Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Tentang El


__ADS_3

Saat SMA Dhani mengikuti kelas akselerasi di sekolahnya. Itulah sebabnya dia hanya melalui masa SMAnya kurang dari dua tahun. Jadi saat usianya 17 tahun, Dhani sudah menamatkan SMA nya.


Flash back


Dhani melihat-lihat beberapa foto yang diberikan papanya. Ya, foto mentor les privat yang akan membantunya belajar. Sebenarnya otak Dhani yang encer tak begitu sulit kalau hanya sekedar mencerna pelajaran di sekolahnya. Tapi papa ingin Dhani tak mengalami kesulitan mengingat kelas akselerasi yang akan diikutinya pasti berbeda dengan kelas reguler. Jadi Baron sengaja mencarikan lebih tepatnya menyuruh anak buahnya untuk mencarikan guru privat untuk putrinya. Dengan syarat sang guru juga pernah mengikuti kelas akselerasi semasa SMA. Jadi diharapkan bisa memberi informasi penting pada Dhani yang juga mengikuti kelas akselerasi.


Ada foto ibu-ibu yang nampak galak. " Ogah, ini mah ibu tiri..hihi.." Dhani bergidik membayangkan ibu di foto itu melotot padanya.


Ada foto mbak-mbak yang terlihat seksi. Pose fotonya saja begitu menggoda " hadeeh...ngelamar guru privat kok posenya kaya model, bisa-bisa papa yang tergoda..haha..." Dhani mencoret foto itu.


Dan beberapa foto lain yang semuanya dicoret Dhani dari daftar calon guru privatnya. Tinggal satu foto lagi.


Dhani membalikkan foto yang tinggal satu-satunya dihadapannya. Matanya berbinar.


" Oh god, syukurlah masih ada harapan buatku." Di lihatnya berkas lamaran dibelakang foto itu.


Nama : Elzachry Mahendra


Umur : 21 tahun


Alamat: Jl. xx no. 23 kota J


Riwayat pendidikan: Sd X 6 Tahun, SMP Y 3 tahun SMA B 2 tahun, Universitas I 3 tahun.


Dhani melihat transkrip nilainya. Matanya terbelalak melihat barisan nilai A dan A+ di ijazah itu.


"Sempurna" bisiknya .


Sore hari ketika papanya pulang dari kantor Dhani langsung menyerahkan berkas lamaran El ke papanya.


" Aku mau dia jadi guru privatku pa"


" Hm...kau pilih yang ganteng nona ha? " goda Baron. Dhani terkekeh. Papanya bagi Dhani adalah sahabat, ayah, teman dan segalanya. Jadi dia tak perlu malu atau sungkan berterus terang tentang apapun pada papanya.

__ADS_1


" Papa tahu aja...haha..tentu saja pa, agar aku semangat belajarnya"


" Asal jangan semangat pacaran saja.." goda Baron lagi.


" Ya gak papa pa, asal nilainya tetep bagus dan berhasil haha.." Dhani balik menggoda papanya.


" Oke nanti malam papa panggil dia untuk wawancara ya. Papa percaya padamu sayang. Papa yakin anak papa nggak akan mengecewakan papa." Baron mengelus kepala putrinya penuh sayang.


" Makasih pa.." mengecup sayang pipi papanya.


Jam 20.00 setelah selesai makan malam, seseorang yang sudah ditunggu Dhani dan papanya datang. Mereka bertiga kemudian bercakap-cakap di ruang tamu.


" Selamat malam Tuan, nama saya Elzachry. Biasa dipanggil El" memperkenalkan diri sambil sedikit membungkuk.


Baron dan Dhani menatap tajam ke arah El. Membuat El merasa sedikit kikuk. " Begini amat orang kaya ya, mereka seperti mau memakanku saja hufft" El merutuk dalam hatinya.


" Apa tujuanmu melamar pekerjaan ini?" Baron bertanya dingin. Nadanya membuat El merasa diintimidasi..Hah ..tentu saja alasannya adalah uang Tuan..batin El.


" Emh, saya sudah lulus S1 dan saat ini sedang melanjutkan mengambil S2 saya tuan. saya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan ayah saya sudah meninggal beberapa bulan lalu. Jadi saya harus membiayai sendiri kuliah saya. Itulah sebabnya saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan ini." El menjawab hati-hati.


"Tidak apa-apa nona" El tersenyum. Dia menunduk tak berani menatap wajah Dhani maupun Baron di depannya.


" Jadi apa benar kau pernah ikut kelas akselerasi juga?" Kali ini Baron yang angkat bicara.


"Benar Tuan. Saya ikut kelas akselerasi sejak kelas X di SMA B" terang El dengan yakin.


" Eh kebetulan sekali aku juga sekolah di situ" Dhani berseru senang.


" Baiklah, apa kau bisa mulai bekerja besok?"


" Tentu tuan" El menjawab dengan penuh syukur.


"Gajimu 1 juta per jam. Jadi tiap bulan kamu tinggal menghitung berapa jam kau mengajar putriku. Aku akan memberikan bonus khusus di akhir masa tugasmu saat putriku lulus nanti.Untuk waktu belajar dan lain-lain bicarakan langsung dengan putriku. Sayang, papa istirahat dulu ya, lanjutkan sendiri," Baron beranjak dari ruang tamu.

__ADS_1


El melongo. Satu juta per jam? Terima kasih Tuhan. Syukurnya dalam hati. Itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya. Bahkan dia bisa membantu kebutuhan mamanya.


" kok bengong aja ?" suara Dhani mengejutkan El.


" Eh oh iya nona mari kita atur jadwal nona" El mengangkat wajahnya menatap Dhani.


Cantik sekali. Dia pasti punya darah bule. Matanya biru dan rambutnya kecoklatan. Hidungnya mancung sempurna, pipinya kemerahan tanpa pulasan make up,bibir merah muda yang seksi...apakah kau bidadari nona?


" Hei kau melamun lagi, apa kau mau kupecat sebelum bekerja? " suara Dhani membuat El tersadar.


" Maaf nona.."


Sejak itulah Dhani dan El akrab. Tiap malam setelah makan malam adalah jadwal belajar Dhani bersama El.


El benar- benar smart. Kalau tidak boleh di bilang jenius. Semua mata pelajaran yang ditanyakan Dhani dengan mudah dipecahkaN El. Bahkan El membagikan kiat-kiat menghadapi ujian di kelas akselerasi. Membuat Dhani makin mengagumi El karena sejak El jadi guru privatnya, nilai- nilai pelajarannya meningkat . Hal ini juga membuat Baron senang dan mulai menghargai El.


Kebersamaan yang terus menerus dan rasa saling mengagumi lama- kelamaan membuat Dhani dan El merasa nyaman satu sama lain. Bahkan sekarang Dhani dan El sudah saling memanggil nama. Tidak ada lagi batasan pegawai dan tuan putri.


Mereka mulai saling memperhatikan. Saling membutuhkan dan saling merindukan jika tidak bertemu.


Malam itu hari senin. Setelah hari sabtu dan minggu tidak bertemu Dhani begitu merindukan El. Dhani bersiap menunggu El di ruang belajarnya. Tak lama kemudian El datang dan masuk ke ruang belajar. El pun sangat merindukan Dhani.


" Kak El"


"Dhani"


Keduanya saling berpegangan tangan. Lalu duduk di sofa dengan saling menyandarkan bahu dan kepala mereka. Meluruhkan gejolak cinta dan rasa rindu yang membara. Tanpa berani menunjukkan pada dunia.


Baron tak mengijinkan Dhani bergaul dengan sembarang orang. Apalagi menjalin kasih. Bagi Baron Dhani masih kecil meskipun kenyataannya sudah SMA. Dan Dhani juga tak ingin membuat papanya kecewa dan marah padanya karena melanggar aturan papanya.


Jadi Dhani memilih memendam dan menikmati gejolak cinta pertamanya pada El sendiri saja. Biar cuma dia dan El yang tahu. El pun menyadari siapa dirinya. Dia tak ingin menyulitkan Dhani dan menghancurkan kepercayaan Baron padanya.


Mereka cuma bisa menahan dan menikmati rasa rindu dan cinta mereka dalam diam. Hingga saat Dhani lulus dari SMA dan El mengambil Beasiswa untuk S3 nya di negara A.

__ADS_1


flash back off


__ADS_2