
"Yin Lang semoga kau dapat menepati kata katamu dan tentunya jangan menyalahkan kami jika terjadi sesuatu padamu!"
Swuuuuush!
Salah satu pemuda mengedarkan Qi pembudidayaan iblisnya, hal itu menyebabkan aura yang tenang kini menjadi mengerikan, bahkan kedelapan belas pemuda lainnya pun sama, mereka satu persatu mengedarkan pembudidayaan Qi iblis milik mereka.
Sembilan belas pembudidayaan Qi iblis yang bersatu itu menyebabkan panggung menjadi bergetar, tapi tentunya aura apapun itu hanyalah sebatas pengintimidasian yang diberikan untuk melemahkan mental lawan. Karena lawan mereka Luo Jian, aura Qi iblis mereka tentu bukan hal sulit bagi kesadaran Dewa milik Luo Jian untuk menetralkannya.
Swuuuuush!
Kesembilan belas murid luar itu mengepung dan mulai menyerang dengan segenap energi Qi yang mereka kuasai, hal itu membuat Luo Jian yang tidak menggunakan energi Qinya untuk membantu setiap langkahnya merasa sedikit kesulitan, karena jika ia terkena serangan senjata mereka. Tentunya hal yang tidak diinginkan akan terjadi.
Memutarkan tubuhnya sambil menghindari serangan satu persatu, bahkan terkadang ada beberapa serangan secara bersamaan yang mnghampiri tubuh Luo Jian. Berapa puluh serangan yang telah berhasil dihindari oleh Luo Jian membuatĀ kesembilan belas murid luar yang menghadapi Luo Jian itu mengeratkan rahang mereka. Karena mereka hingga saat ini tidak ada yang dapat menyentuh tubuh Luo Jian sama sekali.
"Sekarang giliranku!" Teriak Luo Jian yang telah memahami semua gerakan lawannya kini merubah gerakannya, tadinya yang selalu menghindar dan kini mulai menyerang satu persatu.
Luo Jian yang masih belum mengeluarkan pedangnya itu bergerak dengan gesit menyerang kesalah satu pemuda dan menghindari serangan lainnya. Gerakan yang tiba tiba itu membuat target yang diincar oleh Luo Jian begitu kelabakan, saat akan melancarkan tinju kearah wajah pemuda itu, sebuah pedang melintas dengan cepat membantu pemuda itu, hal itu menyebabkan Luo Jian harus segera mengurungkan niatnya.
"Sudah mulai kompak ternyata," ucap Luo Jian tersenyum.
Meskipun kekuatannya mampu mengimbangi ranah Surga satu, tapi ia telah berjanji tidak akan menggunakan teknik bertarung, energi Qi, dan hanya menggunakan kekuatan fisik. Karena itu, hanya kepintaran yang harus ia gunakan.
Bebeberapa serangan terus mengincar kearah tubuh Luo Jian, hingga tiba tiba, beberapa pemuda yang terlihat memperlihatkan celah mereka pada area kaki, membuat Luo Jian memberikan serangan tipuan. Berlari menghindari serangan lain, tangan Luo Jian bergerak kearah wajah, namun kaki Luo Jian sendiri telah bergerak lebih cepat kearah kaki lawannya. Sehingga dua pemuda itu terjatuh.
Tak ingin menyia nyiakan kesempatan emas itu, Luo Jian menendang kedua tubuh yang telah terbaring itu keluar arena. Sehingga dua pemuda itu dinyatakan telah kallah. Hal itu menyebabkan semua orang kagum dengan apa yang dilakukan oleh Luo Jian. Para penonton bersorak keras, hingga sorakan tersebut membuat ketiga peringkat atas murid dalam itu sedikit kesal dan merasakan panas diarea daun telinganya.
"Cihhh!" Sambil meludah.
Tersisa tujuh belas murid yang kini juga ternganga melihat dua orang dari rekan mereka telah tereliminasi.
__ADS_1
"Semuanya jangan lengah dan tentunya jangan beri ruang gerak Yin Lang! Karena dia begitu pintar mengambil kesempatan yang tidak mungkin dapat kita sedari!" Teriak salah satu murid.
Swuuuuush!
Tujuh belas murid itu melesat dan menyerang Luo Jian menggunakan pedang yang telah mereka genggam, Luo Jian yang tidak ingin kembali terkepung dan menunggu kesempatan itu menghentakan kakinya lalu menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.
Baaaaamsss!
Sebelum para murid berhasil mengepungnya, Luo Jian yang bergerak mendahului itu mengejutkan murid yang kini telah berhadapan dengan Luo Jian. Dibarengi dengan serangan cepat kearah wajah akhirnya tiba menghampiri pemuda itu yang menyebabkannya terpental dan segera keluar dari arena.
Luo Jian tidak tinggal diam lagi, ia berlari kearah murid lainnya, meskipun tidak menggunakan Qinya dan tentunya hanya berlari, gerakan Luo Jian itu terlihat sangat cepat. Sehingga lawan yang akan bertemu dengan Luo Jian itu bergerak kearah samping yang menyebabkan murid lainnya begitu kelabakan disaat Luo Jian mengubah arah larinya.
Baaaaams! Baaaaaams! Baaaaams!
Satu persatu murid yang berada didekat Luo Jian dibuat terbang menjauh dari arena itu. Tepatnya kini tersisa lima murid yang tiba tiba mereka tersadar akan kesalahan mereka.
"Pedang darah!"
"Gerakan iblis!"
"Semesta hancur!"
"Gerakan dua puluh pedang api!"
"Api pelahap dewa!"
Kelimanya berteriak dan menyiapkan jurus mereka dengan sebaik mungkin, aura yang tadinya sudah tenang akibat kesadaran Dewa milik Luo Jian menetralkannya kini kembali menyebar. Senyuman tengil diperlihatkan Luo Jian disaat itu juga.
"Baiklah, aku juga akan menggunakan beberapa trik kotor pada kalian," ucap Luo Jian kemudian menggunakan ilmu meringankan tubuhnya mendekati kelima murid itu.
__ADS_1
Swuuuuush!
Kelima murid juga ikut melesat kearah Luo Jian, pertukaran serangan gerakan jurus akhirnya terjadi. Saat ini, Luo Jian mengumpulkan titik konstentrasinya pada serangan mematikan mereka yang berubah ubah. Kelima gerakan murid yang berubah ubah itu benar benar mampu membuat Luo Jian kini harus mundur secara perlahan. Tidak ada alasan lain Luo Jian mundur sambil menghindari jurus gerakan mereka, yang pasti Luo Jian akan menggunakan kesempatan disaat mereka benar benar merasa bahwa mereka akan memenangkan pertempuran. Tentunya kesombongan mereka disaat itu akan menyebabkan beberapa celah yang dapat digunakan Luo Jian untuk memberikan serangan balik.
Dan benar saja dua puluh gerakan serangan berubah ubah yang dapat di hindari oleh Luo Jian membuat mereka dapat tersenyum, sifat sombong dan tentunya merasa kemenangan didepan mata dapat dilihat jelas dari raut wajah mereka. Luo Jian yang terus fokus dalam menghindari serangan mereka itu tiba tiba merubah wajahnya menjadi buruk, seolah olah ia telah menyesal karena keputusan yang telah ia buat. Para penonton yang tadinya mendukung Yin Lang itu kini menjadi terdiam seribu bahasa melihat Yin Lang terus dibuat mundur dan sebentar lagi akan menyentuh batas panggung arena.
"Hahahahah! Maafkan aku Yin Lang, sepertinya kau harus kalah pada pertempuran ini!"
Swuuuuuush!
Dibarengi dengan itu yang tertawa seperti kesetanan membuat celah pada titik dimana yang seharusnya ia menyerang Luo Jian dengan menggunakan pedangnya.
"Sepertinya kau terlalu percaya diri!"
Tiba tiba Luo Jian menyerang pemuda yang tertawa itu menggunakan tapak tangannya, hingga menyebabkan beberapa celah terlihat. Tanpa menyiakan celah itu, Luo Jian bergerak menuju celah dan segera memberikan tinju tepat kearah punggung pemuda itu dengan cepat.
Baaaaams!
Pemuda itu terpental dan segera keluar dari arena. Para tetua dan murid lainnya kembali bersorak saat melihat Yin Lang berhasil membalikan keadaan. Sedangkan keempat murid yang tersisa itu mengeratkan rahangnya.
"Untung aku tidak merasa bangga saat tadi," ucap salah satunya yang dibenarkan.
Hanya tersisa empat murid, hal itu membuat Luo Jian kini merasa lebih mudah menghadapi mereka secara bersamaan meski mereka mengeluarkan jurus yang sama bahkan yang berbeda.
"Kalian minggir!"
"Pedang Iblis!"
Swuuuuuush!
__ADS_1