Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Hati yang berpaling


__ADS_3

Dhani melangkah cepat meninggalkan El. Perasaannya tidak karuan. Dia dapat melihat sinar mata penuh kerinduan milik El. Dan itu membuatnya merasa canggung. Hatinya benar-benar bingung. Mungkin seminggu yang lalu El pun masih akan melihat sinar kerinduan yang sama di mata Dhani. Tapi hari ini ketika mereka kembali bertemu, semua terasa jauh berbeda.


Ada bayangan Bram di pelupuk mata Dhani. Pelahan mengikis wajah El dari hati dan pikirannya. Apakah aku begitu kejam? Menolak El dan menerima Bram secepat itu begitu saja? Belum lagi perjodohannya dengan lelaki pilihan papanya yang sama.sekali tidak dikenalnya.


Entah lah , tapi Dhani tidak lagi merasakan getaran yang sama dengan yang El rasakan. Hatinya telah berpaling. Dan Dhani tidak tahu harus bagaimana bersikap terhadap El. Ahh...bagaimana ini? Dhani mendesah.


" Kenapa harus bertemu dia lagi? Kenapa dia dosen di sini ? Bagaimana aku harus menghadapinya nanti? " tiba-tiba berbagai tanya memenuhi kepala Dhani.


Berpikir sambilterus berlari ke arah teman-teman mabarnya yang sudah mulai berbaris. Dibuangnya kasar nafasnya, seakan membuang semua bayangan dan pikiran kusutnya.


Dhani mulai mengatur barisan. Kali ini mereka berbaris dengan benar. Laki-laki dan perempuan berbaris terpisah.


Setelah barisannya rapi , Dhani melangkah ke arah kakak-kakak panitia. Dia harus kembali menerima petunjuk kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya hari ini. Setelah selesai menerima petunjuk, Dhani kembali ke barisannya.


" Teman-teman kegiatan kita selanjutnya adalah perkenalan dengan teman-teman kita satu jurusan. Tanyakan nama dan hobby masing- masing. Tulis lalu hafalkan. Minimal kita harus menghafalkan dua puluh lima wajah, nama, dan hobby teman kita. Besok kita harus menyebutkan minimal dua puluh lima data teman kita itu dihadapan kakak-kakak panitia kita. Ingat ya, bukan cuma sekedar nama dan hobby saja. Kita juga harus mengingat wajah dari nama-nama yang sudah kita tulis dan hafalkan. Oke, cukup sekian. Silakan mulai.!" Dhani memberi tugas sesuai yang disampaikan kakak-kakak panitia.


Ramai lagi suara para mabar itu. Bagaimana mungkin menghafalkan wajah dan data dua puluh lima orang yang baru kita kenal? Segera berdengung gerutu, gumam dan ocehan kekesalan dari para mabar itu. Tapi mereka tidak bisa berkutik selain segera melaksanakan tugas itu.


Dhani juga berpikir keras bagaimana mengenali wajah dan data mereka dalam waktu singkat. Sedangkan Dhani baru hari ini bertemu mereka. Tapi setidaknya Dhani sudah hafal diluar kepala wajah Bastian, Donald dan Silgy. Tanpa Dhani sadari tiga wajah yang baru dipikirkannya itu sudah mengelilinginya.


" Hehh kalian bikin kaget tahu? " Dhani memegang dadanya.


" Hobimu apa Nald,Bas, Gy? " Tanpa menunggu lagi Dhani mengeluarkan catatan dan mulai menulis.

__ADS_1


" Makan" Donald menjawab asal disambut toyoran dari teman-temannya.


" Yang bener lo..." Bastian mengomel.


" Tulis aja Dhan, Bas, biar dia kena hukuman. Biar tau rasa," Silgy melotot ke arah Donald yang langsung merengut.


" Ah kalian ini gak asyik gak bisa diajak bercanda" Donald lalu tertawa sementara tiga temannya mendengus.


" Cepetan kita harus segera cari data." Silgy mulai kesal.


" Renang" Sahut donald


" Renang juga, kok sama?" Silgy melihat Donald.


" Lo Bas, Dhan ? " Tanya Donald


Dhani tersenyum." Pinter juga kamu Bas, jadi kita tinggal cari dua puluh satu orang lagi ya, kok lebih banyak kurangnya ya?" Dhani memasang muka lelah membuat tiga temannya tertawa.


" Aku ada ide Dhan kita cari yang mukanya unik aja. Jadi kita mudah hafalin wajahnya. Gimana?" usul Silgy .


" Boleh juga usul lo Gi, contohnya muka lo Dhan, kan beda tuh cakep bule lagi, atau kaya gue nih yang tampan dan kharismatik pasti mudah menghafalnya. Bener gak Gy, Dhan" Bastian menyilangkan tangan didadanya dengan sombong. Spontan disambut Huuuuu....dari Donald , Dhani dan Silgy.


" Pede amat lo, cakepan juga gue, Dhani aja langsung terpana waktu pertama lihat gue" Donald mencibir Bastian disambut tawa Dhani dan Silgy

__ADS_1


" Ngimpi aja kamu Nald, kapan aku terpana? " Dhani terkekeh mendengar khayalan Donald.


" Dhan, tega banget sih lo...senengin hati gue dikit napa?" Donald memasang wajah sedih tapi tiga temannya malah makin keras tertawa.


"Udah, ngga usah ngeladenin si halu ini. Lets go " Bastian kembali menoyor kening Donald lalu beranjak ke arah teman-teman mereka yang lain.


Mereka berempat segera bergerak bersama. Menanyai mabar yang ada paling dekat dengan mereka terutama yang wajahnya unik dan mudah dikenali. Sesekali mereka menjawab pertanyaan mabar lain yang ingin mencatat nama dan wajah mereka.


Dhani tentu saja paling banyak dapat pertanyaan dari cowok-cowok yang mulai cari-cari kesempatan mengenal Dhani. Siapapun akan dengan mudah mengenali Dhani meskipun baru sekali bertemu. Wajah bule nya, terutama mata biru nya yang teduh akan langsung membuat siapa pun tak bisa melupakannya lagi setelah melihatnya. Apalagi pembawaan Dhani yang tidak jaim riang dan percaya diri. Membuat semakin banyak yang mengaguminya.


Tiga teman baru Dhani pun tak sedikit dipilih mabar lain untuk dicatat nama dan hobinya. Bastian dengan tubuh tinggi atletis dan wajah gantengnya, Donald dengan tubuh tinggi dan wajah imutnya, maupun Silgy dengan kaca mata dan tahi lalat di ujung bibirnya.


Tugas perkenalan dari panitia mau tidak mau membuat mabar-mabar itu benar-benar saling berinteraksi dengan teman-teman baru mereka. Bersosialisasi dengan orang-orang yang bahkan baru mereka temui hari itu. Bagaimanapun ide panitia kali ini sungguh ide bagus yang bisa ditiru untuk saling mendekatkan komunitas mengingat individualisme yang makin membudaya.


Akhirnya Dhani, Bastian Silgy dan Donald berhasil mengumpulkan dan menulis duapuluh satu nama dan hobby teman-temannya satu jurusan. Mereka juga meminta nomor aplikasi perpesanan ponsel mereka dan saling berjanji mengganti foto profil mereka dengan foto close up wajah agar bisa segera menghafal wajah nama dan hobby mereka masing-masing .


Waktu yang tersisa siang itu mereka gunakan untuk mengenali wajah teman-teman merka untuk kemudian dicocokkan dengan nama dan hobby mereka.


Malamnya Dhani benar-benar sibuk menghafal, sampai di meja makan pun Dhani membawa ponselnya sambil menggumamkan pelan nama-nama yang sudah ada di catatannya aambil membayangkan wajah mereka.


Baron yang melihat bibir putrinya bergerak-gerak tanpa suara merasa keheranan. " Kau dapat tugas apa sayang, kenapa jadi bicara sendiri gak jelas begitu?"


Dhani tertawa, baru menyadari papanya sudah mengamatinya dari tadi. " Ah ini pa, Dhani harus menghafal wajah nama dan hobby teman-teman baru Dhani."

__ADS_1


Baron juga tertawa. " Kamu lucu kalau umik-umik ( bicara tanpa suara) gitu. Ya sudah ayo makan dulu, nanti lanjutkan lagi"


Dhani mengangguk dan segera mengambilkan makanan untuk papanya. Lalu untuknya sendiri. Keduanya kemudian makan dengan tenang seperti biasanya. Hanya terdengar denting sendok beradu pelan dengan piring sesekali. Tiba-tiba Dhani teringat saat makan siang dengan teman-temannya tadi. Hari ini dia sudah melanggar protokol meja makan. Hihi...maaf pa..Dhani tersenyum kecil.


__ADS_2