
Selesai makan makan malam Dhani segera beranjak ke kamarnya. Dia ingin segera beristirahat membaringkan tubuhnya. Merasa heran padahal kegiatan di kampus tidak begitu berat, tapi tubuhnya merasa sangat lelah.
Baru saja hendak berbaring , ponsel Dhani bergetar. Ada pesan masuk. Dhani pikir pasti dari teman-temannya yang mau membicarakan tugas tadi siang.
Dibiarkannya ponselnya, tapi ketika nada pesan masuk bertubi-tubi , Dhani segera mengambil ponsel itu dan tersenyum bahagia melihat rentetan pesan di ponselnya.
Sayang,
Apa kau sudah melupakanku
Apa kau sengaja membuatku menunggu
Kenapa sama sekali tak menghubungiku
Semudah itu mengabaikan sayangmu?
~Bram
Dada Dhani berdegup kencang. Senyum bahagia terkembang di bibirnya. Padatnya kegiatan hari ini membuatnya melupakan Bram. Padahal tadi pagi mereka berjanji saling memberi kabar.
Bramku
Maafkan aku , salahkan kampus itu yang membuat kegiatanku begitu padat hari ini.
Mereka tak memberi waktu sedikitpun padaku untuk mengingatmu
Tapi kau kan selalu tinggal dihatiku, jadi mana mungkin aku melupakanmu
~ Dhani
Dhani membalas pesan Bram .
Ponsel Dhani bergetar,video call dari Bram. Dhani menggeser tombol video ke atas. Dan nampaklah wajah tampan Bram yang segar ,seperti baru mandi karena rambutnya sedikit basah.
"Tuan putri...." Sapa Bram lembut. Senyuman terukir diwajahnya.Matanya lekat menatap Dhani.
" Bram" Dhani tersenyum.malu. Ditatap Bram seperti itu membuatnya salah tingkah. Padahal dia jauh disana dan menatap hanya lewat layar ponsel.
" Kau mulai pandai merayu sayang? Jadi sekarang aku Bram mu?" Bram tak mengalihkan pandangannya dari Dhani
__ADS_1
" Iya, gombalmu menulariku..Entahlah Bram apa aku biaa menepati janjiku pada papa. Ini salahmu " Dhani mendesah.
" Ya sudah timpakan semua kesalahan padaku sayang. Biar aku yang menanggungnya. Setidaknya aku masih punya banyak waktu untuk memiliki hatimu sampai saat itu tiba" Bram tersenyum.
" Kau membuat reputasiku sebagai gadis baik selama tujuh belas tahun ini rusak Bram. Kenapa sebentar saja denganmu membuatku melupakan semuanya?"
" Kau mencintaiku sayang" Bram berbisik.
" Entahlah Bram...aku tidak tahu. "
" Tapi aku tahu" tukas Bram cepat
" Sok tahu" Dhani mencebikkan bibirnya
" Memang ,aku kan tinggal di hatimu makanya aku tahu isi hatimu" Bram mengusapkan ibu jarinya ke layar ponsel, seakan menyentuh wajah Dhani
" Aaa...sudah aku nggak akan tahan kalau kau sudah mulai merayu..." Dhani membuang mukanya.
" Hei jangan berpaling. Aku sedang menikmati keindahanmu Tuan putriku." Suara Bram membuat Dhani tersipu . Mengarahkan kembali pandangannya ke Bram di layar.
" Kau tidak lelah Bram?" Tanya Dhani setelah bisa menguasai debar jantungnya.
" Tadi aku lelah, tapi setelah melihatmu lelahku hilang entah kemana"
" Kau sudah buka kadoku?" tiba-tiba Bram bertanya.
Bram merasa heran karena Dhani sama sekali tidak menyinggung atau membicarakan kado yang Bram tinggalkan untuk Dhani.
" Kado apa? " Dhani mengendikkan bahu tak tahu.
" Ya ampuun..kau ini memang keterlaluan nona, lihat dibawah bantalmu" Bram menunjuk bantal yang dilpakai Dhani.
Dhani segera duduk dan meraba bawah bantalnya. Ada paper bag besar disana. Tak sabar dibukanya paper bag itu. Sebuah bantal kecil . Sangat halus dan lembut ketika Dhani merabanya. Tangan Dhani menangkap sesuatu, ketika meraba bagian belakang bantal itu. Ada bordir indah bertuliskan nama Bram.
" Hah apa ini Bram?" Dhani menarik bantal itu dari tempatnya. Memeluknya sambil mengusap-usapkan wajahnya ke permukaan bantal yang lembut.
" Hei, kau pasti membayangkan aku kan, sampai diusel-usel gitu?" Bram tertawa terkekeh-kekeh melihat tingkah Dhani.
"Hehehe..Habis lembut banget" Dhani cengar-cengir . Tanpa sadar kembali mengusap-usapkan pipinya ke bantal super lembut itu. Entah sengaja atau tidak bagian yang ada tulisan bordir nama Bram yang menempel di pipinya.
__ADS_1
" Lembut apa karena kangen sama yang ngasih, ha? "Bram menggoda Dhani.
" Dua-duanya.." Dhani berbisik. " Makasih Bram.."
Bram tidak menjawab tapi mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya di seberang sana. Sebuah bantal yang sama dengan yang dipeluk Dhani. Bram membalikkan bantal itu dan mendekatkannya ke layar ponsel sehingga Dhani bisa dengan jelas membaca tulisan bordil yang ada di sana. Terukir namanya dengan indah di bantal itu "Dhani".
"Aaa...bisa-bisanya? Kapan kau buat ini Bram?" hati Dhani menghangat. Seperti.ada bunga bertebaran disana.
" Ada deh...aku tahu kamu pasti akan merindukanku, jadi agar kau selalu ingat aku, aku siapkan sesuatu yang bisa selalu kau peluk saat kita jauh.."
' Kau ge er Bram, emang siapa yang rindu.?"
" Kamu! Tuh Bantal Bram dipeluk-peluk terus." Bram.tertawa.
" Ihh...mana ada?" Dhani segera melempar bantal yang dari tadi dipeluknya itu ke pojok ranjang.
Bram tertawa melihat Dhani salah tingkah.
" Kamu juga peluk-peluk bantal Dhani, kamu sengaja kan kasih aku bantal super lembut itu, agar ingat kamu terus? awas jangan bayangin macam-macam sama bantal Dhani ya" Dhani mengepalkan tangan ke arah ponsel.
" Kalau aku kan memang selalu kangen kamu , sayang. Aku ngaku kok gak akan menyangkalnya. Dan terserah ya, batnal Dhani ini mau kucium kupeluk ku ajak tidur bareng. Kamu mau apa Tuan putri? Bram mendekatkan wajah ke layar ponsel. Tersenyum jahat menyeringai..
Aaaaaa...Bram mesuuum.." Dhani berteriak kecil sambil menutupi wajahnya dengan bantal Bram yang tadi dilemparnya. Entah kapan bantal itu sudah ada dipelukannya lagi..
Bram tertawa tergelak melihat Dhani. Wajah Dhani merah menahan malu. Lalu gelap. Dhani mematikan layar ponselnya.
Bram tersenyum, dipeluknya hangat Bantal bertulis nama Dhani nya itu. Diusap-usapkannya hidung dan pipinya ke bantal itu, persis seperti yang tadi dilkukan Dhani pada bantal Bram.
" Apa ini yang disebut Bucin?" Bram menggumam pelan sambil tetap memeluk bantal Dhani. " Terserah,.dia milikku" Bram memejamkan matanya. Tak sadar terlelap dengan senyuman dibibirnya.
Di tempat lain yang berjarak beratus kilometer dari tempat Bram, Dhani masih menciumi bantal Bram itu. Mengusapkan ke wajahnya tak bosan-bosan. Masih tak habis pikir kapan Bram menyiapkan atau membeli bantal couple ini. Padahal seminggu yang lalu Bram selalu mendampinginya kemana saja.
Selamat tidur Bram, peluklah Dhani mu dan aku akan memeluk Bram ku" ~ Dhani
Dhani mengambil gambar selfie dirinya yang sedang memeluk bantal Bram di dadanya, lalu dikirimkannya foto itu ke nomor Bram. Tak lama Dhani pun terlelap dengan wajah yang damai dan bahagia.
Tengah malam Bram terbangun karena merasa haus. Setelah minum dilihatnya ada notifikasi pesan di ponselnya.
" Hahh..kau membuatku mabuk sayang..." bisiknya pelan saat melihat foto Dhani tengah memeluk bantal Bram nya. Direbahkannya badannya ke ranjang sambil bergulingan menenangkan hatinya yang berdebar.
__ADS_1
Dibuatnya sebuah foto dirinya yang sedang menciumi bantal Dhani. Lalu mengirimkannya membalas pesan Dhani
Good night dear, have a nice dream~ Bram