Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Romansa di wahana


__ADS_3

Mata Dhani berbinar-binar ketika dari kejauhan tampak carrosell yang sedang berputar. Dia harus naik wahana kesukaannya itu. Tapi kebalikannya Bram sudah merasa pusing mendadak saat melihat Carrosell, apalagi menaikinya. Ohh tidaaaak..!.kejadian waktu mengikuti Dhani yang berputar-putar mengelilingi mall bisa saja terulang lagi. Buru-buru Bram.menarik tangan Dhani.


"Pacarku yang cantik, Bagaimana kalau naik carosellnya nanti saja. Kita naik wahana lain dulu saja ya..please?" Bram memohon pada Dhani.


" Kenapa Bram, aku ingin naik sekarang,"


" Oke tapi aku nggak ikut naik. Aku akan tunggu kamu di sini ya..."


" Hei kamu takut ya? Badan aja gede berotot, naik ginian takut...hahaha.." Dani tergelak melihat wajah pucat Bram saat melihat carrosell.


" Biarin. Memang aku nggak suka " Bram cuek. Tak membela diri ketika Dhani mengejeknya.


" Ya udah deh kita naik yang lain aja. Aku juga nggak mau naik sendirian. Bagaimana kalau naik kora-kora saja? " Akhirnya Dhani mengalah.daripada Bram pingsan. Bisa gagal acara hari ini.


"Terima kasih sayang. Kamu sudah ngertiin aku" Bram menggenggam tangan Dhani.


" Ihh sayang-sayang ..geli tahu " Dhani mengendikkan bahunya.


" Sekarang geli, nanti kangen baru tahu rasa" Bram berbisik sangat dekat hampir menyentuh telinga Dhani membuat Dhani merinding.


" Nggak akan..." Dani mencebikkan bibirnya.


" Iya, nggak akan lupa " Bram meniup rambut Dhani lalu tertawa keras karena merasa menang Dhani tak bisa membalas ucapannya.


Wajah Dhani merona. Jadi gini ya rasanya punya pacar. Aaaa....


Mereka pun naik kora-kora,dilanjutkan naik rollercoster, dan bianglala, memandang hamparan kota J dari ketinggian. Menikmati hembusan angin yang meniup rambut dan tubuh keduanya.


Mata Bram tak henti terpesona akan keindahan mahkluk cantik di depannya. Tangan mereka berpegangan. " Kamu bahagia Dhan?"


"Iya Bram..verry-verry happy."


"Nikmatilah hari ini, besok kau akan disibukkan rutinitas dan kegiatan kuliahmu. Mumpung masih ada pria tampan baik hati yang sedang nganggur ini sehingga bisa menuruti semua maumu."


" Hah? Mana pria tampan itu? " Dhani pura pura memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri seakan mencari sesuatu. Bram terkekeh sambil mengacak rambut Dhani.

__ADS_1


" Kau memang nakal ya...? " Bram menarik kedua tangan Dhani dan menempelkannya ke kedua pipinya yang dingin. " Ini pangeran tampanmu nona" bisiknya sambil menatap lekat mata Dhani.


" Narsis " Dhani mencibir, tapi Jantung Dhani berdebar keras. Suaranya bahkan seperti genderang. Dhani menunduk, tak sanggup memandang wajah tampan yang sedang menatapnya penuh perasaan. Wajah menawan yang belakangan ini selalu menemani hari-hari dan mimpinya. Hey jantung tolong tenanglah jangan buat aku makin bingung..rutuk Dhani dalam hati.


Apa setelah ini kau akan pergi Bram?"


"Tidak, maksudku aku tidak akan pergi jauh atau tidak bertemu denganmu lagi. Tapi tentu saja aku juga punya kegiatan lain Dhan. Kuliahku, juga membantu papaku mengurus perusahaannya. Jadi mungkin kita tidak akan bisa sering ketemu." lanjut Bram.


" Tidak apa, tapi aku masih bisa chat kamu kan? Hmm anggap aja kita lagi LDR an, haha" Dhani tersenyum.sumir. Sisi hatinya begitu berharap Bram adalah benar-benar pacarnya,bahkan calon suaminya kalau boleh. Tapi sisi hatinya yang lain sadar dirinya bukanlah gadis bebas yang berhak memilih mencintai dan berhubungan dengan siapa. saja. Ada satu hati teramat berharga yang harus dijaganya selamanya. Hati papanya.


" Tentu saja sayang, kita pacaran LDR an saja. Kalau perlu aku akan jadi pacarmu selamanya." bisik Bram.


" Kau pria yang buruk Bram. Kau mau jadi pacar orang yang sudah dijodohkan. Lalu mau jadi pacarnya selamanya. Jadi maksudmu kau mau jadi selingkuhanku selamanya.?"


" Kalau kau mau aku tak keberatan sama sekali tuan putri. Aku ini hambamu.." Bram meletakkan tangan di dadanya.


Dhani terkekeh " Dasar tukang gombal, kau memberi pengaruh buruk pada hatiku yang polos dan setia ini tuan.." Dhani menggelengkan kepalanya.


Keduanya tertawa bersama.


Mereka turun dari bianglala dengan tetap bergandengan tangan. Dhani tak menolak ketika Bram.melingkarkan tangan ke pinggangnya. Biarlah mengalir saja. Dhani menyerah, tak mau lagi menahannya.


Semua yang Dhani inginkan diiyakan Bram. Sampai ketika naik wahana mirip kereta yang melewati beberapa jalur yang berair hingga baju mereka basah semua.


Meski agak kedinginan Dhani merasa bahagia. Saat turun dari wahana itu, tiba- tiba saja seseorang mengenakan jaketnya pada punggung Dhani. Siapa lagi kalau bukan Bram. Rupanya tadi dia membawa jaketnya di tas kecil yang dibawanya.


Dhani jadi merasa sedang berada di drama-drama korea yang biasa ditontonnya. Aaa Bram benar-benar memanjakannya. Dada Dhani berdesir halus.


" Makasih" bisik Dhani. Bram tersenyum.


" Ganti baju dulu yuk, nanti sakit" Bram menggenggam tangan Dhani dan membawanya ke toilet yang ada sekitar tempat itu.


Mereka memang sudah menyiapkan baju ganti. Dan tak lama kemudian keduanya sudah keluar dari toilet dengan baju yang lain yang tidak basah.


"Sayang, apa kamu gak lapar? ini sudah jam 3 sore." Bram menunjukkan jam di pergelangan tangannya. Lagipula perutnya mulai merasa lapar dan badannya mulai lelah.

__ADS_1


" Eh iya sudah sore aja ya? Ya udah makan dulu yuk!" Dhani tiba-tiba juga merasa lapar karena diingatkan Bram. Padahal tadi sama sekali tak nampak rasa lapar ataupun lelah pada raut wajah cantik Dhàni.


Bram menggelengkan kepalanya gemas. " Kau selalu saja lupa diri kalau sudah mengerjakan apa yang kau sukai tuan putri."


Bram memesan Sandwich dan segelas jus alpukat. Sementara Dhani memesan sandwich dan semangkuk es krim coklat.


" Makan pelan-pelan saja sayang, hmm? Masa sampai cemong gini.." Bram menatap wajah Dhani sambil mengusap lembut ujung bibir Dhani yang belepotan es krim dengan tisyu. Dhani tersenyum merona. Serasa melayang karena perhatian manis Bram.


" Kamu nggak mau coba es krimku? " Dhani menyendok es krimnya lalu mengarahkan ke mulut Bram. Sambil tersenyum Bram membuka mulutnya menerima suapan es krim dari Dhani.


" Manis" Bram.mengedipkan matanya.


Dhani tersenyum malu." Mau lagi?"


Bram mengangguk. Dhani menyuapi Bram lagi. Melanjutkan menyuap es krim untuk mereka berdua sampai es krim di mangkuk habis.


Sambil tetap saling menatap. Dunia memang hanya milik orang yang sedang kasmaran. Lainnya ngontrak di alam yang tiba-tiba tak kasat mata. Menghilang hingga tinggal mereka berdua saja . Tak ada yang terlihat selain wajah sang pujaan hati. Tak ada yang terdengar selain suara sang terkasih. Uuuuu.... ( authornya lagi mellow)


" Makananmu sudah habis nona" suara Bram menyadarkan Dhani yang masih memegang sendoknya.


" Ahh...eh..iya..haha" Dhani merona. Malu sekali rasanya. Aaaa...pasti dia pikir aku sangat terpesona padanya hingga terlihat bodoh seperti ini.


Bram tertawa gemas melihat Dhani yang salah tingkah dengan wajah memerah. Pipinya yang kemerahan semakiñ menggemaskan hingga tanpa sadar Bram menyentuhnya lembut.


" Kau sangat cantik kalau sedang malu seperti ini sayang.." Bram bergumam pelan.


Dhani tersipu. Kau juga sangat tampan kalau sedang terpesona seperti itu Bram..Tentu saja cuma di hati Dhani. Dia terlampau malu dan gengsi untuk mengakui kekagumannya pada Bram.


" Sudah terpesonanya?" Dhani melepaskan tangan bram dari pipinya. Bram tersadar, tersenyum kikuk lalu menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


" Habis lembut banget, kaya marsmellow" Bram tertawa.


" Modus" gumam Dhani


"Iya, sejak jadi pacarmu aku ketagihan modusin kamu...hahaha.." Bram terkekeh.

__ADS_1


Dhani merengut pura-pura marah. Padahal hatinya senang dan berbunga-bunga


__ADS_2