Kaisar Langit

Kaisar Langit
Memulai rencana.


__ADS_3

"Baik saudara," ucap Ling Hua kembali mempelajari teknik perubahan tubuh yang diberikan oleh Luo Jian.


Sesaat setelah itu, Luo Jian yang menyamar sebagai Ling Hua keluar dari penginapan menuju tempat turnamen. Setibanya ditempat turnamen, Luo Jian yang menggunakan tampilan Ling Hua kembali menjadi perhatian khusus para penonton. Apalagi kejadian waktu lalu yang sangat mengejutkan bagi mereka.


"Cantik sih, tapi kekuatannya diluar nalar," ucap salah satu penonton.


Tanpa memperdulikan mereka, Luo Jian mencari bangku kosong yang terisi, namun sampai saat ini ia tidak mendapatkan bangku kosong sama sekali.


"Baiklah aku akan berdiri saja," gumam Luo Jian kemudian menatap langit.


"Mata Dewa!" Gumam Luo Jian mencari keberadaan Bao Yun.


"Kemana dia," gumam Luo Jian tidak melihat keberadaan Bao Yun.


"Jika dia membawa pasukan langit, tentu seluruh benua ini akan musnah karena keberadaan ku," ucap khawatir Luo Jian dalam hati.


"Nona, dari pada anda berdiri lebih baik tempati kursiku ini," ucap ramah salah satu pemuda dibelakang Luo Jian.


Luo Jian membalikan tubuhnya, dan setelah itu menatap pemuda tampan yang membuatnya terkejut setengah mati.


"Nona apa ada yang salah denganku?" Tanya pemuda itu santai.


"Ehhh tidak tidak, aku hanya tidak menyangka dengan wajah bangsawan anda berani memberikan tempat duduk," jawab ketus Luo Jian matanya bersinar sebentar lalu duduk di tempat yang diberikan.


"Bao Yun ini..." Ucap dalam hati Luo Jian tercekat.


Bao Yun yang menyamar itu kemudian menganggukan kepalanya dan berdiri ditempat tadi Luo Jian berada.


"Saudari dimana rekan anda?" Tanya Bao Yun sambil menatap pertandingan diatas panggung.


"Saudara dia mengatakan keluar dari Kekaisaran untuk melanjutkan perjalanan," jawab Luo Jian membuat sosok Bao Yun yang menyamar melototkan matanya.


"Di-dia telah pergi?" Tanya Bao Yun memastikan.


Luo Jian yang menggunakan tampilan Ling Hua mengangguk.


"Baiklah, terimakasih informasinya..." Bao Yun kemudian berjalan cepat keluar dari tempat turnamen.


Luo Jian tersenyum lega melihat kebodohan Bao Yun yang tidak menggunakan mata Dewa untuk menyeledikinya terlebih dahulu.

__ADS_1


Turnamen sesi ketiga masih belum terlalu ramai, hingga di penghujung sesi, penonton kembali bersorak ketika Shui Long akan bertanding dengan salah satu murid jenius sekte Tian Long. Luo Jian sekilas melihat ranah kultivasi pemuda itu, hingga ia bisa menyimpulkan, jika Shui Long menunjukan kekuatan aslinya. Hanya satu gerakan pemuda itu akan kalah.


Karena tidak ada yang menarik, Luo Jian keluar dari tempat turnamen untuk kembali kearah penginapan menemui Ling Hua.


Saat perjalanan menuju penginapan.


Ratusan prajurit yang dipimpin Jendral Kekaisaran menuju tempat turnamen melesat dengan tergesa gesa. Luo Jian hanya menaikan kedua alisnya, namun ia tidak tertarik sama sekali.


Setibanya.


"Saudari bagaimana?" Tanya Luo Jian.


"Saudara aku telah mencobanya namun selalu gagal," jawab jujur Ling Hua.


Tiba tiba Luo Jian menepuk jidatnya sendiri karena kesalahannya.


"Saudari maafkan aku, karena jiwa murnimu adalah siluman karena itu kau selalu gagal," ucap Luo Jian mengganti teknik perubahan tubuh yang berbeda pada Ling Hua.


Setelah satu jam mempelajari, Ling Hua akhirnya berhasil menggunakannya.


"Saudari, saat kekacauan terjadi bergerak kearah selatan tunggu aba abaku, dan jika pihak Sekte Tapak Api, serta Kerajaan Gao menghentikan mu kau bisa lakukan apapun sesukamu, tapi ingatlah misimu untuk mengalihkan perhatian Bao Yun yang saat ini aku belum tahu keberadaannya. Yang pasti, kita akan bertemu di Lembah Cinta di barat Kekaisaran Lin," ucap Luo Jian mengeluarkan peta dan membiarkan Ling Hua mempelajarinya.


"Tapi mengenai saudara Long?" Tanya Ling Hua khawatir.


"Baik." Jawab Ling Hua.


"Saudara...," Ucap Ling Hua merasakan ribuan Kultivator menuju kearah turnamen.


"Kekacauan akan segera terjadi, sekarang saatnya," ucap Luo Jian kemudian menuju tempat turnamen kembali.


Disisi lain, tepatnya diluar Kekaisaran. Ribuan pasukan dari dua pihak yang berseteru dengan Luo Jian mengepung seluruh sudut Kekaisaran. Dan hal itu membuat Lin Zhao benar benar marah. Karena yang dilakukan mereka sama saja dengan pengkhianatan. Karena itu Turnamen dihentikan, dan seluruh penonton serta peserta agar tetap berada ditempat turnamen untuk berlindung. Sedangkan Lin Zhao meminta uluran pada sekte, kerajaan, dan patriak yang menghadiri turnamen untuk membantunya membungkam tingkah Zhong serta Gao Xhuan yang berkhianat.


"Nona, saat ini tidak ada siapapun yang boleh memasuki tempat turnamen, karena itu..." Ucap penjaga serius namun terhenti.


"Nona Hua," sapa Yan Long keluar dari tempat turnamen bersama Lin Zhao dan lainnya.


"Senior, ada apa ini," ucap Ling Hua berpura pura tidak tahu keadaan yang terjadi.


"Tuan muda Zhong, dan Gao Xhuan kemari membawa pasukannya, sepertinya hanya untuk menangkap anda dan... Nona dimana Tuan Jian berada?" Tanya heran Yan Long.

__ADS_1


"Dia sudah keluar dari Kekaisaran," jawab Luo Jian.


"Apa!" Ucap mereka terkejut.


"Gawat cepat susul dia atau dia akan mati dikeroyok," ucap Lin Zhao panik.


Ia sedikit tahu alasan kenapa Yan Long membela Luo Jian. Karena itu ia ingin menjadikan Luo Jian sebagai Alkhemis kekaisarannya. Melihat kepanikan Lin Zhao membuat Luo Jian yang menyamar terlihat heran.


"Nona, tetaplah berada didalam kekaisaran," ucap Yan Long melesat mengikuti Lin Zhao.


Swuuuuush! Swuuuuush!


Luo Jian yang menyamar melihat kepergian mereka kemudian tersenyum kearah penjaga. Sontak sang penjaga mempersilahkan Luo Jian mrmasuki area turnamen.


Setibanya, Luo Jian mencari keberadaan Shui Long yang sedang terlihat khawatir.


"Saudara, aku Luo Jian, kita akan bertemu lagi di sekte Naga Langit, tapi soal waktu aku belum bisa memastikannya kapan. Yang jelas kau berada di sekte Naga Langit demi keamanan mu terlebih dahulu," ucap Luo Jian telepati.


Zhao Shun yang melihat Ling Hua menggunakan mata Dewanya.


"Saudara itu kamu," ucapnya sudah dipastikan bahwa sosok Luo Jian yang kini menyamar memang Luo Jian.


Swuuuuush!


Kedua mata Luo Jian bertemu dengan Zhao Shun, setelah itu ia keluar dari tempat turnamen menuju kearah barat sesuai perjanjian dengan Ling Hua.


Melihat Luo Jian pergi, ia juga meninggalkan tempat turnamen mengejar keberadaan Luo Jian.


Setibanya di gerbang Kekaisaran sebelah barat. Luo Jian dihentikan oleh para penjaga gerbang.


"Nona saat ini gerbang kami tutup, karena pihak sekte Tapak Api dan juga Kerajaan Gao Shun mengepung seluruh sudut Kekaisaran," ucap peringatan penjaga gerbang.


"Maaf aku tidak bisa berlama lama," ucap Luo Jian serius.


"Ta-tapi..." Ucap salah satu penjaga terhenti.


"Cihh biarkan saja, lagian jika dia mati memang ada yang peduli," timpal lainnya.


Akhirnya gerbang terbuka, Luo Jian melihat ratusan sosok pemuda dan tetuaa dari sekte maupun kerajaan Gao menatap kearahnya.

__ADS_1


Luo Jian dengan santai berjalan kearah mereka, tangan kanannya ia renggangkan, setelah itu muncul pedang hitam di genggamannya.


"Jika ingin mati, maka majulah!" Teriak Luo Jian melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.


__ADS_2