Kaisar Langit

Kaisar Langit
Perjalanan menuju makam Naga Bumi.


__ADS_3

Merasa tidak mengingat setelah kejadian kehancuran sekte Darah Iblis, pada akhirnya Luo Jian melanjutkan perjalanannya kearah barat. Menurut pengetahuan yang telah dibaca oleh Chi Yue, roh pedang hitam yang bersemayam. Luo Jian harus melewati beberapa kota, dan kerajaan untuk tiba disebuah makam kuno bernama makam Naga Bumi. Yang pasti ia menebak makam kuno akan memiliki beberapa sumber daya yang dapat ia gunakan.


Dua jam menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, Luo Jian menghentika ilmu meringankan tubuhnya disaat mendengar ledakan beruntun didepannya sejauh dua kilometer jauhnya.


Swuuuuush!


Berkelebat dengan kecepatan puncak, Luo Jian yang penasaran akhirnya tiba setelah beberapa menit perjalanan melompati dahan besar disetiap pohon yang berada disekitarnya.


"Trenggiling ini hanyalah hewan buas biasa, tapii..." Ucap tercekat Luo Jian yang merasa aneh dengan hewan buas didepannya mengamuk mencoba membunuh sepuluh pemuda yang mencoba menangkap mereka.


"Kesadaran iblis?" Tanya dipikirannya sendiri.


Luo Jian yang sedang mengamati pertempuran sengit itu terus memantau, keadaan kesepuluh pemuda itu terlihat tidak terlalu baik. Karena bagaimanapun, serangan fisik dari hewan buas yang memiliki kesadaran iblis itu hanyalah serangan biasa. Sedangkan serangan fatal trenggiling itu nyatanya berada dititik berbahaya yang dapat menghilangkan pikiran jernih mereka.


Dhuuuuuuar! Dhuuuuar!


Trenggiling itu berputar menjadi sebuah bola lalu menabrak kearah sepuluh pemuda pemudi yang menggunakan jubah sekte bergambar tujuh pedang secara bergantian. Melihat serangan utama bukanlah fisik, Luo Jian yang tidak ingin mereka saling membunuh segera melesat dan melepaskan tapak dari kehampaan.


Dhuuuuuuar!


Tapak dari kehampaan yang terbuat dari elemen cahaya itu menghantam tubuh trenggiling yang tak lain hewan buas biasa tersebut. Trenggiling itu terpental, namun ia merubah bentuknya menjadi wujud trenggiling seperti biasanya.


"Kesadaran emas!" Ucapnya berat menggunakan bahasa hewan.


Luo Jian tidak menjawab, melainkan menampilkan senyum penuh ejekan terhadap hewan buas didepannya.


"Saudara dia bukan lawan anda," ucap salah satu pimpinan kelompok pemuda itu.

__ADS_1


Luo Jian menaikan salah satu alisnya, lalu ia membelakangi trenggiling dan menghadap kearah pemuda yang mencoba menasehatinya.


"Lebih baik kalian pulihkan diri, aku akan mengurus trenggiling busuk ini," ucap Luo Jian yang kemudian mengeluarkan sebotol pill penyembuh tingkat Dewa dari dalam cincin ruangnya kearah pemuda itu.


"Bagikan secara rata," ucap Luo Jian.


"Saudara awas!" Pemuda itu berteriak lantang sambil menerima lemparan botol.


Luo Jian hanya menyunggingkan senyumnya, terjangan yang sangat cepat itu tidak dapat membuatnya bergerak lebih dari menggerakan salah satu kakinya.


"Kekuatanmu ini hanya pinjaman, masih sok berlaga kuat didepanku!" Teriak Luo Jian yang kemudian menangkap ekor trenggiling yang menerjang kearahnya dengan salah satu tangannya.


Bluuuuuuuh! Dhuuuuuuuar!


Setelah menangkapnya, Luo Jian memutarkan badannya beberapa kali. Hingga benar benar putarannya telah cepat, ia segera melepaskan genggaman pada ekor trenggiling itu yang menyebabkan trenggiling itu melesat dan menabrak pohon dibelakangnya.


"Bahkan jika itu aku, mungkin daging lenganku akan terkoyak," ucap kagum pemuda yang menerima pill dari Luo Jian.


Swuuuuuush!


Sebelum trenggiling itu menyeimbangkan tubuhnya, Luo Jian berkelebat sangat cepat tiba dan kini mencengkeram leher sang trenggiling dengan sunggingan senyum penuh harap.


"Katakan padaku, siapa yang memberimu kesadaran iblis," telepati Luo Jian membuat hewan buas itu terkejut setengah mati.


"Si... Siapa kamu, kenapa kamu mengetahui bahasa hewan yang pastinya tidak dimengerti oleh ras manusia!" Ucapnya terkejut.


"Aku tidak ingin mendengar jawaban ini, aku hanya ingin mengetahui siapa yang memberimu kesadaran Iblis...," Balas dingin Luo Jian.

__ADS_1


"Tuan... Meski aku harus mati, aku tidak akan pernah mengatakannya." Sebagai hewan buas, tentu Luo Jian tahu karakter, dan temperamental yang dimiliki semua hewan buas adalah keras kepala, dan tentunya tidak akan patuh kecuali seseorang memberikan kehidupan, atau pengorbanan yang layak. Sehingga hewan buas tersebut dapat menurut.


Kraaaaack! Swuuuuuush!


"Dasar bodoh!"


Sambil menggelengkan kepalanya, Luo Jian mematahkan lehernya serta menyerap kesadaran iblis yang dimiliki hewan trenggiling itu. Sontak melihat Luo Jian yang sangat mudah membunuh hewan buruan mereka,, membuat kesepuluh pemuda itu menganga dibuatnya.


"Sekuat apa dia, apakah pemuda itu tetua disebuah Klan besar? Atau mungkin tetua sekte besar didekat sini?" Tanya telepati salah satunya.


Luo Jian yang telah membunuh hewan trenggiling itu menyeret tubuh trenggiling kearah pemuda yang tentunya belum mengkonsumsi pill penyembuh pemberiannya.


"Teman, ini buruan kalian. Lain kali jika menemukan hewan buas yang tidak semestinya dapat melawan kultivator seperti kalian, alangkah baiknya kalian pergi," ucap Luo Jian tenang.


"Saudara terimakasih, dan jika boleh tau saudara ingin kemana serta siapa nama saudara muda ini?"


"Ahhh sampai lupa mengenalkan diri, aku Jiang She, hanya pengelana yang ingin mengetahui luasnya dunia," ucap Luo Jian menangkupkan tinjunya.


Kesepuluh pemuda itu mengangguk anggukan kepalanya. Sesaat setelah itu, mereka saling bertatap tatapan, seolah olah mereka meminta persetujuan satu sama lain. Melihat raut wajah mereka yang sepertinya ada sesuatu yang ingin dikatakan, Luo Jian masih diam dengan tenang.


"Saudara, jika seusiamu saja sudah berkelana, bukankah kekuatan saudara sudah cukup untuk menghadapi rintangan yang sangat berbahaya diluaran sana?"


Mendengar ucapan yang tentunya Luo Jian sudah tau dimana tujuan percakapan itu, Luo Jian menyunggingkan senyumnya.


"Saudara katakanlah hal yang sebenarnya, karena jujur saja aku tidak menyukai basa basi," ucap Luo Jian tenang.


Pemuda itu menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. "Saudara ini sungguh pintar dalam membaca raut wajah kami, saudara jujur saja desa kami sedang terjangkit sebuah penyakit aneh, apakah anda bisa membantu kami?"

__ADS_1


__ADS_2