Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Putra Raden Mas Dimas Brotonegoro


__ADS_3

Acara midodareni berakhir sekitar jam sebelas malam. Dhani dan para gadis pager ayu dan pemuda pager bagus dikumpulkan di bangsal setelah semua tamu dan peserta acara midodareni meninggalkan tempat. Mereka menerima arahan tentang acara gladi resik sebagai pager ayu dan pager bagus esok hari.


Dhani bertugas sebagai Putri Domas pembawa kembar mayang atau gegar mayang bersama salah seorang pager bagus yang bertugas sebagai joko kumolo.


Para gadis dan pemuda duduk terpisah. Dhani yang duduk di barisan paling depan benar-benar mati kutu. Sebenarnya Dhani penasaran sekali dan ingin menatap satu per satu wajah para pager bagus itu mengingat Niken salah satu pager ayu yang baru dikenalnya beberapa saat lalu mengatakan bahwa calon suaminya,putra dari Raden Mas Dimas itu ada diantara para Pager bagus itu.


Tapi boro-boro menatap satu-persatu, menoleh pun Dhani tak berani. Apa kata dunia kalau putri Den Mas Baron matanya jelalatan mantengin cowok.? Bagaimanapun Dhani tak akan begitu saja menjatuhkan martabat keluarganya , papanya.. Akhirnya Dhani pasrah menahan rasa penasarannya.


" Yang sebelah mana Ken? Bisik Dhani sambil melirik barisan cowok-cowok di sisi lain bangsal itu. Dan lirikan itu percuma saja karena jarak mereka yang agak jauh ditambah lampu yang tidak begitu terang. Dani sama sekali tidak bisa mengenali wajah mereka dengan benar.


Niken disebelah Dhani cekikikan sambil menutup mulutnya." Yang paling ganteng..alamaakk" Niken pun tak berani menoleh. Gadis centil itu cuma meletakkan puggung tangan di dahinya sementara wajahnya seperti ekspresi orang mupeng. Dhani terkikik geli melihat tingkah niken.


Sampai acara pengarahan selesai Dhani tak berhasil melihat yang ingin dilihatnya. Gagal lagi deh. Sesal Dhani.


Dengan langkah gontai Dhani kembali ke kamarnya yang tidak jauh dari bangsal. Namun di ujung lorong menuju kamarnya Dhani melihat sesuatu yang membuat jantungnya berdetak kencang. Dhani melihat seseorang yang tidak asing berjalan disana.


Dia memakai beskap ( sejenis jas pria) dan kain serta blangkon(penutup kepala pria) yang sama dengan para pager bagus tadi. Tapi Dhani tak mempercayai penglihatannya. Jadi Dhani setengah berlari mengejar orang itu.


" Tunggu!" Dhani berseru agak keras sambil berusaha menghampiri ke arah orang itu pergi. Sayangnya Dhani kehilangan jejak . Ketika sampai di ujung lorong orang itu sudah menghilang.


" Apa itu benar-benar dia? Atau aku hanya berhalusinasi saja?" Dhani mendesah. Dia terkejut ketika seseorang menepuk bahunya.


" Kau cari apa sayang?" Ternyata Baron.


" Papa bikin Dhani kaget aja.., nggak pa tadi Dani seperti melihat seseorang tapi ternyata tidak ada. "


" Sudah malam ayo istirahat! Besok tugasmu banyak" Baron mengajak Dhani kembali ke kamar. Dhani mengangguk dan mengikuti langkah papanya.


Malam itu Dhani masih berkutat dengan pikirannya. Bram yang menghilang dan rasa penasarannya pada calon suami yang dijodohkan papanya dengannya.


Akhirnya dicobanya menelpon Bram lagi. Video call Tersambung..ahh ! Dani melonjak girang. Tapi buru-buru dilipatnya bibirnya yang tersenyum. Dhani kesal sekali karena Bram mengacuhkannya beberapa hari ini. Bahkan sudah membuatnya menangis karenanya.

__ADS_1


" Hai sayang...apa kau merindukanku? " wajah tampan itu terlihat menyebalkan bagi Dhani saat ini.


" Rindu apa? Nggak!. Kamu sudah bikin aku males Bram. Ya sudahlah. Asal kamu baik-baik saja. Aku cuma kuatir ada apa-apa karena kamu gak ada kabar sama sekali." Dhani bersungut-sungut. Bibirnya cemberut namun tak menghilangkan kecantikannya di mata Bram


" Uluh-uluh...princess cantikku ngambek..jangan marah dong sayang. Aku sibuk banget seminggu ini. Ada tugas negara. Maaf ya...?" Bram memohon sambil memasang wajah dan mata puppy. Membuat kesal Dhani sedikit berkurang. Bagaimanapun dia sangat merindukan pria itu.


" Sesibuk-sibuknya masa iya gak balas pesanku? Kamu keterlaluan Bram. Atau kamu sudah ada ..eh..ngga jadi deh...aku cuma mau kasih kabar aku ada di kota S. Di kotamu. " Ucap Dhani kurang semangat. Hatinya masih dongkol pada Bram.


" Aku tahu sayang..besok pagi kita ketemu ya... " bisik Bram sambil tersenyum.


" Eh nggak bisa besok pagi aku ada acara . Gladi resik pager ayu dan pager bagus. Kamu dengar kan kabar pernikahan putri sinuwun raja?" Dhani bertanya.


"Waduh sayang sekali ya Dhan. Soalnya aku ada waktunya cuma besok pagi. Gimana dong?" wajah Bram tampak.kecewa.


" Ya sudah gimana lagi..aku tutup ya..ngantuk dan capek! " Ketus Dhani lalu menutup begitu saja panggilannya pada Bram.


Dhani kesal sekali. Entah mengapa dia merasa Bram.cuek sekali. Tidak seperti biasanya. Akhirnya karena lelah kesal dan mengantuk Dhani terlelap.


Di tempat lain Bram tertawa kecil. Sebenarnya dia sangat merindukan Dhani. Tapi ada sesuatu yang membuatnya harus menahan rindunya untuk beberapa saat lagi.


Mereka menggunakan kain yang sudah disediakan pihak istana..Sementara atasannya mengenakan kaos putih polos. Kata sang pelatih agar terbiasa berjalan menggunakan kain saat acara besok jadi hari ini mereka juga harus mengenakan kain.


Saat mereka sudah rapi berbaris , rombongan pager bagus yang terdiri dari para pemuda segera bergabung dengan mereka . Para pemuda itu menempatkan diri sesuai arahan sang pelatih. Masing-masing berpasangan dengan para gadis yang sudah berbaris rapi.


Dhani sebagai Putri Domas ( pembawa kembar mayang) tentu saja ada di baris paling depan. Dhani reflek menoleh ketika seseorang berdiri di sebelahnya. Pasangannya membawa kembar mayang besok. Hidungnya mencium harum yang sangat familiar, aroma yang selalu dirindukannya.


Dhani tercekat. Wajahnya memucat. Jantungnya terasa mau meloncat keluar melihat pemuda di sampingnya.


" Surprisse!!" Bisik.pemuda tampan itu sambil mengedipkan sebelah matanya pada Dhani Wajahnya penuh senyuman. " Kita ketemu kan?"


Tubuh Dhani membeku. Lehernya seolah kaku tak bisa digerakkan. "Kau??" Pekiknya tertahan.

__ADS_1


"Cieeee....yang ketemu" Dhani mendengar celetukan ramai di belakangnya.


" Ehm..ehm"


" Ambyar mass...patah hati adek" terdengar suara centil khas niken.


Jantung Dhani makin kuat berdebar. Sampai-sampai dia memegangi dadanya sendiri takut jantungnya benar-benar meledak.


Otaknya berputar keras. Ketemu? Siapa? Apa dia ini putra Raden Mas Dimas itu? Yang dijodohkan dengannya? Dhani melirik lagi pemuda itu. Jadi yang dilihatnya tadi malam itu benar-benar dia?


Yang dilirik cuma tersenyum-senyum tanpa sedikitpun melihat Dhani.


" Braaammmm" Dhani menggeram pelan. Beribu perasaan berkecamuk di dadanya. Ingin rasanya berteriak dan memukul habis Bram yang malah kelihatan makin tersenyum menggodanya. " Aarrrgh.."


Dhani tidak tahu lagi apa yang dirasakannya saat itu. Sedih, kesal , dongkol atau bahagia?Dhani ingin tertawa tapi juga ingin mengamuk dan menyemprot Bram dengan ribuan kata-kata umpatan dan kekesalan. Tapi yang keluar dari mulutnya cuma geraman kesal. Dia tak bisa melakukan apa-apa didepan semua orang ini.


" Awas kau Bram..!" desisnya lirih tapi masih bisa didengar Bram yang dekat disebelahnya. Bram memasang wajah takut tapi terlihat menggoda Dhani. Uhh! Dhani gemas sekali.


Sepanjang acara gladi resik Dhani sama sekali tak menegur Bram. Mulutnya terkunci rapat.


Tapi sebaliknya Bram tak henti menggoda gadis cantik itu saat ada kesempatan disela-sela kegiatan gladi resik itu.


" I love you!" Bisiknya suatu kali di telinga Dhani. Disambut pelototan mata indah Dhani.


" Miss you!" desah Bram pelan lain waktu dekat di belakang pundak Dhani. Gadis itu cuma melengos.


" Dasar gila" gumam Dhani yang membuat Bram malah terkekeh.


" Cantikku..." Bram


" Sayangkuh..." lagi Bram

__ADS_1


" Wong edan (.orang gila) " Dhani tak tahan lagi. Mengeluarkan kata-kata Bahasa Jawa yang dikuasainya.


Bram menahan tawanya sampai pipinya menggembung.Gadis pujaan hatinya itu sungguh lucu dan menggemaskan.


__ADS_2