Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Konser


__ADS_3

Puas menikmati taman, hari sudah menjelang sore. Tapi Dhani tampak masih tak ingin meninggalkan taman itu.


" Kau tak lapar hmm? " Bram menatap Dhani di sampingnya.


Mata Dhani tampak terpejam. Kepalanya bersandar di bahu Bram. Anak rambutnya berkibar disapu angin. Menutupi sebagian wajahnya yang cantik. Senyuman tersungging di bibirnya seakan menikmati hembusan angin sejuk di taman itu.


" Aku ingin makan disini saja. Belikan burger ya..kita makan disini.." pinta Dhani tanpa membuka matanya. Kepalanya ditegakkan dari bahu Bram.


Beberapa saat kemudian Bram datang membawa makanan pesanan Dhani beserta minumannya. Keduanya kemudian menikmati makanan itu bersama-sama.


Selesai makan keduanya meninggalkan taman. Sepanjang perjalanan ke rumah Dhani tampak memejamkan matanya. Senyum manis terus tersungging di bibirnya. Akhirnya Dhani tertidur.


Bram membiarkan Dhani terlelap sampai tiba di rumah.


" Dhan..ayo bangun. Kita sudah sampai."


Dhani mengerjapkan matanya. Wajah tampan Bram terpampang dekat didepan wajahnya. Dhani merasa wajahnya menghangat. Bram.melepaskan tangannya dari pipi Dhani. Menjauhkan wajahnya dari Dhani .


" Eh sudah sampai ya.." Dhani segera bangkit membuka pintu mobil dan turun. Melangkah riang masuk ke rumah.


Ketika Bram menjajarinya Dhani menghentikan langkahnya. " Nanti kita nonton konser ya.., jam 8 malam. Istirahatlah agar nanti kita fit saat nonton."


Bram cuma mengangguk. Melanjutkan langkahnya ke kamarnya.


Dhani juga melangkah ke kamarnya. Disetelnya alarm lalu merebahkan badan ke ranjang. Melanjutkan tidurnya yang terjeda.


Alarm di hp Dhani berdering. Membangunkan Dhani dari istirahatnya.


" Sayangkuu..tunggu aku.." desahnya membayangkan sesosok tampan idolanya. Penyanyi muda yang sudah bertahun-tahun ingin ditemuinya langsung tapi selalu terhalang ijin papanya.


Dhani memilih baju dari lemarinya. Dan mendapatkan jumpsuit warna cerah selutut yang sudah dipersiapkannya beberapa hari lalu. Memulaskan bedak tipis-tipis dan lipbalm andalannya. Mengenakan sneaker putih andalannya.Perfect. Gumamnya.


Dhani segera turun untuk makan malam. Duduk di meja makan. Tak lama tampak Baron dan Bram datang dan duduk di meja makan.

__ADS_1


" Papa.." Mencium pipi Baron


" Kau semangat sekali sayang" Goda Baron melihat putrinya tampak ceria.


" Tentu saja tuan, nona mau menemui sayangnya katanya" Bram yang mejawab.


" Apa? " Baron menautkan alisnya, minta penjelasan.


" Ah Papa jangan dengarkan Bram. Aku mau nonton konser JX malam ini. Papa gak boleh melarangku lagi. Papa sudah janji kan?" Dhani khawatir papanya berubah pikiran.


Baron tertawa. " Hahh...si JX itu. Apa yang kau lihat darinya. Bahkan Bram jauh lebih tampan dari dia hahaha..." .


Dhani cemberut sementara Bram tampak memerah wajahnya. "Tuan Baron memujiku? " batinnya.


" Bram nggak bisa nyanyi dan main musik. Lain pa.." Dhani melirik Bram yang terlihat cuek.


" Ya sudahlah..temuilah JX mu itu. Belum tentu nanti kau bisa melihatnya lagi secara langsung." Baron mengacak pelan rambut Dhani.


Tepat jam 20.00 Dhani dan Bram keluar menuju konser yang digelar di sebuah gedung megah di tengah kota.


Sementara Dhani malah tak begitu memperhatikan sekitarnya. Matanya cuma fokus menatap ke depan panggung. Padahal sang artis belum ada di stage.


" Dhan apa tidak sebaiknya kita ke bangku VVIP sesuai tiketmu saja? Lihat ini, kayanya nggak kondusif gini di kelas festival." Bram berbisik dekat ditelinga Dhani sementara tangannya memegang kedua pundak Dhani. Tentu saja penonton berdiri berdesakan di kelas festival.


Dhani tidak berani menoleh. Dia merasa Nafas Bram begitu dekat di tengkuknya. Bahkan sesekali hidung Bram menyentuh kulitnya saat penonton lain saling dorong dan mengenai tubuh mereka.


" Aku pengen nonton di sini Bram. Please..." mohon Dhani.


" Ya sudah kalau begitu jangan salahkan aku kalau aku terpaksa memelukmu. Daripada kamu dipeluk pedofil. hah?" Bram mendengus.


" Itu modusmu saja Bram.." Dhani tertawa.


" Biarin. Kamu yang aneh-aneh minta nonton di kelas festival. Aku nggak mau ambil resiko." Bram tersenyum menang.

__ADS_1


" Terserah" Dhani tampak cuek. Yang penting aku bisa ngerasain nonton konser di kelas festival. Jingkrak-jingkrak tanpa jaim. Teriak- teriak tanpa khawatir dilihatin penonton lain. Dhani membatin.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul juga. Artis muda yang sedang digandrungi cewek-cewek se Indonesia itu menggebrak panggung dengan lagu-lagunya yang familiar di telinga fansnya.


"Aaaaaaa...JX....I love you...." Dhani berteriak kencang lalu ikut menyanyi menirukan idolanya.


Bram mendekatkan bibirnya ke telinga Dhani, dagunya sedikit menyentuh pundak Dhani. " Jangan kenceng-kenceng. Suaramu jelek" Bram sedikit berteriak di telinga Dhani.


" Biarin..weee..." Dhani menjulurkan lidahnya membuat Bram semakin gemas hingga menarik hidung mancung Dhani.


Dhani begitu menikmati konser itu. Dia begitu hafal semua lagu-lagu idolanya itu. Ikut menyanyikannya meskipun nadanya fals semua..hehe.... Saat lagu ceria, Dhani ikut berjingkrak-jingkrak dan mengangkat tangannya ke atas kepala. Saat sang artis menyanyikan lagu melow Dhani tampak menghayati lagunya, bahkan menggenggam tangan Bram yang selalu menempelnya sepanjang konser. Seakan-akan ikut merasakan apa yang tersirat di lagu itu.


Di tengah konser tiba-tiba sang idola turun dari panggung. Entah sengaja atau tidak sang artis menuju tepat didepan Dhani berdiri. Membuat Dhani berteriak histeris. Apalagi ketika artis itu mengambil hp Dhani. Merangkul Dhani dan membuat foto selfie berdua. Bahkan pipi mereka hampir bersentuhan.


"Aaaaaaa...." Dhani dan penonton lain berteriak histeris . Cuma Bram yang mendengus kesal dengan wajah masam.


" Dasar mesum. Tahu aja ada cewek cantik" gumamnya pelan. Tak ada yang mendengarnya karena penonton begitu heboh.


Konser terus berjalan. Semakin malam semakin panas dan heboh. Dhani seperti tak ada capeknya bergoyang dan bersenandung.


Bram sesekali tersenyum. Kadang tertawa geli melihat kelakuan tuan putrinya. Tapi tak jarang membeku terpesona melihat wajah Dhani yang begitu dekat dengannya saat ini. Bahkan harum rambut dan parfum Dhani memenuhi rongga hidungnya. Tak bosan menghirup dan menikmatinya. Rasanya ingin konser ini tak akan berakhir. Benar-benar modus ya? Bram kembali tersenyum simpul.


Menjelang tengah malam konser berakhir. Dhani keluar dari gedung dengan wajah penuh peluh namun dengan ekspresi penuh kepuasan.


" Kau puas nona?" Bram melepaskan pelukannya di pundak Dhani ketika mereka telah sampai di mobil.


Tiba-tiba Dhani menghambur ke pelukan Bram. Memeluk pinggangnya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Bram. Membuat Bram membeku sesaat tak tahu apa yang harus dilakukannya.


" Hei ada apa Dhan? " seru Bram setelah berhasil menguasai debar jantungnya.


" Terima kasih Bram. Entah sihir apa yang kau gunakan sehingga papa mempercayaimu untuk menjagaku. Aku merasa benar-benar bebas. Meskipun kau selalu menempelku kemana saja." Dhani melepaskan pelukannya.


Bram tersenyum. "Aku juga senang selalu bersamamu Dhani." Dalam hati Bram.

__ADS_1


Mereka meninggalkan pelataran gedung dengan riang. Malam itu keduanya tidur dengan perasaan puas dan damai.


"


__ADS_2