JERAT CINTA ALKA

JERAT CINTA ALKA
64


__ADS_3

Setelah mendapatkan sarapan gratis, Juan kembali memasuki mobilnya dengan sedikit umpatan, "Aku berharap Tuan Alka bisa mengerti kesedihanku tapi dia justru senang karena kedatanganku bisa membantunya mengurus pernikahan. Dasar bos menyebalkan!"


Juan segera melajukan mobilnya untuk menuju Kua terdekat. Dengan sedikit rayuan dan amplop tebal akhirnya Juan bisa mendapatkan wali nikah untuk mengijabkan Alka dan Amina.


Sampai dirumah Alka, nyatanya Alka dan Amina sudah rapi, bersiap untuk ijab dan kabul.


Juan berada disana, menemani Alka bahkan mendengar Alka yang mengucap Ijab kabul dengan lantang membuat pikiran Juan melayang, membayangkan jika yang mengucap itu dirinya dan nama yang disebut adalah Lily.


Membayangkan itu hanya membuat sakit hati Juan. Selama ini Juan tidak pernah dekat dengan wanita manapun apalagi serius sampai ingin menikahi namun Lily, gadis itu yang sudah membuatnya jatuh cinta hingga Juan merasa yakin untuk menikahi Lily namun ternyata semua tidak semudah yang Juan bayangkan. Orangtua Lily tidak semudah itu.


Sah...


Sah...


Sah...


Suara para saksi terdengar membuat Juan sadar akan lamunannya.


"Apa aku harus menunggu gadis itu? Atau mencari gadis lain?, ck Sial aku bahkan tidak tahu jawabannya." umpat Juan, matanya melihat ke arah Alka yang menyematkan cincin dijari manis Amina, tak lupa Alka mengecup kening Amina dan... bibir.


Astaga bosnya itu benar benar tak tahu tempat! Umpat Juan dalam hati.


Kegudahan serta kegelisahan juga dirasakan oleh Lily.


Setelah ditolak oleh keluarganya waktu itu, Juan hanya mengantarnya sampai kos, Lily sempat menawari Juan untuk mampir namun Juan menolak dan setelah hari itu, Lily belum bertemu lagi dengan Juan.


Bahkan dikantor posisi Juan sudah diganti oleh orang lain.


"Apa dia resign?" gumam Lily yang baru keluar dari ruangan Juan dan tak mendapati pria itu disana.


Lily memukul kepalanya, "Untuk apa aku memikirkan itu, biarkan saja dia mau melakukan apa, ingat Lily kau harus fokus dengan karirmu." ucap Lily pada dirinya sendiri lalu kembali bekerja.


...****************...


Setelah penghulu dan para saksi pulang, kini tinggalah Wina, Karsa, Juan dan pasangan pengantin yang kini sudah sah.


"Apa kau tidak lelah sayang? Bagaimana kalau kita istirahat dikamar?" ajak Alka pada Amina.


"Apa yang kau katakan itu, ini masih siang dan setelah ini Papa ingin mengajak kita makan siang direstoran, apa kau tidak ikut?" sentak Wina pada Alka.


"Alka absen dulu deh Ma, mendadak Alka meriang." alasan Alka yang sebenarnya tidak mau ikut makan siang bersama.


"Amina meriang juga?" tanya Wina pada Amina.


Alka sudah memberikan kode agar Amina mengangguk namun ternyata Amina malah lebih memilih menggeleng.


"Kalau gitu Amina ikut makan siang ya, Alka biarin dirumah istirahat."


Amina mengangguk membuat Alka melotot tak percaya, "Kalau Amina ikut, aku juga ikut lah Ma!"


"Katanya tadi meriang." cibir Wina.

__ADS_1


"Mendadak sembuh!" balas Alka sengit membuat semua orang tertawa.


Keluarga Karsa pun berangkat makan siang disebuah restoran yang cukup terkenal dikota itu. Juan yang sejak pagi dirumah Alka pun ikut makan bersama keluarga Alka.


"Juan kapan nih mo married nyusul Alka?" tanya Wina yang langsung membuat Juan tersedak.


Alka tertawa, "Mama ini, orang lagi sedih malah ditanyain masalah kayak gitu."


"Juan sedih kenapa?" tanya Wina penasaran.


"Gagal nikah nyonya." akui Juan dengan raut wajah sedih.


"Kok bisa gagal, masalahnya apa?" Karsa yang penasaran pun ikut bertanya.


"Orangtuanya belum setuju kalau anaknya saya nikahin Tuan." balas Juan jujur.


Karsa dan Wina berdecak, menyanyangkan sikap orangtua yang seperti itu.


"Harusnya kan seneng ya lihat anak gadisnya dilamar."


"Mungkin mereka takut Ma ngeliat Juan yang tampangnya kayak mafia." celetuk Alka sambil tertawa.


Alka yang berada ditengah tengah Wina dan Amina pun langsung mendapatkan pukulan dikedua lengannya juga pelototan dari Istri dan Mamanya.


"Kenapa kamu sekarang galak kayak Mama sih sayang." keluh Alka yang hanya disenyumi oleh Amina.


"Kamu memang harus tegas seperti Mama Amina biar suami kamu nggak kepincut sama cewek lain." celetuk Karsa.


Amina langsung saja memandang ke arah Alka,


Selesai makan siang, orangtua Alka pergi lebih dulu karena memiliki acara ditempat lain. Kini tinggalah Alka, Amina dan Juan.


"Kau mau kemana setelah ini?" tanya Alka pada Juan.


"Pulang ke apartemen Tuan, saya tetap cuti karena ingin menenangkan diri lebih dulu."


Alka menghela nafas panjang, Ia mengeluarkan kartu kredit miliknya lalu diberikan pada Juan.


"Pergilah berlibur dan belilah makanan enak." ucap Alka lalu berdiri dari duduknya mengajak Amina keluar dari restoran.


"Tuan..." Suara Juan terdengar berteriak membuat Alka berbalik.


"Terima kasih." ucap Juan sambil tersenyum lebar.


Alka mengangguk lalu melajutkan langkah kakinya.


Kini Alka dan Amina sudah berada didalam mobil.


Amina tak henti hentinya mencuri pandang ke arah Alka namun saat Alka membalas pandangan, Amina memilih berpaling.


"Ada apa denganmu sayang?" tanya Alka yang gemas dengan tingkah Amina.

__ADS_1


"Mas, ternyata baik sekali ya sama Juan." ungkap Amina.


Alka berdecak, "Jadi kemarin kamu nganggep aku nggak baik sama Juan gitu?"


Amina tersenyum, mengakui jika dirinya memang sempat menganggap Alka terlalu kejam pada Juan.


"Maaf ya mas udah salah paham."


"Maaf maaf, nggak bisalah, kamu harus dihukum!" ucap Alka.


"Aku disuruh ngapain dong mas?" suara Amina terdengar manja membuat Alka benar benar gemas dan ingin... sabar Alka sabar, ini masih dijalan.


"Nanti kamu tahu sendiri." Alka tersenyum nakal.


Amina menghela nafas panjang, Ia cukup tahu apa yang Alka pikirkan.


"Sebenarnya aku masih takut mas."


"Takut apa?"


"Takut melakukan itu lagi, aku ingat rasanya sangat menyakitkan waktu itu."


Alka tersenyum, Ia mengambil tangan istrinya lalu menciumnya, "Aku pastikan kali ini kamu tidak akan merasakan sakit lagi."


Amina tersenyum dan mengangguk percaya.


Mobil Alka berhenti didepan toko pakaian dalam, Amina menatap Alka heran, "Ngapain kita kesini mas?"


"Tunggu disini ya." pinta Alka lalu keluar dari mobil dan memasuki toko sendirian.


Tak berapa lama Alka keluar membawa paper bag berisi barang yang Ia beli.


"Nanti Kamu harus pakai ini ya." Alka memperlihatkan paper bagnya namun tidak dengan isinya.


"Itu apa mas?"


"Nanti kamu juga tahu sendiri."


Alka kembali melajukan mobilnya dan kini keduanya sudah sampai dihotel yang sama, hotel tempat Amina menyerahkan mahkotanya pada Alka waktu itu.


"Disini lagi?" tanya Amina.


Alka mengangguk, "Karena tempat ini kita bisa bersama sampai sekarang."


Amina tersenyum, Ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Alka.


Namun keduanya dibuat kecewa saat ingin check in hotel, "Maaf Tuan peraturan dihotel ini sudah berubah, jika belum menikah tidak boleh membawa pasangan ke hotel ini."


"Kami sudah menikah pagi tadi!" jelas Alka.


"Jika memang sudah menikah kenapa di Ktp Tuan statusnya masih lajang dan juga tidak ada bukti lain seperti buku nikah atau bukti lainnya." ucapnya dengan tatapan curiga.

__ADS_1


Alka berdecak, "Hanya ingin bercinta saja harus serumit ini!"


Bersambung...


__ADS_2