
Namun ia tidak tahu, sebenarnya siapa yang memasangkan segel rantai emas yang mengekang ingatannya itu. Saat mencoba mengingat semua hal, rasa sakit kembali menggerayangi kepalanya. Hingga pada akhirnya Luo Jian memilih untuk menyerah dan memutuskan untuk kembali berkultivasi.
Karena ingatannya tidak kembali sepenuhnya, Luo Jian hanya dapat berkultivasi menggunakan teknik yang sama digunakan oleh Kultivator alam fana. Tiga hari telah berlalu, Luo Jian yang masih fokus dalam penyerapan energi Yin tiba tiba merasakan adanya tanda tanda akan menerobos ketingkat Tao lima.
Satu jam kemudian.
Baaaaams!
Ledakan kecil terdengar didalam tubuhnya yang diartikan Luo Jian benar benar naik tingkat. Setelah menyetabilkan aura agung yang merembes keluar dari tubuhnya, Luo Jian kembali berkultivasi. Tentu hal langka seperti ini sangat ia inginkan. Ingatan yang perlahan pulih itu juga ternyata hanya sebatas pengetahuan jati diri, namun ia tidak mengetahui siapa teman dan siapa lawan. Yang pasti ingatan itu memberinya peringatan agar lebih berhati hati lagi.
Disisi lain.
"Kakak Yu," ucap She Shi yang kemudian menghampiri Zhi Yu.
"Apa kamu dapat kabar tentang masalah pemberontak di puncak kita?" Tanya serius Zhi Yu.
"Aku baru menyimpulkan beberapa tetua yang masih diselidiki oleh kakak Zhou Huan. Untuk para murid sepertinya mereka aman," ucap She Shi serius.
"Bagus, kau beristirahatlah," ucap Zhi Yu kemudian menatap langit langit dipuncak kediamannya dengan tatapan rindu.
"Kakak apakah kau merindukan Yin Lang?" Timpal She Shi.
"Adik kau masih kecil tahu apa!" Bantah Zhi Yu wajahnya sedikit memerah.
**
Secara diam diam, Weng Lao yang membiarkan energi Yin memasuki tubuh Luo Jian memantau dari atas langit.
"Bocah ini sangat jenius sekali, bahkan tidak ada yang dapat menaikan tingkat kultivasi hanya dalam beberapa hari. Sepertinya bocah ini berhasil aku tekan," ucap Weng Lao tersenyum senang.
Karena banyak hal yang Weng Lao urus, membuatnya segera pergi meninggalkan pengawasan pada Luo Jian yang masih terus berkultivasi. Waktu berganti dengan sangat cepat, tepatnya tujuh hari telah berlalu. Kecepatan ekstrem dari penyerapan energi Yin akhirnya kembali membuahkan hasil.
"Sebentar lagi!" Ucap semangat Luo Jian yang berusaha merusak penghalang ke tingkat Langit satu.
Tiga jam kemudian.
__ADS_1
Swuuuuuuuuung! Baaaaams!
Tubuh Luo Jian bergetar hebat dibarengi dengan retaknya segel formasi dan juga hancurnya segel ilusi. Aura yang sangat agung sedikit tercampur kesadaran Dewa menyebar seketika. Hal itu membuat para murid dalam yang sedang berkultivasi merasa terganggu.
"Langit satu!"
Baaaaaaams!
Akhirnya Luo Jian benar benar naik tingkat. Hal itu menyebabkan rasa ketidak sukaan murid dalam yang mengira Luo Jian datang terlambat namun dia yang telah naik tingkat terlebih dahulu. Dan tentu asumsi kuatnya adalah Luo Jian sangat rakus dalam menyerap energi Yin yang sangat tebal itu.
"Aku baru melihat pemuda ini, siapa dia?" Tanya Shen Li.
"Kakak Li, aku juga baru melihatnya," timpal lainnya.
"Akibatnya naik tingkat membuatku malas untuk kembali berkultivasi, jadi beri pelajaran padanya. Karena ia mendahuluiku menerobos," ucap Shen Li kemudian terbang meninggalkan tempat tanah terlarang sekte.
"Baik kakak, hei kalian tunggu apa lagi, mari kita pukuli dia!" Ucap semangat pemuda yang diperintahkan Shen Li melesat tanpa berdebat dengan Luo Jian.
Merasakan ada pergerakan cepat kearahnya, Luo Jian segera menghindari serangan tinju yang mengincar kearah wajah Luo Jian.
Disisi lain.
"Ahh aku juga malas untuk memberinya pelajaran, jadi kalian anak buahku murid dalam yang baik. Jangan lupa setelah anak buah Shen Li memberi pelajaran kalian juga harus menamparnya sebanyak seratus kali untukku." Ucap pemuda bernama Yun Ling.
Begitu juga dengan murid elite lainnya, mereka memerintahkan kelompok mereka yang berasal dari murid dalam untuk memberi Luo Jian pelajaran.
Swuuuuuuuush!
"Meskipun aku tidak memiliki teknik bertarung yang baik, tapi setidaknya aku bisa menyamai kecepatan mereka."
Luo Jian terus menghindari gempuran yang begitu cepat dari segala sisi. Murid dalam di puncak Api Dewa yang menyerang Luo Jian berada di Langit tingkat tiga hingga empat. Hal itu membuat murid dalam tingkat Langit lima dan juga tentunya murid elite tidak tertarik untuk memberi Luo Jian pelajaran.
Tanah larangan sekte yang tadinya sangat ramai kini mulai sepi akibat ketidak tarikan mereka untuk melihat pertempuran tingkat rendah. Disisi lain tiga pemuda yang tak lain bawahan Shen Li terus menyerang Luo Jian yang terus memilih menghindar. Dan dugaan mereka ternyata salah, karena Luo Jian tidak hanya menghindar serangan dia mempelajari serangan ketiganya yang begitu kacau.
"Kena!"
__ADS_1
Memutarkan tubuhnya, Luo Jian yang mendapat kesempatan untuk memberikan serangan balik berhasil memberikam serangan tinjuan pada perut pemuda disebelah kirinya. Hal itu membuat pemuda itu terpental dan memuntahkan seteguk darah mereka.
"Jika tidak salah di sekte ini diperbolehkan untuk membunuh bukan? Kalian yang mencari perkara maka jangan salahkan aku!"
Swuuuuush!
Luo Jian mengeluarkan pedang pemberian Dai Mubai melesat kearah dua pemuda bawahan Shen Li. Melihat Luo Jian bagaikan iblis yang ingin memakan mereka, mereka tak segan untuk mengeluarkan pedang mereka. Para murid dalam lainnya yang tadinya tidak tertarik, dan hanya akan menampar Luo Jian setelah Luo Jian kini menatap semangat pertempuran ketiganya yang terlihat sangat ingin saling membunuh.
"Seranganmu sangat lemah!"
Tiiiiiing! Slaaaaaash!
Luo Jian yang telah bertukar serangan dengan keduanya kembali melihat celah pada area leher. Hal itu membuatnya segera menebaskan pedangnya kearah leher pemuda itu.
"Ka ... Kau hanya berada ditingkat Langit satu bagaimana bisa," ucap pemuda itu yang perlahan mundur dari tempatnya.
"Tanyakan saja pada raja neraka!"
Swuuuuuuush! Jleeeeeb! Slaaaaash!
Luo Jian membunuh pemuda itu dengan menghunuskan pedangnya tepat dijantung pemuda itu. Tidak langsung mencabutnya melainkan Luo Jian kembali mengarahkan pedangnya kearah samping sehingga tubuh pemuda itu telah terpotong menjadi dua bagian.
Setelah membunuh dua pemuda bawahan Shen Li, Luo Jian menatap kearah pemuda yang sedang terbengong melihat dua rekannya mati tanpa perlawanan.
"Ka..."
Swuuuuuuush! Slaaaaashhh!
Luo Jian melesat kearah pemuda itu dan menebaskan pedangnya tepat dileher pemuda bawahan Shen Li dengan cepat. Diatas langit, tepatnya Weng Lao yang melihat aksi Luo Jian benar benar sangat kagum dengan kecerdasan Luo Jian yang dapat memahami serangan lawan.
"Hahahahaha! Tahun depan aku benar benar akan menciptakan seorang monster!" Ucapnya senang.
####
Satuuu duluuu lagi banyak pikiran dari seminggu yang lalu, jadi tulisan porak poranda. Maaf ya, semoga masih betah dan terhibur.
__ADS_1
Selamat membaca.