JERAT CINTA ALKA

JERAT CINTA ALKA
69


__ADS_3

Seharian ini Alka dan Amina menghabiskan waktu dikamar bahkan untuk makan mereka juga dikamar.


Mereka keluar dari kamar saat makan malam karena Wina mengomel pada Alka yang tidak membiarkan Amina keluar.


"Besok hari resepsi untuk kalian, jaga kondisi agar besok fit! Mama nggak mau ada yang sakit dan bikin repot semua orang!" omel Wina.


Amina hanya menunduk, berbeda dengan Alka yang malah nyengir, "Namanya juga pengantin baru Ma, maunya nambah trus."


Wina berdecak, "Tetap saja, kamu juga harus mikirin Amina, lihat tuh Amina sampai pucet gitu!" omel Wina lagi.


"Enggak pucet Ma, Amina justru seneng kali orang malah minta nambah terus." celetuk Alka yang membuat Amina malu setengah mati hingga Ia mencubit lengan Alka.


"Aduh sayang sakit, iya deh iya nanti kita main lagi."


Mata Amina semakin melotot, tidak lagi memperdulikan Wina dan Karsa yang masih disana.


"Bener kata Mama kamu Alka, malam ini sebaiknya kalian istirahat, lanjutkan besok malam jika acaranya sudah selesai." tambah Karsa.


"Siap Pa,"


"Sama Papa aja langsung nurut!" cibir Wina yang membuat Alka hanya tertawa.


Selesai makan malam, Alka duduk dibalkon kamar Amina sambil merokok sementara Amina tengah mengenakan skincare malam.


Setelah bersama Alka dan memiki cukup uang, Amina mulai merawat dirinya, Ia ingin terlihat selalu cantik agar suaminya tidak berpaling mengingat suaminya seorang Bos, sudah pasti banyak wanita yang mengincar suaminya.


"Saayaaaangg." suara panggilan manja dari Alka yang menbuat Amina beranjak dari meja rias, keluar lalu duduk disamping Alka.


Tanpa aba aba, Alka langsung mencium pipi Amina, "Kok lengket?" tanya Alka.


Amina tertawa, "Abis pake skincare mas."


"Dih udah mulai kemayu nih pake skincare segala." celetuk Alka sambil mengelus kepala Amina.


"Mau merawat diri mas, biar tetep cantik dan mas nggak berpaling sama cewek lain."


Sontak Alka tertawa mendengar pengakuan Amina, "Aku mana mungkin kayak gitu, punya kamu aja udah bersyukur banget, nggak akan ngelirik cewek lain."


Amina berdecak, "Ya kan masih baru mas, kita tunggu 5 tahun lagi, apa perasaan itu masih bisa sama?"


Alka tersenyum, Ia membawa Amina ke dalam pelukannya, "Aku pastikan tetap sama, jangan khawatirkan apapun."


Amina tersenyum, "Terima kasih Mas, untuk segalanya."


Alka berdecak, "Kenapa malah jadi mellow gini sih, dah ah mendingan kita masuk ke kamar trus kitaa..." sengaja Alka tak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


Plak... Amina memukul pelan lengan Alka, "Kan udah dibilangin sama Papa dan mama buat istirahat mas."


Alka tertawa, "Aku emang mau ngajakin kamu istirahat, kamu pikir aku mau ngajakin apa?"


Seketika pipi Amina memerah malu karena sudah salah paham membuat tawa Alka semakin keras.


Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh pasangan yang sedang dimabuk cinta, Juan dan Lily yang seharian ini keduanya menghabiskan waktu berjalan jalan ke pantai dan bermain air serta pasir pantai.


Juan keluar dari kamar mandi, setelah selesai mandi. Ia melihat Lily tengkurap di ranjang sambil menatap ke layar ponselnya. Beruntung Lily mengenakan piyama panjang, jika tidak mungkin pikiran Juan sudah melayang membayangkan yang tidak tidak.


"Apa yang kau lihat?" tanya Juan


"Melihat foto foto-" Lily berbalik menatap Juan namun langsung menutup matanya.


"Hey pakai bajumu dikamar mandi!" teriak Lily.


Juan tersenyum jahil, Ia malah mendekati Lily, duduk disamping Lily.


"Apa yang ingin kau lakukan? Aku tidak mau." teriak Lily lagi membuat Juan semakin semangat menjahili Lily.


Juan membalikan badan Lily hingga kini Ia sudah berada diatas Lily.


"Apa yang kau-" ucapan Lily terhenti lagi karena Juan mencium bibir Lily.


Awalnya Juan hanya ingin menggoda Lily namun Ia malah keblabasan.


******* masih terus berlanjut, keduanya terlihat lebih tenang dan menikmati, tangan Juan bahkan sudah mulai nakal, berada digunung kembar Lily, bermain disana membuat Lily mengeliat merasakan geli sekaligus nikmat.


Juan melepaskan bibir Lily saat kancing piyama Lily sudah lepaskan hingga terlihat bra warna merah juga gunung kembar gemuk milik Lily yang teramat mengoda.


Tak ingin menunggu lama, kini bibir Juan sudah berada disalah satu gunung kembar milik Lily, bermain disana hingga Juan mendengar suara kenikmatan keluar dari bibir Lily.


Juan tidak tahan lagi, Ia benar benar sudah dibutakan oleh nafsu apalagi melihat tubuh Lily yang begitu seksi.


Dengan sekali gerakan Juan menarik celana Lily.


Wajah Lily terlihat sudah pucat dan panik, namun Ia juga tak mampu menolak pesona Juan apalagi baru saja Ia merasakan kenikmatan yang belum pernah Ia rasakan membuat Lily semakin penasaran dengan rasa selanjutnya.


Juan melepaskan lilitan handuknya dan saat Juan ingin memasukan miliknya,


"Ak aku masih perawan." ucap Lily menghentikan gerakan Juan.


"Kau pasti bohong!" balas Juan terlihat tak percaya. Melihat tubuh seksi milik Lily membuat Juan berpikir jika Lily pernah dijamah orang lain meskipun Lily pernah mengatakan jika ciuman pertamanya diambil oleh Juan namun Juan tak percaya waktu itu.


Juan yang tak percaya mencoba memasukan dan memang benar jika masih sangat sulit.

__ADS_1


Belum sempat masuk, Juan melihat Lily menangis dan kali ini Juan benar benar menghentikan aksi gilanya itu.


"Maaf, maafkan aku sayang." ucap Juan merasa bersalah.


Juan kembali memasang kancing piyama Lily dan menarik celana Lily kembali seperti semula.


Ia segera beranjak untuk memakai pakaiannya, setelah Juan kembali mendekati Lily dan memeluknya.


"Aku minta maaf sayang, aku khilaf dan aku tidak akan melakukannya lagi sebelum kita menikah." ucap Juan namun masih belum menghentikan tangisan Lily.


"Aku tidak bohong padaku, aku belum pernah melakukan ini sebelumnya!" ucap Lily disela isakan tangisnya.


"Iya sayang, aku percaya padamu."


Berada dipelukan Juan menbuat Lily sedikit tenang dan akhirnya terlelap.


Juan menatap wajah lelap Lily, terlihat sangat jelas jika Lily terluka karena ucapannya.


"Maafkan aku." kata Juan sambil mengecup kening Lily.


Tengah malam, Lily terbangun namun Ia tak melihat Juan disampingnya.


"Kemana dia?"


Lily beranjak dari ranjang, Ia berniat mencari Juan dan ternyata Juan duduk dipinggir kolam renang.


"Kenapa tidak tidur?" tanya Lily mengejutkan Juan.


"Kau bangun?"


Lily mengangguk, "Apa kau tidak bisa tidur?"


Giliran Juan yang mengangguk,


Lily melihat tatapan berbeda dari Juan, entah apa yang sedang Juan pikirkan saat ini.


"Aku minta maaf, karena ayahku kita..."


Juan tersenyum, "Tidak masalah, beberapa hari ini aku memikirkan, apa aku harus menunggu selama 5 tahun atau aku harus mencari wanita lain."


Deg... Jantung Lily memompa sangat cepat saat mendengar ucapan Juan yang ingin mencari wanita lain.


Juan mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya, kotak beludru yang berisi cincin.


"Dan aku memilih, Menunggumu jadi sebaiknya kau pakai ini karena aku tidak ingin kau digoda oleh pria lain." kata Juan yang membuat Lily tersenyum lega lalu memeluk Juan.

__ADS_1


Bersambung....


Jan lupa like vote dan komeeenn yaaa


__ADS_2