
Hampir dua jam Bram dan Dhani terlelap setelah pergulatan panas pertama mereka sebagai suami istri. Bram terbangun karena merasa haus. Pelahan diletakkannya kepala Dhani yang berada dalam pelukannya ke atas bantal. Dia beranjak mengambil air minum di nakas.
Gerakan Bram membangunkan Dhani dari tidurnya. "Mas...aku haus.." serak suara Dhani meminta air pada suaminya.
Bram tersenyum dan menuangkan air untuk istrinya " Ini sayang, minumlah"
Dhani menerima gelas dari Bram dan meneguknya habis. " Terima kasih sayang.." bisiknya tersenyum dan menatap tubuh polos Bram yang terpampang didepannya.
Sesaat Dhani terkejut tapi segera sadar bahwa sekarang dia sudah berstatus istri dari lelaki di depannya itu dan beberapa saat lalu mereka bahkan telah melakukan ritual suami istri untuk pertama kalinya.Wajah Dhani bersemu merah mengingat itu.
Bram tertawa kecil melihat istrinya tampak bengong. Dia melihat Dhani tersipu malu menarik selimut menutupi tubuhnya yang juga polos.
" Mas kamu nggak malu apa...masa jalan-jalan telanjang gitu ihh " Dhani menunduk lalu menatap tubuh suaminya lagi. Merasa malu namun diam-diam memuja tubuh kekar dan atletis suaminya itu.
" Malu sama siapa? Kan cuma kamu yang lihat..kamu suka kan sayang?"
Bram mendekati Dhani dan menarik kembali selimut yang menutupi tubuh Dhani. Melemparnya ke ujung ranjang.
" Kenapa ditutupi? Aku sudah melihat dan menyentuh semuanya.." bisik Bram menatap penuh puja tubuh istrinya sambil mulai mengecupi wajah istrinya. Tubuhnya mengungkung tubuh Dhani dibawahnya.
"Sayaaang emhh....." Dhani mendesah ketika bibir Bram semakin nakal kembali menelusuri seluruh bagian tubuhnya. Kening, kedua mata,Hidung, pipi dagu Turun ke leher dan pundaknya. Lalu berhenti di tempat kesukaannya.
Bram bermain-main di sana. Menghisap puncak bukit indah istrinya itu bergantian membuat Dhani mengerang nikmat.
" sayang..." desah Dhani tertahan, tangannya meremas rambut Bram. Membuat Bram semakin rakus memainkan bibirnya di dada Dhani.
" Honey, kenapa tubuhmu indah sekali..." racau Bram sambil terus memainkan bukit kembar Dhani. Meremas lembut dengan kedua tangannya dan membuat banyak tanda cinta di sana dengan bibirnya.
Puas bermain disana; Bram menurunkan bibirnya ke perut rata Dhani, membuat Dhani menggeliat dan bergidik geli. Dan berakhir di bagian bawah tubuh Dhani yang membuat tubuh Bram langsung menegang.
Bram menyusupkan wajahnya dan mulai menjilati bagian tubuh istrinya itu. Sekarang bagian inti tubuh istrinya itu sudah jadi candu baginya. Menghisapnya berulang kali dengan nikmat sambil mendesah . Kini lidahnya mulai mengeksplore inti tubuh istrinya itu . Memasuki rongga kenikmatan itu dengan dorongan dan sapuan lidahnya yang menari-nari disana.
__ADS_1
" Dhan, ahh... kau membuatku gila sayang" racau Bram di sela kegiatannya.
Sementara Dhani menggeliat tak tertahan merasakan kenikmatan yang diberikan suaminya. " Braam...aku sudah gak tahan lagi sayang..." racau Dhani . Pinggul Dhani terangkat sementara tangannya menarik rambut dan kepala suaminya ke atas. Menuntut lebih untuk dipuaskan.
" Lakukan sayang , aku menginginkanmu lagi..." Dhani menyambar bibir Bram tanpa ampun. Memagutnya dengan rakus dan **********,memasukkan lidahnya ke mulut Bram dan menelusuri seluruh bagian rongga mulut suaminya penuh gairah. Lidah keduanya saling membelit hingga suara decapannya bersahutan.
Bram sedikit terkejut melihat Dhani begitu agresif. Namun sejurus kemudian Bram tak kalah liar meladeni keinginan istrinya.
"Dengan senang hati tuan putri.." Bram melepaskan ciumannya , menekan pelahan miliknya yang sudah mengeras memasuki milik Dhani dan mendesah ketika merasakan tubuhnya kembali menyatu dengan tubuh istrinya.
Dhani mendesah, merasakan penuh dibagian bawah tubuhnya. Matanya bertatapan dengan mata Bram yang berkabut penuh tatapan memuja. Keduanya terdiam sesaat. Saling merasakan tubuh mereka yang menyatu.
"Aku mencintaimu sayang....kau siap?" bisik Bram
" I love you more, suamiku.." desah Dhani
Bram mulai menggerakkan tubuhnya pelahan diatas Dhani. Makin lama makin cepat . Tak mau kalah, Dhani mengangkat pinggulnya mengimbangi gerakan Bram . Lelaki itu mendesah dan tersenyum. Makin buas menghentakkan miliknya ke milik Dhani.
" Aku sangat mencintaimu sayang..." bisik Bram sambil memagut bibir Dhani.
Hentakan tubuh Bram makin cepat dan geramannya makin menderu. Tenaganya seakan tak ada habisnya menikmati tubuh istrinya yang mulai kuwalahan meladeni suaminya yang begitu perkasa.
" Braam.....aku sudah gak tahan lagi sayang..." Dhani mendesah setelah beberapa kali pelepasannya. Berbagai gaya sudah mereka lakukan namun Bram masih belum juga mencapai puncaknya.
" Kita sama-sama sayang....tahan sebentar lagi..."
Nafas Bram mulai tersengal-sengal, gerakannya makin kuat dan cepat, dan dengan hentakan terakhir dia menyemburkan pelepasannya didalam pusat tubuh Dhani.
Bram mengerang puas. Keduanya mendesah panjang bersamaan. Dhani merasakan inti tubuhnya dipenuhi kehangatan yang disemburkan milik Bram yang masih menyatu di tubuhnya.
Keduanya berpelukan dengan posisi berhadapan tanpa melepaskan penyatuan mereka. Tangan dan kaki mereka saling bertaut erat. Wajah mereka bersentuhan saling tersenyum puas. Masih menikmati sisa-sisa denyutan dan gelenyar di tubuh bagian bawah mereka.
__ADS_1
" Kamu nakal sekali sayang...belajar dari mana?" Bram mengecup bibir Dhani. Terbayang kembali tingkah liar Dhani memprovokasinya tadi. Membuatnya menggila menerkam tubuh istrinya.
" Emh...dari mbah..." desah Dhani malu-malu. Menyusupkan wajahnya ke leher suaminya.
" Mbah siapa?" Bram terkejut.
" Mbah G**g**..hahaha.." Dhani terkikik geli menyebutkan jejaring pencarian terpopuler di jagat raya itu.
Bram ikut tertawa ..mengecupi bibir istrinya bertubi-tubi.
" Kamu juga hot banget Mas, sudah berpengalaman banget kelihatannya. Sudah sering ya..." selidik Dhani
"Emm...sering banget.." jawab Bram malas sambil memejamkan mata.
" Hahh..sama siapa??!" Dhani terbelalak kaget.
" Sama temen...apalagi kalau lagi kangen berat sama kamu" Bram santai sambil tetap terpejam.
" Gila kamu mas, kangen sama aku tapi main begitu sama temenmu?" Dhani mulai marah.
" iya sayang...aku tuh sering nonton BF sama temenku, kadang sendiri juga..tapi prakteknya ya baru sekali ini sama kamu .." Bram tergelak melihat wajah shock Dhani.
Dhani mendengus kesal. Tapi kemudian tertawa sambil mencubiti tubuh suaminya gemas.
"Hei...hei..jangan dicubit sayang...aww...sakit...dicium aja..!" seru Bram dan memeluk Dhani yang masih mencoba mencubiti tubuhnya.
Keduanya tertawa-tawa sambil bergumul di dalam selimut. Tak lama kemudian tawa mereka sudah menghilang, berganti suara desahan dan lenguhan bersahutan dua insan yang sedang dimabuk asmara itu...berkubang kembali dalam lautan gelora cinta. Menikmati madu asmara malam pertama.
Entah berapa kali lagi keduanya mencapai puncak pelepasan malam itu, mengulanginya lagi dan lagi hingga pagi menjelang. Bram benar- benar tak membiarkan Dhani lepas dari kungkungannya.
" Aku ngantuk mas..." gumam Dhani sudah setengah tak sadar saat Bram akhirnya jatuh terkulai untuk kesekian kalinya disamping tubuhnya.
__ADS_1
" Tidurlah sayang...Aku mencintaimu.." Bram mengecup sayang kening istrinya.
Keduanya terlelap saling berpelukan.