
Ditengah perjalanannya.
Swuuuuush!
Sosok pemuda berambut putih itu tiba tiba menghentikan langkah Luo Jian. Pemuda itu juga tidak segan untuk mengeluarkan aura kultivasinya ditingkat Langit empat.
"Bocah kutunggu perkembanganmu, jika kekuatanmu sudah sama denganku aku menantangmu untuk berduel," ucap sosok itu seketika pergi meninggalkan Luo Jian.
Luo Jian yang tenang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Saat ini saja aku dapat mengalahkanmu," gumam Luo Jian mempercepat langkahnya menuju asrama.
Lima belas menit berjalan, akhirnya Luo Jian tiba dan mengeluarkan plat identitas pada tetua penjaga asrama yang sedang menjaga.
"Ini kunci kamarmu, dan jangan bertingkah menjadi jagoan saat berada diasrama, karena jika sesuatu terjadi padamu sekte tidak akan bertanggung jawab!"
Luo Jian hanya menganggukan kepalanya, lalu ia memasuki asrama dan mencari kamarnya. Asrama yang besar itu terlihat sangat berisik dari dalam kamar yang ada. Hingga Luo Jian sudah bisa menebak, satu kamar pasti diisi oleh beberapa murid. Dan hal itu berlaku untuk kamarnya juga.
Setelah tiba.
Ruangan yang akan ditinggali oleh Luo Jian terlihat begitu sepi, dan hal itu membuat Luo Jian mengira bahwa dikamar hanya akan ada dia. Disaat ia membuka pintu kamar, lima murid yang sedang mabuk tiba tiba mengalihkan perhatiannya kearah Luo Jian.
"Murid baru?" Tanya salah satunya merasa tidak suka.
Luo Jian hanya menghela napas, karena ia tidak menyangka kamar berukuran lima meter itu harus diisi dengan enam murid termasuk dirinya. Hal terpenting yang harus ia lakukan adalah menundukan mereka, agar Luo Jian dapat mengatur mereka satu persatu.
"Bocah lebih baik kau cari kamar yang lain, atau kami tak segan membuat perhitungan padamu!"
Swuuuuuush!
"Benarkah," jawab Luo Jian sambil mencekik pemuda yang berkata itu.
"Akkkkh!" Pemuda itu memekik disaat cengkeraman tangan Luo Jian bertambah kuat.
"Baj*ngan tak tahu diri!"
__ADS_1
Swuuuuuuuuush!
keempatnya yang kesal melihat teman mereka di cekik segera melesat dan melancarkan tinjunya. Namun mereka semua salah lawan, dan sebenarnya hanya para murid dalam saja yang mampu mengimbangi kekuatan milik Luo Jian. Sehingga dengan sekali gerakan, kelimanya terpental dan membentur dinding dengan wajah yang diliputi rasa ketakutan.
"Kamar ini adalah miliku, jika kalian masih ingin melawan dan tidak mau tunduk padaku. Maafkan aku yang akan berbuat lebih jauh lagi...," Ucap dingin Luo Jian kemudian berjalan kearah ranjang.
Kelima pemuda itu hanya bisa mengeratkan rahang mereka, tapi salah satunya terlihat sangat kesal.
"Kau disini hanyalah murid baru! Seharusnya kau menghormati kami!"
Swuuuuush!
Sekedipan mata, Luo Jian muncul didepan pemuda itu sambil menatap tajam matanya.
Kraaaaaack!
Gerakan yang sangat cepat dilakukan oleh Luo Jian, setelah itu disusul dengan teriakan pemuda yang kini tangannya telah patah setelah Luo Jian memutarnya dengan cepat. Dengan santainya, Luo Jian menatap kearah empat pemuda lainnya yang kini hanya bisa ketakutan melihat Luo Jian. Karena Luo Jian menginginkan ketenangan, ia memberikan beberapa aturan ketika dikamar. Dan jika salah satunya melanggar, ia tak segan untuk menghukumnya dengan keras. Melihat kekuatan Luo Jian yang sangat mengerikan bagi mereka, kelimanya hanya bisa pasrah dan mengangguk.
Setelah itu, Luo Jian mengeluarkan air abadi dari dalam cincin ruangnya sendiri.
Gleeeek!
Luo Jian akhirnya meminum air abadi yang merupakan sumber daya tingkat tinggi. Beberapa detik kemudian, tiba tiba dantiannya kembali bergejolak, dengan segera Luo Jian menyerap energi yang sangat besar itu untuk meningkatkan kultivasinya.
Tiga hari berlalu, lima murid yang sekamar dengan Luo Jian memilih kembali kekamar hanya untuk beristirahat, dan selama tiga hari itu mereka tidak pernah menimbulkan suara apapun yang membuat pelatihan Luo Jian tetap berjalan.
Lima hari telah berlalu, senyum kecil diperlihatkan oleh Luo Jian saat merasakan tanda tanda terobosan ketingkat Langit dua.
"Langit dua!" Gumam Luo Jian.
Swuuuuush! Baaaaaams!
Aura agung menyebar dibarengi dengan suara ledakan yang teredam didalam tubuh Luo Jian, hal itu ditandakan bahwa Luo Jian berhasil naik tingkat. Setelah berhasil naik tingkat, Luo Jian kembali menarik auranya kedalam tubuhnya kembali.
Swuuuuush!
__ADS_1
Air abadi yang hanya tersisa sedikit itu diperhatikan oleh Luo Jian dengan seksama.
"Sepertinya aku membutuhkan lebih banyak air abadi untuk meningkatkan kultivasiku," gumam Luo Jian setelah itu menatap keadaan sekitarnya yang telah kosong.
Melihat kelima murid sepertinya menjalankan tugas atau sedang berada diluar asrama, Luo Jian merasakan beberapa aura mendekati kamarnya. Dan hal itu membuatnya tersenyum kecil, karena salah satu auranya ia kenali. Yang tak lain milik Ye Fang.
Braaaaak!
Pintu kamarnya di tendang dengan paksa oleh Ye Fang, mata Luo Jian kini terarah pada beberapa murid yang mengenakan jubah murid dalam.
"Oh itu kamu," ucap singkat Luo Jian dengan santai tidak memperdulikan kehadiran mereka.
"Kakak Ye Tian dialah yang mempermalukanku," ucap Ye Fang menunjuk Luo Jian.
Ye Tian, yang merupakan peringkat dua puluh dari ribuan murid dalam itu menatap Luo Jian dengan tatapan menghina.
"Ahh! Kukira yang memberimu pelajaran adalah orang yang berbakat, tapi saat ini yang kulihat hanya sampah belaka," ucap menghina Ye Tian.
Luo Jian dengan santai berjalan kearah mereka, lalu ia melewati mereka tanpa berbicara sepatah katapun. Dan hal itu membuat Ye Fang beramsumsi Luo Jian kini benar benar ketakutan dan hendak lari dari tanggung jawabnya. Berbeda dengan ansumsi Ye Tian. Ia merasa sampah yang melewatinya tidak menganggapnya sebagai ancaman yang berbahaya. Karena itu ia terlihat begitu kesal dan kearoganannya akhirnya keluar.
"Hei sampah! Apakah kau tidak menghormati kunjungan seniormu ini!" Ucap meninggi Ye Fang yang membuat Luo Jian menghentikan langkahnya.
"Jika datangmu hanya ingin bertarung, aku akan mengabulkannya saat ini. Tapi aku tidak menyukai pertempuran dengan tempat yang sempit seperti ini," ucap Luo Jian tenang sambil melanjutkan perjalanannya keluar dari asrama.
Mendengar tantangan Yin Lang, Ye Tian segera mengikuti Luo Jian. Setibanya diluar asrama, sosok penjaga yang pernah mengetes Yin Lang itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Bocah baru ini ternyata cukup berani," ucapnya tetua itu sambil menggelengkan kepalanya.
Luo Jian menghentikan langkahnya, lalu ia menatap kearah Ye Tian dengan tenang.
"Yun Lie, aku rasa aku tidak perlu turun tangan, sekarang kau berinya pelajaran."
Swuuuuuuush!
Yun Lie yang merupakan murid dalam bawahan Ye Tian itu melesat sambil melepaskan serangan tinjunya kearah Luo Jian. Melihat Ye Tian tidak menghadapinya secara langsung membuat minat Luo Jian untuk bertarung tidak terlalu bagus. Karena itu, hanya dengan sekali kibasan tangan, energi Qinya berubah menjadi angin yang menghempaskan tubuh Yun Lie.
__ADS_1
"Lebih baik kalian semua maju secara bersama!"