JERAT CINTA ALKA

JERAT CINTA ALKA
Promosi Novel Baruuu


__ADS_3

JERAT CINTA MAFIA KEJAM


Cerita ini adalah spin off dari Jerat Cinta Alka.


Bercerita tentang kehidupan Sarah setelah tidak lagi bersama dengan Alka.


Sarah memutuskan untuk pulang kampung setelah ditipu oleh managernya.


Ia pulang tanpa membawa sepeser uangpun.


Masalah Sarah bertambah saat Ia tahu jika Ayahnya terlilit hutang, Ia dipaksa menikah dengan pria  yang belum pernah Ia kenal sebelumnya.


Dan disinilah kisah Sarah dimulai...


Cuss ramaikan gaysss...



01


Sarah memasuki satu ruangan dengan harapan Ia bisa diterima menjadi salah satu model disana.


Sudah beberapa bulan Sarah menjadi pengganguran di paris, tidak ada job sama sekali untuknya.


Bukan tanpa sebab, semenjak managernya yang bernama Caca menghilang entah kemana, Sarah menjadi hilang arah, tak tahu apa yang harus Ia lakukan disini karena selama Ia menjadi model diparis, Caca lah yang selalu mengurus segala keperluannya.


Banyak yang mengatakan jika Ia ditipu, Caca pergi membaws kabur uangnya namun Sarah masih tak percaya karena Ia rasa Caca tak sejahat itu padanya.


"Maaf aku tidak bisa menerima mu jadi model disini, kau tahu para buyer meminta pada kami untuk mendapatkan model yang masih muda dan kurasa ehem, kau sudah tidak muda lagi." ucapan nylekit pemilik brand membuat Sarah ingin menangis saat ini juga.


"Apa kau benar benar tidak bisa membantu ku? Jadi apapun aku mau." pinta Sarah masih tak menyerah.


"Aku benar benar minta maaf Sarah, jika kau mau, kau bisa jadi asisten para model tapi jika tidak-"


"Maaf aku tidak bisa," potong Sarah langsung menolak.


"Baiklah jika tidak bisa, maaf aku tidak bisa membantu banyak."

__ADS_1


Sarah mengangguk, Ia bersiap untuk keluar dari ruangan itu "Permisi, maaf sudah menganggu waktu mu." kata Sarah lalu keluar dari ruangan itu.


Sarah menuju toilet, Ia sudah tak tahan lagi ingin menumpahkan tangisnya disana.


"Sebenarnya kau kemana Ca? Kenapa kau tega meninggalkan ku tanpa mengatakan apapun?" ucap Sarah disela isak tangisnya.


Sarah keluar dari toilet setelah puas menangis, Ia memilih untuk pulang ke apartemen karena merasakan kepalanya pusing saat ini.


Saat tiba di apartemen, Sarah dikejutkan oleh kedatangan pemilik apartemen yang sudah menunggunya.


"Kau belum membayar apartemen selama 3 bulan, apa kau sudah tidak ingin melanjutkan sewa lagi?" tanya Pemilik apartemen.


"Ma masih hanya saja, Caca menghilang, semua uangku dibawa oleh Caca. Aku juga belum mendapatkan job pekerjaan."


Wanita pemilik apartemen itu menghela nafas panjang, "Ku beri waktu selama 3 hari, jika masih belum bisa membayar, pergilah dari sini." kata wanita itu lalu pergi meninggalkan Sarah.


Sarah tertunduk lesu, Ia kini berada diposisi terpuruk. Tidak ada pilihan lain selain pulang ke kampung halamannya.


"Mungkin ini akhir dari karier ku disini, sudahlah tidak apa apa. Aku juga sudah lama tidak pulang ke indonesia." gumam Sarah menghibur dirinya sendiri.


Selama ini Sarah selalu mentransfer uang cukup banyak untuk Ayahnya yang ada dikampung dan Sarah berharap memiliki aset dikampung halamannya, setidaknya bisa untuk Ia hidup sementara tanpa harus memikirkan pekerjaan.


"Lumayan, bisa ku jual untuk ongkos pulang dan melunasi sewa apartemen."


Sarah segera menghubungi salah satu temannya untuk membeli semua perhiasan miliknya itu.


"Aku tidak bisa membeli semua Sarah, aku akan mengambil satu saja." kata Nisa teman seperjuangan Sarah selama menjadi model diparis.


"Tidak masalah, yang penting uangnya cukup untuk melunasi sewa apartemen dan ongkos pulang ke kampung."


"Baiklah, aku akan mentransfer uangnya sekarang."


Nisa memperlihatkan bukti uang yang sudah Ia transfer.


"Terima kasih banyak Nisa, kau masih mau membantu ku."


"Tidak masalah, selama aku bisa." balas Nisa, "Apa kau tidak ingin melaporkan Caca ke polisi? Aku pikir dia sudah sangat keterlaluan." tambah Nisa.

__ADS_1


Sarah menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu, rasanya aku tidak tega jika sampai Caca dipenjara."


Nisa berdecak, "Kau ini terlalu baik Sarah, pantas saja banyak yang jahat padamu."


Sarah malah tersenyum, "Tapi kau masiu baik padaku."


Nisa menghela nafas panjang, "Jika saja kau menerima lamaran Alka waktu itu, mungkin kehidupan mu tidak akan seperti ini sekarang."


Deg... Entah mengapa mendengar nama Alka menimbulkan rasa nyeri dihati Sarah.


Sudah beberapa bulan berlalu, sejak Alka memutuskan hubungan mereka. Sarah mencoba bangkit dan tidak lagi melihat ke belakang meskipun rasanya sangat sulit, meskipun bayang bayang penyesalan itu terlihat jelas.


Ya Nisa benar, Jika saja Ia dulu tak mementingkan karirnya dan menerima lamaran Alka mungkin dia sudah menjadi Nyonya Alka sekarang.


Ia sangat Ambisius hingga tak sadar jika Ia bisa saja jatuh seperti ini.


"Tapi semua sudah berlalu, jangan pikirkan lagi. ngomong ngomong apa dia sudah tidak pernah menghubungi mu lagi?" tanya Nisa.


Sarah menggelengkan kepalanya, "Tidak, dia sudah tidak menghubungi ku lagi."


"Ya sudahlah, berarti kau juga harus bisa move on."


Sarah mengangguk setuju, meskipun jauh dilubuk hatinya masih berharap ingin bersama dengan Alka lagi.


"Mungkin nanti saat di Indonesia, aku bisa pergi menemuinya." batin Sarah.


Setelah Nisa pulang, Sarah mulai mengemasi barangnya karena Ia ingin pulang malam ini juga.


Sarah sudah memesan tiket pesawat melalui online.


Ia segera menyelesaikan urusannya dengan pemilik Apartemen, setelah selesai, Sarah pergi ke bandara malam ini juga.


Selama perjalanan pulang ke kampung halaman nya. Sarah menghabiskan waktunya untuk melihat foto fotonya bersama Alka yang masih Ia simpan diponselnya.


Baik Alka maupun Sarah selalu tersenyum bahagia difoto itu.


"Maafkan aku, jika saja aku bisa menjaga diri mungkin aku tidak akan membuatmu pergi seperti ini." gumam Sarah tanpa disadari sudah meneteskan air matanya

__ADS_1


Lanjuttt ke lapakk ya guysssss....


__ADS_2