Kaisar Langit

Kaisar Langit
Perbincangan


__ADS_3

"Buang pikiran anehmu itu," ucap Luo Jian kemudian bercerita ia adalah anak dari Luo Ling.


Sontak Luo Zhuo menggosok matanya berkali kali untuk memastikannya, namun aura dan kesadaran Dewa yang sempat ia rasakan, sama persis yang pernah ia rasakan ketika gurunya sedang bertarung membela Benua Api dari kekacauan waktu puluhan jutaan tahun silam.


Melihat Luo Zhuo meragukan ucapannya membuat Luo Jian menghela napas, dan setelah itu menatap Luo Zhang agar membawa Luo Zhuo kearah istana klan untuk membahasnya.


Setibanya, Luo Jian menjelaskan semuanya. Dan tentu tangisan dari Luo Zhuo akhirnya pecah disaat Luo Jian bercerita tentang ayahnya yang merupakan guru pribadi Luo Zhuo telah lama mati akibat kekacauan Iblis dialam Dewa. Tidak hanya masalah ayahnya, ia juga kembali menjelaskan permasalahan yang ada diklan dan pertemuan yang terduga.


"Yang Mu..."


"Panggil saja saudara Jian," ucap Luo Jian membuat Luo Zhuo menatap kearah Luo Zhang.


Namun Luo Zhang hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda membenarkan keinginan Luo Jian.


"Ta..."


"Tidak ada kata tapi jika aku sudah menginginkannya," ucap Luo Jian kemudian berbincang tenang dengan Luo Zhuo.


Sedangkan Luo Zhuo yang masih bersikap canggung itu mencoba membiasakan dirinya. Meskipun wajahnya terlihat tenang, nyatanya didalam hati yang terdalam. Ia terlihat ragu untuk menyampaikan keluhannya selama menjabat sebagai pangeran Zhuo atau pemimpin pasukan Abadi.


"Saudara Zhuo jika ingin membagi kisahmu jangan terlalu sungkan, karena kita semua saudara," ucap Luo Jian memberikan senyum hangatnya.


Luo Zhuo menghela napas panjang, kemudian ia menceritakan semua masalah yang begitu rumit ketika ia menjabat sebagai pemimpin pasukan Abadi.


Malam harinya, Luo Zhuo yang masih ingin bersama kedua orang yang ia sayangi itu berbincang hingga Luo Jian memutuskan untuk memilih menyendiri.


Swuuuuush! Swuuuuush!


Tubuhnya bagaikan sinar emas yang menyelinap pada kegelapan malam menuju kesebuah bukit yang menjulang cukup tinggi didekat klan Cahaya.


"Sudah satu tahun kurang aku bereinkarnasi, setidaknya alam Dewa sudah mengalami perubahan dengan waktu yang begitu singkat ini," gumam Luo Jian kemudian memutuskan mengeluarkan serulingnya dari dalam cincin ruang.


Alunan yang cukup menyejukan hati dengan balutan kesedihan bercampur kebencian ia lantunkan melalui seruling yang merupakan senjata sekaligus alat musik dengan penjiwaan yang begitu kental. Tanpa ia sedari, banyak akan hewan buas, hewan iblis, suci yang memiliki ranah kultivasi rendah mendekat dan duduk dengan tenang mendengarkan permainan suling yang begitu menjiwai itu.

__ADS_1


Sedangkan di istana utama klan cahaya, Luo Zhuo dan Luo Zhang tiba tiba meneteskan air mata mereka disaat suara indah dan menyejukan itu terdengar oleh telinga mereka.


"Siapa yang memainkannya? Ini sangat membuatku terharu..." Ucap tercekat Luo Zhuo kemudian keluar dari istana bersama Luo Zhang untuk mencari siapa yang memainkan seruling pada malam yang begitu sunyi itu.


Diatas langit, melihat Luo Jian yang memainkannya. Luo Zhang ingin segera menghampiri Luo Jian, namun tindakannya dihentikan oleh Luo Zhuo.


"Ingatkah pesan saudara Jian? Mungkin ia terlihat tenang saat menceritakan pengalaman hidupnya, tapi nyatanya hatinya sangat hancur disaat itu juga. Karena itu beri saudara Jian waktu untuk menyendiri untuk mengembalikan suasana hatinya," nasehat Luo Zhuo.


Luo Zhang mengangguk, dan akhirnya keduanya kembali ke istana utama klan cahaya untuk membahas pasukan Jiwa Cahaya yang dibentuk oleh Luo Jian sendiri.


Disisi lain, Luo Jian yang telah puas mencurahkan seluruh isi hatinya menancapkan pedang hitam tepat dihadapannya.


"Aku baru tahu, mungkin jika kita tidak bertemu aku sudah mati sejak awal bereninkarnasi," ucap pelan Luo Jian kemudian termenung menatap Chi Yue yang tertidur akibat meminjamkan kekuatan rohnya.


Tak terasa, pagi hari berlalu. Luo Jian segera bergegas dari bukit yang ia singgahi menuju istana cahaya.


Lima belas menit kemudian.


"Saudara," sapa Luo Zhuo sambil memberikan senyum hangatnya.


"Saudara, bisakah kau antarkanku melihat anggota pasukan Jiwa Cahaya yang sedang berjuang?" Tanya Luo Jian membuat Luo Zhuo menaikan kedua alisnya.


"Bukankah saudara bisa..."


Swuuuuung!


Luo Jian kemudian mengedarkan ranah Kultivasinya yang berada ditahap Surga Dua. Hal itu menyebabkan Luo Zhuo tercengang.


"Jadi saudara benar benar telah bereinkarnasi?" Tanya tak percaya Luo Zhuo.


Luo Jian hanya mengangguk, dan kemudian Luo Zhuo yang tidak ingin menyakiti perasaan Luo Jian segera membuat segel teleportasi yang menghubungkan kebeberapa kota, kerajaan disekitar klan Cahaya.


Swuuuuush!

__ADS_1


Keduanya lenyap seperti memasuki kehampaan lalu muncul diatas kota Yu.


"Sepertinya mereka melakukannya dengan baik," ucap senang Luo Jian.


Sedangkan Luo Zhuo terlihat heran dengan pemandangan kota Yu yang begitu tenang dan damai, bahkan banyak para Kultivator yang mulai membangun bangunan yang telah hancur. Dibarengi dengan wajah keheranannya yang seharusnya ada segel yang mengurung iblis kesadaran milik pasukannya. Tapi sesaat itu, tiba tiba cincin ruangnya bergetar.


"Saudara?" Tanya heran Luo Jian yang melihat perubahan wajah Luo Zhuo yang sedikit kebingungan.


"Saudara, pasukanku mengatakan adanya beberapa kelompok yang mengenakan topeng perak dengan simbol cahaya di kening mereka. Dan nyatanya pasukan yang dibuat saudaralah yang melenyapkan semua iblis kesadaran yang saat ini membuat kekacauan," ucap Luo Zhuo.


Luo Jian akhirnya bisa bernafas lega mendengar kabar baik tersebut, sesaat setelah itu tiba tiba Luo Zhuo berlutut sambil memegang salah satu kaki Luo Jian dengan wajah penuh harap.


"Saudara bagaimana caranya membunuh iblis kesadaran," ucapnya memohon seperti anak kecil yang memiliki wajah polos.


Hal itu membuat Luo Jian melototkan matanya.


"Saudara apa yang kau lakukan! Cepat berdiri!" Ucap meninggi Luo Jian.


Dengan wajah penuh harapnya, Luo Zhuo yang sudah tau kekacauan iblis kesadaran cepat atau lambat akan tiba itu menggelengkan kepalanya.


"Huh baiklah," ucap pasrah Luo Jian kemudian kembali meminta Luo Zhuo untuk segera berdiri.


Luo Jian kemudian menjelaskan tentang kekuatan iblis kesadaran yang didasari oleh kesadaran, ia juga menjelaskan akan apa itu kesadaran iblis yang setidaknya hampir menyerupai dengan kekuatan jiwa.


"Jadi hanya pemilik kesadaran Dewa yang dapat membunuh iblis kesadaran?" Tanya lesu Luo Zhuo.


Luo Jian hanya mengangguk, dan kemudian ia menjelaskan bahwa pada dasarnya kesadaran iblis tercipta dari dendam serta kebencian mutlak seorang iblis. Sedangkan kesadaran Dewa merupakan kekuatan lembut, kekuatan yang didasari kelembutan itu nyatanya memiliki kekuatan penghancur yang sangat mengerikan.


"Tapi bagaimana anggota klan Cahaya memilikinya sedangkan aku juga berasal sama dengan mereka tapi..." Ucap tercekat Luo Zhuo.


"Karena aku memberikannya," potong Luo Jian yang membuat Luo Zhuo kembali memasang wajah penuh harapnya.


"Saudara bagaimana jika kau juga memberikannya padaku? Bahkan jika itu hanya sedikit?" Tanya Luo Zhuo.

__ADS_1


Luo Jian kembali menghela napas, karena alasannya semakin membuat Luo Zhuo begitu penasaran dengan kesadaran Dewa.


__ADS_2