
Selesai jeda makan siang, acara dilanjutkan hingga sore hari.
Ada acara kirab pengantin dan putri domas Joko kumolo serta para pager bagus dan pager ayu menggunakan kereta kencana istana. Kirab ini memang sengaja diadakan atas permintaan pihak pemerintah daerah untuk mengenalkan budaya pada masyarakat dan turis-turis mancanegara. Mengingat acara ini sudah diagendakan sebagai kirab wisata.
Pengantin bersama Raja dan garwo prameswari ( permaisuri) berada di kereta kencana terbesar yang ditarik empat ekor kuda. Kereta utama berada di barisan terdepan. Sementara para pengiring berada di kereta-kereta kecil yang ditarik dua ekor kuda. Mengikuti di belakang kereta utama .
Para prajurit istana yang terpilih mengawal disamping kiri dan kanan kereta kencana mengendarai kuda-kuda pilihan berpostur tinggi dan gagah.
Dhani dan Bram ikut dalam rombongan kirab. Keduanya duduk bersama di kereta kuda tepat dibelakang kereta pengantin. Wajah keduanya tampak berseri-seri bahagia.
"Serasa jadi pangeran dan putri yang dikawal prajurit istana" gumam Dhani sambil tersenyum bangga.
" Bukan serasa sayang,kamu memang putri istana, dan aku pangerannya..anggap saja begitu" Bram tertawa.
" Hehe....kapan lagi ya Bram..? seru Dhani
"Iya sayang..yang paling penting.. Akhirnya...bisa berduaan juga." gumam Bram sambil tersenyum nakal.
" Dasar mesum. Siapa bilang berduaan, tuh pak kusir kau anggap apa?" Dhani menjawab Bram.
" Anggap obat nyamuk aja sayang, aku sudah nggak tahan lagi.." Bram ngelantur.
" Ihh..mau ngapain coba, orang keretanya terbuka begini, emang kamu mau jadi tontonan ? " Dhani tertawa melihat wajah Bram yang terlihat menahan hasratnya.
Dhani tertawa tapi dia membiarkan saja ketika Bram menggenggam jemarinya erat. Seakan mengalirkan rindunya pada Dhani lewat sentuhan tangannya yang hangat. Dhani membalas genggaman Bram. Keduanya saling menatap dan tersenyum mesra.
" Love you sayang" bisik Bram sambil mencium tangan Dhani yang digenggamnya.
" Love you too Bramku" bisik Dhani sambil menatap Bram lembut.
" Cieee...pacaran..." sorak para penonton kirab yang melihat Bram mencium tangan Dhani. Bram tidak peduli, tidak mau melepaskan tangan Dhani meskipun Dhani berusaha melepaskan tangannya dari Bram. Akhirnya Dhani cuma bisa menundukkan wajahnya malu.
" Bram malu tau, dilihatin orang.." desah Dhani.
__ADS_1
" Biarin, kita nggak kenal mereka. Lagian cuma cium tangan apa salahnya? " Bram tak peduli. Dia sudah terlalu lama memendam rasa rindu pada gadisnya ini. Bahkan kalau saja Bram tidak mengingat unggah-ungguh (sopan santun) saat ini pasti Bram sudah memeluk dan menciumi Dhani.
" Besok pagi kau akan pulang sayang...kapan lagi waktu kita berdua? " Bram terus saja menumpahkan rasa rindunya pada Dhani di sepanjang perjalanan kirab kereta itu.
Menggenggam erat tangan Dhani tak mau lepas sedikitpun. Sambil menatap penuh cinta wajah cantik yang kini merona disampingnya.
Bram sudah tak peduli pada pak Kusir yang sesekali tersenyum-senyum mendengar rayuan dan kata-kata cinta Bram pada Dhani.
Ahh jadi pengen muda lagi..batin pak kusir.
" Sayang, nanti gak usah ikut makan malam di istana ya...? bisik Bram
" Emang boleh gitu? Aku takut dicariin sinuwun Bram.. Kerabat istana kan harus hadir semua? Nanti papa yang kena, aku malah gak enak." jawab Dhani.
" Oke kita ikut, tapi nggak usah sampai selesai ya..kita kabur aja..!" ajak Bram dengan senyum jahil.
" Lihat nanti aja deh, pokoknya aku nggak mau sampai papa malu gara-gara perbuatanku. "
" Ngga akan apa-apa sayang. Please..kita akan hati-hati jadi tidak akan ada yang sadar kalau kita kabur dari acara.." Bram memohon.
"Yess!!" Bram berseru pelan lalu kembali menciumi tangan dhani dalam genggamannya. Dhani tertawa geli melihat ulah Bram yang kekanak-kanakan. Padahal biasanya Bram tampak sangat dewasa dan tenang.
" Iihh hari ini kamu kaya bocah Bram " Dhani tertawa.
" Terserah kamu bilang apa sayang. Pokoknya selesai acara ini kamu milikku!" Bram menggumam posessif.
" Sebenarnya hari ini aku mau ngajak kamu ketemu sama mami dan papi, tapi ternyata setelah acara makan malam di istana nanti mereka harus langsung mengejar penerbangan ke singapore untuk agenda perusahaan besok pagi. Terpaksa ditunda lagi ketemu camernya sayang.." sesal Bram.
Dhani tertawa, membuat Bram mengerutkan kening heran.
" Kok ketawa sayang?"
" Iya Bram, jadi ingat kemarin. Gara-gara kamu sama papa tuh. Aku nggak kenal sama papi mamimu, bahkan nggak tahu kalau kamu yang dijodohkan papa sama aku. Konyol.! " Dhani menjewer telinga Bram.
__ADS_1
Bram terkekeh. Dilihatnya bibir Dhani yang cemberut. Tanpa sadar Bram mendekatkan bibirnya ke bibir Dhani. Sontak Dhani menjauhkan wajahnya lalu mendorong pelan wajah Bram menjauh.
" Ish...Bram...kamu gila ya ini di depan umum lho..? " bisik Dhani menyadarkan Bram.
" Iya sayang, aku selalu gila jika dekat denganmu.." Desis Bram cuek. Dhani menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pak kusir tersenyum-senyum nyengir kuda....."Jadi gini ya cara pacaran anak muda sekarang? katanya dalm hati. Maaf pak kusir dianggap obat nyamuk..hehe...
" Jadi nanti kalau bisa kamu ketemu mami papi ya sayang. Biarpun sebentar. Beliau berdua sudah pengen banget kenal kamu. Tapi belum ada kesempatan." Bram meminta Dhani.
" Tapi aku belum siap ketemu camer.." Dhani tampak cemas.
" Memang kau mau siapkan apa? Kan cuma ketemu sebentar. Kasih salam terus say hello. Sudah..Kita kan di acara sinuwun. Kecuali kalau ketemu di rumah, ngobrolnya pasti lama" Bram menenangkan Dhani.
" Iya juga ya..oke deh nanti aku akan menyapa mami dan papimu. Tapi temenin ya sayang..aku gak pede.." rajuk Dhani.
" Pasti aku temenin. Lagipula kamu itu perfect sayang, apa yang bikin kamu gak pede?" Bram meyakinkan Dhani.
Dhani tertawa.." Mulai deh gombalnya.."
" Ini bukan gombal sayang; tapi serbet..." Bram dan Dhani tertawa. Bahkan pak kusir yang mendengar ikut tertawa .
Segala serbet bisa jadi bahan rayuan ya..batin pak kusir. Coba ah nanti aku serbetin..eh gombalin istriku. Pak kusir jadi senyum-senyum sendiri lagi.
Akhirnya kirab kereta kencana usai sudah. Satu per satu kereta kembali memasuki gerbang istana . Kedua mempelai dan sinuwun serta permaisuri sudah turun dari kereta dan memasuki istana. Disusul.peserta kirab lainnya yang juga turun dari kereta.
Acara inti pernikahan sudah usai. Tinggal.puncaknya mulai nanti malam adalah pagelaran wayang kulit tiga malam berturut-turut dengan mengundang dalang-dalang kenamaan di tanah air. Sedangkan untuk kerabat istana masih ada acara terakhir yaitu gala dinner yang harus dihadiri kerabat terdekat mempelai.
Dhani turun dari kereta dengan dibopong Bram.Hup! Dhani mengalungkan tangannya ke leher Bram ketika pria tampan itu mengangkat tubuhnya.
" Udah Bram turunin!!" seru Dhani pelan ketika Bram sengaja berlama-lama menggendongnya.
Bram tersenyum.jahil " Eh lupa...hehe" Bram.lalu menurunkan Dhani. Dan " Cup..." Dhani terpana ketika tiba-tiba saja bibir Bram sudah mendarat di pipinya. Sekilas dan secepat kilat sehingga tak seorangpun melihatnya kecuali Dhani yang merasakannya.
__ADS_1
" Braaammm...! gumam Dhani pelan
Bram cuma tersenyum dan berlalu ke bangsalnya tanpa berkata ataupun melihat Dhani. Meninggalkan Dhani dan debaran jantungnya yang berlompatan.