Jodoh Untuk Tuan Putri

Jodoh Untuk Tuan Putri
#Malam perpisahan


__ADS_3

Dhani dan Bram masuk ke ruang karaoke sekaligus bioskop keluarga Baron. Sebuah ruangan lumayan besar dengan layar LED berukuran panjang sekitar empat meter dan tingginya dua meter. Menempel sempurna di tembok sehingga tampak flat dengan dinding di sebelahnya.


Interior ruangan ini benar- benar memukau. Begitu mewah dan elegan. Tak tampak AC atau kipas angin, tapi suhu udara di ruangan dingin sekali.


Seluruh dinding dan lantai dilapisi kayu dan peredam suara, sehingga suara sound system yang menggelegar sekalipun tak akan terdengar dari luar ruangan.


Dhani melangkah ke bagian paling belakang ruangan. Ada satu set sofa, dua sofa panjang dan dua sofa single. Di depan set sofa itu tampak berjajar bangku-bangku penonton yang berjumlah sekitar dua puluh kursi. Ada meja ditengah set sofa di barisan paling belakang tadi yang berisi beberapa macam cake dan buah diatasnya. Juga sebotol anggur dan dua gelas kosong.


" Sayang, jangan bilang kau mau mengajakku mabuk-mabukan malam ini" Bram menatap Dhani lekat tapi sambil tersenyum.


" Hahaha...jangan bilang kau tidak pernah minum anggur Bram, aku dan papa sudah biasa melakukannya, jadi jangan khawatir. Kau tak akan dapat kesempatan mengerjaiku saat mabuk karena itu tak akan terjadi tuan..! Dhani menarik pelan telinga Bram seperti seorang ibu yang memarahi anaknya yang nakal. Bram menurut saja dijewer. Malah terkekeh-kekeh.


" Ohoho ternyata tuan putriku jago minum juga...lets get party honey..." Bram segera mendudukkan dirinya di sofa panjang yang sudah diduduki Dhani lebih dahulu. Bibirnya tertawa lebar.


" Katakan Dhan , bagaimana om.Baron mengizinkanmu minum.anggur?"


"Tentu saja. Kata papa , Mama dan papa dulu sering menghabiskan waktu dengan minum anggur berdua. Setelah mama berpulang, siapa lagi yang akan menemani papa minum.selain aku ? Tentu saja papa membatasi merk anggur tertentu yang tidak terlalu keras untukku. Seperti anggur ini, ringan tapi nikmat, jadi kau tuan modus, jangan memikirkan yang macam-macam.


Bram menyandarkan kepalanya di sandaran sofa yang super empuk itu. Memiringkan sedikit kepalanya untuk menatap Dhani yang berada dekat di sampingnya.


Dia benar- benar cantik. Hidungnya tampak semakin mancung kalau dilihat dari samping. Bram membatin.


" Kau mau nonton film apa Bram? Atau mau menyanyi bersamaku hemm? "Dhani menoleh ke arah Bram dan terkejut mendapati mata teduh Bram yang sedang menatapnya dalam.


Bram tersenyum. Dhani menunduk canggung. Kenapa dia memandangiku seperti itu?


"Nonton aja yuk, film yang romantis" Bram mengambil dan membuka laptop di atas nakas di samping sofa. Laptop itu berisi data film dan lagu-lagu yang otomatis tersambung dengan layar LED di depan mereka. Bram memilih film-film itu lalu menunjukkannya pada Dhani.


" Gimana kalau ini?"


" Boleh, aku ikut aja.." Dhani mengangguk.


" Kenapa pilih yang romantis?" Dhani melirik Bram.


" Karena hatiku sedang mellow"


" Ish lebay"


" Kau benar Tuan putri.Aku merasa agak lebay malam ini. Aku merasa malam.ini pacarku akan memutuskanku" Bram bergumam. Suaranya agak serak.


Dhani tertawa masam.


Film dimulai, Dhani menekan remote yang ada di sandaran tangan sofa. Lampu yang semula terang berubah jadi redup. Tapi tidak terlalu gelap sehingga Dhani masih dapat melihat dengan jelas suasana di sekelilingnya. Termasuk seraut wajah tampan yang kini ada dekat disampingnya.

__ADS_1


Bram membuka tutup anggur yang ada di meja, lalu menuangkan isi botol itu kira-kira seperempat gelas ke dua gelas kosong yang ada didepannya. Menyerahkan satu gelas ke Dhani. Keduanya lalu mendekatkan gelas mereka masing-masing. Terdengar denting pelan gelas yang beradu.


" Cheers" bersamaan Dhani dan Bram. Keduanya saling tersenyum. Lalu bersama-sama menyesap anggur di gelas mereka hingga habis.


"Thanks Bram" Dhani meletakkan gelasnya yang sudah kosong di meja. Kemudian ia menghadapkan tubuhnya ke Bram dan meraih kedua tangan Bram dengan kedua tangannya.


Bram tidak menjawab. Tapi menatap Dhani semakin dalam. Membalas genggaman tangan Dhani yang menghangatkan tangannya yang dingin.


" Terima kasih sudah bersamaku. Menuruti semua inginku bahkan sampai sakit karenaku. Kau juga mau saja jadi pacar pura-puraku ha? Bukankah aku keterlaluan? Seenaknya dan kekanak-kanakan. Tapi kau tak pernah menolaknya. Maafkan sayangmu ini ya? Kelak aku akan membalas semua kebaikanmu padaku."


" Kenapa harus membalasnya nanti? Apa kau tidak ingin menjadi pacarku, pacar sungguhan? Membalas perasaanku dan menjadikan aku sayangmu juga?"


Dhani terhenyak mendengar kata-kata Bram. A..apa maksudmu Bram?."


Aku sayang kamu Dhan, jadilah pacarku. Kau mau kan? Ini bukan pura-pura Dhan. Aku sungguh-sungguh." Bram semakin erat menggenggam.Dhani.


" Ah sudahlah, jangan menambah beban hati Bram. Kata orang kalau jodoh pasti bertemu. Kita nikmati saja malam ini ya? Aku tidak mau mikir yang aneh-aneh. Kau sudah tahu keadaannya dari awal. Jangan membuatku ragu pada pilihanku untuk membahagiakan papa. Dia hanya punya aku Bram.."Dhani mengucapkannya seolah ia begitu tegar padahal hatinya seperti tertusuk sembilu.


Dhani menuangkan anggur ke gelas mereka yang telah kosong. Memberikan segelas pada Bram, lalu keduanya bersama-sama.meneguk minuman mereka.


Bram diam.tak bicara apa-apa lagi , digesernya duduknya mendekat ke arah Dhani. Gadis itu tak menolak, malah menyandarkan kepalanya ke bahu Bram. Tangan mereka saling.menggenggam hangat.


" Biarkan begini saja Bram..." Dhani mendesah pelan


" Hmmm" Bram juga menyandarkan kepalanya ke Dhani yang sedang bersandar padanya.


" Apa tak ada harapan buatku?"


"Tidak ada" Dhani pelan namun tegas. Dia harus tangguh dan kuat melawan ujian maha berat ini. " Ah kenapa sih papa harus membawamu ? Andai pak Sukir saja yang jadi sopir dan bodyguardku, pasti tak akan begini rasanya."


" Jadi kau menyesal bertemu denganku tuan putri? Dengan pangeran tampan ini?" Bram tersenyum.


" Ya. aku menyesal kenapa tidak kamu saja yang dijodohkan papa denganku?"


" Apa kau juga sayang padaku Tuan Putri?"


" Entahlah Bram..aku tidak mau memikirkannya"


" Kau ini, kenapa sih susah sekali mengaku kalau kau juga menginginkanku?" Bram mendengus kesal. Tapi Dhani tak menjawab.


Dhani menghambur ke pelukan Bram. Keduanya berpelukan erat seakan tak mau lepas. Bram mengelus lembut rambut Dhani. Sementara Dhani melingkarkan tangannya ke pinggang Bram. Wajahnya dibenamkan ke dada Bram yang bidang.


Puas menumpahkan perasaan dengan pelukan, Dhani mengambil sebuah kotak kecil dibawah meja. Membukanya pelahan. Isinya sepasang gelang dari kulit asli. Ada hiasan platinum berlapis emas putih berbentuk bulat ditengah gelang itu.

__ADS_1


Dhani memakaikan gelang itu ditangan Bram. Lalu hendak memakai gelang yang satunya di tangannya sendiri. Saat itulah Bram mengambil gelang itu dan memakaikannya ke tangan Dhani. Dhani tersenyum. Diangkatnya tangannya yang memakai gelang. Bram juga mengangkat tangannya dan menyentuhkan gelangnya ke gelang Dhani. Keduanya tertawa...


" Eh filmnya sudah habis, mau nonton lagi? " Bram melirik Dhani.


" Enggak, yang ada filmnya yang nonton kita" Bram dan Dhani tertawa.


" Ya sudah kita nyanyi aja yuk. " Bram membuka kembali laptop di nakas. Mengetikkan sesuatu ke keyboard. Tak lama nampak beberapa pilihan genre lagu di layar besar LED.


Bram menarik Dhani berdiri sambil memeluk pinggang ramping gadis cantik itu. Lalu terdengarlah suara sedikit serak namun sangat merdu...membuat Dhani terkesiap tak percaya. Menatap sang pemilik suara yang sedang memeluk pinggangnya dengan mesra sambil.menatap wajahnya..


Kau begitu sempurna


Di mataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan slalu memujamu


Disetiap langkahku


Kukan slalu memikirkan dirimu


Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh

__ADS_1


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


~Sempurna by Andra And The Bac**kbone*


__ADS_2