Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Melamarmu (2)


__ADS_3

Dhani berdiri dari duduknya. Tapi belum sempat berbicara, Bram juga berdiri dari duduknya. Dimas menyerahkan mic pada Bram.


" Maaf, sebelum Dhani menjawab,ijinkan saya menyampaikan isi hati saya pada kekasih saya ini" Suara Bram terdengar bergetar. Hadirin pun riuh sejenak, tak lama suasana kembali hening.


Dhani menatap Bram yang malam itu tampak sangat gagah dengan jas berwarna senada dengan kebaya yang dikenakan Dhani. Saat yang sama Bram juga menatap penuh cinta pada gadis cantik itu . Mata keduanya bertemu dan saling mengunci. Dunia seakan berhenti berputar dan hanya berpusat pada keduanya.


Bram memantapkan hatinya.


" Dyah pramudya Wardhani, aku sudah lama menunggu saat ini. Tapi nyatanya saat ini benar-benar terjadi rasanya aku masih tak percaya. Bahwa aku selangkah lagi akan benar-benar memilikimu. Rasanya perjuanganku untuk selalu menjaga hatiku, menjaga pandanganku dan menjagamu sungguh terlalu berat dan lama. Kadang aku merasa tidak bisa lagi bertahan, namun kiranya semua yang sudah jadi kehendak Tuhan yang akan terjadi. Dan aku bersyukur saat ini tiba. Dhani, kekasihku pemilik hatiku maukah kau menjadi istriku, pendampingku, temanku dalam sedih dan bahagia, dalam sakit dan sehat, dalam miskin dan kaya , selalu disisiku hingga maut memisahkan?" Suara Bram bergetar.


Dhani tak bisa menahan air matanya. Kata-kata Bram sungguh menyentuh hatinya. Dengan mantap Dhani mengangguk dan menjawab " Ya Bramantyo Brotonegoro. Aku bersedia . Menjadi milikmu hingga maut memisahkan !"


Bram dan Dhani tersenyum dalam keharuan. Keduanya bertatapan lama sebelum akhirnya saling mendekat untuk memasang cincin .


"I Love you sayang..." bisik Bram saat memasangkan cincin berlian di tangan Dhani. Kemudian Bram mengecup lembut jari Dhani yang telah tersemat cincin.


" I love you too masku sayang" balas Dhani tak kalah mesra sambil memasangkan cincin ke jari Bram.


Tangan keduanya kemudian saling menggenggam erat. Mata mereka bertemu penuh cinta dan perasaan syukur. Lekat dan tak mau lepas. Haru dan penuh rindu. Melupakan para hadirin yang menyaksikan dan menunggu mereka. Hingga akhirnya mereka tersadar ketika MC menggoda mereka.


" Mas Bram dan Mbak Dhani mohon maaf, kangen-kangenannya dilanjutkan nanti ya... para undangan sudah tidak sabar menikmati hidangan yang sudah disiapkan..."


Ruangan menjadi riuh oleh gelak tawa menggoda para undangan. Dhani dan Bram cuma bisa menunduk malu dan melepaskan tautan tangan mereka. Tapi tak bisa disembunyikan rona bahagia di mata dan wajah mereka yang memerah menahan malu.


Ahhh...leganya..Keluarga kedua belah pihak dan hadirin bersama mengucap syukur dan berbahagia. Berharap dan berdoa yang terbaik untuk kedua calon mempelai. Tak terkecuali ketiga sahabat Dhani yang ikut hadir di acara itu.


" Aaaahh...pacar Dhani ganteng banget ya yang...so sweet lagi...pantesan aja Dhani nggak mau nerima pak El dan cowok-cowok lain yang nembak dia, orang sudah punya yang sempurna gini..." Silgy menatap Bram dan Dhani yang masih saling menatap mesra.

__ADS_1


Donald yang ada di samping Silgy cuma tersenyum kecut.


" Yang, kamu sadar nggak sih, ada cowokmu disampingmu dan kamu muji-muji selangit cowok lain. Kamu sehat?" Donald memajukan bibirnya kesal.


Silgy tersenyum." Hush...ini nggak ada hubungannya sama kita yang. Bagiku kamu tetep paling ganteng dan paling sempurna buat aku..hmmm? " sambil mengecup cepat pipi Donald. Membuat Donald tersenyum bahagia, melupakan kekesalannya.


Sementara Bastian yang ada didekat mereka cuma mendengus malas melihat tingkah kedua temannya itu. Ah nasib jomblo, batin Bastian nelangsa...


Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama kedua keluarga. Disambung dengan makan malam mewah yang penuh keakraban dan begitu intim.


Inilah yang diinginkan Dhani dan Bram suasana kekeluargaan dimana yang hadir dalam acara cuma pihak-pihak keluarga dekat. Sehingga mereka bisa saling mengenal lebih dekat anggota keluarga masing-masing yang selama ini belum mereka ketahui.


Selesai acara makan malam, Dhani dan Bram berkeliling ruang pesta. Dhani memperkenalkan Bram pada saudara-saudaranya. Termasuk ketiga sahabat Dhani. Begitupun Bram memperkenalkan Dhani pada semua kerabatnya yang hadir saat itu. Suasana hangat penuh keakraban sangat terasa.


" Mas, ini Bastian, Silgy dan Donald. Mereka ini sahabatku sejak pertama aku masuk kuliah. Guys ini Bram calon suamiku tercinta" Bisik Dhani malu-malu.


Bram tersenyum menyalami ketiga sahabat calon istrinya itu. Dari tadi senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Tampak sekali kebahagiaan terpancar dari sana. Tangan dan tatapan matanya tak lepas dari Dhani.


" Apa kau bahagia sayang? " bisik Bram lembut di telinga Dhani.


" Ya sayang, aku sangat bahagia malam ini" jawab Dhani manja. Tangannya melingkar erat di lengan kekar Bram seakan tak mau lepas. Sesekali Bram mengelus tangan Dhani yang menggelayutinya.


" Kamu langsung pulang malam ini?" Dhani menatap Bram


" Kenapa? Masih kangen ya?" goda Bram membuat wajah Dhani memerah.


"Nggak!" elak Dhani bohong.

__ADS_1


" Ya sudah, selesai acara aku langsung pulang sama keluarga" Bram menjawab datar sambil melirik Dhani.


" Kenapa nggak menginap? Apa nggak capek?" Dhani menatap gusar wajah Bram. Tatapannya seolah memohon agar Bram tinggal malam.ini.


" Buat apa? Nggak ada yang kangen ini" Bram tersenyum menggoda Dhani


" Maasss...kamu ngerjain aku ya..?" Dhani mencubit lengan Bram sadar jika Bram menggodanya.


Bram tertawa berhasil membuat Dhani kesal karena malu. Gadis itu cemberut tapi ada senyum bahagia terselip disana.


" Kami menginap di hotel malam ini. Besok baru kembali ke kota S jam sembilan pagi. Do you want to dating with me this night baby?" Bram semakin menggoda Dhani hingga gadis itu tak tahan lagi dan berjalan meninggalkan Bram.


Bram mengejar Dhani sambil tertawa-tawa. Dhani menjauh dari ruang pertemuan menuju taman. Ketika Dhani sampai dibalik sebuah pilar yang besar, Bram tak tahan lagi segera menarik pinggang Dhani dan memeluknya dari belakang.


Dhani membeku merasakan lengan kokoh yang sekarang melingkar di perutnya. Tubuhnya makin meremang kala merasakan sentuhan lembut bibir Bram di tengkuknya yang malam itu terekspos jelas karena rambutnya digulung ke atas.


" Sayang...aku kangen banget" desah Bram . Bibirnya kini sudah turun ke pundak Dhani yang terbuka.


Dhani mendesah pelan." Mas..sudah. Nanti dilihat orang." Sambil membalikkan badannya.


Bukannya melepas Dhani, Bram malah mendorong Dhani ke arah pilar dan mengungkungnya disana. Bram sudah tak tahan lagi. Dua minggu tak bertemu Dhani membuatnya menggila merindukan gadis itu.


Dhani tak kuasa menolak lagi. Tubuhnya lemas tak berdaya ketika Bram semakin menghimpitnya dan mendekatkan bibirnya hingga tak berjarak lagi. Tanpa sadar Dhani malah mengalungkan tangannya ke leher Bram. Menikmati pagutan memabukkan dari bibir Bram. Membalas penuh gairah hisapan dan gigitan Bram yang seakan tak pernah puas dengannya.


" Dhan...sayang.." desah Bram di sela hasratnya.


Gadisnya cuma mendesah. Meremas lembut rambut lelaki itu dan membisikkan namanya pelan.

__ADS_1


" Bram...."


__ADS_2