Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
# Hari terakhir ospek


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir ospek. Tidak ada kegiatan yang penting selain melihat-lihat dan mengenali semua bagian dari lingkungan kampus ini.


Semua mabar dibagi dalam masing-masing jurusan. Ditemani beberapa panitia ospek mengelilingi area kampus yang penting saja. Sebab jika harus menelusuri seluruh area, bisa-bisa memakan waktu dua hari mengingat luas kampus yang berhektar-hektar.


Kebetulan kelompok jurusan Dhani didampingi oleh Luki sang ketua panitia ospek. Dhani merasa beruntung karena ternyata Luki orang yang sangat menyenangkan. Banyak hal yang Dhani dapatkan dari Luki. Apalagi jurusan Luki juga sama dengan Dhani.


" Dhan apa kau mau ikut mapala kampus kita? " tanya Luki di sela-sela penjelasan panitia yang mengenalkan lingkungan kampus.


" Entahlah kak..aku sebenarnya agak malas ikutan kegiatan ekstra. Aku ingin segera menyelesaikan kuliahku. Kalau bisa aku ambil sks sebanyak-banyak agar cepat selesai."


" Hei apa kau tidak ingin bersenang-senang di kampus?"


" Tidak kak. Waktuku sedikit.." Dhani keceplosan..


" Maksudmu?" Luki bingung.


" Eh maksudku aku ingin mengambil waktu sesedikit mungkin untuk menyelesaikan kuliahku."


" Ayolah Dhan..aku minta tolong. Mapala kampus kita makin hari makin kehilangan peminat. Anak-anak sekarang lebih suka nongkrong di kafe dan pub dibanding pergi ke gunung" keluh Luki . Dhani tertawa merasa lucu dengan kata-kata Luki.


" Lalu apa hubungannya denganku kak. Aku sih pernah ikut Pecinta Alam waktu SMA tapi juga nggak serius. Sekedar main-main saja. Biar bisa ikut camping hehe.." Dhani tertawa kecil


" Ada, kamu bisa jadi magnet penarik minat mahasiswa ikut mapala."


" Maksud kakak? " Dhani mengerutkan dahinya.


Luki membisikkan sesuatu ke telinga Dhani. Dhani segera mengarahkan pandangan matanya berkeliling. Dan benar kata Luki banyak sekali mata yang diam-diam atau terang-terangan menatap ke arah Dhani. Bahkan beberapa yang nekat melambaikan tangan atau tersenyum menyapa Dhani ketika mata Dhani menatapnya.


Dhani menepuk dahinya pelan. " Ya ampun kak sejak kapan mereka seperti itu? "


" Sejak hari pertama kamu masuk kampus" Luki tertawa. Apakah gadis didepannya ini benar-benar tidak menyadarinya? Luki bergumam dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


" Entahlah kak..aku akan pikirkan dulu dan juga minta ijin papaku apakah aku boleh ikut mapala. Tapi jangan terlalu berharap kak..hehe.." ucap Dhani .


" Oke mudah-mudahan ada kabar baik. Aku tunggu ya..? " Luki menatap Dhani. Dijawab Dhani dengan mengacungkan jempol.


Rombongan mereka sampai di depan gedung fakultas ekonomi. Setelah dari tadi teman Luki yang menjelaskan, kali ini Luki yang maju ke depan.


"Jadi ini gedung fakultas kalian. Silakan melihat-lihat. Disinilah nanti kalian akan lebih banyak menghabiskan waktu belajar kalian. Jika ada yang ingin ditanyakan silkan hubungi kami." Tegas Luki.


Tak lama bel menunjukkan waktu istirahat ospek berbunyi.

__ADS_1


" Silakan istirahat dulu selama satu jam. Nanti kita kumpul lagi disini dan melanjutkan safari kampus kita."


Dhani mencari-cari ketiga sahabatnya namun tak menemukan mereka. Akhirnya Dhani pergi sendiri ke kantin. Disana dilihatnya Bastian Donald dan silgy sudah mengantri mengambil makanan. Dhani menghampiri mereka.


"Kalian jahat banget sih, kok aku ditinggal?" Dhani cemberut.


" Eh maaf Dhan habisnya kamu tadi lagi asyik ngobrol sama kakak panitia itu. Kan gak enak kalo ganggu..?" Bastian menjawab.


" Ya tapi nggak ditinggal juga kaleee.." Dhani kesal. " Kan kalian bisa ngajak aku..teriak kek, saoalnya aku tadi juga pengennya cepet-cepet ke kantin..tapi nggak enak mau pergi. Nanti takut dibilang sombong..gak sopan.."


" Oke deh maaf, lain kali gak akan ditinggal lagi.." Silgy menjawab. Bastian dan Donald juga mengangguk " Sory"


" Hmmm..." Dhani mengangguk.


Setelah mengambil makanan mereka duduk bersama di pojok ruangan kantin. Mereka makan dengan santai. Seperti biasa diselingi obrolan dan tawa riang tanpa beban.


" Eh..week end kalian ada acara nggak? " Bastian melihat ketiga temannya.


" Enggak ada.." Donald


" Eh jangan bilang kita berempat sama-sama jomblo ya...?" Silgy melihat temannya satu persatu.


Keempatnya tertawa-tawa..Baru sadar kalau mereka juga dipersatukan oleh satu kata jomblo.


Donald mendengus kesal" Heh gue emang jomblo, tapi bukan berarti gue nggak laku ya. Gue ini pemilih..nggak mau sembarangan milih pasangan.."


" Cihh...pemilih.." Bastian dan Silgy mencibir Donald. Sementara Dhani cuma tertawa.


"Kalau aku, Anggap saja aku jomblo guys...pacarku jauh dan papaku gak setuju. Kami back street. Jadi jarang ketemu...Sebenarnya aku nggak ingin pacaran dulu." So, kalau ingin jadi pacarku kalian urungkan saja..daripada kalian kecewa dan keburu tua nunggu aku..haha...Dhani menjelaskan membuat Bastian dan Donald memasang wajah sedih..


" Yahh...ditolak sebelum nembak nih" Donald memegang kedua pipinya sambil memasang wajah jelek.


" Aduuhh..sakit hati abang neng..," Bastian menepuk dadanya sendiri


Silgy dan Dhani terkekeh-kekeh melihat tingkah dua teman mereka. Entah mereka bercanda atau sungguh-sungguh dengan perasaannya. Dhani berharap hubungan mereka tetap seperti ini. Tanpa diganggu perasaan lain selain murni persahabatan.


"Gimana nih week end...? Renang aja yuk! " Ajak Donald yang memang hobby berenang.


" Gue setuju!" seru Silgy.


" Lo Dhan?" tanya Bastian

__ADS_1


" Oke, aku juga setuju" jawab Dhani


" Deal kita renang bareng week end besok ya.." Bastian menjentikkan jari.


" Dimana nih? " Donald dan Silgy bersamaan.


" Gimana kalau dirumahku saja. Sekalian aku kenalkan sama papaku. " Tawar Dhani


" Boleh, nanti lain kali kita berenang di rumahku atau yang lain bergiliran. Setuju?" Seru Donald senang. Dia memang penasaran sekali dengan sahabat barunya ini.


" Oke . Deal!!" Silgy dan Bastian menjawab kompak.


"Nanti aku shareloc alamatku ya.." ucap Dhani disambut ok tiga temannya.


Setelah makan, mereka kembali ke gedung fakultas ekonomi tempat mereka berkumpul tadi. Tak lama kakak-kakak panitia ospek pun sudah datang. Bersama.mereka melanjutkan kegiatan pengenalan lingkungan kampus hingga jam perkuliahan habis.


Semua pulang dengan hati senang dan lega. Ospek sudah berakhir dan minggu depan mereka akan memulai perkuliahan yang sesungguhnya.


Seperti biasa Dhani dan ketiga sahabatnya berpisah di dekat gerbang kampus. Donald dan Bastian sudah berjalan ke arah tempat parkir. Tinggal Dhani dan Silgy yang menuggu sopir menjemput mereka.


" Kamu nggak ingin bawa mobil sendiri Gy? Tanya Dhani.


"Untuk sekarang nggak ah..aku masih trauma Dhan. Pernah kecelakaan sampai parah banget. Kaki dan tanganku patah." tatapan mata Silgy terlihat ngeri.


" Wahh...ngeri banget Gy...makanya papaku berat banget nglepas aku bawa mobil. Mungkin takut terjadi hal yang tidak diinginkan juga." Gumam Dhani.


" Iya Dhan...apalagi lo anak tunggal kan? Wajar kalau papamu begitu menjagamu."


"Huummm." Dhani mengangguk.


"Ehh Dhan tuh sopirku datang. Duluan ya?" Silgy melambaikan tangan meninggalkan Dhani.


" Sendirian aja Dhan? Mau aku antar? " Luki yang menaiki motor sport tiba-tiba saja sudah dibelakang Dhani.


" Ehh..enggak kak, tuh sudah ditunggu pak sopir.." Dhani menunjuk pak Sukir yang tergopoh-gopoh keluar dari mobil. Hari ini dia agak terlambat menjemput.


" Oke..aku duluan ya.." Luki melajukan motornya meninggalkan Dhani .


Dhani buru-buru melangkah ke arah pak Sukir. " Maaf ndoro ayu..tadi macet banget soalnya ada kecelakaan" Pak Sukir takut-takut.


" Iya pak, ngga apa-apa. Ayo pulang.. "

__ADS_1


" Baik ndoro ayu.." Pak Sukir segera menjalankan mobil. Membelah kemacetan jalan-jalan kota J saat jam pulang seperti ini.


__ADS_2