
"Saudara Long, sama sama lagian bantuan tadi tidak seberapa," balas Ling Hua sambil menganggukan kepalanya.
Setelah beberapa saat bercengkerama, Luo Jian yang ingin segera pergi ke lembah Hantu kembali memikirkan rencana kedepannya.
"Satu bulan lebih dua hari setidaknya turnamen akan diadakan, aku harus segera menemukan lembah Hantu," gumam Luo Jian yang tidak ingin membuang waktunya.
"Saudara Long, Saudari Hua kemari," ucap Luo Jian yang membuat Shui Long dan Ling Hua sedang bercengkerama mendekat kearahnya.
"Saudara Jian ada apa?" Tanya Shui Long heran.
"Begini, jika kita melanjutkan perjalanan seperti ini maka kita akan tiba di lembah Hantu selama satu hari perjalanan, berbeda jika Saudari Hua mau membantu kita," ucap Luo Jian yang membuat Shui Long kebingungan.
"Maksud saudara?"
Swuuuuuush!
Ling Hua merubah wujudnya menjadi seekor Naga Air berwarna kebiruan berukuran lima meter besarnya. Dan hal itu membuat Shui Long melototkan matanya. Karena naga didepannya sama persis dengan naga yang tadi hampir menyelakai mereka berdua.
"Saudara Long tenanglah, maafkan aku yang tadi telah menakutimu," ucap Ling Hua menggunakan wujud naganya.
Shui Long yang masih belum bisa mencerna hal didepannya tiba tiba terkejut setengah mati saat Luo Jian menarik tangannya dan melesat kearah punggung Ling Hua.
"Saudara apakah kita akan pergi sekarang?" Tanya Ling Hua.
"Tunggu."
Swuuuuuuung!
Sebuah segel ilusi berhasil dibentuk oleh Luo Jian menutupi seluruh keberadaan mereka. Sehingga siapapun yang melihat, bahkan para Dewa akan terkecoh.
"Segel Ilusi ini cukup sempurna!" Gumam Ling Hua.
"Saudari Hua jangan terlalu melebihkan ku dihadapan Shui Long, dan jangan beri tahu identitas ku sebelum aku sendiri yang memberi tahunya," ucap telepati Luo Jian.
"Baik," balas telepati Ling Hua.
Swuuuuuuush!
Muncul perisai ganda menutupi tubuh Luo Jian dan Shui Long. Setelah itu Ling Hua melesat menggunakan kekuatan puncaknya sesuai arahan yang diberikan oleh Luo Jian.
Dua menit terbang diatas langit, Shui Long terus berdecak kagum melihat pemandangan indah dibawahnya. Namun tidak dengan Luo Jian dan Ling Hua yang tiba tiba merasa firasat buruk.
__ADS_1
"Aura yang sangat kuat mendekat tuan," ucap Ling Hua panik.
"Tetap tenang, ingatlah kita berada didalam segel ilusi," balas Luo Jian tetap menenangkan, namun wajahnya terlihat khawatir.
Benar saja, cahaya keemasan dari arah lembah Hantu melesat dengan cepat kearah mereka. Dan Shui Long yang juga terkejut hendak berteriak, namun Luo Jian dengan sigap menutup mulut Shui Long agar tidak bersuara.
"Bao Yun...," Ucap dingin Ling Hua mengedarkan aura siluman yang sangat kuat.
Swuuuuuuush!
Bao Yun yang merasakan aura siluman sangat kuat menghentikan terbangnya, menatap sekitarnya dengan wajah yang sedikit tidak bersahabat.
"Saudari Hua tenangkan hatimu," ucap Luo Jian sedikit khawatir karena segel ilusinya tidak mungkin menahan rembesan aura siluman yang sangat kuat.
"Ingatlah Bao Yun bukan lawannya," ucap telepati Luo Jian.
Ling Hua menganggukan kepalanya, dan akhirnya melanjutkan perjalanan sambil menghilangkan aura silumannya. Sedangkan Bao Yun, ia menggunakan mata Dewanya untuk mencari sumber siluman kuat yang tidak seharusnya berada di alam Fana.
"Aura siluman ini seperti milik ras Naga yang telah dibantai oleh She Long, namun tidak mungkin juga jika satu ekorpun bisa hidup setelah pembantaian itu," gumam Bao Yun heran.
Karena ia tidak dapat mencari sumber aura yang sempat membuat pencariannya terhenti, membuat Bao Yun akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya menyisir mencari Luo Jian di seluruh Benua Merah.
"Saudara Long," ucap Luo Jian mengejutkan Shui Long.
"Ehh..." Shui Long kaget mendengar suara Luo Jian.
"Saudara apakah kamu tidak iri dengannya bisa terbang diatas langit? Bukankah itu hal yang sangat mengasyikan?" Shui Long tiba tiba memberikan pertanyaan yang membuat Luo Jian menepuk jidatnya sendiri.
"Saudara jika kau ingin terbang sepertinya, kau harus menjadi kuat."
Shui Long mengangguk, dan ia menebak bahwa kekuatannya telah berada ditingkat Surga, dan setahu yang ia ketahui hanya satu orang di Benua Merah yang telah mencapai tingkat tersebut.
"Mungkin pemuda tadi adalah leluhur Bing Zhao," ucap Shui Long membuat Luo Jian menaikan kedua alisnya.
"Maksud saudara?"
"Saudara di Benua ini hanya satu orang terkuat, dia bernama Bing Zhao yang telah menginjak ranah Surga, jadi besar kemungkinan leluhur Bing tadi menyamar sebagai pemuda tampan," ucap polos Shui Long.
Luo Jian hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Saudara kau akan mengerti tingkatan terendah hingga tertinggi jika kau mengikuti terus, jadi kamu akan mengerti luasnya alam semesta ini," ucap Luo Jian membuat Shui Long kembali dibuat kebingungan.
__ADS_1
"Saudara Jian, saudara Long kita sudah tiba sesuai tempat yang ditunjukan oleh kalian," ucap Ling Hua menghentikan terbangnya.
Tiba tiba Shui Long melototkan matanya karena hanya lima belas menit telah tiba yang seharusnya ditempuh satu hari selama perjalanan.
"I-ini ki-kita sudah tiba?" Tanya Shui Long yang melihat kearah depan.
Hal itu dibenarkan oleh Shui Long sendiri. Sedangkan Luo Jian merasakan aura yang sangat familiar didalam lembah itu.
"Aura ini sepertinya aku mengenalnya," gumam Luo Jian.
"Saudari Hua, turunlah," ucap lagi Luo Jian.
Swuuuuush!
Ling Hua menurunkan Luo Jian dan Shui Long tepat dihadapan mulut lembah. Setelah itu Ling Hua merubah wujudnya menjadi wanita cantik lagi.
"Saudara Jian, ini bukan aura yang biasa, bahkan jika aku tidak salah aura ini merupakan milik Kultivator hebat yang pernah menjadi legenda," ucap telepati Ling Hua.
"Saudari aku tidak bisa menyimpulkannya, dan yang pasti aku akan tetap memasuki lembah ini," balas telepati Luo Jian.
Mereka berdua sengaja berbincang melalui telepati agar Shui Long masih tetap berani dan tidak ciut mental.
"Mari," ucap Luo Jian memimpin.
"Baik!" Jawab keduanya kompak.
Luo Jian terus memimpin keduanya memasuki lembah Hantu. Terlihat banyaknya tengkorak manusia yang tergeletak disekitar lembah. Aura mengerikan terus menyebar, yang dicampur aura kematian akibat banyaknya Kultivator yang telah mati di lembah Hantu.
Swuuuuuuung!
Tiba tiba tengkorak Kultivator yang telah mati itu bergetar, lalu membentuk kembali sebagai manusia. Hal itu membuat Shui Long benar benar ketakutan.
"Saudara tengkorak ini hidup," ucap panik Shui Long.
"Tenanglah mereka hanya berada ditingkat Yuan lima hingga Tao tiga jadi kita tidak perlu khawatir," ucap Luo Jian.
Swuuuuuush!
Pedang hitam berada ditangannya setelah melihat tengkorak hidup itu mulai mendekat kearah mereka.
"Saudara Long jangan terlalu jauh dari Ling Hua. Dan Saudari Hua tolong jaga Shui Long untukku," ucap Luo Jian yang merasakan sebuah panggilan didalam lebih dalam lembah itu.
__ADS_1