
Semua orang terdiam ketika suara tersebut terdengar. Wajah dari beberapa sosok yang membicarakan keluarga Ming juga terdiam, rasa takut melanda hati mereka karena takut apa yang mereka bicarakan sebenarnya disekitar mereka ada yang melaporkan.
Tak lama, sosok pria paruh baya yang diantar oleh tujuh prajurit pribadi memasuki penginapan. Ming Zhao yang disebut sebagai raja yang tak pernah takut pada siapapun menatap kearah sekitarnya.
"Raja, pemuda itu yang menggunakan token sekte Naga Langit," bisik prajurit pribadinya.
Raja Ming Zhao mengalihkan perhatiannya pada sosok dua pemuda yang masih tenang menyesap minumannya. Bahkan ia menaikan alisnya melihat keduanya terlihat tidak perduli atas kedatangannya. Tanpa ia sedari, Luo Jian yang mampu mendengarkan bisikan tersebut sudah bisa menebak maksud kedatangan mereka. Saat Raja Ming Zhao mendekat, keempat pasang mata mereka bertemu.
"Raja," sapa Luo Jian, namun wajahnya tetap tenang.
Ming Zhao mengangguk, kemudian ia mencoba tersenyum ramah mesti kehadirannya tidak terlalu berharga di mata pemuda tersebut.
"Tuan, bolehkah aku duduk disini?" Tanya Ming Zhao.
"Tentu, silahkan Raja," ucap santai Luo Jian.
Mata Luo Jian menatap kearah Lin Yue yang ingin mengerjai Ming Zhao, sehingga Lin Yue segera mengurungkan niatnya.
"Ada apa Raja jauh jauh datang menemui kami?" Tanya secara frontal Luo Jian yang membuat pelanggan lainnya terkejut.
Bahkan prajurit pribadi Ming Zhao wajahnya menjadi memerah karena ucapan Luo Jian.
"Bocah tak tahu..."
"Diam!" Ucap Ming Zhao.
"Sepertinya tuan muda ini tidak suka basa basi, jika begitu aku Ming Zhao turut mengundang anda makan malam nanti di Istana Ming, apakah tuan bersedia?" Tanya Ming Zhao masih bersikap ramah.
Sedangkan Shui Long tubuhnya mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuh, karena ia kini duduk bersebelahan dengan Raja Ming Zhao.
"Raja aku tahu maksud anda, tapi jika sudah bertemu maka kenapa tidak langsung Raja sampaikan saja maksud Raja," ucap Luo Jian.
Deeeegg!
__ADS_1
Seketika semua orang yang mendengarnya dibuat jantungnya berdetak kencang mendengar jawaban Luo Jian yang benar benar seperti tidak menganggap Ming Zhao adalah seorang Raja penguasa Kerajaan Ming.
"Heemm bocah tak tak tahu diri!" Ucap prajurit dibelakang Ming Zhao melesat dan memberikan tinjunya.
Senyum kecil Luo Jian sunggingkan, dengan mudahnya Luo Jian menepis dengan telapak tangan kirinya.
Plaaaaak!
Setelah itu, Luo Jian berdiri dengan cepat dan menampar wajah prajurit tersebut. Gerakan yang sangat cepat membuat prajurit pribadi Ming Zhao tidak bisa berbuat apa apa, bahkan wajah keterkejutannya terlihat setelah menerima tamparan keras.
"Kauu..." Ucapnya namun segera dihentikan oleh Ming Zhao.
Meskipun Ming Zhao juga terkejut, namun menurutnya pemuda tersebut masih berada dibawah ranah Kultivasinya, sehingga ia masih bersikap tenang.
"Ming Li, sudahlah..."
"Tuan muda, maafkan kelancangan prajurit pribadiku ini," ucap Ming Zhao.
Luo Jian hanya mengangguk, namun kembali menyesap menumannya, dan hal itu membuat semua orang meneguk ludah mereka melihat bocah yang tak tahu diri itu.
Luo Jian kembali mengangguk, dan setelah meneguk minuman yang ada digelasnya. Luo Jian menatap Ming Zhao.
"Raja, apakah hanya itu yang ingin anda katakan?" Tanya Luo Jian.
Wajah Ming Zhao memerah mendengarnya, karena dengan terang terangan pemuda didepannya seperti tidak menyukainya.
"Sabar sabar..." Ucap dalam hati Ming Zhao.
"Tidak tuan muda, kedatanganku menyambut anda karena aku ingin menawarkan tugas yang pastinya akan ada imbalan besar jika tuan muda dapat melakukannya," ucap serius Ming Zhao terang terangan.
"Ooh apakah itu?" Tanya Luo Jian tenang.
"Anda membawa murid sekte anda ke Kerajaan Ming dan ikut membantuku berperang melawan kelompok Gurun Besar, setelah itu anda akan mendapat bayaran besar untuk itu, apakah anda bersedia?" Tanya Ming Zhao.
__ADS_1
Luo Jian menuangkan arak kedalam gelasnya kembali, setelah itu ia kembali meneguk arak tersebut kedalam mulutnya.
"Memang seberapa besar Raja mampu bayar? Karena ini semua menyangkut nyawa orang lain, dan nyawa itu tidak ada harganya, dengan kata lain nyawa itu sangat mahal," ucap santai Luo Jian.
"Bocah ini benar benar pintar dalam berpikir, siapa dia sebenarnya," gumam Ming Zhao.
"Ooh saya lupa mengenalkan diri, aku Luo Jian," ucap Luo Jian yang mendengar gumaman Ming Zhao.
"Tuan Jian, jika anda menerima penawaran kami, maka kami akan membayar berapapun yang anda minta, namun sebelum itu apa identitas tuan muda di sekte Naga Langit?" Tanya Ming Zhao berharap Luo Jian seorang anak dari tetua tingkat tinggi, sehingga kemenangan dalam pertarungan melawan kelompok Gurun Besar dapat diraih olehnya.
"Raja aku hanya murid dalam biasa saja," ucap Luo Jian yang membuat Ming Zhao merubah wajahnya menjadi tidak ramah.
"Huhh! Kukira kau anak dari salah satu tetua tingkat tinggi! Sifatmu yang arogan sungguh membuatku muak!" Cibir Ming Zhao.
Luo Jian sedikit terkekeh geli mendengar cibiran Ming Zhao yang menunjukan sifat aslinya.
"Memang kenapa? Apakah itu masalahnya? Lagi pula aku hanya murid dalam biasa yang sedang melakukan pengembangan diri, " ucap santai Luo Jian yang membuat syaraf syaraf wajah Ming Zhao berkedut.
"Lancang! Prajurit beri pelajaran dia!" Ucapnya marah sambil menunjuk dan melototi Luo Jian.
Swuuuuuush! Kraaaack! Plaaaaak! Kraaaack!
Tujuh prajurit pribadi yang salah satunya telah ditampar oleh Luo Jian maju, namun sebelum itu Luo Jian telah berada didepan mereka dan memberikan tamparan yang cukup keras, bahkan gigi mereka rontok.
Ming Zhao mengeratkan rahangnya melihat itu, jika ia menyerang Luo Jian, sama saja harga dirinya sebagai orang yang tergolong kuat jatuh akibat melawan bocah yang bisa dianggap turun dari gunung dan melakukan pengembangan diri.
Dengan wajah dongkolnya, ia membalikan badan dan mengibaskan jubahnya mengatakan hal yang sangat dibenci oleh Luo Jian.
"Huh! Sekarang kita akan pergi, kuharap kelompok Gurun Besar mengira dia Kultivator dari kerajaan ini, sehingga dibunuh ditengah perjalanan. Karena itu aku tidak perlu mengotori tanganku dari bocah ingusan tak tahu diri, dan sebenarnya hanya sampah dimataku!" Ucapnya keras.
Berjalan menuju keluar penginapan, tujuh prajurit pribadi Ming Zhao juga mengikuti langkah Ming Zhao. Namun sebelum keluar, dan Luo Jian yang telah kembali meneguk araknya didalam gelas, Luo Jian berdiri serta kembali memprovokasi Ming Zhao dengan ucapan pedasnya.
"Ming Zhao seorang Raja yang bodoh mencoba sok berkuasa, aku ingin lihat sampai mana kamu mampu mengalahkan kelompok Gurun Besar," ucapan Luo Jian.
__ADS_1
Meskipun ia tidak tahu kekuatan dibalik Kerajaan Ming, dan kelompok Gurun Besar, dari informasi sedikit yang didapatkan oleh pemuda yang membicarakan hal itu. Luo Jian menduga kelompok Gurun Besar merupakan kelompok yang cukup disegani dan terbilang kuat. Tidak mungkin jika kelompok tersebut berani menyerang Kerajaan Ming tanpa persiapan yang matang.
"Horee! Akhirnya Tuan muda ingin membuat masalah!" Ucap senang Lin Yue.