Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Nice To Meet You


__ADS_3

Pukul delapan pagi, Dhani sudah keluar dari ruangannya di kantor papanya. Baru saja keluar dari lift ponselnya bergetar. Nama Luki terpampang di layar.


" Hai Dhan, kau sudah siap?" Suara Luki terdengar di ponsel.


" Sudah kak, aku di lobby, tunggu sebentar." sahut Dhani bergegas keluar dari gedung kantornya. Asisten Lim mengikuti di belakangnya. Di depan sudah menunggu mobil sport hitam milik Luki. Luki menyetir sendiri mobilnya.


" Hai kak...! " Dhani berseru. Sesaat kemudian tampak berpikir. " Sekretaris kakak?" tanyanya mengingat kemarin Luki bilang sekretarisnya ikut.


" Di belakang, Asisten Lim ikut mobil belakang saja dengan Revi sekretarisku.


Lim mengangguk sambil berlalu menghampiri mobil dibelakang.


" Yuk Dhan...!" Luki membukakan pintu mobil untuk Dhani.


Dhani mengangguk dan bergegas naik ke mobil Luki. " Thanks kak!"


Mobil sport Luki melaju membelah jalanan kota J yang padat. Sepanjang jalan Luki dan Dhani ngobrol santai dan penuh canda tawa. Mengingat kembali masa-masa kuliah mereka di kampus T.


"Apa kau punya pacar di kampus Dhan? Apa akhirnya ada yang kau pilih dari sekian banyak mahasiswa yang mengincarnu?" Luki melihat Dhani sekilas sambil tertawa.


" Haha...tak ada satu pun yang nyangkut di hatiku kak.." Dhani juga tertawa. Hatiku sudah tersangkut di kota S..Dhani bergumam dalam hati mengingat Bram.


Luki bersorak dalam hati. Salah sangka. Dia masih sendiri. Ini saatnya meluncurkan peluru cinta. Begitu pikirnya senang.


" Sebenarnya ada seseorang yang selalu kurindukan, bahkan sampai sekarang. Tapi aku terlalu takut untuk menyampaikannya."


" Hei, seorang Lukita Atmajaya takut menyatakan cinta?" Dhani tergelak. " Siapa rupanya gadis beruntung itu?" lanjut Dhani. Luki makin terpesona melihat betapa cantiknya gadis itu saat tertawa.


" Aku takut ditolak. Harga diriku terlalu tinggi untuk malu jika dia menolakku" Luki tertawa sumir. " Dan aku menyesal tidak mengatakannya saat itu. Karena melihat dia sekarang rasanya makin sulit untuk kuraih"


" Ahaha...kakak kok jadi mellow gitu, jadi makin penasaran..apa aku mengenalnya kak.?" Dhani melihat Luki sambil tertawa menggoda. Luki mendengus kesal.


" Hmm..rahasia..akan kuberi tahu saat aku sudah mendapatkannya" Luki tersenyum samar.

__ADS_1


" Woah...jadi saat ini kakak sedang mengejarnya?" Tanya Dhani


" Hmm...bisa dibiang begitu jadi doakan aku ya " Luki tersenyum sambil melirik Dhani sekilas.


" Oh ya..pasti kak! Pastikan aku yang pertama memberi selamat jika kau sudah berhasil mendapatkannya. Good luck!" Dhani memberi semangat. Keduanya tertawa .


" Hufft, jadi kamu benar-benar tidak tahu kalau itu adalah kamu Dhan?" Luki menggumam kesal dalam hati. " Tapi aku janji , aku pasti akan membuatmu jadi milikku..segera" lagi-lagi cuma dalam hati Luki.


"Kalau kamu, sekarang ada pacar kan, nggak mungkin Dhani jomblo?" Luki ragu namun memberanikan diri bertanya.


" Siapa bilang aku nggak pernah jomblo ? Hampir tiga tahun aku jomblo di kampus kak.Nggak sempat pacaran kalau ikut kelas akselerasi. Full schedule " Dhani mengingat kembali perjuangannya bersama Bastian, Silgy dan Donald.


Dan mengingat mereka , rasanya tak mungkin melupakan El. Yang dengan penuh perhatian dan dedikasi jadi dosen pembimbing mereka. Memberi semangat dan menularkan semua kemampuannya sehingga Dhani berhasil lulus S1 dengan memuaskan.


Tiba-tiba Dhani terbayang tatapan El yang masih penuh mendamba padanya. Tatapan penuh rindu yang selalu membuat Dhani merasa bersalah. Kak El...temukanlah gadis baik di luar sana. Aku mendoakanmu. Bisik Dhani dalam hati.


" Iya aku tahu, makanya aku dulu batal ikut kelas akselerasi." Dhan??" Luki mengibaskan tangannya di depan wajah Dhani. Gadis itu tak bergeming tak berkedip sedikitpun.


" Hei melamun apa nona?" Luki meniup wajah Dhani membuat gadis itu tergagap dari lamunannya.


" Kau menolaknya? " selidik Luki


" Huummm" angguk Dhani.


" Padahal dia yang banyak membantuku hingga aku berhasil lulus kelas akselerasi, tapi kurasa lebih baik jujur bukan?" Dhani seakan bertanya pada dirinya sendiri.


Luki mengangguk., Pasti yang diamaksud Dhani adalah Pak El. Dosen pembimbing khusus kelas akselerasi. Karena dialah yang paling berjasa atas kelulusan Dhani. Dan Luki juga bisa melihat bagaimana sikap pak El terhadap Dhani yang sangat kentara kalau Pak El begitu mengistimewakan Dhani.


Luki meringis membayangkan sakitnya ditolak. Tiba-tiba nyalinya menciut. Kalau pak El yang nyaris sempurna , tampan, dewasa , mapan jadi rebutan para gadis saja ditolaknya, apalah aku ini . Hanya remahan roti. Keluh Luki dalm hati.


" Kak, lampunya udah hijau tuh.." seru Dhani ketika Luki tak segera menjalankan mobilnya di trafficlight.


" Eh iya...kok jadi aku yang melamun ya?." Luki tersenyum dan segera menjalankan mobilnya. Beberapa mobil di belakang mereka sudah membunyikan klakson berulang tanda tak sabar.

__ADS_1


" Hehe...ingat mantan ya kak..sampai bengong gitu.? Dhani menggoda Luki.


" Nggak kok. Buat apa ? .Mantan itu harus dilupakan, bukan diingat-ingat. Setuju Dhan?"


Luki melihat Dhani.


" Agree..100.percent" Dhani mengacungkan jempolnya. Keduanya tertawa.


Akhirnya mereka sampai di lokasi proyek mereka yang ada.di tengah kota. Mobil yang membawa Sekretaris Revi asisten Lim dan sopir sudah disana saat mereka tiba.


" Yuk Dhan!" Luki membukakan pintu untuk Dhani.


" Makasih kak" ujar Dhani.


Keduanya kemudian mulai meninjau bangunan proyek mereka diikuti kedua sekretaris dan asisten mereka. Memeriksa di sana-sini sambil sesekali berdiskusi tentang solusi permasalahan yang ada.


Luki semakin mengagumi Dhani. Meski masih sangat muda dan masih baru terjun ke dunia bisnis, Dhani tampak sangat lihai dan profesional. Tak tampak keraguan atau nervous sama sekali.


" Bagaimana kak? Apa kakak setuju dengan proposal yang sudah aku jelaskan tadi?"


" Sangat setuju Dhan memang itu yang aku inginkan. Rasanya kita memang berjodoh untuk selalu bekerja sama Dhan.." Luki menatap Dhani penuh arti. Tapi Dhani tampak biasa saja.


" Syukurlah kak. Jika proyek pertama kita ini berhasil, aku dan papa memang berencana membuat proyek sejenis ini lagi di beberapa tempat. Semoga kita bisa bekerja sama lagi." ujar Dhanr optimis.


Kegiatan mereka berjalan hingga saat makan siang tiba.


" Kita makan siang dulu Dhan. kamu mau makan apa? Atau pengen makan di mana?" tanya Luki.


" Terserah kakak saja. Aku jarang makan di luar. Jadi kurang tahu rekomendasi restauran bagus." jawab Dhani


" Baiklah, kita ke restauran M saja. Tempatnya tidak begitu jauh. Jadi setelah makan kita bisa cepat melanjutkan tinjauan proyek kita. Makanannya juga enak." Luki mengusulkan.


" Oke kita ke restauran M" putus Dhani

__ADS_1


Sepanjang perjalanan ke restauran Luki terlihat sangat bersemangat. Wajahnya berseri-seri. Puas akan kinerja perusahaan Dhani. Dan yang lebih membahagiakannya tentu saja bisa bersama gadis pujaannya itu sepanjang hari. Apakah ada yang lebih membahagiakan dibanding selalu berdekatan dengan yang tercinta ?


Dhani juga merasa puas. Proyek pertamanya berjalan sangat lancar. Dia sama sekali tidak menyadari maksud lain dari Luki.


__ADS_2