
Enam bulan sudah Dhani menjalani masa kuliahnya. Dhani benar-benar menepati janjinya pada dirinya sendiri untuk menyelesaikan kuliahnya dengan cepat.
Bahkan demi mendapatkan tips untuk mengejar lulus kuliah dengan cepat Dhani terpaksa menemui El, mengingat El yang jenius dan hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan kuliahnya. Kebetulan kampus Dhani juga juga menyelenggarakan sistem fast track degree yang memungkinkan mahasiswanya mengikuti kelas akselerasi kuliah.
Dengan senang hati El membantu Dhani. Beruntung tiga sahabat Dhani juga tertarik untuk mengikuti jejak Dhani yang ingin cepat lulus. Jadi Dhani tidak sendirian menghadapi El.
Siang itu di Cafe D. Dhani sedang menunggu El. Sebenarnya mereka berjanji bertemu berempat, Tapi El meminta syarat Dhani menemuinya sendiri terlebih dahulu. Demi memuluskan niatnya , Dhani menyetujui permintaan El. Meskipun ada rasa deg-degan mengingat yang pernah terjadi diantara mereka.
Dhani meremas tangannya ketika dilihatnya El memasuki cafe. Berjalan tenang menuju ke arahnya. Tubuh tinggi , badan proporsional dengan langkah tegap. Senyumnya terukir di bibir tipisnya. Senyum yang manis. Jika saja yang melihat bukan Dhani mungkin para gadis akan klepek-klepek jatuh cinta...
" Kak El.." sapa Dhani
" Hai sayang.." kekeh dengan panggilan kesukaannya meski semua jelas sudah berakhir
Dhani tersenyum masam" Please kak El, jangan memanggilku seperti itu."
" Oke, baby..." El.tersenyum. Tatapan matanya masih sangat mendamba. Tiba-tiba Dhani merasa keputusannya menemui El sendiri adalah salah.
" Kaaak...tolong.." Dhani memelas.
El tertawa kecil. Matanya tak lepas menatap gadis pujaannya yang saat ini nampak gelisah didepannya.
Sejak penolakan terakhir Dhani kepadanya El tidak lagi mencoba menghubungi atau menemui Dhani. El ingin tahu apakah Dhani sudah punya kekasih atau teman dekat. Dan ternyata sampai kini tak pernah terlihat Dhani jalan dengan siapapun kecuali dengan ketiga sahabatnya, Donald Silgy dan Bastian. Membuat harapan El tetap membubung mendapatkan Dhani ,cinta pertamanya.
" Jadi apa yang bisa kubantu Dhani...? " akhirnya El.mengalah, dia tak ingin Dhani semakin tidak nyaman dan berujung meninggalkannya.
" Seperti yang sudah kujelaskan kemarin kak. Aku minta bimbinganmu agar aku bisa sepertimu, menyelesaikan kuliah dengan cepat."
" Kenapa kau ingin cepat- cepat lulus?"
" Kau tahu kak, aku ingin segera bisa membantu papa. Beliau semakin tua, dan harapan satu-satunya adalah aku. Aku tidak boleh egois memikirkan diriku sendiri. Jadi apa saja yang harus kupersiapkan kak? " Dhani langsung mengutarakan niatnya.
" Untuk masalah teknis, nanti akan kita bicarakan dengan teman-temanmu sekalian. Jadi aku tidak perlu mengulang berkali-kali. Persiapkan saja niat dan tenagamu. Karena ini akan sangat membosankan dan melelahkan."
" Sepanjang semester, bahkan libur semester harus kalian lupakan karena libur itu yang akan kita manfaatkan untuk mengebut, mengejar semua yang tertinggal. Tidak ada waktu santai dan bersenang-senang. Apa kau siap dengan itu?"
Dhani mengangguk yakin." Ehh kakak silakan pesan makanan atau minuman. Sebentar lagi teman- teman datang" Ujar Dhani canggung karena mereka belum.memesan apapun dari tadi.
__ADS_1
El tersenyum" Ahh kenapa cepat sekali.?." desahnya
" Apa kak?" Dhani memicingkan matanya. Bingung dengan maksud El.
" Enggak..." El.tersenyum samar membuat Dhani slah tingkah.
" Oke masih banyak waktu.." gumam El lagi
" Waktu apa kak? " Dhani mengerutkan keningnya
" Waktu menemuimu" bisik.El.
" Kak, kakak kan sudah janji gak akan mengungkit dan membahas itu lagi, its over kak. Kalau kakak begini lebih baik aku tidak minta bantuan kakak.." Dhani mulai kesal.
" Ehh..tidak, jangan Dhan. Oke..oke..aku tidak akan bahas hal pribadi lagi..ya?" El membujuk Dhani. Ups hampir saja, batinnya.
El memesan minumannya juga memesankannya untuk Dhani. Tak lama kemudian ketiga temannya memasuki cafe dan bergabung dengan mereka.
" Hai guys, nih kak.El. Elzachry. kalian udah pernah ketemu kan? .Dia juga dosen di kampus kita. Dan sekarang akan jadi dosen pembimbing kita untuk fast track kita.
Silgy melongo. " Gantengnyaaa..." gumamnya sambil menatap intens wajah El. Dhani menarik rambut Silgy membuat Silgy mengaduh." Aww....."
"Aku sih yess Dhan..!" bisik silgy. Dhani menyikut Silgy.
" Maaf pak, teman kita yang ini memang sering kesurupan, mungkin sekarang juga sedang kesambet!" Donald berkata asal. Membuat Silgy melotot kearahnya.
" Sialan kamu Nald" umpat Silgy membuat semua tertawa termasuk El. Dia sudah biasa mendapat perlakuan absurd dari mahasiswi-mahasiswi yang menggodanya. Sayangnya tak ada satupun yang mampu menyentuh hatinya. saat ini di hatinya hanya ada Dhani. Padahal berkali-kali gadis itu menolaknya.
Dan pertemuan itu diakhiri dengan kesepakatan keempat sahabat itu dengan El untuk jadi pembimbing mereka. Setelah dua jam mereka berpisah.
Bastian Donald dan Silgy sudah pergi. El masih menahan Dhani yang berdiri disebelahnya di depan cafe.
" Itu Supirku sudah datang kak, maaf aku permisi" pamit Dhani.
" Baiklah Dhan, sampai ketemu besok...sayang.." El sengaja memelankan kata sayang hingga hampir tak terdengar. Tapi Dhani masih bisa mendengarnya, membuat dadanya berdenyut. Masih saja..batinnya
Di Mobil Dhani buru-buru menghubungi Bram. Tapi telponnya tak diangkat. Dhani menuliskan beberapa pesan di ponselnya.
__ADS_1
Bram, aku menemui El. Aku harus. Dia dosen pembimbing kelas fast track. Apa yang harus aku lakukan Bram? Dia masih seperti dulu...Apa aku harus membatalkannya saja?
~Dhani
Dhani mengirimkan pesannya untuk Bram. Lalu dimasukkannya ponsel ke tasnya. Dibuangnya nafas pelahan lalu bersandar di jok sambil memejamkan mata.
Dhani hampir terlelap ketika ponselnya terdengar bergetar dalam tas.
Video call dari Bram...diangkatnya cepat.
" Ciee yang ketemu mantan terindah..." Bram menggoda Dhani di layar ponsel.
" Apaan sih..aku tutup nih.." ancam Dhani merengut. Kesal sekali melihat Bram malah menggodanya yang sedang galau.
" Ehh..jangan dong sayang...apa kau tak merindukan Bram mu yang tampan ini?" Bram meletakkan ibu jari dan telunjuknya di dagu.
Dhani tertawa.." Narsismu makin parah tuan.."
" Jadi ada apa tuan putri? Kenapa kau jadi labil? Apa ku takut tergoda El lagi kalau sering ketemu? Apa masih ada sisa-sisa cinta masa lalu dihatimu ?" desak Bram menguji kekasihnya. Dalam hatinya sebenarnya sedikit takut. Bagaimana kalau Dhani memang masih ada hati dengan El?
" Tentu saja tidak. Itu sudah lama berlalu Bram" Dhani menjawab cepat. "Tapi dia tidak menerima penolakanku. Dia tetap dengan keyakinannya sendiri."
" Sayang, kalau begitu kau harus tetap teruskan. Jangan berhenti. Aku percaya padamu. Kau bisa mengatasi masalah ini. Yakinlah dengan hatimu dan apa yang kau kejar. Aku akan selalu mendukungmu." yakin Bram.
" Terima kasih Bram. Kau menguatkanku. Tapi kalau diperjalanan nanti aku tergoda pada El. Kau juga harus maklum ya. Jangan sedih atau menyesal karena telah mendorongku dekat dengan El lagi.." gumam Dhani pelan.
" Hahh..apa kau bilang...? Bram tercekat mendengar perkataan Dhani. Wajahnya menegang . "Apa maksudmu sayang?"
"Ahahahhha....gayamu sok cool, sok bijak, giliran digodain dikit kebakaran jenggot..hahaha...." Dhani tertawa-tawa
" Dhaniiiiii...awas kau akan kubalas..ish nakal banget sih! " Bram salah tingkah merasa dikerjai Dhani.Bram tidak bisa membayangkan jika Dhani kembali dekat dengan El sementara dia jauh dari Dhani.
" Jangan coba-coba main api nona..kau akan terbakar" desis Bram
" Apa kau mengancamku sayang..bukankah kau yang terbakar saat ini? " Dhani menyeringai.
" Dhaniii...ohh sayang jangan membuatku hilang akal..!" Bram mengepalkan tangan ke arah Dhani. Keduanya tertawa-tawa.
__ADS_1
Dhani kembali tenang. Hatinya semakin yakin untuk menjalani semuanya.