
Hari ini keempat sahabat berjanji bertemu di rumah Dhani. Jam delapan pagi Dhani sudah mengirimkan Shareloc kepada ketiga temannya.
"Oke nona..OTW ! " balas Donald
" Otw Dhan.." Silgy
" Siap OTW cantik..! " Bastian
Dhani tersenyum. Dia sudah menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk mereka. Pesta kelulusan ospek hehehe...
Setengah jam kemudian Silgy yang pertama datang. Seperti biasa diantar sopirnya. Dhani sudah menyambutnya di pintu gerbang.
" Hai Dhan.." Silgy mengangkat tangannya dan memberikan tos untuk Dhani.
" Hai Gy...masuk yuk. Sopirmu tidak ikut masuK? " tanya Dhani ketika Silgy turun dari mobil.
" Nggak, dia ada perlu antar ibuku. Nanti dia jemput aku setelah aku kasih kabar"
" Oke yuk ke dalam" Baru saja mereka beranjak dari pintu gerbang, tampak dua mobil beriringan menuju gerbang rumah Dhani.
" Hei itu Donald dan Bastian ! " Seru Silgy
Dhani memberi kode agar kedua temannya yang membawa mobil langsung masuk saja. Sementara satpam sudah membuka pintu gerbang dengan remote controlnya.
Mobil Donald dan Bastian beriringan masuk ke halaman rumah Dhani. Tak jauh dari gerbang tampak sebuah garasi luas disana. Berisi beberapa mobil mewah yang berbaris rapi.Donald dan Bastian memarkir mobilnya di garasi. Mereka kemudian turun membawa tas masing-masing lalu menghampiri Silgy dan Dhani yang berjalan berdua.
Mata ketiga sahabat Dhani tak henti terkagum-kagum.melihat rumah Dhani yang megah dan super luas dilihat dari depan.
" Wah ini sih istana Dhan..gila ini mah! " Donald berdecak kagum
" Iya Dhan, ayahmu pasti orang hebat Dhan, iya kan?" Silgy melongo melihat keindahan taman didepan rumah Dhani. Juga deretan mobil mewah yang mengisi garasi tadi.
" Tentu saja bagiku papaku adalah orang paling hebat di dunia..haha" Dhani tertawa melihat teman-temannya yang terkaget-kaget melihat rumahnya.
Bastian, Silgy dan Donald sebenarnya juga bukan orang biasa. Keluarga mereka masing-masing adalah para pengusaha yang berpengaruh di kota J ini. Tapi Baron adalah pengusaha nomor satu di kota ini, jadi tentu saja Baron lebih segalanya daripada keluarga mereka.
Mereka menatap Dhani lekat. Gadis ini sungguh sederhana. Sama sekali tidak menampakkan sisi glamour dan kesombongan dalam kesehariannya.
Memang semua yang melekat di badannya adalah barang-barang branded, tapi dalam bentuk yang wajar dan sederhana. Bahkan Dhani jarang sekali memakai perhiasan. Padahal dengan kekayaan papanya yang berlimpah ditambah statusnya yang anak tunggal, Dhani bisa dengan mudah mendapatkan apapun keinginannya.
__ADS_1
" Spechless gue Dhan.." Bastian menggelengkan kepalanya berulang-ulang. " Gue jadi malu, minder sama lo Dhan" tambahnya.
" Ish apaan sih kalian ini. Aku nggak mau ini jadi jarak buat kita. Aku merasa cocok bersahabat dengan kalian. Jangan berubah.Tetaplah jadi temanku . Pure teman tanpa memandang status atau apapun itu. Okey? Dhani merangkul pundak Silgy dan Bastian yang ada di sebelahnya.
" Gue minta peluk juga dong..!" Tiba-tiba Donald nyelonong ke depan Dhani sambil merentangkan tangan. Sontak Silgy Dhani dan Bastian mendorong Donald ke belakang.
"Dasar modus lo...ngimpi aja sana..!" Bastian menoyor dahi Donald. Silgy dan Dhani tertawa terbahak-bahak melihat wajah Donald yang putus asa.
" Yuk ah...kita ngeteh dulu di dalam. Atau kalian mau langsung ke kolam aja?." Tawar Dhani.
" Langsung aja Dhan...aku tadi udah sarapan kok" seru Donald antusias. Dia sudah penasaran dengan kolam renang keluarga Dhani.
" Bas, Gy..apa kalian juga sudah sarapan?" tanya Dhani.
" Yup, aku juga sudah, kamu Bas?"Silgy melihat Bastian.
" Iya aku juga sudah Dhan..kita langsung ke kolam aja!" sahut Bastian.
" Ya udah aku ganti baju dulu , kalian duluan aja..tuh disana.." Dhani menunjuk ke arah kanan rumah.
Silgy Donald dan Bastian segera menuju ke arah yang ditunjuk Dhani. Tak berapa jauh, ketiganya sudah bisa melihat kolam renang yang cukup luas, berada ditengah-tengah taman yang indah dan teduh dengan pepohonan besar di sekeliling . Tampak asri dan indah dilihat dari atas.
Donald yang paling antusias berjalan di depan." Wuihh...Dhani..ini mah kolam kelas internasional, sempurna!" seru Donald.
Bastian dan Silgy saling pandang. Tak menyangka bisa menjadi sahabat dari putri konglomerat nomor satu di kota J.
Tak lama kolam yang semula sepi itu sudah ramai dipenuhi teriakan dan gelak tawa empat sahabat itu. Berenang sambil seekali mengobrol dan bercanda ria.
" Nald, kamu ternyata hebat banget ya renang, semua gaya kamu bisa." Silgy memuji Donald diikuti anggukan setuju Dhani dan Bastian.
" Huum..betul Gy, ternyata anak absurd ini ada bakatnya juga..haha.." jawab Bastian yang langsung dihadiahi cipratan air oleh Donald.
" Makanya jangan suka ngeremehin orang lo. Gateng-ganteng gini gue dulu atlet renang tingkat propinsi bro.." Bangga Donald.
"Waaww..percaya deh..trus kenapa nggak dilanjutin jadi perenang pro Nald? " Tanya Dhani yang juga kagum melihat memampuan Donald berenang.
" Emm..Setahun yang lalu gue cidera saat latihan. Setelah diperiksa cideranya ternyata parah dan nggak mungkin bisa digunakan secara maksimal lagi meskipun diobati. Ya sudah terpaksa gue kubur impian jadi atlet internasional." wajah Donald tampak sedikit murung.
Ketiga temannya mendekat dan menepuk punggung Donald memberi semangat. " Ah sudahlah syukuri saja. Paling tidak kamu masih bisa jadi pelatih kita, ya nggak guys?" Dhani mencairkan suasana dengan bercanda.
__ADS_1
" Kalau jadi pelatihmu sama Silgy sih gue gak keberatan, kalau ngelatih cowok sok ganteng itu mah gue ogah banget!" Donald sudah kembali bertingkah konyol seperti biasa, melirik Bastian.
" Haha..dasar modus lo..siapa juga yang mau dilatih sama lo. Gue maunya dilatih Dhani atau Silgy aja" Bastian berenang mendekati Dhani dan Silgy tapi malah dibalas cipratan air oleh Silgy dan Dhani sampai Bastian kuwalahan dan berenang menjauh.
" Heee...sama aja lo juga modus Bas!" seru Dhani dan Silgy. Keempatnya tertawa-tawa.
Tak terasa sudah hampir dua jam mereka berenang bersama. Sesekali beristirahat ditepi kolam sambil mengobrol santai. Donald membagikan pengetahuannya tentang renang kepada teman-temannya. Mereka merasa sangat senang hari itu.
Setelah merasa lelah, Dhani mengajak teman-temannya ke jakuzy yang ada di dekat ruang ganti. Mereka berendam berempat di air hangat jakuzy yang cukup besar itu dengan santai untuk menetralisir rasa dingin sehabis berenang.
" Wah Dhan, gue sih mau sering-sering berenang di sini..ini mewah banget" Donald tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.
" Iya Dhan...ini sih kelas hotel bintang lima" seru Bastian. Silgy hanya bisa manggut-manggut mengiyakan.
" Kalian ini lebay amat, aku malah jarang banget pakai ini nggak enak kalau sendiri. Makanya aku seneng ada kalian. Jadi rame." Dhani tersenyum senang melihat teman-temannya juga merasa senang.
Setelah puas berendam keempatnya segera membersihkan diri dan melanjutkan perbincangan mereka di taman dekat kolam renang. Makanan ringan dan minuman sudah disiapkan para pelayan
Acara mereka diakhiri dengan makan siang bersama di rumah keluarga Baron. Jam Dua siang mereka selesai makan siang dan pamit pulang ke rumah masing-masing.
" Thanks banget Dhan. Gue seneng banget hari ini. Best deh pokoknya teman aku satu ini! " Silgy memeluk Dhani sambil pamitan.
" Sama- sama Guys , aku juga seneng kalau kalian menikmati jamuanku" ucap Dhani
" Thanks Dhan, aku juga sama , happy banget."
"Gue juga Dhan. Sering-sering aja undang kita...hehe..." Donald cengar-cengir.
" Huuuu...maunya.." seru silgy disambut tawa mereka semua.
Sebelum pergi Dhani berpesan agar ketiga sahabatnya itu tidak menceritakan tentang keadaan keluarga Dhani kepada sembarang orang atau teman mereka di kampus.
" Kalian adalah teman pertama yang aku undang ke rumahku, karena aku percaya kalian., tolong ya..?"
" Oke Dhan, kami ngerti kok! Dan terima kasih karena sudah percaya pada kami" Bastian menjawab bijak. Disetujui Silgy dan Donald.
Bagaimanapun sebagai anak-anak pengusaha , mereka paham bagi mereka privacy adalah yang utama. Apalagi bagi Dhani yang papanya punya kerajaan bisnis. Tak semua orang bisa bersentuhan langsung dengan Dhani dan keluarganya. Banyak bahaya mengintai dari musuh bisnis mereka.
" Thanks Guys, kalian the best! " ucap Dhani "Aku tunggu undangan weekend kalian"
__ADS_1
" Siip! " seru mereka bertiga Donald Bastian dan Silgy.