
"Hahahahahaa!" Ling Yuan tertawa seperti kesetanan.
"Ka-kau benar benar ingin menerima aura kuatku?" Tanyanya arogan.
Swuuuuush!
Aura Shine milik keluarga Ling menyebar didalam tenda. Siapapun yang merasakannya seketika berlutut. Hanya Ling Huan saja yang terlihat biasa saja, namun saat Ling Yuan melihat kearah Luo Jian. Matanya terbelalak, karena saat ini Luo Jian sedang menatapnya dengan malas.
"Begini saja Aura yang kau banggakan itu?" Tanya Luo Jian.
Sedangkan Ling Huan yang juga terkejut dan tersadar bahwa Luo Jian bukanlah orang yang sembarangan segera mememperingati Ling Yuan.
"Yuaner, dia bukan bocah biasa. Lebih baik kau melepaskannya." Ucap Ling Yuan.
Luo Jian tersenyum mendengarnya, namun seketika sesaat kesadaran jiwa ke Dewaannya menyebar.
Swuuuuung!
Aura Shine milik keluarga Ling segera memudar, diganti dengan aura yang sangat mendominasi, terasa nyaman. Namun mematikan, aura tersebut merupakan aura milik Luo Jian yang baru pertama kali mengeluarkannya di Benua Merah.
"A-aura ini...." Ucap Ling Huan dan Yuan secara bersamaan.
Bahkan para tetua kelompok pedang gurun segera berlutut dan wajah mereka terlihat ketakutan setengah mati. Perlahan tekanan aura milik Luo Jian bertambah kuat, sehingga membuat semua orang berlutut kecuali Shui Long yang ia sendiri kebingungan tidak merasa apa yang dirasakan oleh orang lain.
"Ingatlah senior, apa yang kamu miliki saat ini hanyalah sebatas pinjaman dari hasil yang kau usahakan, ada pepatah diatas langit masih ada langit. Jadi senior jangan terlalu bangga dengan apa yang dimiliki senior," ucapan yang penuh kewibawaan Luo Jian.
Swuuuuush!
Merasa adanya sekelompok mendekat kearahnya, Luo Jian segera menarik aura kesadaran Dewanya. Sehingga semuanya telah kembali seperti semula. Tapi jelas terlihat rasa takut diwajah mereka hanya karena dominasinya aura yang dikeluarkan oleh Luo Jian.
"Ketua! Tetua lapoorr!" Teriak dari luar tenda.
__ADS_1
Semuanya kembali tersadar atas suara tersebut, seketika Ling Huan segera berlari menghampiri Luo Jian terlebih dahulu.
"Tuan muda maafkan kelancangan saudaraku, mohon anda dapat mengertinya. Dan karena itu aku ingin tuan muda kembali duduk ditempat anda, karena saya masih membutuhkan informasi," ucap Ling Huan dengan hormat.
Luo Jian hanya mengangguk, ia dan Shui Long kembali ketempat yang disediakan oleh pihak kelompok. Dan setelah itu.
"Kalian masuk," ucap Ling Huan.
Sontak salah satu kelompok yang ingin melaporkan sebuah kejadian segera memasuki tenda. Wajah mereka terlihat kebingungan karena melihat jubah mereka yang basah kuyup.
"Shuan He, apa yang ingin kau laporkan," ucap Ling Huan berjalan duduk ke tempatnya.
"Shuan He ingin melaporkan adanya berita pemuda yang telah membunuh tetua sekte Elang Darah, dan tentunya akan hal itu berita tersebut telah menyebar. Pihak kerajaan tidak terima akan hal itu, ada hal lain yang terkait yaitu tentang tuduhan tentang bantuan lain akan dibunuh ditempat setelah pertempuran."
Shuan He menyelesaikan ceritanya, seketika semua orang menelan ludah mereka secara bersamaan sambil menatap kearah Luo Jian.
"I-ini be-benar!" Ucap Ling Yuan ketakutan melihat sosok yang telah menceritakan hal yang sama.
Bahkan bulu kuduknya telah berdiri tidak beraturan layaknya sebuah bangun segi banyak.
"Ada Ketua, pihak Kerajaan sedang membunuh para warga yang terus membicarakan berita itu, dan para warga lainnya yang telah keluar dari Kerajaan pun sama nasibnya, karena mereka tidak ingin berita tersebut keluar dari Kerajaan," ucap Shuan He dengan hormat.
"Baj*ngan ini tidak tahu diri!" Ucap Ling Yuan dengan amarahnya.
Luo Jian hanya tersenyum melihat amarah Ling Yuan. Dengan begini tuduhannya tentang pihak kelompok pedang gurun benar adanya.
"Ternyata semua orang salah menganggap kelompok ini sebagai hama," ucap dalam hati Luo Jian.
"Jika begitu siapkan pasukan, amankan seluruh warga yang telah keluar dari kerajaan. Setelah itu seluruh pasukan akan menyerang sesuai dengan rencana!" Ucap Ling Yuan.
"Ling Huan, kau pimpin pasukan utama menyerang kerajaan, dan yang lainnya bantu kelompok kita yang lain!" Ucap Ling Yuan tegas.
__ADS_1
Sedangkan Shui Long ingin menanyakan rentetan kejadian yang sudah jelas. Bahwa Luo Jian tidak ingin membantu Kerajaan melainkan kelompok ini.
"Baik Ketua!" Ucap Ling Huan bersama tetua yang lainnya.
Sedangkan Ling Yuan menatap kepergian mereka. Ling Huan sendiri menghampiri Luo Jian dan meminta maaf atas kebodohannya.
"Senior, lebih baik anda membuang ego anda. Untuk apa aku berani berbohong dihadapan kelompok besar seperti ini, lagi pula jika aku melakukan itu sama saja bunuh diri bukan?"
"Junior anda lebih muda dariku, tapi wawasanmu lebih luas. Mohon sekali lagi untuk yang tua ini meminta maaf pada anda," ucap Ling Huan segera menangkupkan tinjunya dan keluar dari tenda.
"Ooh tidak aku dikira lebih muda," ucap Luo Jian dipikirannya sendiri yang dimengerti Lin Yue.
Sedangkan Luo Jian mengangguk. Selang beberapa menit, tenda kosong yang hanya ada Ling Yuan, dan Shui Long.
"Tuan muda, aku..." Ucap Ling Yuan kebingungan ingin menyampaikan apa.
"Katakanlah senior," ucap Luo Jian.
"Apakah anda dapat membantu kami?" Tanya secara gamblang Ling Yuan.
Luo Jian mengangguk. " Mungkin, tapi aku tidak bisa memastikannya senior, karena aku belum tahu kekuatan mereka."
Ling Yuan menghela napas panjang. Kemudian ia menatap langit tenda dengan wajah yang serius .
"Jika benar sekte Elang Darah ikut campur urusan ini, maka urusan ini akan lebih panjang. Dan hasilnya hanya kematian yang ada, meskipun kami memenangkan pertempuran saat ini, tentunya suatu saat nanti pihak sekte akan tiba dan meratakan kelompok kami," ucap Ling Yuan.
"Senior benar, siapa yang kuat dialah yang berkuasa, namun aku ingin tahu tujuan senior merampas harta kota dan Kerajaan diwilayah ini," ucap Luo Jian yang ingin mendengarnya secara langsung.
"Ini karena pemimpin Kerajaan dan Kota yang bertindak semena mena, tidak pernah memikirkan rakyat yang ada dibawah, karena itu aku mengumpulkan mereka untuk jadi pasukanku merampas harta mereka dan diberikan pada orang yang lebih berhak lagi," ucap jujur Ling Yuan.
Luo Jian tersenyum senang mendengarnya. Baginya seorang mantan Kaisar Langit ingin menangis mendengar perjuangan Ling Yuan. Apalagi kini Ling Yuan menjelaskan bahwa ia sebenarnya adalah tetua keluarga Ling yang sengaja keluar dari klan untuk mendirikan kelompok ini.
__ADS_1
"Senior perjuangan anda sungguh mulia, mungkin aku bukan siapa siapa, namun jika anda membutuhkan bantuan, anda dapat memecahkan batu giok ini, dan untuk saat ini aku dan saudaraku akan membantu senior."
Ling Yuan wajahnya berubah menjadi cerah. Mungkin dengan bala tentara yang ia bawa kali ini cukup untuk menghadapi sekte Elang Darah, tapi tidak dengan lain kali yang bisa dikatakan sekte tersebut tiba dengan membawa pasukan sekte yang sebenarnya. Karena itu, setidaknya sosok yang menggunakan token sekte Naga Langit membantunya akan membuat sekte Elang Darah berpikir dua kali sebelum berani menyerang kelompoknya.