Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Bertemu kembali


__ADS_3

Dhani membuka matanya ketika alarm di ponselnya berdering. Gadis cantik itu Mengerjapkan matanya merenggangkan kedua tangan dan kakinya lalu bangkit dari ranjangnya.


Bergegas menyelesaikan ritual membersihkan diri di kamar mandi. Kemudian bersiap dengan seragam putih hitamnya. Khas peserta MOS atau Ospek.


Wajah cantiknya tanpa make-up cuma skincare ringan dan taburan bedak bayi tipis. Lipbalm beraroma buah untuk melindungi bibir dari kekeringan. Bahkan Dhani


tak perlu mascara dan pencil alis untuk bulu mata lentik dan alis mata sempurnanya. Perfect.


Dhani mengambil bantal hadiah dari Bram, Bram kecilnya. Ada perasaan lucu, sayang dan entah apa ketika melihat bantal itu ...dipeluk dielus diusap-usap gemas dengan pipinya. Kelembutannya menjalar ke hatinya yang rindu. Meraba nama Bram.yang terukir di benda lembut itu.


Dhani mengambil ponselnya yang dicharge di nakas , dan melihat pesan Bram tadi malam yang belum sempat dibacanya karena sudah terlelap. Juga foto lucu Bram mencium bantal bertulisan Dhani miliknya.


Bibirnya menyunggingkan senyum.Dhani mengetikkan pesan lalu mengirimnya ke nomor Bram.


" Bramku sudah kupeluk, berikan semangatmu untuk hari ini . Emot tangan kekar terangkat.


Apa Dhanimu baik-baik saja?


~ Dhani


Ponsel Dhani bergetar. Balasan langsung dari Bram


Dhaniku disini akan selalu merasa hangat, karena ciuman dan pelukan Bram tak pernah lepas darinya. Emot hati. ~Bram


Bram mesum..kasihan Dhanimu. emot scary ~Dhani


Dhani disana sedang iri, karena tidak bisa dipeluk dan dicium Bram, cuma bisa mencium dan memeluk Bram kecil diam-diam.~ Bram


Dhani tertawa sendiri. Bram benar-benar gila. Membuatnya gila...


Bram,Kau gila ya...aku berangkat ke kampus sekarang..lekas bangun dan cuci otakmu, kasihan dhani kecil mu..~Dhani


Haha....Dhani menggila karena iri pada Dhaniku disini...ini untukmu sayang...emot love bertebaran.~Bram


Terkirim, dibaca tapi tak dibalas Dhani. Karena Dhani sedang terkikik geli sendiri.


" Bagaimana dia bisa segila itu?"


Jika Dhani menuruti membalas pesan Bram, mungkin baru sejam lagi mereka selesai


seperti tadi malam. Berbalas pesan gila disambung v call sampai tidur. Dan pasti telat atau bahkan batal kuliah....


Tapi baru saja Dhani duduk di kursl mobil ponsel Dhani bergetar. Video call dari Bram. Dadanya berdebar...diangkatnya ponsel dari tasnya.


Mobil Dhani meluncur tenang di jalan raya. Pak Sukir yang melihat Dhani setengah berbisik-bisik menelpon cuma tersenyum. Majikannya itu kelihatan bahagia sekali tapi masih malu-malu.


" Pagi sayang..." wajah yang hari-hari térakhir ini selalu dirindukan Dhani muncul dilayar ponsel.


" Pagi Bram..." Dhani tersenyum

__ADS_1


" Kapan?" Bram


" Apanya?" Dhani mengerutkan dahinya bingung.


" Kapan Kau panggil aku sayang..?" tatapan memohon Bram membuat wajah tampannya jadi menggemaskan.


Dhani tertawa. "Nanti.." jawabnya menggantung.


" Nanti kapan?" Bram.mendesak


" Nanti kalau kita ketemu" akhirnya Dhani menjawab asal. Biar saja toh dia dan Bram tak mungkin bertemu dalam waktu dekat ini.


" Janji ya..." Bram mengangkat dua jarinya simbol berjanji.


Dhani cuma mengangguk."iya...sudah ya...hampir sampai kampus nih.." Dhani melambaikan tangan ke layar ponsel.


" Oke dear, have a nice day" Bram.menyentuh bibirnya sendiri lalu menyentuh layar ponselnya " morning kiss" kata Bram.sambil tersenyum menggoda Dhani.


Dhani tertawa. " Have a great day...bramku..." ucap Dhani lalu buru-buru mematikan layar ponselnya. Ada rasa malu dan canggung ketika mulutnya sudah terlanjur mengucapkan itu.


Aku benar-benar bermain api dengan membalas perasaan Bram.padaku. Dhani mendesah.


Sementara diujung ponsel yang lain Bram berguling-guling di ranjangnya sambil tersenyum-senyum sendiri. " Bramku katanya..hah...gadis itu membuatku gila.."


Mobil Dhani benar-benar sudah sampai di kampus. Dengan langkah ringan Dhani turun dari mobil dan memasuki gerbang kampus.


Baru beberapa langkah berjalan Dhani mendengar seseorang memanggilnya.


" Dhani, tunggu! "


Deg...suara itu..Refleks Dhani menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Jantungnya berdenyut.


" Kak El..?"


" Gimana Dhan hari pertama Ospek?"


" Baik kak. Kak El sudah mulai mengajar juga?"


" Iya. Nanti makan siang bareng ya? Kutunggu di cafe D depan kampus." El berlalu tanpa menunggu jawaban dari Dhani. Meninggalkan Dhani yang berdiri mematung kebingungan. Itu tadi ngajak, nyuruh apa maksa?


" Dasar..! " keluh Dhani yang bahkan tak sempat menolak atau menerima ajakan El.


" Heh..bengong aja lu, kesambet ya? " suara jahil Donald mengejutkannya.


" Ish kamu ngagetain aja sih Nald, iya kamu setannya yang bikin aku kesambet," Dhani memukul pelan punggung Donald. Kemudian keduanya tertawa sambil berjalan bareng ke tengah lapangan yang ada dihalaman kampus.


Disana sudah berkumpul teman-teman Dhani yang lain.


Melihat kedatangan Dhani dan Donald, Bastian dan Silgy yang sudah sampai lebih dulu menghampiri mereka.

__ADS_1


" Hai Dhan, gimana sudah hafal belum?" Bastian melihat ke arah Dhani. Belum sempat Dhani menjawab ,Donald sudah menyela percakapan mereka.


" Kok cuma Dhani yang ditanya, gue nggak lo tanya Bas ? Pilih kasih!" Donald merengut tapi tiga temannya malah tertawa.


" Noh Silgy suruh nanyain kalo lo iri gue nanya ke Dhani," Bastian menunjuk Silgy


" Ihh ogah banget gue, pacar juga bukan ngapain nanya-nanya?" Silgy melengos. Dhani dan Bastian tertawa lagi


"Kalian tega banget sih...kalian anggap aku ini apaah? " Donald memasang tampang sedih.


" Ya sudah Nald aku aja yang nanya kamu, kamu sudah hafal tugasmu tuan Donald ?" Dhani bertanya sambil mengedipkan sebelah matanya. Membuat Donald dan Bastian melotot.


Wajah Dhani tampak menggemaskan . Donald jadi salah tingkah. Bahkan tak mampu berkata-kata beberapa saat.


" Cantik sekali..." Akhirnya hanya itu yang terucap dari bibir Donald.


Donald baru sadar ketika Bastian menoyor kepalanya. Sedangkan Dhani dan Silgy tertawa terbahak-bahak.


" Sok-sok an mau menggoda Dhani, baru dikasih kedipan mata udah mau pingsan.." Bastian ikut tertawa. Donald memang yang paling absurd diantara mereka. Tapi selalu membuat hangat suasana. Penuh gelak tawa.


Dhani sangat bahagia. Dalam waktu sehari sudah berhasil menemukan tiga sahabat yang membuatnya nyaman dan santai saat bersama mereka.


Tepat pukul delapan pagi para mabar kembali berbaris rapi di halaman kampus yang super luas itu.


Panitia memilih beberapa mahasiswa baru secara acak untuk menunjukkan hasil pelaksanaan tugas mereka kemarin. Dari kelompuk jurusan Dhani kebetulan Dhani yang terpilih bersama beberapa orang lagi.


Donald , Bastian dan Silgy bersorak-sorak kegirangan ketika tak satupun dari nama mereka terpilih. Mereka bertiga kemudian toss bertiga. Membuat Dhani merengut.


" Sahabat durhaka! Bersenang-senang diatas derita sahabatnya" rutuk Dhani pada ketiga temannya yang malah disambut tawa...


" Haha..sory teman. Aku yakin kamu bisa Dhan. Aku sih hafal, cuma suka mupeng kalo didepan orang banyak. Apalagi disorakin..bisa pingsan gue ...belum lagi ditatap kak Luki yang ganteng itu...Aaaa" Silgy memegangi pipinya sendiri.


Donald, Dhani dan Bastian mendengus mendengar Silgy. Ketiganya kompak mengacak-acak rambut lurus Silgy hingga berantakan.


"Aaaaaa...kalian bisanya keroyokan" Silgy menjauh dari teman-temannya itu.


"" Sukurin, genit sih.." seru Donald dan Bastian bersamaan.


" Biarin, sirik aja lo"


Keempatnya kemudian tertawa. Tak lama nama Dhani kembali dipanggil untuk maju ke depan barisan.


" Semangat kakaaaak.." seru silgi sambil mengepalkan tangan ke arah Dhani. Dijawab Dhani dengan jeweran pelan di telinga Silgy.


"Aaaaa..."Silgy meringis


" Sukurin " bersamaan Donald dan Bastian.


Silgy menjulurkan lidahnya lucu.

__ADS_1


__ADS_2