
"Jalan-jalan yuk...masih ada waktu dua jam lagi.." bisik Dhani sambil mengangkat wajahnya dari dada Bram.
" Hmm...ayo..kau ingin ke mana nona cantik? " Bram menunduk sambil mencium kening Dhani lembut. Dhani terkejut mendapat kecupan Bram, wajahnya terasa hangat.
" Ke mana saja...asal jangan jauh-jauh. Bisa ketinggalan pesawat kalo sampai telat nanti" Dhani mendorong pelan tubuh Bram yang masih saja memeluknya dengan erat.
" Ayolah sayang, biarkan aku memelukmu kali ini. Aku sudah menahannya lama.sekali, dan kau sebentar lagi akan pergi lagi.Aku mau waktu yang sedikit ini kita manfaatkan sebaik-baiknya..."
Akhirnya dengan malas Bram melepas pelukannya pada Dhani. Tapi tangannya tetap melingkar di pinggang Dhani.
Dhani tertawa kecil. Sungguh malam ini Bram seperti anak kecil yang tidak mau kehilangan mainannya. Begitu posessif dan tak mau melepaskan Dhani barang sedetik pun.
Mereka berjalan berdua menyusuri jalan yang mulai sepi. Menuju tempat Bram memarkirkan mobilnya. Bram melingkarkan tangan dipinggang Dhani, sementara Dhani juga melingkarkan tangannya di pinggang Bram.
" Dhan...kamu nggak kangen sama Bram mu yang ganteng ini?" Bram menatap Dhani.
" Nggak.." Dhani tertawa membuat Bram merengut kesal.
" Kok gitu sih..?" Bram tampak kesal.
" Kamu sih..kaya gitu masa masih ditanyain.." Dhani mendekatkan wajahnya ke wajah Bram. Dan..Cup! diciumnya pipi Bram sekilas.
Bram terdiam beberapa saat. Diusap-usapnya pipinya yang baru saja dicium Dhani. Bibirnya menyunggingkan senyum bahagia.
" Sayaang...tunggu..." Bram.mengejar Dhani yang berjalan cepat meninggalkannya.
Dhani sudah sampai ke mobil Bram dan duduk bersila di kap mobil menunggu Bram yang mendekat.
Bram berlari kecil ke arah Dhani. Berdiri di depan Dhani dan kembali memeluk gadis itu. Melingkarkan tangan kekarnya di pundak Dhani. Sementara Dhani membalas pelukan Bram dengan melingkarkan tangannya di pinggang Bram yang berdiri di depannya.
Mereka berpandangan sejenak. Lampu jalan yang temaram menyinari dua wajah penuh rindu itu. Bram tersenyum lalu mengecup bibir Dhani sekilas. Dhani juga tersenyum dan membalas mengecup bibir bibir Bram lembut. Ciuman singkat yang membuat hati keduanya menghangat.
" Berangkat yuk...! ajak Dhani disambut anggukan Bram. Diangkatnya pinggang ramping Dhani turun dari kap mobil.
" Yuk...!" Bram menuntun Dhani masuk mobil. Dibukakannya pintu sisi penumpang untuk Dhani. Setelah Dhani masuk, Bram melangkah ke sisi kemudi.
Mobil melaju pelahan. Bram mengemudi dengan kecepatan rendah.
"Sayang, rasanya aku nggak sanggup lagi pisah lama-lama denganmu. Emm..apa kamu masih ingin menunda pernikahan kita tiga tahun lagi?" Bram menarik tangan Dhani dan menciumnya lembut.
" Hmmm..." Dhani mengangguk yakin.
" Hufffft..." Bram menggumam kecewa.
" Sayang, apa kau yakin aku jodohmu?" Dhani balik bertanya pada Bram.
" Entahlah..aku seperti mengejar-ngejarmu, dan kau terus saja lari meninggalkanku. Kapan kita akan bertemu?" Bram berbisik ragu. Hatinya yang rindu membuatnya lupa akan janjinya untuk sabar menunggu gadis pujaannya itu mencapai cita-cita dan keinginannya.
Dhani membawa tangan Bram ke pipinya. Bram terpana menatap Dhani lalu segera menepikan mobilnya.
" Apa kau begitu merindukanku? Ke mana Bram yang akan selalu mendukungku dan menungguku?"
" Entahlah Dhan, makin ke sini aku semakin takut kehilanganmu." Bram menatap Dhani sendu.
__ADS_1
" Eh Bramku yang tampan..kok.jadi cengeng gini sih? " Dhani tertawa.
Bram melepaskan seat beltnya lalu menghadap Dhani.
" Ini karena rindunya belum terobati cintaku, sayangku..., sini..kasih obat untuk kang masmu..hmm...??" Tatapan Bram penuh hasrat ke Dhani.
Bram meraih pinggang Dhani, menarik lembut tengkuk gadis itu dengan tangan yang lain dan mendaratkan bibirnya lembut di bibir Dhani.
" Bram..." desah Dhani. Lalu Tangannya melepas seat beltnya pelahan dan membalas pelukan Bram.
" Aku merindukanmu sayang.." bisik Bram pelan sambil kembali mengecup bibir Dhani.
" Bram...miss you too" bisik Dhani . Matanya terpejam menikmati sentuhan bibir hangat Bram.
Melihat mata Dhani terpejam Bram semakin membenamkan bibirnya dalam ke bibir Dhani.
" Sayaang.." desahnya di sela ciumannya yang menggebu.
Dhani pun tak bisa lagi menahan dirinya. Rindu dendamnya pun ingin dipuaskan saat ini. Tangannya bahkan tampa sadar sudah berpindah ke leher dan kepala Bram. Memeluk dan meremas lembut rambut Bram seakan meminta Bram untuk makin memperdalam ciumannya. Sementara bibirnya saling berbalas ******* dengan Bram.
Dan udara di dalam mobil itu pun menjadi panas. Tak ada suara selain decap bibir yang beradu. Nafas yang menderu penuh rindu.
" Ahh...Bram...sayang...lepas..aku nggak bisa nafas.." Bisik Dhani disela-sela ciuman saat nafasnya terasa hampir habis.
Bram melepaskan pagutannya lalu tersenyum . Tapi cuma sebentar, setelah dirasa Bram Dhani cukup mengambil nafas, Bram malah menarik tubuh Dhani ke pangkuannya.
Dhani terkejut. Saat ini dia sudah berada diatas pangkuan Bram menghadap wajah Bram. Sebelum sempat sadar apa yang harus dilakukan Bram sudah menarik kembali tengkuk Dhani dan membenamkan bibirnya ke bibir Dhani yang basah.
" Sudahlah sayang, jangan membantah lagi
. Nikmati saja. Manjakan aku sebelum kau pergi lagi..hmmm.." pinta Bram sambil mengecup leher Dhani lembut.
" Aahh.." Dhani bergidik..tapi kemudian tanpa aba-aba langsung meraup bibir Bram dengan bibirnya. Keduanya kembali saling memagut lembut, lama- kelamaan ciuman lembut itu menjadi panas dan penuh hasrat. Hingga terdengar suara keduanya yang saling menyerukan nama pujaan hatinya.
Dhani benar- benar memanjakan Bram dengan ciuman, pelukan dan belaian tangannya. Saling memanggil dengan panggilan sayang. Saling mendekap erat seakan tiada hari esok lagi.
" Dhaniku..."
" Bramku..."
" Sayang.."
" Cintaku..."
Entah berapa dan apa saja kata cinta dan rayuan lolos begitu saja dari mulut kedua insan dimabuk asmara itu disela-sela ciuman panas mereka.
Berhenti sejenak lalu saling bertukar lidah dan saliva lagi. Tangan Bram makin erat memeluk pinggang Dhani, sementara lengan Dhani pun makin erat melingkar di tengkuk Bram. Saling menumpahkan hasrat dan kerinduan mereka.
Entah berapa lama sampai keduanya akhirnya merasa lemas dan kehabisan tenaga. Saling menatap penuh cinta lalu saling bersandar.
" Dhani...sayang...aku makin mencintaimu..dari hari ke hari." bisik Bram lembut di telinga Dhani yang sekarang sedang menyusupkan wajahnya ke leher Bram. Sementara Bram menyandarkan keplanya di dada Dhani yang ada di pangkuannya.
" Aku lebih mencintaimu sayang" Jawab Dhani sambil mencium lembut leher Bram.
__ADS_1
" Jangan menggodaku lagi sayang..atau kau tak akan pernah sampai ke Bandara malam ini ." desah Bram menikmati ciuman Dhani di lehernya.
" Hei...kalau tidak ke Bandara kau mau bawa aku kemana memangnya?" Dhani tertawa..
" Kau akan kubawa ke rumahku. Kita menikah sekarang juga dan happy ending ...Bram and Dhani Forever..." Bram tertawa sambil menatap Dhani di pangkuannya.
Dhani ikut tertawa. " Ngimpiii..." serunya sambil mencubit hidung mancung Bram.
" Kok ngimpi sih...jadi kau tidak ingin jadi nyonya Bramantyo?" Bram merengut
" Pasti pengen sayang..tapi tidak sekarang...Kau adalah masa depanku Bram" ucap Dhani lembut meyakinkan Bram.
" Ahh ya sudahlah Tuan putriku sayang. Kalau sudah begini aku cuma bisa berdoa agar kau tiba-tiba khilaf dan mengajakku kawin cepat-cepat.." ucap Bram tanpa dosa..
" Hahhh...jelek sekali doamu tuan??" Dhani menjewer telinga Bram. Tapi Bram malah tertawa dan kembali memeluk erat tubuh Dhani.
Dhani segera menepis tangan Bram sambil bergerak turun dari Bram. Ada yang dari tadi mengganggu duduknya.
Bram tersenyum nakal dan membiarkan Dhani turun dari pangkuannya. Setelah Dhani kembali ke kursi penumpang Bram mengecup sekilas bibir Dhani.
" Ahh..manis sekali...bagaimana aku bisa menahannya sayang? " gumam Bram pelan sambil menatap wajah Dhani. " Kau selalu membuatku gila"
Dhani tersenyum. Wajahnya merona teringat kegiatan panas mereka barusan.
" Emh..jadi kau sudah puas Bram?" Dhani berkata sambil menunduk.
Bram menggeleng " Aku tak akan pernah puas denganmu sayang mau lagi dan lagi terus..." bisik nya di telinga Dhani.
" Bram mesum!" seru Dhani
" Biarin...kamu juga.." Bram menggoda Dhani
" Ehh...kan kamu yang mulai" elak Dhani
" Ehh..siapa yang minta terus?"
" Kapan aku minta? " Dhani heran.
" Aku tahu isi hatimu sayang" Bram tertawa
" Sok tahu, dasar modus...!" Dhani mencubit pinggang Bram. Keduanya tertawa bahagia.
Bram mengarahkan mobil ke Bandara. Waktu berlalu begitu cepat saat bersama orang tercinta. Tak ada waktu jalan-jalan lagi. Tapi semua terbayar lunas saat rindu yang lama tertahan dalam hati sudah terobati.
Setidaknya hari ini Bram akan ada di mimpi Dhani dan sebaliknya...Memikirkan hal yang sama tiba-tiba Dhani dan Bram saling menatap.
Cup! Dhani mengecup bibir Bram saat mereka hendak turun dari mobil di bandara.
" Buat bekal bobo nanti sayang.." bisik Dhani tersenyum. Lalu buru-buru keluar dari mobil.
Bram tertawa kecil. Gadisnya itu selalu saja membuatnya kehilangan akal.
Dhani....awas saja! gumam Bram pelan lalu berlari kecil mengejar Dhani.
__ADS_1