
Yun Lie yang berada ditingkat Langit Dua terkejut dengan hempasan yang terbuat dari Qi milik Yin Lang, karena hanya dengan merasakan hembusan angin itu, ia sangat tahu bahwa Luo Jian hanya menggunakan sedikit kekuatannya. Yang diartikan dia bukanlah lawannya.
"Baj*ngan tak tahu diri!"
Swuuuuush!
Api merah berkobar ditubuh Ye Tian, ranah kultivasi tingkat langit lima mengedar dari tubuhnya. Hal itu membuat murid luar yang berada disekitar asrama segera mencari sumber kekuatan itu.
"Bukankah dia Ye Tian yang merupakan peringkat dua puluh di pertandingan murid dalam tahun lalu?" Ucap salah satunya yang mengenali Ye Tian.
"Tapi siapa pemuda tampan itu? Bukankah sama saja ia mengantarkan nyawanya setelah menyinggung Ye Tian," ucap lagi murid luar itu merasa heran.
****
"Kebetulan sekali, anggap saja pemuda itu adalah target pengetesan kekuatanku," ucap Luo Jian senang.
Melihat pemuda didepannya tidak mengeluarkan kartu trufnya, hak itu membuat Ye Tian benar benar marah. Karena ia mengira Luo Jian menyepelekan kekuatannya.
"Sombonglah, karena setelah ini aku pastikan kamu akan menjadi cacat untuk selamanya!"
"Gerakan ilahi! Api pelahap surga!"
Swuuuuuuuush!
Ye Tian melesat dan melepaskan serangannya dititik puncaknya. Luo Jian yang telah naik tingkat, dan tentunya kekuatan Langit duanya mampu mengimbangi kekuatan tiga tingkat diatasnya, hal itu membuat serangan yang terus mengarah ketubuhnya tidak terlalu berpengaruh. Dua puluh gerakan telah terlewati, Luo Jian yang hanya menghindari jurus gerakan dari Ye Tian tiba tiba merasa aneh. Bukan perihal jurus yang dimiliki Ye Tian, melainkan api yang berkobar ditangan Ye Tian secara diam diam memasuki tubuhnya. Dengan arti lain Luo Jian menyerap api itu tanpa kehendaknya sendiri.
"Ini aneh, aku akan mencari tahunya nanti," gumam Luo Jian sambil mempelajari gerakan dari Ye Tian yang semakin cepat.
"Hebat juga kau!"
Swuuuuuush!
Ye Tian merubah gerakannya, beberapa diantara gerakan itu merupakan tipuan yang membuat Luo Jian harus berhati hati dalam mengambil langkah untuk menghindar. Melihat Luo Jian yang seperti kewalahan, Ye Tian tidak mengetahui bahwa ia telah memasuki jebakan yang sengaja dibuat oleh Luo Jian.
__ADS_1
"Tapak cahaya! Kehampaan menelan langit!"
Swuuuuush!
Menundukan kepalanya sedikit, dibarengi dengan gerakan memutar sambil melepaskan serangan tapak kearah dada milik Ye Tian. Serangan cepat, dan yang tidak tertebak itu membuat Ye Tian membelalakan matanya.
Dhuuuuuaaar!
Hanya mengerahkan sedikit energi Qi milik Luo Jian, Ye Tian terpental dan memuntahkan seteguk darah merahnya. Melihat serangannya berhasil, Luo Jian kembali melesat dan melepaskan tendangan beruntun kearah otong milik Ye Tian.
Pyaaaaar! Pyaaaar!
Rasa sakit tak terbayang disaat itu juga yang dirasakan oleh Ye Tian. Bawahan Ye Tian melongo serta memegangi dibagian bawah perutnya. Meskipun mereka tidak dapat merasakan apa yang kini dirasakan oleh Ye Tian, tentunya secara logika tendangan beruntun kearah otong Ye Tian merangsang kearah otong mereka sendiri.
"Sangat kejam!"
"Oh tidak masa depan Ye Tian sepertinya akan suram!"
"Teman berhenti!" Ucapnya merasa kasihan terhadap Ye Tian, dan tentunya ia juga tahu Ye Fang akan mengalami luka yang lebih parah.
Luo Jian menghentikan langkahnya, dan setelah itu menatap kearah Ye Zhao.
"Ye Zhao ini terlalu naif, meskipun dia disakiti berkali kali, nyatanya dia masih memiliki rasa kasihan terhadap dua saudaranya," ucap dalam hati Luo Jian.
"Saudara lepaskan mereka, biarkan aku yang menggantikan mereka untukmu," ucap Ye Zhao serius menghampiri Luo Jian.
Luo Jian tersenyum kearah Ye Zhao.
"Saudara Zhao sepertinya kau membela orang yang salah," sambil menyunggingkan senyum kecilnya.
"Saudara sebenarnya mereka adalah adikku, tapi mereka..."
Swuuuuuush!
__ADS_1
Luo Jian menarik paksa tangan Ye Zhao meninggalkan tempat itu menuju kearah kedai milik sekte. Setibanya, Ye Zhao yang sudah pasrah menatap serius Luo Jian yang membawanya ketempat bersantai itu.
"Masuklah," ucap tenang Luo Jian memimpin kemudian memesan beberapa arak dan tentunya ruangan dilantai dua.
Setelah Ye Zhao mengikuti, Luo Jian kemudian menanyakan alasan kenapa Ye Zhao rela memberikan tubuhnya untuk menggantikan keduanya. Dan tentunya ia sendiri melihat Ye Zhao terlihat seperti orang yang baik. Ye Zhao pun menjelaskan semuanya yang diinginkan Luo Jian.
"Hahahaha! Ternyata anak durhaka," ucap Luo Jian sambil tersenyum.
Ye Zhao hanya membalasnya dengan senyuman pahit yang terlukis dibibirnya.
"Saudara minumlah, jangan terlalu segan padaku," ucap Luo Jian kemudian menuangkkan arak kedalam gelas milik Ye Zhao.
"Jadi saudara Zhao memasuki sekte ini hanya berharap kedua adikmu kembali, dan bahagia bersama keluarganya?" Tanya Luo Jian.
Ye Zhao menganggukan kepalanya. Sedangkan Luo Jian hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Jika mereka sudah menemukan jalannya, mereka pasti akan kembali. Tapi kau harus ingat kembalinya seseorang bukan bearti mereka bisa berubah sepenuhnya," ucap Luo Jian yang dimengerti Ye Zhao.
"Tapi kenapa ranah kultivasimu lebih rendah dari kedua adikmu?" Tanya heran Luo Jian.
Ye Zhao kembali bercerita tentang identitasnya sendiri. Sebagai penerus tahta patriak klan Ye, ia jarang sekali melatih perkembangan kutivasinya. Tapi disaat ia mendengar kedua adiknya memasuki sekte ini karena keinginan mereka. Ia memutuskan untuk mengikuti mereka agar berharap mereka dapat kembali, karena itu ia selalu dibully oleh kedua adiknya.
Disisi lain, Ye Tian begitu malu melihat murid luar yang melihat kekalahannya dengan murid baru yang baru saja memasuki sekte. Meskipun ia tidak mengerahkan kekuatan sepenuhnya, ia sangat tahu Yin Lang memiliki kekuatan diatasnya. Karena itu ia yang tidak ingin kehilangan muka kembali memutuskan untuk melakukan pelatihan tertutup.
Malam harinya setelah minum arak bersama Ye Zhao, Luo Jian telah kembali keasramanya. Tapi ia tidak tahu bahwa kabar tentang ia mengalahkan Ye Tian yang merupakan murid terkuat nomor dua puluh di urutan murid dalam telah tersebar luas. Banyak dari mereka yang tidak mempercayai hal itu, tapi ada sebagian yang ingin menantang duel dengan sosok Yin Lang yang merupakan murid luar yang baru memasuki sekte itu.
Pagi harinya setelah berhasil menyerap semua air abadi pemberian Weng Lao. Luo Jian merasakan aura yang familiar mendekati kamarnya.
"Senior Bai," gumam Luo Jian kemudian meminta lima murid yang ada dikamarnya untuk segera keluar dari ruangan.
Tanpa membantah kelima murid itu segera keluar dari ruangan. Tak berselang lama kepergian mereka, sosok pemuda berambut hijaulah yang memasuki kamarnya.
"Langer ini aku," ucap Dai Mubai merubah tampilannya.
__ADS_1