapan yang terjadi diantara dirinya dan gadis yang dibawa oleh mamanya.
Alka hanya ingin Mamanya tahu jika semua gadis yang dibawa oleh Mamanya hanya baik didepan saja.
"Astaga, Alka. Jadi dia ganti baju seksi kayak gini?" Wina terlihat sangat terkejut.
"Makanya Ma, lain kali nggak usah lah kenalin Alka sama gadis gadis macam gini. Untung Alka rekam coba aja nggak Alka rekam pasti Mama nggak bakal percaya sama Alka." jelas Alka.
Raut Mamanya terlihat sangat kecewa membuat Alka langsung memeluk Mamanya, "Udahlah Ma, nggak usah buru buru nyariin jodoh buat Alka, nanti kalau memang udah wakunya juga dapat yang terbaik Ma." ucap Alka.
"Tapi Mama tu udah pengen banget punya cucu." ungkap Wina.
Alka tersenyum, "Mama adopsi anak ajalah atau kalau Papa masih bisa bikin sendiri lagi aja, nggak apa apa deh Alka punya adik lagi." celetuk Alka membuat Wina memukul lengan Alka.
"Nggak lucu!"
"Alka serius Ma, nggak bercanda." balas Alka cengengesan.
"Ini pada ngapain sih malah berpelukan disini." heran Karsa yang baru saja masuk rumah, melihat istri nya dipeluk oleh putra semata wayangnya.
"Biasa Pa, Mama abis kena tipu."
__ADS_1
Karsa terkejut, "Haa, berapa juta Ma?"
Alka tertawa, "Bukan uang kok Pa."
Karsa berdecak, "Pasti masalah mantu lagi." tebak Karsa.
"Kalian berdua ini kompak banget buat mojokin Mama, udahlah Mama mau tidur aja!" ucap Wina berjalan pergi meninggalkan Alka dan Karsa yang menertawakannya.
Alka sudah berada dikamarnya, Ia hendak mencharger ponselnya namun satu panggilan masuk dan ternyata dari anak buahnya.
Dengan penuh semangat, Alka segera menjawab panggilan dari anak buahnya itu, "Bagaimana, Apa kau sudah menemukannya?" tanya Alka seolah sudah tak sabar.
"Sudah Tuan, saya sudah menemukan gadis yang Tuan cari." balas Anak buah Alka yang langsung membuat Alka tersenyum lebar.
...----------------...
Pagi ini Juan baru saja sampai dikantor, Juan terkejut karena sepagi ini sudah melihat Alka berada diruangannya.
Alka terlihat sibuk membuka satu persatu berkas yang Ia simpan di lemari seolah sedang mencari sesuatu disana.
"Apa yang Tuan cari?"
"PT Diamond, bukankah kita pernah bekerja sama dengan mereka?"
"Benar Tuan, bahkan Pihak Diamond berniat menjual perusahaannya pada Tuan namun Tuan menolaknya karena berada diluar kota."
"Kapan kau menawariku tentang itu?"
Alka berdecak, "Apa kesempatan itu masih ada?"
"Sepertinya masih Tuan, tapi bukankah Tuan mengatakan jika perusahaan itu tidak mengunt-"
"Kita beli sekarang juga dan besok kita pindah kesana."
"Haaa?" Juan melongo tak percaya.
"Kau urus semuanya, aku mungkin akan membeli property disana karena mulai besok aku akan tinggal disana."
Lagi lagi Juan hanya bisa melongo mendengar perintah dari Alka yang baru saja keluar dari ruangan.
"Apa yang sebenarnya Ia pikirkan." gumam Juan merasa heran sekaligus kesal karena perintah Alka.
Alka meminta anak buahnya mencarikan tempat tinggal diluar kota, dan setelah semua beres Ia segera pulang untuk mengemasi barang penting miliknya.
Rencananya Alka akan mulai bekerja besok pagi jadi Ia akan berangkat hari ini juga.
"Kenapa tiba tiba? apa karena Mama sering membawa pulang gadis membuatmu pergi dari rumah?" tanya Wina pada Alka yang baru saja pamit jika ingin pindah keluar kota.
__ADS_1
Alka menggelengkan kepalanya, "Alka ada proyek disana Ma, jadi memang harus tinggal disana."
"Ck, tambah kesepian kan Mama." keluh Wina.
Alka tersenyum lalu memeluk Mamanya, "Makanya Mama cari asisten rumah tangga lagi biar nggak kesepian."
"Yang bener itu kamu cepetan nikah trus ngasih cucu buat Mama biar Mama nggak kesepian!" balas Wina membuat Alka langsung terkekeh.
"Udah dibilang Mama hamil lagi aja nggak apa apa masih aja ngharepin cucu." celetuk Alka.
"Kamu tuh bener bener deh!"
"Ya udah Alka berangkat dulu Ma." pamit Alka mencium punggung tangan Wina lalu berjalan keluar rumah.
Alka memasuki mobilnya, karena jaraknya hanya luar kota dan hanya memakan waktu satu jam jadi Alka memilih mengendarai mobil saja.
Satu jam perjalanan akhirnya Alka sampai dikota yang akan Ia tinggali mulai sekarang. Juan juga sudah nampak dirumah barunya.
"Sebenarnya ada apa Tuan, kenapa mendadak pindah seperti ini?" tanya Juan merasa heran karena sebelumnya Alka tak mengatakan jika ingin membeli PT Diamond bahkan sampai pindah kesini.
"Tidak apa apa, hanya mencari suasana baru." balas Alka santai.
Juan berdecak, Ia membawa beberapa berkas yang harus dipelajari oleh Alka tentang PT Diamond lalu memberikan pada Alka.
"Apa ini sudah semua?" tanya Alka saat menerima setumpuk berkas yang dibawa oleh Juan.
"Sudah Tuan."
"Baiklah, tempat tinggal mu disamping rumah ini, istirahatlah dan kita mulai bekerja besok pagi." kata Alka yang memang sudah mempersiapkan tempat tinggal untuk Juan.
Juan yang tadinya cemberut kini tampak tersenyum lebar saat tahu jika Alka sudah menyiapkan rumah untuknya.
"Terima kasih banyak Tuan."
Alka mengangguk dan segera memasuki rumah barunya.
Alka tersenyum melihat rumah yang akan Ia tinggali terlihat sangat nyaman.
"Pintar juga cari rumah." gumam Alka memuji anak buahnya.
Setelah mandi dan makan malam, Alka mulai membuka berkas yang diberikan oleh Juan.
Ia melihat satu persatu berkas itu, mempelajari dan melihat data data para karyawan yang bekerja disana hingga Ia menemukan data seseorang yang Ia cari beberapa hari ini.
Senyum Alka langsung mengembang,
"I find you, aku menemukanmu babe."
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komenn