
Murid luar yang merupakan lawan Luo Jian itu mematung. Ia sendiri tahu betapa kuatnya Luo Jian setelah membuat perhitungan pada beberapa murid dalam. Luo Jian sendiri dengan santainya berjalan kearah atas panggung sambil menunggu pemuda yang mengenakan nomor punggung satu itu.
Setelah pemuda bernomor satu itu memasuki arena pertarungan.
"Kerahkan semua kekuatanmu," ucap Luo Jian bersikap dingin.
Hanya dengan sikap yang dingin itu nyatanya, Luo Jian berhasil membuat tekanan mental lawan menurun.
"Teman, aku harap kau mau memberiku belas kasihan!"
Swuuuuuush!
Pemuda itu melesat kearah Luo Jian dengan sangat cepat, namun berbeda dengan tanggapan Luo Jian. Gerakan yang merupakan ilmu meringankan tubuhnya itu terlihat sangat lambat dimatanya. Beberapa saat terdiam, Luo Jian yang melihat pemuda itu telah tepat berada didepannya. Luo Jian hanya menggerakan badannya kesamping, lalu dengan santainya tangan kanannya meninju kearah celah yang diberikan oleh pemuda tersebut.
Baaaaaaams!
Pemuda itu terpental keluar dari arena dan memuntahkan seteguk darah merahnya. Semua orang terpukau dengan sikap tenang yang ditunjukan oleh Luo Jian.
"Tenang tapi menghanyutkan," gumam para tetua yang juga kagum dengan Luo Jian.
Setelah menentukan pemenang dari pertandingan pembuka, Luo Jian kembali duduk dibangku yang tadi ia duduki dengan tenang. Beberapa pasang mata dari peserta yang belum mengerti kekuatan Luo Jian karena mereka selalu berlatih menatap dengan sikap arogan yang tidak biasa.
"Ciiih! Apa hebatnya Yin Lang itu, dengan sekali pukulanku mungkin dia akan terbang ke langit!" Ucap pemuda bernomor punggung seratus sepuluh itu.
Murid lain yang sudah mengenal nama Yin Lang itu tentunya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mungkin jika Yin Lang tahu dia direndahkan, saat keduanya bertemu Yin Lang akan membunuhnya diatas arena pikiir mereka. Turnamen yang diikuti oleh lima ratus murid luar itu terus berjalan hingga tiga jam lamanya. Satu persatu sifat para murid mulai terlihat, banyak yang membunuh murid lain, tapi ada juga yang hanya membuat mereka terluka. Ditengah kebosanan Luo Jian yang menjadi penonton itu, tiba tiba ia merasakan keanehan pada Weng Lao yang memejamkan matanya.
"Darah klan cahaya," gumam Luo Jian yang tiba tiba melihat Weng Lao membuka matanya secara perlahan, lalu bola mata itu berubah menjadi keperakan. Dan itu terjadi hanya beberapa detik saja, tentunya ia sangat tahu tentang identitas Weng Lao hanya dari perubahan bola matanya, karena ia sendiri adalah pemilik klan cahaya di alam Dewa sendiri.
__ADS_1
"Ini sangat menarik, bahkan aku merasakan perasaan yang familiar disaat berada didekatnya," gumam Luo Jian yang tiba tiba sangat penasaran dengan identitas Weng Lao.
Meskipun ingatannya belum kembali sepenuhnya, Luo Jian yang tentunya masih memiliki sedikit kesadaran Dewa itu dapat mengetahui kekuatan yang tersembunyi didalam tubuh seseorang. Hingga tiba tiba ditengah lamunannya.
"Nomor tiga puluh dua melawan nomor tiga ratus lima puluh enam! Harap peserta segera menuju keatas punggung!"
Swuuuuush!
Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, Luo Jian menuju keatas panggung. Dengan kekuatannya saat ini yang telah menyamai ditahap Surga satu, tentu murid luar bukanlah tandingannya. Sehingga tiga jam telah berlalu, Luo Jian terus memenangkan pertandingan dengan mudah. Kini tepatnya tersisa lima puluh murid terkuat yang akan menduduki peringkat turnamen segera menuju keatas panggung termasuk Luo Jian.
"Pertempuran kali ini adalah, hanya dua puluh murid yang akan memasuki babak berikutnya jika kalian masih dapat bertahan diatas panggung!" Ucap Yin Kun menggelegar.
Swuuuuush!
Dengan sekali buatan segel tangan, panggung yang dipijaki Luo Jian bertambah luas. Karena setelah ini mereka semuanya saling bertempur. Dan siapa yang terbunuh atau keluar dari panggung itu akan dinyatakan kalah. Setelah para murid bersiap siap. Pertempuran lima puluh murid dalam satu panggung itu akhirnya dimulai.
Para murid mulai menyerang sesuai dengan lawan yang mereka dapat lawan. Sedangkan Luo Jian menaikan alisnya, karena tidak ada satupun yang tertarik untuk melawannya.
"Huuuh! Jika ini bukan sebuah misi, aku juga tidak ingin menonjolkan diri!" Ucap kesal Luo Jian kemudian memutarkan tubuhya.
Ia yang tidak ingin membunuh para murid yang sebenarnya nyawa mereka hanyalah pertunjukan bagi sekte, Luo Jian kemudian memutarkan tubuhnya seuntai energi Qi yang terasa mendominasi terhanyut dalam angin yang membuat pusaran badai besar memutari tubuhnya. Semua tetua, murid dan tentunya She Yin serta Weng Lao terkejut melihat aksi yang dilakukan oleh Luo Jian.
"Yang kuat akan bertahan dari angin ini! Dan yang tidak memiliki kekuatan, maafkan aku kalian harus gagal!"
Swuuuuuush!
Hempasan angin yang sangat kuat menyebar, angin itu merupakan tercipta dari energi Qi yang nyatanya hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang telah mengerti akan kekuatan alam dan langit. Para murid yang sedang bertarung itu melototkan mata mereka, bahkan saat ini pertarungan terhenti, yang ada mereka mencoba menahan hempasan angin yang mencoba menerbangkan mereka keluar dari panggung arena.
__ADS_1
"Arggghhh! Yin Lang!" Sosok pemuda yang merendahkan Luo Jian saat awal itu murka dan mencoba berjalan kearah Luo Jian.
Luo Jian menaikan alisnya melihat wajah pemuda itu yang sangat kesal kepadanya. Tanpa banyak kata, sekali kibasan tangan, hempasan angin menjadi lebih kuat. Satu persatu murid mulai terhempas keluar dari panggung arena. Hingga lima menit berlalu, akhirnya tersisa dua puluh murid yang kini sedikit lagi akan keuar dari panggung.
Swuuuuuus!
Hempasan angin telah hilang, yang kini telah ditetapkan dua puluh murid yang masih bertahan akan menuju ke babak berikutnya. Dua puluh murid yang merasakan hempasan angin dari Luo Jian itu menelan ludah mereka secara bersamaan disaat sejengkal tangan saja mereka kembali terhempas. Maka tidak ada satupun yang masih berada diatas panggung kecuali Yin Lang itu sendiri.
She Yin yang tadinya merasa bosan kini mulai terhibur dengan pertunjukan yang diperlhatkan oleh Luo Jian. Bahkan ia sempat bergumam bahwa ia harus mendapatkan Luo Jian sebagai murid pribadinya. Setelah itu Yin Kun meminta pada dua puluh murid untuk tetap dipanggung.
"Sekarang kalian bisa menantang satu sama lain, mereka yang memenangkan pertandinga berturut turut, maka ia akan menjadi pemenangnya!" Ucap meninggi Yin Kun lalu membiarkan kedua puluh murid untuk memutuskan.
Sembilan belas murid itu kemudian menunjuk sama lain, kini tidak ada satupun yang ingin duel satu vs satu dengan Luo Jian. Dan hal itu membuat Luo Jian menghela napas panjang.
"Ketua sekte aku ingin mereka semua menjadi lawanku," ucap Luo Jian dengan hormat.
Semua orang kini tidak terlalu terkejut dengan permintaan Luo Jian. Karena babak sebelumnya tentu sudah dipastikan siapa yang terkuat. Karena itu sembilan belas murid luar yang berada diatas panggung menelan ludah mereka secara bersamaan.
"Kalian jangan ragu, selama pertempuran kalian bisa menggunakan energi Qi. Dan aku sendiri hanya akan menggunakan kekuatan fisik saja," ucap Luo Jian yang kini membuat mereka terkejut.
"Bukankah itu terlalu percaya diri!"
"Kuat tapi sayangnya terlalu naif!" Ucap para penonton.
Weng Lao hanya mengangguk, dan kemudian ia meminta Yin Kun untuk melanjutkan pertandingannya.
"Sekarang mulailah!" Teriak Yin Kun.
__ADS_1