
Dhani membuka mata ketika jam menunjukkan pukul 5 sore. Rupanya mereka tertidur begitu lama karena kelelahan dengan aktifitas panas mereka sejak malam hingga pagi tadi. Hingga tak terasa melewatkan waktu makan siang mereka.
Dhani tersenyum-senyum sendiri mengingat malam pertama dilanjutkan pagi panas mereka tadi. Wajahnya bersemu merona. Ditatapnya wajah tampan yang kini terlelap disampingnya penuh cinta.
Wajah lelaki tampan yang kini jadi suaminya itu tampak pulas. Mulutnya yang sedikit terbuka malah menambah kesan seksi bagi Dhani. Bibir seksi itulah yang semalaman membuatnya menjerit dan mendesah tak ada habisnya.
Bram begitu hebat dengan seluruh bagian tubuhnya yang mencumbui Dhani tanpa ampun. Bibirnya, hidungnya, tangannya, dan ahh....tentu saja bagian terpentingnya yang perkasa.. Membuat Dhani merasakan puncak kenikmatan dan kepuasan yang belum pernah dirasakan seumur hidupnya. Membuat tubuhnya seakan melayang diatas surga dunia. Bahagia dan nikmat menjadi satu.
Tanpa sadar Dhani membelai bibir Bram.lalu mengecupnya lembut. Bram membuka matanya pelahan dan mendapati wajah cantik Dhani tengah berada dekat di wajahnya. Bibirnya merasakan sentuhan lembut bibir Dhani.
" Emh ...." tanpa aba-aba Bram melahap bibir Dhani yang tengah menempel dibibirnya. Menggigitnya pelan lalu mulai ********** dalam. Semakin dalam membenamkan bibir dan lidahnya...semakin panas.
Dhani membalasnya dengan tak kalah panas.
" Sayaang..." desahan Dhani membuat tubuh Bram menegang. Ciuman liarnya kini sudah turun ke leher Dhani. Menyesap dan membuat banyak gigitan kecil disana sementara tangannya sudah berkelana mencari benda kenyal kembar favoritnya. Meremasnya lembut namun penuh godaan sensual.
" Braammm...aakhh" bibir Dhani makin meracau merasakan godaan bibir dan tangan suaminya yang makin menjadi. Apalagi ketika tangan Bram mulai turun ke bagian bawah tubuhnya.
" Kamu mau apa sayang?..." Bram menggeram pelan ketika tangan Dhani melucuti kaus dan celananya dengan terburu-buru. Pria itu tersenyum nakal melihat keagresifan istrinya. Dengan penuh hasrat Bram pun menarik pakaian Dhani hingga keduanya kembali polos sore itu.
Bram menatap tubuh polos istrinya dengan mata yang sudah berkabut. Lalu mulai menyusupkan wajahnya ke bagian bawah tubuh Dhani. Candunya yang tenyata juga membuat Dhani ketagihan merasakan sensasi kenikmatan ketika Bram menghisap dengan bibirnya, memijat dan mendorong, menyapu liar pusat tubuh istrinya dengan indra perasanya .
"Bram.... sayang..ini sangat nikmat" Dhani mulai meracau tak karuan. Tangannya meremas dan menjambak pelan rambut Bram. Menekannya semakin dalam ketubuhnya. Bram pun semakin rakus melahap habis bagian tubuh istrinya itu. Hingga Dhani melenguh panjang merasakan puncak pelepasannya.
Bram menyesap kuat bagian tubuh istrinya itu. Dhani menarik Bram ke atas. Bibir mereka kembali bertemu dan beradu.
Dhani merasakan bagian tubuh suaminya menekan dibawah sana. Menyeruak masuk ke inti tubuhnya dengan lembut." Ahhh" Dhani mendesah saat merasakan penuh di bagian bawah tubuhnya.
Bram melepaskan pagutan di bibir istrinya dan mulai menggerakkan tubuhnya diatas tubuh Dhani. Tangannya saling meremas dengan tangan Dhani. Sesekali bibirnya mengecupi wajah , leher dan dada istrinya.
Desah keduanya bersahutan seiring gerakan Bram yang makin cepat dan kuat. Puas bermain diatas, Bram tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya dan berguling sehingga posisi Dhani kini ada diatasnya tanpa melepas penyatuan tubuh mereka.
"Aaaaahhh...." Dhani mendesah merasakan sensasi kenikmatan yang menguasai tubuhnya saat berada diatas tubuh suaminya .
Ada rasa malu dan canggung karena baru pertama melakukannya, apalagi Bram terus menatapnya penuh puja dan hasrat.. namun akhirnya Dhani mencoba menggerakkan tubuhnya pelahan.
__ADS_1
Saat Dhani mulai bergerak Bram mengerang pelan. Mendesah menikmati gerakan istrinya " Ohh sayang...emmhh terus sayang, puaskan aku....Dhani... sayaang...." Bram meremas lembut dada istrinya membuat Dhani menggeliat dan makin mempercepat gerakannya.
" Sayang, Braam aku sudah tak tahan lagi..." desah Dhani setelah beberapa lama memainkan tubuhnya diatas tubuh suaminya. Nafasnya mulai berat.
" Aku juga hampir sampai sayang, ahh..." Bram mengerang bersamaan dengan pelepasannya. Dhani menggeliat tubuhnya bergetar merasakan puncak kenikmatan lalu ambruk diatas tubuh suaminya yang juga bergetar penuh kepuasan.
Keduanya berpelukan erat dengan tubuh penuh peluh. Nafas mereka terengah-engah. Bram membiarkan Dhani terkulai lemas diatasnya beberapa saat. Dikecupnya wajah Dhani bertubi-tubi.
" Terima kasih sayang, kamu sangat hebat.." bisik Bram tersenyum di telinga Dhani. Dhani tersipu. Makin membenamkan wajahnya di dada bidang suami tampannya.
Dhani baru saja merasakan pengalaman baru yang mendebarkan. Baru pertama melakukan dengan posisi seperti ini,
Seperti tadi pagi, mereka tak segera melepas penyatuan mereka. Seakan enggan mengakhiri kenikmatan yang tercipta diantara mereka.
" Biarkan dulu sayang, aku suka begini..." desah Bram sambil memejamkan matanya. Seakan meresapi rasa nikmat yang berpendar di sekujur tubuhnya.
" Sayang...." Dhani hendak beranjak. Tapi Bram menahannya posessif.
" Sebentar lagi honey.." bisiknya manja.
" Tapi aku lapar sayang...." Dhani merajuk. Perutnya benar-benar keroncongan.
Dhani duduk menyandar di dada suaminya.
" Apa masih sakit honey..." Bisik Bram di telinga istrinya.
" Enggak mas, kan udah minum obat.."
" Jadi siap digempur lagi kan?" mata Bram mengedip nakal.
" Papa tolooong...suamiku mesum..." pekik Dhani sambil menutup wajahnya dengan tangannya.
" Hahahaha.....istriku juga mesum papa...apa kau lupa siapa yang menggoda duluan tadi sayang...?." Bram tertawa sambil memeluk gemas istrinya...
" Aku tidak menggodamu, aku cuma mengecupmu sedikit...mas udah langsung nyamber aja.." Dhani merengut.
__ADS_1
" Sayang aku tidak bisa menahannya saat dekat denganmu, maaf...Tapi kamu juga ngerasa keenakan kan" ledek Bram membuat semu merah di wajah Dhani.
" Tau ah...." Dhani tersenyum malu sambil menyusupkan wajahnya di dada suami tampannya itu.
" Mandi yuk...lalu makan. Atau kamu ingin makan di luar?" tawar Bram.
" Makan disini aja mas. Masih capek" keluh Dhani
" Capek tapi enak.." goda Bram
" Enak tapi capek" jawab Dhani
Keduanya tertawa. Bram mengangkat tubuh Dhani ke kamar mandi. Kali ini benar-benar cuma mandi bersama dibawah siraman air shower yang hangat. Saling membersihkan tubuh pasangannya penuh cinta. Ya...meskipun Bram tetap saja tak bisa melewatkan kesempatan mencumbui tubuh polos istrinya.
Bram menggendong tubuh Dhani ke kamar setelah memakaikan bathrobe nya. Mendudukkannya di depan meja rias dan memgeringkan serta menyisir rambut istrinya. Sepertinya kegiatan ini akan jadi ritual wajibnya setelah memiliki istri. Bram merasa bahagia melakukannya.
Apalagi Dhani, hatinya begitu berbunga-bunga merasakan perhatian dan sikap Bram yang begitu manis.
Masih dengan bathrobe keduanya duduk di sofa menikmati makanan hotel pesanan mereka. Kali ini Dhani yang menyuapi suaminya.
Bram duduk manis di depan istrinya, Menikmati suapan dari tangan istrinya. Sesekali masih menggerayangi tubuh istrinya. Oh Bram ternyata benar-benar jadi pria mesum sekarang
" Ih, mas... lagi makan ini , tangannya dikondisikan sayang..." Dhani menggelengkan kepalanya pelan. Tapi Bram mana peduli?
Sudah hari ke tiga, dan pasangan pengantin baru itu masih belum keluar kamar sama sekali.
**************************************
s*x education:
Jika pasangan sahmu meminta gaya aneh-aneh saat bercinta sebisa mungkin layanilah dengan senang hati. Termasuk oral s*x ya....
Percayalah meskipun awalnya kamu mungkin canggung atau risih dan tak suka, cobalah untuk menikmatinya. ( padahal rasanya memang nikmat..sungguh!! emh..)
Jika kamu melakukannya untuk menyenangkan pasanganmu maka kamu yang akan terkejut dengan hasilnya. Pasanganmu akan semakin cinta dan memujamu karena kamu bisa jadi orang yang ada di fantasinya...sehingga dia tak perlu mencari orang lain untuk jadi objek fantasinya.
__ADS_1
Ingat pelakor dan penggoda selalu menunggu kesempatan datang.
Selamat mencoba ( dengan pasangan halalmu ya..)